
Ila mendengar Kia akan segera melahirkan bayinya dengan cara operasi Caesar. Ia langsung datang menghampiri Kia ke rumah sakit untuk menjenguknya sebelum masuk ke ruang operasi nantinya. Syakir dan kedua orang tuanya serta Yurika juga berada dirumah sakit tersebut.
"Jangan cemas!" Ucap Ila yang melihat Kia merasa gugup akan di bawa ke ruang operasi.
"Bagaimana mungkin aku tidak gugup? Aku tak tau aku akan hidup atau tidak nanti saat menjalani operasi." Sahut Kia.
"Jangan bicara seperti itu, Kiki! Kalau kau mati nanti aku akan tidur sendirian. Huhuhuhu." Sahut Syakir.
"Ini semua gara-gara kau! Kau terlalu banyak memberikan benih padaku!" Gerutu Kia sewot.
"Kau juga salah, kenapa memberikan aku makan tiram banyak-banyak waktu itu? Jadi banyak deh hasilnya. Hehehe." Sahut Syakir.
"Huhuhuhu, doakan aku agar bisa melahirkan kelima bayi kita ya ayank bebeb!" Seru Kia pada Syakir.
"Iya, Kiki sayang! Aku akan menemanimu disana nanti. Huhuhuhuhu." Sahut Syakir yang sama nangis-nangis bombai bersama istrinya.
"Haaaahh, mereka seperti Romeo and Juliet!" Gumam Ila dalam hatinya sambil menatap pasutri itu.
Beberapa perawat pun membawa Kia masuk ke ruang operasi. Syakir ikut masuk ke dalam untuk menemani sang istri. Roni dan beberapa dokter lainnya serta perawat telah siap untuk melakukan operasi Caesar pada Kia yang mengandung 5 orang bayi. Selang satu jam keluarlah bayi perempuan yang Roni berikan kepada perawat untuk dibersihkan. Tak lama berselang keluar lagi bayi-bayi lainnya yang tangisannya terdengar hingga keluar ruang operasi itu. Syakir menatap wajah bayi-bayinya yang telah di bersihkan. Ia begitu tak menyangka akan mendapatkan begitu banyak anak setelah menanti selama lebih dari setahun lamanya menikah.
Roni yang telah selesai melakukan tindak operasi Caesar pada Kia, menghampiri Syakir yang tampak meneteskan air mata kebahagiaannya.
"Bro! Selamat bergadang semalaman ya!" Ucap Roni.
"Tidak mungkin! Aku sudah menyiapkan 5 orang pengasuh untuk bayiku! Hehehe." Sahut Syakir.
"Hheeemmmm, susah kalau bicara sama sultan!" Gerutu Roni sewot.
"Hehehehe!" Syakir terkekeh kecil.
"Apakah istriku baik-baik saja?" Tanya Syakir.
"Iya!" Sahut Roni.
"Lantas kenapa dia belum bangun?" Tanya Syakir.
"Itu akibat obat anestesi yang diberikan oleh dokter sebelum operasi! Nanti juga sadar." Sahut Roni.
Kelima bayi kembar laki-laki dan perempuan itu pun di bawa ke salah satu ruangan khusus untuk bayi. Sedangkan Kia di bawa kembali ke ruang rawat inapnya. Kedua orang tua Syakir begitu senang melihat cucu-cucunya. Mereka seakan tidak sabar ingin menggendong cucu-cucu mereka tersebut.
__ADS_1
Syakir masih menunggu Kia sadar di dalam ruang rawatnya. Tak lama Syakir melihat Kia membuka matanya perlahan.
"Kau sudah sadar!" Ucap Syakir pada Kia.
"Dimana bayi-bayi kita?" Tanya Kia masih dipengaruhi oleh obat anestesi itu.
"Mereka ada di ruangan bayi! Anak kita 4 laki-laki dan satu perempuan." Kata Syakir.
"Istirahatlah!" Kata sakit lagi.
"Aku ingin lihat bayi-bayiku!" Kata Kia.
"Iya, nanti setelah kau pilih." Sahut Syakir.
Setelah kelahiran bayi-bayi tersebut, Syakir dan Kia mendapatkan ucapan selamat dari sahabat serta kerabat dekat. Banyak hadiah yang dikirimkan untuk bayi-bayinya itu.
