
flashback on
"Udin antar aku ke kantor dan kau harus ngebut karena aku sudah telat dan hari ini ada meeting penting"ucap dirga kepada supirnya (udin)
"Baik tuan muda"ucap udin dan melajukan mobilnya
Sementara di tempat lain
"Aduh ini bang ojolnya kok lama banget sih"ucap Husen dengan panik dani mondar mandir karena panik
Tak lama kemudian bang okol dateng
"Dengan bapak husen?"ucap bang okol memastikan
"Iya saya husen,bang harus ngebut ya bang ke rumah sakit pelita di jalan xxx"ucap Husen seraya naik ke motor bang ojol
"Tapi kalo ngebut gpp pak?soalnya saya takut kalau ngebut"ucap bang ojol ragu ngebut karena menurut nya itu agak berbahaya
"Gpp bang,nanti saya tambahin deh ongkosnya"ucap husen meyakinkan bang ojol karena saat ini yang dia pikirkan bagaimana cara agar dia bisa segera sampai ke rumah sakit
"Kalau gitu sih oke pak"ucap kang ojol sambil nyengir
Di perjalanan bang ojol ngebut sepanjang jalan namun bagi husen itu masih kurang ngebut
"Ngebut lagi bang"kata husen dan bang ojol hanya mengikuti kata Husen
Saat di perempatan bang ojol tiba tiba dia di kagetan karena ada mobil dari arah yang berlawanan yang juga kecepatannya di atas rata rata yang tak lain adalah mobil dirga
BRUKKK!!!
Seketika motor bang ojol dan mobil dirga tabrakan dan motor kang ojol terhempas jauh begitu juga dengan kang ojol dan Husen.
"Apakah tuan muda tidak apa apa?"tanya udin memastikan tuannya baik baik saja
"Bodoh!masih bertanya,cepat kau lihat orang yang di tabrak"teriak dirga memerintahkan udin untuk segera melihat apa yang terjadi pada Husen
"Ba..baik Tuan muda""jawab udin terbata bata karena takut
Saat udin keluar melihat keadaan yang dia tabrak dan dirga ikut keluar,Dirga melihat husen tak sadarkan diri tak jauh dari mobilnya
Saat mendengar ada suara yang berisik seketika warga berkerumunan melihat apa yang terjadi dan segera memotret kejadian itu
__ADS_1
"Tunggu apa lagi?!cepat telfon ambulans"ucap dirga memerintah udin
Beberapa menit kemudian ambulans datang dan membawa Husen dan kang ojol ke rumah sakit dan dirga juga ikut ke rumah sakit
Sesampainya ke rumah sakit Husen dan kang ojol segera di larikan ke ruang gawat lampu merah menyala menandakan bahwa husen sedang di tangani oleh dokter
1 jam kemudian lampu merah berubah menjadi lampu hijau dan dokter keluar dari ruangan dan menghampiri dirga yang sedang duduk di ruang tunggu
"Apakah anda orang yang menabrak bapak husen?"tanya dokter pada dirga
"Iya saya"jawab dirga datar
"Katanya bapak husen ingin bertemu anda dan ingin mengatakan sesuatu"kata dokter menjelaskan
"Baiklah"kata dirga seraya berdiri dan masuk ke ruangan
Saat dirga masuk ke ruangan dia melihat seorang pria paru baya dengan jarum infus di tangannya
Husen yang melihat dirga seraya tersenyum dan berusaha bicara sekuat tenaga
"Sa...saya ingin mengatakan se..sesuatu sebelum saya pergi"ucap husen pada dirga
"Apa yang ingin anda katakan?katakan saja saya akan mendengarkan" ucap dirga pada Husen
Sebenarnya dirga ingin bertanya siapa nama istri dan anak husen tapi belum sempat dirga bertanya namun husen sudah menghembuskan nafas terakhirnya
Tak lama kemudian ibu nabila yaitu Sinta berlari ke ruangan suaminya karena kebetulan dia dan nabila berada di rumah sakit yang sama.tangisnya pecah saat melihat suaminya sudah terbujur kaku
Dirga yang melihat itu segera keluar dari ruangan itu dan menelfon reza agar mempersiapkan semua kebutuhan pemakaman Husen.
Dan hari ini akhirnya dia menemukan Nabila putri Husen orang yang pernah di tabrak oleh mobilnya.
Flashback off
Nabila terbangun dari tidurnya dan memicingkan matanya dan berusaha mengumpulkan kesadarannya
"Jam berapa sekarang?"gumam nabila dan meregangkan ototnya
"Pukul 4 sore nona"jawab pelayan 2 tiba tiba
"Astagafirullah!!kau datang dari mana?mengagetkan ku saja"ucap nabila kaget karena pelayan itu tiba tiba muncul tanpa tau datang dari mana
__ADS_1
"Saya sudah di sini sedari tadi nona"ucap pelayan itu
"Sudah dari Tadi?"tanya nabila kebingungan
"Iya nona,tuan muda menyuruh kami untuk stanbay 24 jam di samping anda"kata pelayan menjelaskan
Kryuuukk kryuuukk
Tiba tiba cacing nabila menari di perutnya karena minta di isi dan membuat nabila merasa malu dengan dua pelayan yang ada di sana
"Mari nona saya antarkan anda ke ruang makan"kata pelayan
Karena malu nabila tak berkata kata lagi dan hanya mengikuti intruksi dari pelayan
Sesampainya di meja makan dia seketika gugup karena melihat dirga sedang duduk dan menyantap makan siangnya
"Silahkan nona"kata paman Lin dan mempersilahkan nabila duduk
Nabila duduk dan trus menunduk sambil memakan makanannya mereka makan dalam keheningan hanya ada suara sendok dan garfu yang beradu
Setelah selesai makan nabila berencana kembali ke kamarnya namun di hentikan oleh dirga
"Ikut aku"ucap dirga datar dan berjalan menuju ruang kerjanya
"Ba..baik"ucap Nabila gugup dan mengekor di belakang dirga
Saat berada di ruang kerjanya dirga mengambil sebuah berkas dari sebuah lemari dan memberikannya pada nabila
"Ambil dan lihatlah "ucap dirga seraya menyodorkan berkas itu pada nabila
Tanpa pikir panjang nabila mengambil berkat itu dan membukanya,Nabila membaca isi berkas itu dan tercengang tak percaya
"Aa...apakah ini beneran?"tanya nabila memastikan
"Iya besok kau sudah bisa kembali bersekolah"ucap dirga datar
"Tap..."belum sempat nabila menyelesaikan kalimat nya sudah di potong oleh dirga
"Sudahlah sekarang kau ikut aku membeli perlengkapan sekolah"ucap dirga
Nabila tidak berkata kata lagi dan hanya mengekor di belakang dirga.
__ADS_1
Bersambung....