
Beberapa minggu kemudian Galuh beserta yang lainnya tengah mempersiapkan acara ulang tahun untuk sang istri yang selalu saja repot mengurusi Gilang walaupun adanya Ratih. Ila seakan tak mau kehilangan momen dimana sang buah hati tumbuh kembang. Gilang kini sudah bisa meracau jika diajak berbicara dan bertingkah lucu yang membuat semua keluarga semakin gemas padanya.
Tepat pukul 12 malam disaat Ila sedang tertidur pulas, Galuh mendekapnya dengan erat. Galuh juga menyelipkan sebuah cincin berlian yang begitu indahnya.
"Happy birthday, imutku!" Ucap Galuh pada Ila.
"Eeemmm." Ila terbangun namun masih enggan membuka kedua matanya.
Galuh pun menyanyikan lagu ulang tahun untuk sang istri yang belum sepenuhnya sadar. Galuh terus bernyanyi walaupun suaranya yang sedikit parau membuat telinga Ila seakan berdenging.
"Suaranya jelek!" Ucap Ila pada Galuh.
"Bodo amat! Yang penting nyanyi." Sahut Galuh.
"Selamat ulang tahun yang ke 19 tahun, sayang! Semoga panjang umur, sehat selalu, semakin cantik, semakin gemas, semakin imut, semakin penurut, semakin mencintai aku, dan semakin rajin hamil dan punya banyak anak! Hehehehe." Ucap Galuh memanjatkan doa untuk Ila.
"Yang terakhir aku gak setuju!" Sahut Ila.
"Kenapa?" Tanya Galuh.
"Melahirkan itu sakit!" Sahut Ila lagi.
"Ayo dong, hamil lagi. Biar si Gilang ada adeknya." Rengek Galuh.
"Males ah!" Sahut Ila.
"Kalau kau tak mau, aku jebak saja nanti! Hehehe." Kata Galuh terkekeh licik.
"Awas saja kalau berani!" Sahut Ila.
"Kau menantangku?" Tanya Galuh.
"Iya!" Sahut Ila.
Galuh membalikkan tubuh Ila dan menimpanya. Galuh menatap Ila dengan tatapan yang mesum, agar Ila takut padanya. Namun bukannya takut Ila malah mengalungkan kedua tangannya pada leher Galuh.
"Eh, bussseett! Dia semakin berani saja untuk menggodaku!" Gumam Galuh kaget dalam hatinya.
"Hehehehe, apa kau siap Ila?" Bisik Galuh pada istrinya itu.
"Let's begin!" Balas Ila dengan wajah yang membuat Galuh tak kuat untuk menahan godaannya.
Dini hari di ranjang yang hangat dan di hari ulang tahunnya, Ila bercumbu mesra bersama suaminya. Sedangkan di kamar sebelah, Ratih harus bergadang demi membuatkan susu untuk bayi asuhnya.
Malam harinya, semua orang sudah menunggu di ruang makan yang sudah terhidang begitu banyak menu makanan serta kue ulang tahun bertingkat. Ila menggunakan gaun pesta yang sederhana namun terlihat anggun di tubuhnya. Semua orang yang ia undang, mengucapkan selamat ulang tahun untuknya. Berbagai kado pun ia dapatkan dari orang-orang terdekatnya.
"Selamat ulang tahun, sayang!" Ucap Yurika pada putrinya itu.
"Terima kasih ya ma!" Sahut Ila.
"Ini hadiah dari mama!" Kata Yurika memberikan hadiah berupa dokumen yang berbentuk buku tipis.
__ADS_1
"Apa ini, ma?" Tanya Ila.
"Ini apartemen untukmu!" Sahut Yurika.
"Wah, terima kasih ya ma." Ucap Ila senang dan memeluk Yurika.
"Ila!" Seru Kia girang.
"Ini hadiah dari kami!" Seru Kia lagi dan Syakir menahan tawanya.
"Terima kasih!" Ucap Ila mengambil sebuah kotak kecil yang Kia berikan padanya.
"Hihihihihi." Kia dan Syakir terkekeh geli saat menyerahkan hadiah mereka.
"Apaan sih? Geli amat!" Ucap Ila melihat pasangan yang akan segera menikah itu.
"Aku buka ya!" Kata Ila hendak membuka hadiah dari Kia dan Syakir itu.
"Eh, jangan! Nanti saja saat kau berdua sama Galuh!" Sahut Syakir mencegah Ila yang akan membuka kotak hadiahnya.
"Ya sudah lah!" Kata Ila menuruti perkataan Syakir yang sedikit mencurigakan.
