Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 31.Joya terluka


__ADS_3

Max memegang lembut tangan Joya''Fokus padaku saja karena sekarang kau adalah milik ku!Kau tidak punya hubungan apapun dengan orang lain selain aku!''Ucap Max tegas.


Joya tersenyum walau di hatinya masih merasakan sakit tetapi dia tetap harus sadar jika mamanya sendiri yang sudah memutuskan semua hubungan dengan nya.


''Maaf!''Lirih Joya seraya mengembangkan senyum nya.


Joya sempat melirik ke arah mamanya yang sama sekali tidak lagi memperhatikan nya seakan Joya memang orang asing yang tidak penting.


''Astaga, bukan kah dia anak nya bi Minah?''Tanya Briyan dengan suara sedikit keras bahkan bisa di dengar Max dan Joya.


Joya menundukkan kepalanya sembari mendengarkan apa yang mereka berdua katakan.


''Coba lihat baik baik sayang,aku yakin jika dia adalah anak bi Minah.!''Kata Briyan semakin semangat karena merasa yakin jika Joya adalah anak bi Minah.


''Tidak,kau pasti salah.Buat apa dia disini lagi pula tidak mungkin!''Miranda menjawab dengan malas malasan.


Miranda melebarkan matanya saat tahu Briyan sudah berdiri dan melangkah menuju meja Max dan Joya.


Hati Joya semakin berdebar karena takut tapi Briyan mendekat dengan senyum sumringah sementara Miranda menyusul Briyan.


''Hai,kau anak bi Minah kan?Sedang apa disini,emm siapa dia apa dia kekasihmu?''Tanya Briyan dengan yakin dan percaya diri.


Joya diam menundukkan kepalanya,sementara Max mulai mengepalkan tangan nya.


''Sayang sudahlah,ayo kita pergi!''Ajak Miranda yang tidak ingin melihat Joya.


''Lihatlah anak bi Minah ini,sekarang dia punya kekasih orang kaya.''Briyan masih ingin menyapa Joya.


''Aku bilang sudah sayang.Bukan urusan kita jika pria ini kekasih nya atau gadis ini simpanan nya.Jaman sekarang gadis sekalipun tidak akan malu menjadi kekasih pria beristri dan berduaan di tempat umum!''Kata Miranda ketus dengan mata yang melirik tajam pada Joya.Ada rasa puas melihat keadaan Joya yang ternyata menjadi gundik pria tua sekalipun Max terlihat sangat tampan dan kaya setidak nya itulah yang ada dalam pikiran Miranda.


''Jaga bicara anda Nyonya!Anda tahu pasti apa yang terjadi,atau anda lupa dan saya perlu mengingatkan nya?''Entah keberanian dari mana Joya tiba tiba bangkit dari duduk nya dan menatap mata Miranda.

__ADS_1


Tatapan Joya membuat Miranda kembali teringat dengan pria yang sudah membuat nya menderita itu.Seketika rasa kecewa itu muncul kembali.


''Hemm,jangan mengancamku.Sebaiknya kau layani pria ini dengan baik agar kau mendapat imbalan yang besar!''Kata Miranda menunjuk wajah Joya dengan senyum mengejek.


Max mengepalkan tangan nya,menahan emosi sangatlah sulit bagi Max tapi masih ada Joya yang menanganinya jadi Max akan menahan nya sampai Joya sendiri tidak mampu menanganinya.


''Ya tentu saja karena itu yang di ajarkan ibuku yang terhormat!''Joya menekankan kata katanya dengan nada yang tegas dan sedikit senyum sarkas di bibirnya.


Miranda mengepalkan tangan nya erat.Hati nya terasa panas mendengar ucapan Joya yang begitu berani sementara Max tersenyum samar dengan keberanian Joya melawan mamanya yang jahat tapi Briyan ada di posisi yang kebingungan karena dia tidak tahu jika Joya adalah putri kandung Miranda kekasih nya.


''Jangan bicara sembarangan,Aku tahu jika sekarang ibu mu sudah di pecat tapi bukan berarti kau bisa bicara sesuka hatimu seperti itu!''Ucap Briyan.


