
Bel pulang pun berbunyi semua murid berhamburan keluar dari kelas masing masing namun tidak dengan nabila dan Edho,mereka lebih memilih untuk menunggu yang lain keluar dari pada berdesak desakan
Saat semua murid sudah keluar barulah nabila berdiri dan beranjak keluar dan di susul oleh Edho
Saat nabila di depan gerbang sekolah ternyata paman Lin sudah menunggu nabila
Saat nabila hendak naik ke mobil ada seorang pria yang tiba tiba datang dan menembak nabila di depan umum
"Na nabila maukah kau menjadi pacar ku"ucap pria itu terbata bata karena gugup
"Maaf saya tidak bisa menerimanya"ucap nabila yang agak membungkukkan tubuhnya
"Jika aku tidak bisa menjadi pacar mu jadi teman mu pun gpp kok"ucap pria itu yang mulai agak genit
Melihat hal itu paman Lin dengan cepat mempersilahkan nabila naik ke mobil
"Nona silahkan"ucap paman Lin
"Baiklah,aku duluan ya"ucap nabila dan naik ke mobil
"Tung..."pria itu berusaha menghentikan nabila namun dia mengurungkan niatnya
Saat nabila naik ke mobil dia agak kaget karena ternyata dirga ada di mobil itu,dirga menatap nabila dengan tatapan membunuh dan sangat dingin sampai sampai nabila merinding karenanya.
"Ini om mesum sejak kapan pulangnya?katanya mau keluar kota selama seminggu tapi buktinya dia udah pulang"batin nabila
Nabila hanya menundukkan wajahnya dan duduk di samping dirga,dia memilih untuk diam dan tidak berkata apa apa.
"Bagaimana sekolah mu hari ini?"ucap dirga memecahkan keheningan
"Ba baik kok"ucap nabila terbata bata karena takut
"Apakah ada yang menyinggung mu atau ada yang mengganggu mu?"tanya dirga
"Tidak ada semuanya sangat baik pada ku"jawab nabila
Ya ampun kenapa jadi canggung gini sih
Saat sudah sampai di rumah nabila bergegas ke kamarnya mengganti bajunya dan turun untuk makan siang
Sesampainya di meja makan ternyata dirga sudah lebih dulu berada di meja makan
Nabila berjalan sambil menunduk entah mengapa setiap dia bertemu dengan dirga dia selalu merasa takut dan gugup
Nabila duduk tepat di depan dirga sesekali dia menatap dirga diam diam
Mereka makan dalam diam tidak ada sama sekali percakapan hanya ada suara sendok dan garfu yang beradu
Saat selesai makan nabila berencana membereskan piring yang ada di meja makan dan mencucinya namun dirga menghentikannya
"Kau tidak usah membersihkannya ada bi inem yang akan membersihkannya"ucap dirga
"Ti tidak apa apa lagian saya tidak ada kegiatan"ucap nabila sambil tersenyum kaku
"Kalau kau tidak ada pekerjaan lebih baik buatkan aku kopi dan antarkan ke ruang kerja ku"ucap dirga seraya berdiri meninggalkan ruang makan
"Dasar om rese sukanya main suruh suruh aja "batin nabila
5 menit kemudian nabila selesai membuat kopi
__ADS_1
"TOK TOK TOK"nabila mengetuk pintu ruang kerja dirga
"Masuk"ucap dirga dari dalam
CEKLEK
"Ini kopinya pa eh kk"ucap nabila dan meletakan kopi itu di meja kerja nabila
Saat nabila hendak keluar dari ruangan itu dirga menghentikannya
"Tunggu dulu!"ucap dirga yang membuat nabila menghentikan langkahnya dan berbalik lagi
"Ya ada apa lagi kk?"tanya nabila
"Temani aku di sini,kan tadi kau bilang kau tidak ada kegiatan"ucap dirga yang masih fokus menatap laptopnya
"Tapi"belum selesai nabila mengucapkan kalimatnya dirga langsung memotongnya
"Tidak ada tapi tapian"ucap dirga menatap nabila
Aduh apa lagi sih yang ada di otaknya nih om rese
Mau tidak mau nabila harus tetap tinggal di ruangan yang sama dengan dirga yang serasa neraka baginya
Nabila duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
Nabila mulai bosan dan dia merogoh sakunya dan mengambil ponsel genggamnya
Saat nabila sibuk memainkan ponselnya tiba tiba ada yang menelponnya dan nama yang tertera di layar ponselnya adalah "sayang ku💙" seketika senyum nabila mengembang dan segera mengangkat panggilannya seakan dia lupa dengan keberadaan dirga
[Nabila]"halo"
[Nabila]"hehehe ya maap kamu udah kaya mak mampir deh marah marah aja"
