Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 59.Menjebak Joya


__ADS_3

Max manatap mata Joya yang merah dan masih berair,sedikit merasa bersalah karena kata hukuman membuat Joya menjadi sedih dan mungkin dia trauma karena sejak kecil mamanya tidak pernah mencintai nya.


''Bodoh ,apa kau pikir aku akan menguhukummu dengan mengurung mu di gudang bawah tanah yang gelap?''Tanya Max yang berniat menghibur namun bukan nya merasa terhibur Joya justru merasa sangat takut mendengar gudang bawah tanah yang gelap.


''Astaga..''Lirih Max saat melihat air mata Joya semakin membanjir ini sama sekali tidak sesuai dengan apa yang di pikirkan nya.


''Dengar aku tidak akan menghukummu tapi ingat lain kali jangan membuat kesalahan!''Kata Max putus asa padahal tadi nya Max hanya ingin mengganggu Joya dan jika bisa ingin merasai lagi bibir Joya yang menurut Max rasanya aneh tapi dia suka.


''Maaf!''Cicit Joya pelan.


Max mengulas senyum nya dan mengusap pelan kepala Joya agar dia merasa tenang.


''Baiklah di rumah saja aku akan pergi ke kantor,mungkin akan terlambat untuk pulang jadi jangan menungguku untuk makan malam!''Seulas senyum yang sangat menawan Max berikan pada Joya,perlahan Max mulai menyadari jika dia menyukai gadis di depan nya ini walau mereka belum melakukan malam pertama tapi Max pasti akan melakukan nya entah kapan.


Joya mengangguk sekarang dirinya juga tidak kaget lagi saat Max mencium puncak kepalanya sebelum pergi ada rasa hangat yang menjalar di hatinya setiap kali Max melakukan itu dan dia juga menyukainya.


''Tuan,kita menemukan sesuatu!''Hans yang melihat Max turun segera melapor.


''Ada apa?''


''Mata mata kita mengatakan jika setelah pertemuan keluarga Anderson Nyonya Bianca kembali menemui Tuan Jeremy.''Jelas Hans sedikit memelankan suaranya agar tidak ada yang mendengar walau disana hanya ada dia,Max ,Joya dan para pelayan.


''Kita ke kantor!''Ajak Mqx yang juga tidak ingin percakapan mereka di dengar orang.


Dengan mengendarai mobil mewah nya Hans dan Max kembali ke kantor,wajah kedua nya tampak serius dan sangat misterius


Setelah kedua nya tiba di kantor mereka mulai berbicara dengan serius.


''Katakan semua nya Hans!''Perintah Max.

__ADS_1


Hans membuka kembali tablet nya yang berisi semua informasi dari bawahan nya yang sedang mengikuti gerak Jeremy dan Bianca.Ada rasa janggal saat Max memerintahkan mengikuti Mama nya sendiri tapi tidak menutup kemungkinan mamanya juga terlibat dengan kematian papanya seperti yang kakek Marco katakan.


''Anak buah kita sudah berhasilenangkap salah satu dari beberapa orang yang dulu sempat menculik Tuan Gerry,ahli IT kita juga sudah memeriksa rekening nya dan ada transaksi dengan jumlah besar dan pengirim nya adalah Tuan Jeremy namun apa motif nya kami belum tahu.Dan hari ini Nyonya menemui Tuan Jeremy di rumah nya tapi anak buah kuta tidak bisa masuk kesana.''Hans menjelaskan apa yang sudah dia ketahui dengan serius.


Rahang Max mengeras dia marah apalagi tahu jika ternyata kematian papanya ada sangkut pautnya dengan Jeremy tapi yang membuat dia bingung untuk apa Mama nya sering menemui Jeremy?


''Apakah mama ada hubungan dengan pria brengsek itu?''Tanya Max


Hans menatap Max sebenarnya dia menduga sesuatu tapi dugaan nya belum pasti hingga Hans tidak ingin menyampaikannya pada Max sebelum semua nya terbukti.


''Belum ada kepastian Tuan.''Jawab Max.


''Baiklah cari bukti lebih banyak sebelum kita meringkus Jeremy.Aku tidak akan memaafkan nya dia harus mati di tangan ku!''


Hans mengangguk dan meninggalkan Max yang masih penuh dengan pertanyaan di kepalanya.


...****************...


Bianca sudah tiba di rumah Max sesaat setelah Max dan Hans meninggalkan rumah itu,wajahnya tampak senang saat tahu jika Max tidak ada di rumah tentu itu akan memudahkan rencana nya membawa Joya keluar.


''Joya ikutlah dengan ku!Aku tahu kau pasti bosan berada di rumah saja setiap hari.''Ajak Bianca setelah melihat Joya turun dan menemui nya.Sebelum nya dia memang meminta pelayan untuk memanggil Joya di kamar nya.


Joya sedikit ragu untuk menerim ajakan Bianca karena takut jika dia hanya berpura pura saja karena selama ini sikap nya tidak pernah ramah padanya.


''Emm maaf Nyonya tapi Tuan Max tidak mengijinkan ku keluar dari rumah ini jika tidak bersamanya!''Joya berpikir mungkin ini jawaban yang tepat untuk menolak ajakan Bianca.


Bianca sangat kesal tapi dia tidak perlu untuk memperlihatkan nya pada Joya.


"Jangan khawatir,aku sudah meminta ijin pada Max jadi kau bisa pergi dengan ku sekarang cepatlah bersiap aku akan menunggumu.Kita hanya akan makan saja!''Binaca berkeras.

__ADS_1


Joya mwrasa tidak punya pilihan lagi ingin menghibungi Max tapi dia tidak punya ponsel dan jika menggunakan telepon rumah dihadapan Bianca rasanya tidak pantas dan terkesan tidak percaya.


joya menghela nafasnya''Baiklah!''Jawab Joya singkat.


Bianca mengangguk senang terpancar kepuasan di wajah nya''Baiklah cepat,aku akan menunggumu kita akan makan sepuasnya!''Kata Bianca lagi.


Joya melangkahkan kaki nya kembali naik ke atas untuk bersiap.


Dress sederhana menjadi pilihan Joya dengan warna nude yang soft,tanpa memoles wajah nya Joya tetap terlihat sangat cantik dan anggun rambut panjang dan mata indahnya sudah membuat tampilan nya sempurna.


Bianca yang melihat Joya turun menyunggingkan senyum nya,rasanya sudah tidak sabar untuk membawa Joya keluar dari rumah sebelum Max kembali.


Sepanjang perjalanan wajah Bianca tidak berhenti tersenyum bahkan beberapa kali dia menggosok tangan nya sendiri seakan tidak sabar.


''Ayo!'''Ajak Bianca setelah mobil yang membawa mereka berhenti.


''Hotel?''Tanya Joya heran bukan kah makan harus di restoran bukan di hotel.


''Ah iya,aku juga ada janji dengan teman ku disini jadi kita makan disini saja ya.Aku akan mengenalkan mu dengan nya nanti,kau adalah istfi Max dan mereka harus tahu.''Bianca terus tersenyum dan menarik tangan Joya agar mengikutinya.


Benar saja mereka pergi ke restoran yang masih satu gedung dengan Hotel mewah itu dan membuat Joya mulai mempercayai Bianca.


''Kau mau pesan apa?''Tanya Bianca menyerahkan buku menu pada Joya.


''Terserah Nyonya saja!''Kata Joya yang tidak mengerti dengan menu yang tertera disana.


''Baiklah!''Bianca memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua.


Tapi Bianca sudah siap dengan rencana nya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2