
Pesta yang di adakan keluarga Anderson sangatlah meriah.Keluarga besar bahkan kolega Max dan Tuan Nathan juga turut hadir memeriahkan pesta pernikahan Maxim dan Joya.Walau sebagian dari mereka sangat terkejut dengan pernikahan yang terkesan mendadak ini tapi mereka tetap antusias.
Max dan Joya yang berjalan sambil bergandengan tangan walau usia mereka terpaut jauh tapi mereka berdua tampak sangat serasi sekali.
Max menggenggam tangan Joya dengan lembut.Senyum menghiasi wajah Max yang tampan tapi wajah Joya justru terlihat sangat tegang.
''Tersenyumlah Joya.Kenapa kau sangat gugup?. Tanya Max.
Joya sedikit menarik sudut bibirnya dia berusaha mengikuti perintah Max tetapi pernikahan ini sangat membuatnya gugup di tambah lagi tatapan para tamu undangan membuat nya semakin lemas saja.
''Wahh cantik sekali istri tuan Max.Mereka terlihat sangat serasi!''Kasak kusuk para tamu undangan yang kagum.
''Apa mereka sudah datang Hans?''Tanya Max pada Hans yang ada di belakang nya.
''Seperti nya belum tuan.''Jawab Hans.
''Kabari aku jika mereka datang,dan kau tahu apa yang harus kau lakukan?''Tanya Max.
''Ya tuan!''Jawab Hans.
Joya hanya memperhatikan suami dan asisiten nya ini sedang berbisik.
'' Bianca!''Panggil seorang wanita seusia Nyonya Bianca tapi masih terlihat sangat cantik dan anggun.
''Oh hai Luna!''Bianca memeluk sahabat nya yang sudah lama tidak bertemu sejak Luna menikah dengan seorang konglomerat.
''Bagaimana kabar mu?''Tanya Luna setelah melepas pelukan nya pada Bianca.
''Kau lihat sendiri!Aku baik,bagaimana kau bisa ada di pesta ini?''tanya Bianca.
''Oh suamiku mendapat undangan dari Tuan Nathan dan kau?''Tanya Luna yang belum tahu jika Max adalah putra Bianca.
Bianca tertawa pelan''Astaga Luna,Max pengangin pria yang tampan itu adalah putraku.''Jawab Bianca.
''Benarkah?Ya ampun maafkan aku.''
''Tidak masalah.Jihan adalah adik mendiang suamiku.''
''Max sangat tampan Bianca dan gadis itu sangat cocok dengan Max mereka terlihat serasi sekali!''puji Luna.
''Hemm iya!''Jawab Bianca biasa saja.
Di pintu masuk Miranda dan Briyan tampak sangat takjub dengan dekorasi pesta yang meriah.Mata mereka berdua terus melihat ke kiri dan kekanan.
__ADS_1
''Lihatlah,mereka pasti sangat kaya sayang!''Ucap Briyan yang terkadang memang terlihat norak.
''Ya kau benar,aku mengenal sebagian dari mereka.Kita tidak boleh menyia nyiakan kesempatan ini siapa tahu ada dari para pemilik perusahaan ini yang mau bekerja sama dengan perusahaan kita.''Miranda tampak sangat senang ternyata tidak ada ruginya ikut menemani Briyan.
''Itu juga yang ada dalam pikiran ku.''Jawab Briyan walau niat mereka sama tapi tujuan akhir mereka berdua sangat lah berbeda.
Mereka berjalan masuk dengan senang karena bisa masuk dalam golongan kelas atas.
Byuurrr
Praannkkk
Semua mata yang tadi nya sedang mengagumi ketampanan dan kecantikan Joya seketika berubah pandang.Mereka melihat ke asal suara yang terdengar keras.
''Maaf tuan.Maaf Nyonya!''Kata seorang pelayan yang tanpa sengaja menabrak Miranda dan Briyan hingga membuat pakaian mereka basah.
Miranda dan Briyan tampak sangat marah saat ini mereka baru saja masuk dan belum sempat menyapa siapa pun tapi pakaian mereka sudah sangat kotor.
''Semudah itukah mengatakan maaf?apa kau tidak lihat pakaian kami menjadi kotor seperti ini?''Kata Briyan wajah garang.