Banyak kado istimewa yang Ila dapatkan dari mereka. Namun yang paling istimewa adalah hadiah dari Galuh. Galuh tidak hanya memberikan sebuah cincin berlian saja, namun ia juga memberikan sebuah mobil mewah untuk Ila.
"Ini hadiah dariku!" Kata Galuh pada Ila memberikan sebuah kunci mobil padanya.
"Eeemmm, bukannya kakak sudah memberikan aku cincin berlian ya? Masih ada lagi?" Tanya Ila bingung.
"Dasar gombal!" Ucap Ila seraya memukul dada bidang Galuh.
"Cie...cie....cie, mesra banget!" Seru yang lainnya meledek Galuh dan Ila yang tampak mesra di depan mereka.
Pesta ulang tahun Ila pun diadakan seperti apa yang Ila inginkan. Hanya dengan makan malam bersama yang dipenuhi oleh canda dan tawa. Pesta sederhana itu tak dirasakan oleh para keluarga dan teman dekat saja, namun pada pelayan yang ada di kediaman orang tua Galuh ikut merasakan pesta ulang tahun Ila. Para pelayan merayakan ulang tahun Ila dengan menikmati makanan lezat di halaman belakang.
*****
Setelah selesai makan malam, Ila mengajak Galuh untuk melihat mobil yang Galuh berikan untuknya. Mobil tersebut disimpan di dalam garasi mobil.
"Wah, mobilnya bagus banget!" Seru Ila.
"Tentu dong! Harganya juga bagus!" Sahut Galuh.
"Berapa?" Tanya Ila.
"Tidak usah dibahas, nanti kau pingsan mendengarnya!" Sahut Galuh.
Ila tampak senang dan antusias melihat mobil mewah keluaran terbaru yang Galuh berikan untuknya. Ila masuk ke dalam mobil itu bersama Galuh.
"Wah, keren banget!" Seru Ila.
"Kak! Ajarin aku nyetir ya?" Pinta Ila pada Galuh.
__ADS_1
"Iya! Tapi nanti kalau sudah bisa nyetir kau tetap akan di antar supir kalau mau pergi kemanapun!" Sahut Galuh.
"Yah! Gak asik!" Ucap Ila auto sewot.
"Hei, kau tidak boleh nyetir mobil sendirian, nanti kau selingkuh!" Kata Galuh.
"Huh! Selalu saja cemburuan!" Ujar Ila.
"Iya lah!" Sahut Galuh.
"Kalau tidak boleh menyetir sendiri, lantas untuk apa kau berikan ini untukku?" Kata Ila dengan wajah yang cemberut.
"Iya boleh nyetir sendiri!" Sahut Galuh.
"Aahh, terima kasih suamiku yang tampan dan baik hati!" Seru Ila girang.
"Cium dong!" Pinta Galuh.
"Mmmuuaacchhh!" Ila memberikan kecupan mesra pada Galuh.
Setelah puas melihat mobil barunya, Ila dan Galuh berniat untuk istirahat setelah lelahnya seharian beraktivitas. Ila dan Galuh pun masuk ke dalam kamar dan hendak tidur. Saat akan berbaring, Ila melihat kotak kecil yang Kia dan Syakir berikan sebagai kado ulang tahun untuknya.
"Eh, aku lupa mau buka hadiah dari Kia dan kak Syakir!" Kata Ila pada Galuh.
"Kecil amat sih!" Kata Galuh melihat kotak itu.
"Tak apalah! Yang penting mereka memberikannya dengan penuh kasih sayang untukku!" Sahut Ila.
"Imut! Tapi aku sedikit curiga pada kota hadiah itu! Aku mengenal Syakir sejak lama. Dia tak pernah perhitungan kalau ingin memberi hadiah kepada siapa saja! Namun kali ini kenapa hadiahnya kecil sekali ya?" Kata Galuh curiga.
"Sudah tidak apa-apa! Mari kita buka hadiahnya!" Seru Ila bersemangat.
Ila pun begitu antusias untuk membuka kotak kecil itu, dan Galuh pun tak kalah antusiasnya menunggu untuk melihat isi dari kotak kecil tersebut.
\~\~\~\~\~\~\~
Kira-kira apa ya hadiah dari Kia dan Syakir?
Tebak dong, para pembaca novelku yang setia ini. Wkwkwkwkwkwwk.
Oh iya, aku mau bilang. Untuk novel geng PLETAK aku hentikan sementara ya. Aku mau fokus ke cerita ini dulu. Biar gak pusing. Nanti setelah cerita ini tamat baru aku sambung dongeng PLETAK itu. Oke.
Pliiisss, jangan benci aku!
__ADS_1