GADIS KESAYANGAN CEO

GADIS KESAYANGAN CEO
TERBANGUN


__ADS_3

Hana dan Antoni langsung bergegas kerumah sakit untuk melihat kondisi Yurika yang melakukan aksi percobaan bunuh diri. Sedangkan Galuh memilih untuk kembali ke apartemennya agar ia bisa menemani Ila di saat Ila terbangun nanti.


Selang beberapa menit Hana dan Antoni tiba di rumah sakit dan melihat Kia sudah menangis di samping Yurika. Tampak di ruang rawat itu, pergelangan tangan Yurika di perban. Selang tranfusi darah menggantung disana. Tampaknya Yurika sudah banyak kehabisan darah sehingga ia harus menjalani tranfusi darah untuk menyelamatkan nyawanya. Hana mendekati Yurika yang belum sadarkan diri.


"Kenapa kau melakukan ini, Yurika?" Ucap Hana mengelus rambut Yurika dengan lembut.


Isak tangis Kia terdengar oleh Hana. Hana menoleh pada gadis menyebalkan itu dengan tatapan yang iba.


"Sudahlah, jangan menangis! Aku yakin Yurika akan baik-baik saja." Kata Hana memeluk Kia karena iba melihatnya menangis.


"Aku sangat ketakutan saat melihat mama tergeletak di lantai dengan begitu banyak darah di lengannya." Sahut Kia dalam isak tangisnya.


"Aku tidak tau akan menjadi seperti ini, jika aku tau akan seperti ini aku tidak akan melakukan sesuatu yang membuat mama frustasi." Sambung Kia lagi.


Tanpa curiga sedikitpun dengan perkataan Kia, Hana terus saja memeluk Kia untuk menenangkannya. Antoni membulatkan matanya saat menatap Kia. Ia berusaha mencerna semua perkataan Kia barusan.


"Apa yang dilakukan gadis ini sebenarnya? Kenapa dia mengatakan hal itu tadi? Apa dia ada kaitannya dengan berita mengenai Ila?" Gumam Antoni mencurigai Kia.


Antoni diam-diam keluar dari ruang rawat Yurika, dan menghubungi Didi untuk mencari tau tentang dalang penyebaran berita Ila di internet. Bahkan sangat terkejutnya ia, Didi mengatakan kalau berita itu tidak hanya tersebar di internet, namun di sekolah Ila juga.


"Apa kau tau siapa dalangnya?" Tanya Antoni dengan geram pada Didi.


"Iya, tuan bos! Dalangnya adalah saudari dari nona Ila, yaitu nona Kia." Jawab Didi.


Antoni terlalu menyayangi Ila sebagai menantunya. Ia mengepalkan tangannya dan pergi menemui Kia di ruang rumah sakit. Antoni masuk dan menarik tangan Kia dengan kasar sembari menatapnya tajam. Hana terkejut melihat suaminya yang sangat marah pada Kia.


"Apa kau dalang di balik semua berita mengenai Ila?" Tanya Antoni pada Kia.


"Aku...aku....


"Jawab aku!" Bentak Antoni kesal.


Kia tidak berani menjawab apa-apa saat Antoni membentaknya. Antoni kembali mencengkram tangan Kia dengan kasar saat di ruang rawat itu.


"Berani sekali kau mengganggu menantu kesayanganku!" Ujar Antoni sangat marah pada Kia.


Kia sangat terkejut mendengar Ila adalah menantu kesayangan Antoni. Selama ini Kia mengira dengan penampilan Ila yang sangat sederhana itu, Ila hanya akan menjadi budak di keluarga Galuh. Ia tidak pernah menyangka kalau Ila malah menjadi menantu kesayangan disana.


Kia gemetar saat Antoni menatapnya dengan sinis. Cengkraman Antoni terlepas saat ia mendengar suara Hana yang memanggil nama Yurika. Antoni menoleh ke samping dan melihat Yurika sudah sadar. Antoni berjalan mendekat pada Hana dan Yurika, sedangkan Kia masih terpaku di sudut ruangan.


"Ila.." Ucap Yurika saat ia tersadar.


"Yurika, akhirnya kau sadar." Kata Hana berkali-kali berucap syukur kepada Tuhan karena sahabatnya itu selamat dari maut.


"Aku akan memanggil dokter." Kata Antoni pada Hana.


"Iya." Sahut Hana.


Antoni keluar ruangan untuk memanggil dokter agar memeriksa kondisi Yurika yang baru saja sadar. Dokter dan beberapa perawat masuk ke ruangan itu dan memeriksa kondisi Yurika. Kia masih tertunduk ketakutan saat Antoni menatapnya kesal.