Pelayan itu tampak gemetar karena ketakutan''Saya tidak sengaja tuan.Tuan dan Nyonya yang berjalan tanpa melihat dan menabrak saya.''Pelayan yang tadi nya ke takutan kini terlihat lebib berani dari sebelum nya.
''Hei kau hanya pelayan dan kau berani meninggikan suaramu pada kami?''Tanya Briyan yang mudah tersulut emosinya.
Briyan melihat ke arah Hans dengan pandangan merendahkan''Apa anda penanggung jawab disini?''Tanya Briyan
Miranda hanya menyaksikan Briyan yang sedang memarahi pelayan itu dia juga sangat kesal karena pakaian nya kini menjadi kotor.
''Tuan sebaiknya jangan marah marah dan merusak pesta ini!Mari ikut dengan saya kami akan menganti pakian kotor anda ada beberapa pakaian yang bisa anda gunakan setelah itu sebagai permintaan maaf kami maka kami akan memperkenalkan anda dengan Tuan Max dan istrinya dia lah yang menikah saat ini,CEO perusahaan dari Anderaon grup.''Kata Hans merendah.
Mata Briyan dan Miranda berbinar.Mereka sangat senang mendengar nya ternyata ada berkah dalam setiap kejadian.Setidak nya itulah yang ada dalam pikiran mereka berdua saat ini.
Hans membawa Miranda dan Briyan ke sebuah kamar yang luas.''Silahkan anda bisa memilih pakaian manapun yang anda ingin gunakan jika ada masalah maka panggil saja saya ada di luar.''Ucap Hans undur diri dan membiarkan Briyan dan Miranda mengganti pakaian nya.
''Terima kasih tuan.Pasti pengantin ini sangat kaya sampai menyediakan pakaian untuk orang lain jika terjadi masalah seperti ini.Sangat murah hati!''Ucap Miranda.
''Ya anda benar,tapi semua ini karena permintaan Nyonya muda dan tuan muda karena sangat mencintai istrinya maka menuruti semua yang istrinya ingin kan.''Jelas Hans.
''Wah beruntung sekali wanita itu di cintai seorang CEO yang kaya raya!''Ujar Briyan.
''Benar sekali.Sekarang saya akan keluar agar anda bisa segera mengganti pakaian setelah itu saya akan memperkenalkan anda dengan mereka.''Kata Hans.
__ADS_1
''Baiklah terima kasih tuan..?''
''Hans,nama saya Hans.''Jawab Hans
''Baiklah terimakasih tuan Hans!''jawab Briyan.
Hans meninggalkan mereka di dalam sementara Hans segera menghubungi Max dan mengabarkan jika Miranda dan Briyan sudah masuk dalam rencana mereka.
''Bagus Hans!''Jawab Max merasa senang.
Joya menatap suami nya dengan alis berkerut sejak tadi dia bicara berbisik dengan Hans dan sekarang juga sama seperti itu berbicara lewat ponsel tapi juga berbisik.
''Apa?''tanya Max yang heran Joya melihat nya sambil melamun.
''Ahh tidak,saya hanya khawatir anda dalam masalah.''Jawab Joya sekena nya.
Max tersenyum''Apa kau mau bermain drama lagi?''Tanya Max.
Joya menyipitkan mata nya''Drama apa?''Tanya Joya bingung.
''Begini.Mama mu dan kekasih nya ada disini!''Kata Max
''Apa?bagaimana bisa?''Tanya Joya sedikit keras.
''Husstt''Max mengulurkan jarinya ke bibirnya sendiri.
''Ada apa nak?''tanya kakek Marco yang mendengar suara Joya.
Joya nyengir''Tidak ada apa apa kek.Max hanya menggodaku.''Jawab Joya sambil tangan nya menyikut Max.
Kakek Marco tersenyum''Max tahan dulu.Masih banyak tamu!''Ucap Kakek Marco terkekeh.
Max mendengus tapi tidak menjawab ucapan kakek nya tapi wajahnya tampak kesal mendengarnya hal itu membuat Nyonya Jihan dan Tuan Nathan serta kakek Marco tertawa.
Bersambung..
Dukung terus karya author ya.Biar makin semangat dan belajar lebih baik lagi.
Baca juga karya author yang lain.
judul nya.Mencintai pembunuh suamiku.
Terimakasih
__ADS_1