Joya terkejut mengetahui jika bi Minah sudah di pecat.


''Anda juga jangan banyak bicara jika anda tidak tahu apa apa!''Joya menunjuk Briyan dengan tatapan tajam.


''Wah wah wah kau menjadi sangat berani setelah menjadi gundik lelaki kaya.Tuan sebaik nya anda berhati hati karena gadis seperti dia punya banyak cara untuk membuat anda melakukan apapun yang dia inginkan!''Briyan memperingati Maxim tetapi Maxim justru kesal mendengar ucapan Briyan


Bughhhh


Tangan nya mengepal,mata nya berkikat dan nafas nya mendengus.''Kurang ajar!''Briyan bangun berniat ingin membalas tapi Joya lebih duku menghalangi hingga dirinya lah yang terkena pukulan Briyan.


Max yang melihat Joya nyaris tumbang langsung memeluknya.Rahang nya mengeras gigi max bergemelutuk.


Miranda terlihat cemas.Dia langsung menarik tangan Briyan untuk menjauh karena beberapa orang terlihat mulai datang ke arah mereka.


''Ayo pergi dari sini!''Kata Miranda mengajak Briyan.


Maxim ingin mengejar dan membalas Briyan tetapi tidak jadi karena di tahan Joya.


''Jangan tuan.Biarkan saja!''Ucap Joya pelan sambil meringis.

__ADS_1


Max membolak balikkan wajah Joya,pipinya lebam dan bengkak terkena pukulan Briyan bahkan sudut bibirnya mengeluarkan darah.


''Joya,kau baik baik saja.Bangun!Joya''Max terlihat panik karena mata Joya mulai tertutup.


Joya mulai kehilangan kesadaran nya,pukulan Briyan sangat keras membuat kepalanya terasa pusing.


''Hans..!!''Max berteriak panik.Wajah nya memerah beberapa orang mulai datang ingin membantu tapi Max menolak.


Max menggendong Joya yang sudah tidak sadarkan diri lagi,dengan langkah lebar Max membawa Joya ke tempat parkir.


Hans datang dan langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


''Joya bangunlah!!Jangan buat aku semakin kesal!!''Max yang tidak tahu cara nya merayu justru mengancam Joya yang pingsan.


''Cepatlah Hans,kenapa kau sangat lambat?''Marah Max pada Hans.


''Sebentar lagi kita sampai tuan.''Jawab Hans lalu berbelok karena mereka memang hampir tiba ke rumah sakit.


Max langsung berlari sambil membopong Joya.Max tidak kesulitan karena tubuh Joya yang kecil.


''Dokter ..Dokter...


Max sangat tidak sabar,apalagi melihat kondisi Joya yang belum sadarkan diri.


''Tuan..!''Hans datang dengan seorang Dokter dan beberapa perawat yang langsung mengambil alih Joya dan langsung membawaJoya ke ruang pemeriksaan agar segera dilakukan tindakan.


''Hans cari tahu tentang mereka!!Aku tidak akan melepaskan mereka!''Ucap Max dengan marah dia benar benar akan membuat mereka hancur karena telah berani menyakiti Joya di depan matanya.


''Baik tuan.''Jawab Hans yang langsung mengambil ponsel dari sakunya untuk menghubungi anak buah nya.


''Kenapa kau menghentikan ku?Biar aku menghajar pria itu!''Briyan menghempaskan tangan Miranda dengan kasar.

__ADS_1


Miranda terkejut dengan sikap kasar Briyan padanya''Aku tidak ingin kau terluka!Sayang biarkan saja mereka,itu bukan urusan kita.''Kata Miranda mencoba menenangkan Briyan.


''Tetapi dia sudah memukulku terlebih dahulu!Aku akan membalas nya suatu saat nanti dan gadis itu juga akan mendapat pelajaran.Semua ini karena dia.''Dengan nafas memburu Briyan menabuh genderang dendam.pada Max dan Joya.


__ADS_2