
Ceklek.
Pandangan mata dua orang yang telah lama tidak bertemu kini saling mengunci,tetapi bukan untuk melepas rindu melainkan ingin menghabisi.
"Briyan!!"Mata Miranda masih menatap lekat wajah Briyan kekasih nya yang paling dia cintai bahkan sampai rela menutupi tentang anak kandung nya sendiri.
Ahhkk
Tanpa permisi tangan besar Briyan langsung mendarat di leher jenjang Miranda,bola mata yang tadi nya menyiratkan kerinduan kini seakan ingin lepas dari tempatnya akibat cekikan yang teramat kuat itu.Miranda mencoba melepaskan tangan Briyan dari lehernya dengan memukul mukul tangan Briyan tapi tidak berhasil sama sekali.
"Kau yang sudah menyebabkan Jeny terbaring di rumah sakitkan?Katakan!!!Aku tidak akan mengampunimu jika Jeny dan bayi nya sampai kenapa napa!!"Berang Briyan tanpa melepaskan cekikan nya.Sedikitpun dia tidak merasa kasihan dengan Miranda yang wajah nya sudah tampak merah padam.
"Astaga ya ampun!!Lepas kan Nyonya!!Tolong…..!!"Bi Minah yang mendengar suara teriakan Briyan berlari ke ruang tengah dan mendapati majikan nya dalam bahaya langsung meminta pertolongan.
"Diam kau pembantu!!Jangan ikut campur urusan ku!!"Mata Briyan di tutupi kabut amarah menatap nyalang pada Bi Minah.
Bi Minah yang melihat kondisi majikan nya semakin kesulitan bernafas pun segera berlari keluar mencari pertolongan.
"Tolong ..Tolong….!!!"
Briyan pun melepaskan cekikan nya karena merasa dirinya tidak aman jika warga mendengar teriakan bi Minah dan menghakimi nya.
Ukhukk..Ukhukkk
Miranda yang terjatuh di lantai langsung menghirup oksigen sebanyak yang dia bisa serta memegangi lehernya yang terasa patah.Sementara wajah nya terlihat sangat memerah.
__ADS_1
Bi minah yang melihat Briyan lari keluar segera berlari masuk melihat kondisi majikan nya.Air mata tak terbendung lagi kedua nya menangis tersedu.
"Ayo,bibi bantu!!"Lirih bi Minah meraih bahu Miranda,membimbingnya berdiri karena saat ini Miranda masih terus memegangi lehernya yang sakit.
"Duduk disini dulu ya,biar bibi ambilkan minum dulu!!"Tanpa menunggu jawaban Miranda bi Minah kembali berjalan cepat menutup pintu dan tak lupa menguncinya lalu ke dapur untuk mengambil minum.
"Brengsek,sialan!!"Maki Briyan memukul stir mobil nya.Dia menygar rambut nya kasar karena masih di selimuti oleh amarah,dia belum puas menyiksa Miranda yang nyaris mencelakai calon anak nya.
"Tak akan semudah itu Miranda.Aku akan membuat hidup mu jauh menderita dari pada ini.Lihat saja!!"Ancam Briyan.Mungkin dia lupa jika dirinya dan Jeny lah yang telah mengkhianati Miranda.
"Hallo!!"Kata Briyan saat ponsel yang berada di kantong celana nya berdering.
"Baik,saya akan segera kesana!!Tanpa menunggu lama Briyan kembali memacu kuda besi nya membelah jalanan padat.Tadi adalah panggilan dari rumah sakit yang mengabarkan jika Jeny telah sadar dan mencafi dirinya.Perasaan senang dan khawatir campur aduk di dada Briyan.
Sementara di rumah sakit lain tangan halus Jihan bergetar membaca hasil dari tes yang kemarin mereka lakukan antara Max dan Bianca.Air matanya tumpah membasahi pipi mulus nya.
Leo yang sedari tadi memperhatikan mama nya merasa aneh,dia merasa khawatir jika ternyata hasil tes itu menunjukkan jjka Max ternyata anak papanya bersama mamanya Max.
"Ma,katakan apa hasil nya?Jangan membuat ku khawatir!!Jika terbukti papa berkhianat maka Leo tidak akan membiarkan papa tenang ma!!"Leo sangat tidak sabar terlebih air mata mama nya sangat membuat Leo kehilangan kesabaran.
"Diamlah anak bodoh!Sudah ku katakan berapa kali jika papa mu ini tidak berselingkuh jadi jangan mempengaruhi mama mu!"Sinis Nathan pada putra bandel nya itu.
Di sudut lain Nathan juga terlihat sangat gelisah,apa sebenarnya yang terjadi tapi dia tetap yakin dengan diri nya sendiri jika dia tidak berselingkuh dengan Bianca namun kali ini dia benar benar ingin memukul kepala Leo agar tidak berpikir macam macam dan memberi pengaruh buruk pada istri tercinta nya.
__ADS_1
Leo yang mendapat umpatan kasar dari papa nya hanya menatap sinis tak takut sama sekali.
"Dia benar benar putramu!!"Lirih Jihan bergetar.
Semua mata langsung terbuka lebar terutama Nathan,Dia nyaris tidak bisa menahan bobot tubuh nya sendiri mendengar ucapan istrinya.Otak nya langsung flashback ke masa lalu mengingat sekira nya ada momen dimana dia tidak ingat telah melakukan kesalahan fatal yang menyebabkan masalah di masa kini.
Sementara Leo langsung mengepalkan tangan nya erat,dia menatap nyalang pada papa nya yang masih terlihat syok.
"A..!"
"Tapi bukan putra Bianca!"Senyum manis merekah di bibir Jihan melanjutkan ucapan nya.
"Ha..?Ma..A..Apa maksud mama??Jangan memberi teka teki sekarang ma!!"Leo masih belum paham dengan apa yang terjadi.
"Apa jangan jangan papa melakukan nya dengan wanita lain.Oh ****!!"Maki Leo dalam hati.
Nathan mematung menatap istrinya bingung,kaki nya tergesa menghampiri istrinya yang masih memegang kertas hasil tes itu.Di pegang nya kedua bahu istrinya"Katakan dengan jelas apa yang sebenarnya!!"Tanya nya tak sabar.
Mata Jihan menatap langsung mata sang suami"Dia putramu tapi bukan putra Bianca!Kau tahu artinya??"Binar mata Jihan menyiratkan kebahagiaan yang besar,Nathan bisa melihat itu tapi dia masih belum.yakin dengan apa yang ada dalam pikiran nya.
Jihan terlihat mengangguk kan kepalanya seakan mengerti dengan apa yang ada dalam pikiran suaminya.
"Tidak..Ini Tidak masuk akal!!"Nathan melepaskan bahu istrinya,dia semakin lemas tubuh nya mundur beberapa langkah kebelakang bahkan sebelah tangan nya menutup mulut nya tak percaya.
"Kenapa kalian bersikap seperti ini.Tolong jelaskan padaku apa yang terjadi!!"Leo frustasi karena rasanya hanya dia yang tidak paham apapun.Di tatap nya mama dan papa nya bergantian menuntut jawaban.
__ADS_1
"Max kakak mu Leo!"Ucap Jihan yakin.