
Mobil yang membawa Gea,Zaiden dan Georgano tiba di sebuha rumah besar bercat putih bersih,fi depan rumah itu ada air mancur serta taman yang di tumbuhi bunga bunga indah yang juga terawat dengan baik.
Mobil berhenti,seorang wanita berusia lima puluhan terlihat berjalan tergopoh menghampiri."Selamat datang Tuan,Nona!"Ucap nya seraya sedikit membungkuk sopan.
Georgano yang lebih dahulu keluar dari mobil pun tersenyum ramah"Apa kabar bibi Ramia?"Tanya Geirgano memeluk wanita itu dengan tulus.
Bibi Ramia tersenyum"Kabar ku baik dan semakin baik dengan kedatangan kalian."Jawab nya meraih tas yang ada di tangan Gea.
"Salam Nona,Perkenalkan saya bibi Ramia!"Bibi Ramia memang orang yang ramah pada siapa saja itu yang membuat Georgano merasa nyaman bila dekat dengan nya.
"Perkenalkan namaku Gea bi dan ini putra ku Zaiden.Ku harap kau tak akan marah jika kami merepotkan mu nanti!"Seloroh Gea.
Bibi Ramia membalas senyuman Gea"Hidup ku akan semakin berwarna."Jawab nya terkekeh.
"Apa kita akan mengobrol di luar saja?"Tiba tiba Georgano sudah menggendong Zaiden yang ternyata sudah bangun dari tidurnya.Wajah tampan bocah itu tampak bingung,saat dia akan tertidur dia merasa sedang naik pesawat tapi kenapa saat bangun dia justru keluar dari sebuah mobil.
"Mom,apa pesawat nya berubah bentuk?"Tanya nya polos.
"Hahaha..Tentu tidak sayang,kau tertidur begitu lama hingga kehilangan momen saat naik pesawat.!"Jawab Gea mengambil alih Zaiden dari gendongan Georgano.
"Hallo tampan,siapa nama mu?"Tanya Bibi Ramia mengulurkan tangan nya pada Zaiden.
"Nama ku Zaiden bibi putra Mommy ku!!"Jawab Zaiden dengan sangat menggemaskan.
"Wow..Kau pintar sekali sayang.Ayo kita masuk dan lihat kamar mu!!Bibi yakin kau pria pemberani kan?"Tanya Bibi Ramia meraih Zaiden dari gendongan Gea.
__ADS_1
"Tidak usah bibi,biar aku saja yang menggendong nya!"
Bibi Ramia terdiam,dia berpikir Gea tidak mengijinkan anak nya di pegang oleh orang lain.Gea yang melihat perubahan raut wajah Bibi Ramia pun merasa bersalah"Bukan begitu bibi,jangan tersinggung,Aku tidak ingin kau kelelahan menggendong Zaiden!Maafkan aku jika sikap ku membuat mu tidak nyaman."Ucap Gea merasa bersalah.
Bibi Ramia menggeleng,apa yang dia pikr ternyata salah.Nona muda nya ternyata wanita yang baik dan berhati lembut"Aku tidak akan lelah,aku masih kuat menggendong tuan muda!"Kembali Bibi Ramia mengulurkan tangan nya dan kali ini Gea memberikan Zaiden padanya.Bibi Ramia langsung jatuh hati pada Zaiden di pertemuan pertama.Putra Gea itu memnag mudah sekali memikat hati orang lain.
"Jika Bibi lelah,bibi boleh menurunkan ku ya!Jangan paksa menggendongku,aku pria yang kuat sebenarnya hanya sedikit lelah karena perjalanan panjang."Oceh Zaiden yang merasa nyaman dalam gendongan Bibi Ramia.
"Baik tuan muda.Bibi mengerti!!"Jawab Bibi Ramia tersenyum.
Saat memasuki rumah di dalam ternyata berjejer beberapa pelayan menyambut mereka.Gea meras tidak enak hati karena mereka terlalu lama mengobrol di luar hingga membuat pelayan yang berada di dalam menunggu lama.
"Selamat datang Tuan,Nona dan tuan muda!"Sapa mereka bersamaan.
"Selamat datang!"Balas Gea seraya tersenyum.
."Baiklah Nona,saya akan tunjukkan kamar Nona dan kamar Tuan muda.Kalian bisa istirahat terlebih dahulu sebelum makan malam siap."Dengan masih menggendong Zaiden,bibi Ramia mengantar Gea ke lantai atas menunjukkan kamar yang akan di tempatinya nanti.Sementara Georgano lengsung menuju ke taman samping untuk melihat ikan ikan yang dulu pernah di peliharanya.
"Bibi turunkan aku,atau aku akan malas berjalan nanti!"Pinta Zaiden dengan wajah imut nya.
Bibi Ramia dan Gea terkekeh"Kenapa kau jadi malas berjalan Tuan muda?"Tanya Bibi Ramia bingung.
"Ya tentu saja,gendongan mu sangat nyaman Bibi,rasanya aku jadi tak ingin turun!"Jawaban Zaiden sontak membuat Bibi Ramia dan Gea tertawa bahagia.
"Ada ada saja jawaban mu sayang!!"Ucap Gea menoel hidung putra nya.
__ADS_1
"Baiklah aku akan menurunkan mu!Bukan karena bibi tidak kuat ya tapi karena bibi tidak ingin Tuan muda yang tampan ini jadi malas berjalan!"Seloroh Bibi Ramia.
"Ayo,kita lihat kamar Mommy!!"Bibi Ramia menggandeng tangan Zaiden.Dia benar benar tidak ingin jauh dari Tian muda nya itu.Wajah imut dan menggemaskan serta sikap sopan Zaiden benar benar membuat Bibi Ramia merasa bahagian.
Ceklek..
"Wwohh kamar ini bagus sekali Mom!!"Ucap Zaiden penuh kagum,padahal kamar itu nyaris sama dengan kamar Gea di negara p.
Bibi Ramia tersenyum"Kau terlalu berlebihan sayang!!Padahal Bibi yakin jika kamar Mommy mu juga hampir sama dengan yang disana banya beda ukuran saja!"Jawab Bibi Ramia.Gea menatao bibi Ramia dengan heran sampai dia mengerutkan alisnya.
"Tuan besar yang meminta kami mendekor kamar Nona sama persis dengan yang disana,katanya agar Nona merasa nyaman!"Jawab Bibi Ramia yang seakan mengerti isi pikiran Gea.
"Baiklah,,Daddy memang yang terbaik."
"Ayo,selanjutnya apa Guan muda sudah siap melihat kamar Tuan muda?"Tanya Bibi Ramia pad Zaiden.
"Tentu Bibi.Rasanya Zaiden tidak sabar melihat kamar Zaiden yang sama dengan kamar Zaiden yang disana."
Gea hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putranya yang tampak sangat bersemangat.
Bersambung..
Jangan lupa ya Reader,baca juga novel pertama Author yang berjudul"MENCINTAI PEMBINUH SUAMIKU.
Dan novel terbaru Author yang berjudul AIR MATA PEMBASUH LUKA.
__ADS_1
Terima kasih