"Aku sangat tidak menyangka gadis itu akan melakukan hal keji seperti ini." Kata Antoni sangat membenci Kia.


"Iya, kau benar! Entah apa yang ada di pikirannya sehingga ia tega berbuat hal ini untuk Ila dan juga Yurika." Sahut Hana ikut kesal terhadap Kia.

__ADS_1


"Ingin rasanya aku mencincang tubuh si Kia hingga habis!" Sambung Hana lagi.


"Tidak terbayang olehku, bagaimana sikap Yurika jika tau bahwa Kia yang menjadi dalang untuk masalah ini." Kata Antoni.


"Kalau aku jadi Yurika, sudah aku tendang keluar dia dari rumahku." Sahut Hana.


Setelah dokter memeriksa kondisi Yurika, Hana dan Antoni menghampirinya lagi. Yurika menatap Hana dengan wajah yang sangat sedih.


"Dimana Ila? Dia pasti sangat terpukul mengetahui berita itu." Ucap Yurika menangis.


"Tenanglah, Yurika. Ila sedang bersama Galuh sekarang. Dia memang sangat terpukul, namun kau tidak perlu khawatir, kami akan selalu menjaganya." Sahut Hana.


"Iya, Yurika. Yang di katakan oleh Hana itu benar! Kami akan menjaga Ila dari orang-orang jahat yang ingin menyakitinya." Sambung Antoni sengaja menyindri Kia.


Kia menjadi sangat gugup saat Antoni menyindirnya. Kia sangat ketakutan jika Yurika tau bahwa dia lah dalang di balik permasalahan itu. Tangannya gemetaran dan air matanya berlinang. Kia bahkan tidak berani mendekati Yurika di saat Hana dan Antoni masih berada di rumah sakit itu.


 


***


Di apartemennya, Galuh menemani Ila yang masih terpengaruh oleh obat tidur yang di suntikkan Roni kepadanya. Galuh menatap wajah istrinya itu dengan rasa iba di saat ia mengetahui betapa menderitanya Ila sejak kecil.


"Hidupmu sangat menyedihkan Ila! Aku baru menyadari disaat kau senang hanya makan jamur yang diberikan oleh Hamka padamu, dan saat makan kacang di turki kau bahkan sangat gembira, padahal kacang itu banyak di jual di negara ini. Aku tidak tau jika kau tidak pernah makan makanan mewah." Gumam Galuh seraya menatap iba pada Ila yang masih tertidur pulas.


"Hidupmu sudah banyak menderita! Aku janji aku akan terus berusaha untuk membuatmu bahagia, Ila. Aku janji!" Ucap Galuh dengan segenap jiwa dan raganya.


 


 


"Pantas saja dia membenciku, ternyata aku bukan anak yang dilahirkannya, melainkan anak dari wanita selingkuhan suaminya." Ucap Ila dalam isak tangisnya.


Galuh yang sedang mengambil air minum di dapur mendengar tangisan Ila saat ia hendak kembali ke dalam kamarnya. Galuh melihat Ila duduk sambil menangis di atas ranjang. Cepat-cepat Galuh menghampiri Ila dan memeluknya dengan erat.


"Sayang, kau sudah bangun." Kata Galuh pada Ila.


"Aku ingin mencari ibuku." Kata Ila.


"Mama Yurika sedang tidak enak badan, jadi lain kali saja kita kesana ya." Sahut Galuh yang sengaja berbohong mengenai kondisi Yurika yang sebenarnya karena ia takut akan mempengaruhi keadaan Ila saat itu.


"Bukan mama Yurika, tapi ibu kandungku. Ibu yang melahirkan aku." Sahut Ila.


"Apa maksudmu, sayang?" Tanya Galuh bingung.


"Aku adalah anak haram dari perselingkuhan ayah Raldi dengan wanita lain." Sahut Ila.


"Sayang, berita itu tidak benar! Aku sudah mencari tau berita itu dan semuanya memang tidak benar." Kata Galuh.


"Apa?" Ucap Ila terkejut.


"Iya, berita itu sengaja di sebar oleh orang-orang yang benci padamu." Kata Galuh lagi.


"Tapi siapa yang membenciku? Aku tidak merasa memiliki musuh, kecuali Kia! Tapi apa mungkin dia yang membuat berita itu?" Tanya Ila.

__ADS_1


"Sayangnya, itu memang benar! Kia lah yang menjadi dalang untuk berita di internet dan juga di mading sekolahmu." Jawab Galuh.


