
"Kk reza kenapa kita ke sini?"tanya nabila ke bingungan karena dia tak tau mengapa reza malah membawanya ke situ bukan ke rumah ibunya
"Tuan muda menyuruh ku mengantar kan mu ke sini"jawab reza dan turun dari mobil dan membukakan pintu untuk nabila
"Ayo kita masuk"kata reza
Karena nabila sangat percaya pada reza akhirnya dia ikut kerumah yang layak di bilang istana itu
Saat nabila memasuki rumah dirga dia tercengang karena kemewahan rumah dirga
Wahhh ini rumah atau istana?kok gede amat?rumahnya 4 kali lebih besar dari rumah ku
"Selamat datang nona"sapa seorang pria paru baya dengan sopan dan agak membungkuk kepada nabila
"Makasih paman,panggil nabila aja"ucap nabila seraya tersenyum manis pada pria paru baya tersebut
"Tidak apa apa nona,panggil saja Lin nona saya adalah kepala pelayan di rumah ini nona"jawab Lin kepada nabila
"Baiklah ayo kita masuk,tuan muda sudah menunggu kita di dalam"ucap reza seraya mempersilahkan nabila masuk
"Ehh?! Tunggu dulu kk,tuan muda yang kk bilang itu siapa sih?dari kemarin tuan muda tuan muda mulu"tanya nabila pada reza karna memang dari kemarin yang di maksud tuan muda itu siapa
"Tuan muda dirga nona,sudahlah ayo masuk tuan muda sudah menunggu lama"jawab reza dan memimpin nabila untuk masuk
Sesampainya nabila ke ruang tamu dia sempat tercengang yang ke 2 kalinya karena bagian dalam rumahnya dirga lebih mewah di banding bagian luarnya.
"Tutup mulut mu jangan sampai ada serangga yang masuk ke mulut mu"ucap dirga yang tidak tau dia muncul dari mana dan menyadarkan nabila yang sedari tadi sibuk mengagumi kemewahan rumah dirga.
"Lin antarkan dia ke kamarnya"ucap dirga dengan nada bicara yang dingin dan duduk melipat kakinya di kursi ruang tamu sambil memandangi nabila
"Tunggu!kamar?aku ingin pulang ke rumah ku mengapa malah di bawa ke mari"kata nabila karena masih tidak mengerti dengan situasi sekarang
"Begini nona,ibu mu sudah pergi entah kemana dan dia juga menjual rumah mu jadi sekarang anda tinggal di sni"ucap reza yang dari tadi diam saja
"Apa?!ti..tidak mungkin!"kata nabila tak percaya
"Tidak mungkin apanya?memang itu kenyataannya skrng"ucap dirga dingin "Lin antarkan dia ke kamarnya"katanya lagi
"Baik tuan muda,mari nona"ucap Lin
__ADS_1
Sedangkan nabila hanya diam dan mengikuti paman Lim karena masih berusaha mencerna apa yang di ucapkan oleh reza tadi,karena bagi nabila sebenci apa pun ibunya padanya tidak akan mungkin dia meninggalkannya.namun,kenyataanya ibunya pergi entah kemana dan menjual rumah peninggalan ayahnya.
"Ini adalah kamar nona"ucap Lin kepada nabila saat mereka sudah sampai di sebuah ruangan yang bisa di bilang serba biru
**Kurang lebih gambaran kamarnya kaya gini ya guys*
Nabila kembali tercengang karena,kamar itu lumayan luas 2 kali lipat lebih luas dari kamarnya.
"Apa ini benar kamar saya paman?"kata nabila memastikan siapa tau mereka salah ruangan
"Iya nona ini kamar anda"kata paman Lin seraya tersenyum pada nabil
Wahh kamarnya bagus banget,mau nolak tapi klo nolak aku mau tinggal dimana?hais untuk sementara aku tinggal di sni saja dan kalau sudah ada uang aku akan pindah.
Nabila masuk ke kamarnya dan paman Lin yang mengekor di belakangnya beserta 2 orang pelayan wanita
"Nona dua pelayan ini akan membantu nona membersihkan tubuh anda dan selalu standby 24 jam jika nona memerlukan sesuatu"kata paman Lin menjelaskan
"Sebenarnya tidak perlu paman Lin,aku bisa sendiri"tolak nabila seraya tersenyum manis pada paman Lin
"Maaf nona,tapi anda tidak bisa menolak ini semua adalah perintah tuan muda jika anda menolak maka tuan muda akan marah besar"ucap paman Lin menjelaskan pada nabila
"Kalau begitu saya permisi dulu nona"ucap lama Lin undur diri
"Iya paman"jawab nabila
Karena sudah sangat lelah nabila segera membersihkan diri dan di bantu oleh 2 orang pelayan tadi,cukup lama nabila di kamar mandi.
20 menit kemudian nabila telah selesai dengan ritual mandinya
"Oh iya,mbak aku lupa kan aku gak bawa baju jadi aku mau pake baju apa dong?"tanya nabila karena memang dia tidak membawa selembar pakaian pun saat kemari
"Tuan muda telah mempersiapkan pakaian untuk anda nona"ucap pelayan 1 menjelaskan
"Umm baiklah"ucap nabila kali ini dia tidak protes ataupun menolak pakaian itu toh walaupun dia menolak hasilnya akan tetap sama saja.
Setelah slesai berpakaian nabila membaringkan tubuhnya ke ranjang karena dia merasa sangat amat lelah matanya sangat berat dan beberapa menit kemudian dia pun terlelap.
Ruang kerja dirga
__ADS_1
"Tuan muda aku sudah mendapatkan informasi tentang nona nabila selama beberapa tahun ini"ucap reza sembari memegang beberapa lembar kertas di tangannya
"Bacakan"ucap dirga yang masih memfokuskan matanya pada komputer yang ada di depannya
"Pada saat berusia 5 tahun ayah nabila meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas dan ibu nabila selalu mengalahkannya atas kematian ayahnya,dan saat usia 15 tahun nabila selalu di siksa dan di kurung oleh ibunya sampai sampai nabila pernah mengalami pendarahan di kepalanya karena terbentur saat di pukul oleh ibunya dan pada saat usia 18 tahun nabila berhenti sklh yaitu beberapa bulan lalu karena tdk memiliki biaya untuk bersekolah"ucap reza menjelaskan panjang lebar pada dirga.
"Bacakan juga data diri nabila"ucap dirga yang masih sibuk dengan komputernya namun tetap menyimak yang di bacakan reza
"NAMA:NABILA HUSEN
UMUR:18 TAHUN
TINGGI BADAN:KIRA"162 CM
HOBI:MEMBACA,MEMASAK DAN MENYANYI
GOLONGAN DARAH:O"ucap reza membacakan data diri nabila
Tidak salah lagi,akhirnya aku menemukan mu.setelah bertahun tahun akhirnya aku menemukan mu hari ini
"Baiklah kau kembali saja ke kantor,hari ini aku tdk ke kantor"ucap dirga yang masih saja sibuk dengan komputernya dan hanya di balas anggukan oleh reza
Buat kakak kakak yang penasaran sama sosok Dirga hantoro ya kurang lebih kaya gambar yang di bawah
Dan sosok Nabila husen krueng lebih kaya gini
Kalo Reza kurang lebih kaya gini
Bersambung.....
Jangan lupa like ya kakak kakak
Author usahain up tiap hari
__ADS_1
Ingat ya jangan lupa like dan smoga suka sama ceritanya....