Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 103.Haruskah aku datang.


__ADS_3

Maxim terlihat gelisah,entah kenapa dia merasakan rindu pada bocah cerewet yang baru saja dia temui secara tidak sengaja itu.Ocehan nya membuat hati Maxim tenang sekaligus menghangat.


"Apa Tuan akan datang memenuhi undangan Daddy bocah itu??"Tanya Hans penasaran.


Maxim membuang pandangan nya yang tadinya menatap lurus ke depan sekarang menatap ke luar jendela samping nya."Entah lah.Haruskah aku datang?Ku rasa bukan hal penting hingga aku harus memenuhi undangan itu!!"Jawab Maxim.Dia yang sekarang memang tidak suka membuang buang waktunya untuk sesuatu yang di anggap tidak menguntungkan baginya.


Satu satu nya hal yang penting sekarang adalah mencari keberadaan istrinya,terlebih setelah hari ini dia seakan melihat istrinya hal itu semakin membuat Maxim kembali bersemangat.


"Tadi aku melihat nya Hans."Gumam Maxim namun masih bisa di dengar dengan jelas oleh Hans."Aku yakin kali ini aku tidak salah mengenali.Dia istriku dan aku pasti akan menemukan nya!!"Tambah Maxim.


"Tapi jika itu memang benar benar dia,kenapa dia tidak datang dan kembali padaku Hans?"Tanya Maxim yang tidak akan pernah di jawab Hans karena khawatir salah dalam.memberi jawaban.


Ingatan Maxim kembali pada beberapa tahun yang lalu dimana saat itu Mommy nya pernah mengatakan jika Joya kabur dengan pria lain saat dirinya tidak sadarkan diri.Maxim menggelengkan kepalanya,tidak seharus nya dia mengingat perkataan yang keluar dari mulut busuk wanita itu bahkan seumur hidup Maxim penuh dengan kebohongan yang di buat Bianca.


"Apa ada pertemuan lain hari ini?"Jika tidak kita kembali saja ke kantor!!"Begini lah Max,dia akan mengalihkan semua pikiran dan rada rindunya ke pekerjaan yang menumpuk,mengabaikan hatinya yang terus berdenyut sakit karena terlalu merindukan istrinya.


Hans hanya mengangguk,mematuhi perintah atasan nya yang ingin ke kantor karena tak ada lagi jadwal dengan para klien hanya jika ingin Max bisa memenuhi undangan makan malam Daddy nya Zaiden.


Sementara di mobil yang berbeda,kini Gea tampak diam saja mengacuhkan putra nakal nya itu,setelah tadi dia sempat memarahi Zaiden kini Gea hanya diam tanpa mau melihat wajah putra nya yang akan membuat benteng pertahanan nya runtuh.Di kursi depan Georg hanya mengulum senyum nyaris tidak tahan melihat tingkah kedua orang yang sangat di sayangi nya itu.


"Mom..Sudah lah,apa kau tidak kasihan dengan putra mu yang tampan ini?Aku sudah menyesal dan mengakui kesalahan ku lagi pula jika paman sombong itu tidak menabrakku maka aku tidak akan kehilangan mu Mom!'Zaiden berusaha keras membujuk Mommy nya yang sedang kesal pada nya itu.

__ADS_1


"Oh ayolah,apa semua wanita seperti ini?Jika benar maka aku tidak akan mau menikah,emm pantas saja Daddy georg tidak menikah ataupun memiliki kekasih ternyata wanita itu merepotkan."Zaiden bicara tanpa beban sama sekali,bocah itu tidak tahu jika Gea tengah menahan tawanya yang nyaris meledak tapi Georg sebalik nya pria itu kini mencebik karena menjadi sasaran Zaiden.


"Mom, apa aku harus membelikan mu apartemen mewah agar Mommy mau memaafkan ku dan bicara lagi dengan ku?"Zaiden meraih tangan Mommy nya lalu mencium nya berkali kali.Gea membiarkan apa yang di lakukan anak nya,ia ingin melihat sejauh mana Zaiden menyesali perbuatan nya


"Hei bocah,kau tidak punya uang banyak untuk membelikan Mommy mu apartemen mewah,hanya untuk membeli es krim saja kau minta uang Daddy!"Ejek Georg.


"Hufffttt..Itu Daddy tahu!Aku punya dua Daddy yang kaya,tentu aku akan minta pada kedua Daddy ku uang untuk membeli Apartement itu.Benar kan Mom??"Zaiden menatap wajah cantik ibunya,bocah itu menampilkan cat eyes yang membuat hati Gea luluh lantak.


"Mom,aku tidak bisa hidup tanpa mu Mom!!!"


"Bwuhahhahahhaha.....!"Tawa yang sedari tadi di tangan Georg pun meledak,dia tidak tahan lagi dengan ucapan random bocah itu.


"Ini semua karena paman sombong itu,jika aku bertemu dengan nya maka aku akan minta dia untuk meminta maaf juga pada Mommy!!"Sambil mangenggukkan kepala nya Zaiden berkata dengan serius.


"Jangan terus menyalahkan orang lain bocah."


"Dad,jangan terus memanggilku bocah,apalagi Daddy selalu menambahkan kata nakal di belakang nya!"Sungut Zaiden kesal.Bibir nya mencebik.


."Kau memang masih bocah,hanya ucapan mu saja yang sudah seperti orang dewasa."


"Aku memang harus dewasa agar bisa melindungi Mommy.Kedua Daddy ku saja tidak bisa di andalkan!!"Zaiden mendengus.

__ADS_1


"Apa..?"Georg memang senang terus menanggapi ucapan Zaiden.Bagi nya itu adalah mood booster nya."Hei dengan Zaiden yang sok dewasa.Bahkan saat Mommy mu sakit kedua Daddy serta kakek dan nenek mu yang menjaga nya dan anak kecil yang merasa bahwa dirinya sudah dewasa itu hanya tidur dengan minum susu yang masih berada dalam dot nya!"Protes Georg yang tidak terima jika di katakan tidak bisa di andalkan.


"Dad,saat itu aku memang masih kecil setidak nya aku tidak merusuh dan mengganggu Mommy yang sedang sakit!"Bela Zaiden.


"Itu artinya kau memang masih kecil..!!"


"Tap....!"


"Sudahlah kalian berisik sekali!!"Protes Gea yang mulai kesal mendenagr perdebatan keduanya yang tak akan pernah ada habisnya.


"Yeiiii...Mommy sudha mau bicara!Hahaha...I LOVE You Mom...!!"Zaiden girang bukan main saat sudah bisa mendengar suara Mommy nya dia langsung memeluk Gea dengan lembut menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Mommy nya.


"I love you too sayang.Jangan terlalu cepat dewasa!!"Bisik Gea yang di angguki Zaiden.


Bersambung...


Hari ini Author usahakan threeple up.Yuk ah..Follow author nya.Vote dll juga ya!!!Jangan lupa baca juga novel author yang lain nya.Klik aja profil author dan klik karya.Terima kasih.Jangan lupa tinggalkan jejak ok.Biar author nya makin semangat buat Up Bab selanjut nya.


Terimakasih pembaca setia ku.


Tunggu update selanjut nya..💙💙💙

__ADS_1


__ADS_2