Hampir seminggu Kia di rawat di rumah sakit dan akhirnya ia diperbolehkan untuk pulang serta membawa bayi-bayinya ke rumah Yurika. Tiba disana lima orang pengasuh telah menanti di depan pintu. Mereka pun membawa satu persatu bayi Kia dan Syakir untuk mereka rawat. Kia yang masih dalam proses penyembuhan, tampak duduk berselonjor kaki di atas ranjang tidurnya.
*****
Suatu hari Ila dan Galuh berencana untuk pergi liburan bersama dengan kedua anaknya. Namun saat sedang merencanakannya tiba-tiba Galuh teringat pada anak-anak kita dan Syakir yang aktifnya gak ketulungan.
"Imut! Bagaimana kalau kita ajak mereka?" Tanya Galuh.
"Mereka siapa?" Tanya Ila.
"Anak-anak Kia dan Syakir! Aku mau tau apa jadinya ada mereka. Hehehehe." Kata Galuh.
"Pasti akan terjadi huru-hara! Hahahaha." Kata Ila.
"Begini saja! Kita ajak semuanya! Kak Roni dan kak Hamka juga. Biar tambah rame." Kata Ila lagi.
"Heeemm, boleh juga!" Sahut Galuh.
Galuh pun menghubungi ketiga sahabat dan sepupunya untuk berkumpul di sebuah cafe tempat biasa mereka bertemu ketika masih lajang.
"Ada apa? Kenapa kau tiba-tiba ingin mengajak kita berkumpul disini?" Tanya Hamka pada Galuh.
__ADS_1
"Kita sudah lama tidak berkumpul bersama setelah menikah!" Sahut Galuh.
"Benar juga! Sudah lama sekali kita tidak berkumpul di cafe ini." Sambung Syakir.
"Ada hal yang ingin aku sampaikan pada kalian semua." Kata Galuh.
"Apa itu?" Tanya Syakir.
"Aku dan Ila berencana untuk liburan di villa keluargaku. Dan aku pikir sekalian saja kita semua liburan disana." Kata Galuh mengajak semua sahabatnya itu.
"Aku tak bisa!" Kata Syakir.
"Kenapa?" Seru semuanya.
"Kelima bocah itu pasti akan membuat onar nanti." Kata Syakir mengatakan kelima anak kembarnya yang super aktif.
"Kemarin saja dua orang pengasuh yang baru bekerja dua hari sudah kabur melarikan diri karena tak tahan dengan tingkah kelima bocah itu." Sambung Syakir frustasi.
"Ppffttt, hahahaha." Galuh, Roni dan Hamka tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Syakir mengenai kelima anak kembarnya.
"Aku dan Kia tak sanggup menghadapi mereka semua. Setiap hari pasti ada kejadian yang membuat mama Yurika syok berat." Kata Syakir.
"Apa yang anakmu lakukan?" Tanya Roni.
"Putraku yang ketiga sengaja menjatuhkan dirinya dari tangga hingga berguling-guling ke bawah. Setelah sampai ke lantai bawah, bukannya kesakitan dia malah nyengir kegirangan. Padahal aku, Kia dan mama Yurika hampir kena serangan jantung melihatnya berguling-guling di tangga itu." Sahut Syakir.
"Ppffttt, hahahahaha. Asli ngakak aku!" Ucap Roni tertawa.
"Hhaaaahh, ini semua gara-gara kau yang menyuruhku banyak-banyak makan tiram mentah. Jadi begini hasilnya. Anakku banyak dan lincahnya gak karuan." Kata Syakir pada Roni.
"Hei, itu sudah takdirmu mendapatkan lima orang anak sekaligus. Kau seharusnya bersyukur." Sahut Galuh.
"Ayolah kita pergi liburan di villa keluarga Galuh! Kita akan bawa keluarga kita masing-masing dan bersenang-senang disana. Anak-anak kita juga bisa bermain dengan bebas di halaman depan villa itu." Kata Hamka yang pernah pergi ke villa keluarga Galuh.
"Tapi anak-anakku itu...
"Aahh, sudahlah! Semua anak-anak memang nakal dan aktif." Sahut Roni.
"Baiklah! Aku akan bicara pada Kia nanti." Kata Syakir yang akhirnya setuju untuk ikut liburan ke villa bersama sahabat-sahabatnya.
__ADS_1
Setelah sepakat dan membuat banyak rencana untuk liburan di villa nanti, Galuh kembali ke rumah untuk mempersiapkan semuanya bersama Ila.