"Tapi kau tidak perlu khawatir, aku telah menuntaskan semuanya hingga ke akar-akarnya." Sambung Galuh lagi.


Ila terdiam dan mengingat perlakuan Yurika selama ini terhadapnya.


"Kau bohong!" Kata Ila pada Galuh.


Galuh membalas tatapan Ila dengan perasaan yang gusar.


"Aku memang anak haram, bukan? Kalau tidak, mana mungkin dia akan membenciku!" Kata Ila lagi kali ini tidak mudah untuk dibohongi lagi.


"Ila, dengarkan aku dulu sayang. Mama Yurika tidak pernah membencimu." Kata Galuh mencoba untuk membuat Ila yakin.


"Aku yang merasakannya selama ini! Tatapan matanya sangat membenciku, dia selalu saja berusaha untuk menjauhi aku. Dia hanya perduli dan sayang pada Kia. Aku bahkan hanya dibesarkan oleh para pelayan yang bekerja disana. Setiap tahunnya, dia selalu merayakan hari ulang tahun untuk Kia, sedangkan untukku, jangankan hadiah ataupun pesta, dia bahkan tidak pernah mengucapkan selama ulang tahun untukku." Kata Ila dalam isak tangisnya yang pecah.


Galuh tak kuasa melihat betapa menderitanya Ila menahan semua perasaan kesal dan marah terhadap Yurika selama ini. Galuh kembali mendekapnya, agar Ila dapat menumpahkan semua kekesalan yang ia tahankan.


"Ila, berhentilah menangis!" Ucap Galuh tidak sanggup untuk mendengar isak tangis istri yang sangat ia cintai itu.


"Aku janji, aku akan membuatmu bahagia dan tidak akan merasakan penderitaan seperti dulu lagi." Ucap Galuh lagi kepada Ila yang terus menangis dalam dekapannya.


 


***


Di ruang rawat rumah sakit, Kia mendekati Yurika di saat Hana dan Antoni sudah kembali kerumahnya. Kia menatap wanita yang ia anggap telah menjadi ibu kandungnya selama ini.


"Mama, maafin Kia." Ucap Kia menangis terisak-isak di hadapan Yurika yang sedang tertidur lelap.


"Aku hanya ingin menyakiti Ila, bukan mama." Sambung Kia lagi.


Air matanya masih terus mengalir membasahi wajahnya. Malam itu Kia tidak tidur hanya demi menjaga Yurika di ruang rawat rumah sakit. Kia sangat menyesali perbuatannya itu yang berdampak negatif terhadap Yurika. Kia memang memiliki sikap yang tidak baik dan juga angkuh, namun tidak untuk sedikitpun ia memiliki niat jahat untuk Yurika yang telah membesarkan dirinya. Kia sangat menyayangi wanita yang ia panggil dengan sebutan mama di dalam hidupnya.


 


Matahari sudah bersinar terang pagi itu. Kia membuka tirai jendela ruang rumah sakit agar sinarnya menerangi ruangan tersebut. Yurika terbangun saat sinar matahari menyilaukan matanya. Yurika membuka matanya dan menatap Kia yang berdiri di hadapannya.


"Mama." Ucap Kia membalas tatapan Yurika.


"Lebih baik kau pulang saja." Kata Yurika pada Kia.


"Tapi bagaimana dengan mama disini?" Tanya Kia.


"Hana akan menjagaku." Sahut Yurika.


Kia mendekati Yurika dan berniat untuk meminta maaf padanya.


"Ma, maafin Kia." Ucap Kia hendak menyentuh tangan Yurika.


"Pergilah!" Kata Yurika segera menepis tangan Kia terhadapnya.


Kia kembali meneteskan air matanya seraya melangkah pergi dari rumah sakit itu. Yurika menangis kesal dengan perbuatan Kia yang telah membuka luka lama yang selama ini berusaha ia pendam.

__ADS_1


"Kenapa kau melakukan hal ini untukku, Kia! Aku menyayangi seperti anakku sendiri. Tapi ini yang kau berikan untukku." Ucap Yurika dalam hatinya menahan kepedihan dan kekecewaanya terhadap Kia.


Yurika tau kalau Kia adalah dalang dari terkuaknya status Ila yang tersebar di internet. Hana sempat memberitahukan padanya saat Yurika bersikeras ingin mengetahui siapa dalang yang sebenarnya. Awalnya Yurika sempat tidak percaya, jika Kia mampu melakukan hal itu. Setelah diberikan bukti tentang kejahatan yang dilakukan Kia, membuat Yurika kecewa terhadapnya.


__ADS_2