
Pertemuan yang seharus nya membahagiakan bagi Maxim kini berubah sangat menyakitkan,bahkan air yang ada di tenggorokan pun terasa sakit sulit untuk di telan nya.Salah nya juga yang terus bertahan di rumah itu hanya untuk melihat wajah istri yang tak bisa di raih nya.
Dihadapan Max,Gea mengambilkan makanan untuk Georg dan Zaiden.Hal itu membuat tidak hanya hati Maxim yang panas tapi juga hatinya,jika saja dia tidak malu pasti sedari tadi Maxim sudah menangia tersedu.
"Silahkan Tuan Max,maaf jika masakan yang ku buat tidak sesuai dengan seleramu!!Kau boleh mengatakan padaku apa yang kau mau agar lain kali aku bisa memasakkan mu dengan baik."Ucap Gea dengan terus menatap Max,senyum di wajah nya terlihat tulus.Tadinya Max aempat berpikir jika wanita di hadapan nya ini bukanlah istrinya namun wanita lain yang sangat mirip dengan Joya ya namun beberapa kesamaan membuat Max yakin wanita itu istrinya.
"Ekhemm..Tidak masalah,aku menyukai semua masakan mu!!"Jawab Max tanpa sadar.
"Uhukk..!"Hans terbatuk mendengar ucapan Max,Hans khawatir akan menimbulkan salah paham antara Gea dan Georg.
Max salah tingkah"Maaf,emm maksud ku apapun masakan nya pasti enak jika Nyonya yang memasak."Max bingung tapi melihat reaksi Georg yang biasa saja membuat nya seidkit merasa lega .
"Kalau begitu,Ayo apa lagi silahkan di makan!!"Kata Georg mempersilahkan.
Max mengambil sebuah masakan yang terasa menggiurkan namun tiba tiba..
"Jangan itu pedas!"
Max mengantungkan tangan nya di udara,Gea tiba tiba menghentikan Max yang ingin mengambil makanan itu."Jangan makan itu,itu pedas kau tidak suka!"Tambah Gea lagi.
Georg,Maxim serta Hans mengerutkan alisnya bersama.
"Sayang bagaimana kau tahu jika Tuan Max tidak suka makanan pedas?"Tanya Georg meletakkan sendok nya di piring.
Seketika suasana menjadi terasa aneh.Max sudah bersiap jika seandainya Georg akan menyakiti Gea.
__ADS_1
Gea menggelengkan kepalanya"Aku tidak tahu kak,tapi entah apa yang membuat mulut ku mengatakan nya tanpa sadar."Jawab Gea menundukkan kepalanya.
Georg mendorong kursi nya begitu juga dengan Max,dia tidak akan membiarkan wanita di depan nya ini disakiti.
Georg melihat ke arah Max yang berdiri,juga pada Hans yang ikut mendorong kursi nya.Mereka bertiga saling menatap satu sama lain.
Georg melanjutkan langkah nya,mendekati Gea yang masih menunduk.Sementara Zaiden masih diam melihat apa yang di lakukan orang dewasa di depan nya namun tak lama"Duduk lah paman,Daddy ku tidak akan menyakiti Mommy!!"Kata Zaiden serius seakan mengerti dengan apa yang ada dalam pikiran orang orang dewasa itu.
Max melemparkan pandangan nya pada Hans yang di angguki oleh Hans samar.Max akhirnya kembali duduk di kursi nya begitu juga dengan Hans.Mereka melihat apa yang akan di lakukan Georg pada Gea apakah benar yang di katakan bocah itu atau tidak.
"Sayang,kau tidak apa apa?Apa kepalamu sakit atau kau melihat sesuatu??"Tanya Georg khawatir seraya tangan nya mengusap lembut rambut Gea.
"Tidak kak,kepalaku tidak skait tapi aku merasa pernah berada di saat seperti ini hanya berdua dengan seseorang!"Lirih Gea dalam pelukan Georg.Max mengepalkan tangan nya di bawah meja.Perlakuan Georg pada Gea membuat nya gerah dan ingin memukul orang.Namun sepasang mata terus saja menatap tajam ke arah nya siapa lagi kalau bukan mata Zaiden.
Max tidak fokus dengan apa yang Gea katakan karena Max hanya sibuk melihat kemesraan kedua manusia beda gander itu.Berbeda dengan Hans yang terus mengamati pembicaraan Georg dan Gea.
"Maaf Tuan,Max!Silahkan di lanjutkan makan malam nya!!"
Mereka pun kembali menikmati makanan mereka,tapi Max tetap tidak mengambil makanan yang Gea katakan pedas tadi.
Setelah selesai makan malam Max segera pamit.Dia sudha tidak tahan lagi terlebih entah berapa kali Georg terus memegang tangan Gea bahkan kadang kadang pria itu mencium kening Gea.Rasanya Max ingin menculim Georg dan mengulitinya hidup hidup.
"Apa Tuan baik baik saja?"Tanya Hans saat mereka berada dalam mobil.
__ADS_1
Max tidak menyahut,di kepalanya sedang berpikir bagaimana caranya dia bisa bertemu lagi dengan Gea tanpa sepengatahuan Georg atau punZaiden.
"Hans,Kenapa dia tidak mengenaliku,kenapa dia seperti melihat orang asing Hans.Anak itu,anak itu anak siapa Hans,aku tidak bisa kehilangan istriku lagi Hans."Max terus mengoceh padahal dirinya tidak mabuk.Suara Max bergetar seperti menahan tangis.
"Kumpulkan anak buah kita Hans!!"Ucap Max kemudian.
"Hah..Apa??"Hans cengo.Dia bingung dengan perintah bos nya itu.
"Ada apa Tuan,apa ada masalah?"Tanya Hans masih tidak paham.
Dughh
Max menendang kursi belakang Hans lalu mendengus"Bodoh,Aku akan menculik Joya ku dan menguliti pria sok romantis itu!!"Berang Maxim.
Hans mulai mengerti jika tuan nya ini sednag cemburu dan marah.Tentu saja istri yang dia rindukan selama bertahun tahun kini ada di hadapan nya tapi bersama nya ada seorang pria dewasa dan anak kecil.
"Pantas saja anak itu nakal sekali,Daddy saja seperti itu.Mencuri milik orang lain.
"Maaf Tuan,tapi sebaiknya masalah ini kita selidiki dulu karena menurut apa yang saya denganr tadi seperti nya Nyonya Gea mengalami amnesia.Bisa jadi dia memang lupa dengan anda dan masa lalu nya.!!"Jawab Hans.Dia tidak boleh gegabah bisa saja apa yang terjadi tidak seperti apa yang terlihat.
"Baiklah aku akam menunggu laporan mu,sementara itu juga pantau terus mereka jangan sampai mereka menghilang.Aku tidak mau terpisah lagi dengan istriku,aku akan metebutnya kembali."Max mengepalkan tangan nya.Membayang kan tubuh Joya di snetuh bahkan berhubungan dengan pria lain membuat Max marah.
"Shiitt....!!"Umpat nya frustasi dengan mata memerah.
Bersambung..
Terimakasih buat semua pembaca setia ku.
__ADS_1
Baca juga novel author yang lain nya.klik profil author trus klik karya.
Terimakasih...💙💙💙