[Sayang ku]"siapa juga yang gak marah jika kau menghilang gitu aja"
[Nabila]"waktu itu aku kecelakaan dan lupa ngasih kabar ke kamu"
[Sayang ku]"apa?!kecelakaan?!kau ini udah berubah ya,mau mati sekalipun gak ngabarin aku"
[Nabila]"sekarang kan kamu udah tau"
[Sayang ku]"haiss Kau ini memang keras kepala"
[Nabila]"hehehe"
Dirga yang melihat nabila berbicara di telponnya dengan wajah yang sangat bahagia membuatnya menjadi emosi entah mengapa hatinya membara
Karena terlarut dalam amarahnya dirga menghampiri nabila dan mengambil paksa ponselnya
Nabila sangat terkejut dan marah karena dirga merenggut ponselnya
Dan dirga semakin marah saat melihat nama yang tertera di layar ponsel nabila adalah "sayang ku💙"
"Paman mengapa mau mengambil ponsel ku?kembalikan"ucap nabila yang agak kesal karena ponselnya di ambil oleh dirga
"Apakah dia kekasih mu?"tanya dirga kepada nabila dengan wajah yang tidak bersahabat dan mengakhiri panggilan
"Bukan dia teman ku,paman kembalikan ponsel ku"ucap nabila
__ADS_1
Dirga yang masih sangat marah karena terbakar api cemburu tidak menghiraukan perkataan nabila di tambah lagi nabila memanggilnya paman membuatnya semakin marah
"Tidak ada alasan anak kecil tidak boleh main hp,mulai hari ini ponsel mu aku sita"ucap dirga dan kembali ke meja kerjanya
Nabila yang tidak terima ponselnya di sita tanpa alasan yang tepat menyusul dirga dan berdiri tepat di depan dirga dengan kedua tangannya di pinggang
"Mengapa kau mengambil ponselku tanpa alasan?kembalikan ponselku"ucap nabila yang kesal karena dirga
"Karena kau masih kecil jadi kau tidak boleh main hp"ucap dirga yang serius menatap laptopnya
"Aku bukan anak kecil aku sudah berusia 18 tahun dan aku adalah anak remaja Bukan anak kecil"ucap nabila yang mulai meninggikan suaranya karena emosinya sudah di puncak
"Kalau kau bukan anak kecil coba buktikan"ucap dirga yang menatap kearah nabila
Tanpa pikir panjang nabila berjalan ke arah dirga dan memegang kerah bajunya lalu mengecup bibir dirga
Dirga sempat terkejut karena perbuatan nabila Di luar dugaannya.melihat ada kesempatan dirga memegang tengkuk nabila dan menahannya dia membalas ciuman gadis itu.
Nabila terkejut karena dirga membalas ciumannya dia berusaha berontak namun hasilnya nihil.
Dirgaterus m*l*m*t bibir nabila yang tadinya hanya sebuah kecupan namun berubah menjadi ciuman panas
Karena terbawa suasana dirga yang sudah puas ******* bibir nabila turun ke leher jenjang gadis itu dan meninggalkan tanda kepemilikannya di sana
"Paman tolong hentikan!"ucap nabila ngos ngosan
"Tidak bisa,kau sudah membangunkannya maka kau sendiri yang haru memikirkannya kembali"ucap dirga yang tangannya mulai kemana mana
Tangan dirga mulai menyusup masuk ke dalam baju nabila dan melepaskan bra nabila
"Pa..paman A ku mohon"ucap nabila yang sudah ngos ngosan
Namun dirga tak menghiraukan nabila dia hanya fokus melanjutkan kegiatannya
Karena sudah tak tahan lagi dirga menggendong nabila ke kamarnya nabila berusaha berontak namun hasilnya nihil.
Sesampainya di kamar dirga melempar nabila ke kasur sementara dia melepaskan pakaiannya sekarang posisi dirga berasa di atas tubuh nabila
Dia melanjutkan aksinya ******* bibir ranum gadis itu
"Hisk hiks hiks "nabila menangis karena perlakuan tak senonoh dari dirga
Dirga yang melihat nabila menangis merasa tak tega
Dia langsung berdiri dan berjalan ke kamar mandi dengan wajah yang penuh prustasi
--------------------------------
DI DALAM KAMAR MANDI
"Argggggg dasar bodoh!aku membuatnya menangis!bodoh bodoh!"ucap dirga mengumpati dirinya sendiri dan mengacak acak rambutnya karena prustasi
Nabila yang mendapat perlakuan tak senonoh dari dirga hanya bisa menangis dia tak mengerti yang iya rasakan malu,marah,sedih semua bercampur aduk
^^^MAKASIH BUAT KAKAK" YANG UDAH LIKE NOVEL AKU^_^
SETUJU GAK KALAU AUTHOR TAMBAHIN PEMERAN PELAKOR?
KALAU SETUJU KOMEN YA😉
__ADS_1
DAN AUTHOR USAHAIN UP TIAP HARI DEH