
Max mwlebarkan langkah nya menuju ke ruangan Joya istrinya.Disana masih ada Georg yang selalu ada menemani Joya dan Max tidak masalah karena saat ini dia tidak bisa selalu ada di samping Joya walau kadang kadang dia cemburu melihat perlakuan Georg pada Joya.
"Sayang,aku datang!"Max langaung mencium kening Joya kemudian memberikan kecupan singkat dibibir wanita itu.Wajah Joya memerah malu sementara Georg hanya mendecih melihat sikap Max yang seperti itu.
"Bagaimana kabarmu hari ini?"Tanya Max lembut.
"Jauh lebih baik."Jawab Joya tersenyum Dia bahagia sangat bahagia bahkan Joya masih bisa bersyukur dengan kemalangan ini dia mendapatkan ingatan nya kembali meski Joya masih berharap dia bisa melupakan sebagian kenangan masa lalu nya.
"Baiklah,apa kau tidak masalah jika kami tinggalkan?Karena ada yang harus kami bicarakan?"Max bertanya pada Joya tapi matanya sedikit menatap Georg.
Joya mengangguk"Aku tidak apa apa,jangan khawatir!"
Max tersenyum lalu mencium kembali istrinya sebelum dia melangkahkan kaki nya keluar ruangan.
"Ada apa?"Tanya Georg setelah mereka keluar dari ruangan Joya.
"Kita harus bicara tapi tidak disini!Hans akan menjaga Joya sementara kita pergi!!"
Keduanya pergi ke sebuah restorant yang tak jauh dari rumah sakit agar jika terjadi sesuatu maka mereka berdua bisa dengan mudah sampai disana.
"Bagaimana dia bisa bersama kalian?"Tanya Max tanpa membuang waktu untuk sekedar basa basi.
__ADS_1
Geog menghembuskan nafasnya"Daddy membawanya pulang,saat Daddy berkunjung ke negara ini, Daddy menemukan nya dalam keadaan yang terluka parah bahkan sampai berbulan bulan dia koma!Dan saat bangun dia tidak mengingat siapa dirinya."Jawab Georg.
"Bisakah kau panggil Daddy mu agar aku bisa berterima kasih karena sudah merawat nya!Jika perlu aku akan memberi hadiah untuk kalian,tidak masalah!"Sedikit kesombongan ada pada Max.
Lagi lagi Georg hanya menghembuskan nafasnya"Seorang ayah tidak akan perlu ucapan terimakasih dari orang lain karena telah merawat anak nya sendiri!!"Kali ini jawaban Georh membuat Max menganga bingung.
Terlalu banyak kejutan yang di bawa pulang istrinya hingga otak jenius Max tidak mampu mencerna satu persatu.
"Gea atau wanita yang kau panggil Joya itu adalah putri kandung Daddy ku.Kami tahu saat Daddy melakukan tes DNA,warna mata itu yang membuat Daddy yakin jika wanita yang di temui dengan luka di sekujur tubuhnya itu adalah putrinya.Walau kami berbeda ibu tapi rasa cinta kami sangat tulus untuk nya.Apa kau pikir aku tidak mau menikahinya jika dia bukan adik ku?"Pertanyaan Georg membuat Max merasa yakin,jika apa yang di katakan pria dihadapan nya ini adalah kebenaran.
"Lalu pria menyebalkan itu?Kalian membodohiku!!"Singut Max marah.
"Hahahaa...Kau bahkan tidak pernah bertanya.Kau tahu Marcel menunggu jawaban Gea selama ini tapi ternyata dia masih memiliki seorang suami,hatinya sangat kiat hingga walau pun dia kehilangan ingatan nya tapi masih ingin bertahan tanpa pernikahan."Georg membayangkan wajaj Marcel yang kecewa tapi mau bagaimana lagi memang seperti itulah kemyataan nya.
"Tentu saja anak nakal iti adalah anak mu.Siapa lagi yang bisa menurunkan kenakalan dan kesombongam seperti itu jika bukan kau.Bahkan tanpa harus melakukan tes DNA sekalipun aku sudha yakin kalau Zaiden itu putra mu!!"Ada nada sindiran disana yang di tujukan untuk Max tentunya.
"Cih dia keponakan mu dan kau mengatainya anak nakal?"Max mwndecih tidak suka.Apalagi jika benar Zaiden yang jenius itu adalah putranya.Sudut hatinya menari gembira karena ternyata Joyanya tidak hanya bisa menjaga keteguhan cinta nya tapi juga putranya.Cinta yang baru saja tumbuh dibawa pergi oleh Joya namun wanita itu memupuknya dengan baik.
Georh membungkukkan tubuhnya"Bukan kah kau juga mengatakan nya,apakah kau pikir kau ayah yang baik?Bahkan aku sempat berpikir mungkin kau pernah berniat menculiknya dan memberinya hukuman karena terus mengganggumu!"Ejek Geog.
Max terdiam,dia mengingat lagi kemarin dia memang ingin menculik Zaiden dan membuat nya menangis seharian untuk membuat anak itu jera.Tapi kini setelah dia mengetahui jika Zaiden adalah putra nya dia ingin Zaiden menangis memeluk nya karena rindu.
__ADS_1
"Ck sudahlah,aku harus kembali ke ruangan Gea.Bagaimama pun aku adalah kakak nya dan ya aku akan menghubungi Daddy ku untuk datang tapi..."Georg menghentikan ucapannya sejenak mengingat sesuatu.
"Bagaimana pelaku nya?Apa kau mendapatkan orang itu,jika iya beri aku sedikit untuk memberi kenangan padanya!"Georg juga ingin menghukum orang yang sudah membuat Gea nya seperti itu masih bagus Gea selamat jika tidak maka entah apa yang akan terjadi padanya.
"Baiklah aku akan memberikan bagian padamu!"
"Satu lagi,bagaimana masa lalu Joya?"Sejak kemarin Georg sangat penasaran dengan itu,karena saat membicarakan tentang itu Joya selalu sedih pasti ada sesuatu yang menyakitkan yang sedang di sembunyikan adiknya.
Max menatap lurus kedepan,wajahnya menyiratkan kemarahan tapi saat dia bertemu terakhir kali dengan Miranda wanita itu telah banyak berubah mungkin sebagai seorang ibu hatinya masih merindukan anak nya.
"Tidak terlalu baik untuk di ingat!"Jawaban singkat Max membuat Georg semakin penasaran bagaimana kisah masa lalu Gea.
"Katakan lah walau sedikit!"
"Dia sangat malang bahkan pertemuan kami karena Joya yang di jual Mamanya."
Tangan Georg mengepal,dia marah tidak menyangka jika selama ini hidup Joya sampai seperti itu bahkan jika Max hanya mengatakan sepenggal kalimat itu saja Georg bisa menyimpulkan semua nya.
"Lalu dimana wanita itu sekarang?"
"Bukan hal penting,sekarang Joya sudha jauh bahagia itu yang paling utama.Masa lalu nya hanya akan menjadi duri yang terus menusuk jika masih di ungkit dan penyebab semua ini juga bagian dari masa lalu.Baiklah kurasa sudah cukuo lama kita berbicara,ayo kita temui dia!"Maz bangun dari duduk nya di ikuti Georg.
__ADS_1
Walau masih sangat penasaran dengan wanita yang telah membuat Joya menderita namun Georg pasti akan mengetahui nya nanti.
Bersambung...