
Saat sampai di pusat perbelanjaan terbesar di jakarta dirga mengajak nabila ke toko perlengkapan sekolah
"Pelayan, bawa semua perlengkapan terbaik dan pakaian sekolah terbaik di toko mu"ucap dirga seraya duduk di sofa yang ada di toko itu
"A..itu apakah tidak berlebihan?"tanya nabila ragu karena menurutnya ini sangat berlebihan
"Tidak akan berlebihan,wanitaku harus mendapatkan yang terbaik"ucap dirga dengan datar
Astaga!!mengapa paman rese ini sangat menyebalkan?dengan santainya mengatakan bahwa aku wanitanya dasar paman rese
"Ayo kau harus beli pakaian"ucap dirga dan berjalan keluar dari toko perlengkapan sekolah dan berjalan menuju toko pakaian wanita dan nabila lagi lagi hanya bisa mengekor pada dirga karena sekarang ini jika tidak ikut pada dirga maka dia harus kemana?ibunya saja entah kemana jadi skrng dia hanya bisa menumpang pada dirga.
Nabila sudah mencoba hampir 20 lembar pakaian dan dia sudah merasa bosan dan lelah dia sangat ingin protes kepada dirga namun bibirnya terasa keluh.
Dirga yang melihat nabila sudah mulai lesuh agak sedikit khawatir apalagi karena nabila baru saja keluar dari rumah sakit
"Bungkus semua baju yang dia coba tadi"ucap dirga pada pelayan tokoh "Ayo pulang"kata dirga pada nabila
"Tapi gak usah di bungkus semua bajunya,satu aka cukup kok"kata nabila kepada dirga karena merasa agak berlebihan jika membeli smua baju yang iya coba tadi
"Ayo pulang,kau harus istirahat"ucap dirga seraya menarik tangan nabila keluar dari pusat perbelanjaan dan ke tempat parkiran mobil.
Saat di perjalanan dirga tidak mengatakan sepata kata pun begitu juga nabila.
"Paman kalau aku sudah sembuh apakah aku boleh bekerja"tanya nabila kepada dirga yang memecahkan keheningan di antara mereka
Pertama tama aku harus kerja dulu jika sudah dapat pekerjaan aku akan pergi dari rumahnya paman rese ini
"Kau memanggil ku apa?"tanya dirga geram pada nabila karena menyebutnya paman,apakah dia setua itu harus di panggil Paman?
"Pa...ehhh tuan"ucap nabila terbata bata
Aduh!!salah ngomong lagi
"Apa?bukan yang itu,saat pertama kali kau memanggil ku tadi.kau menyebut ku apa?"ucap dirga memicingkan matanya ke arah nabila
"Pa..paman"ucap Nabila dan langsung menutup mulutnya dengan tangan
Oh tuhan ampunilah hamba mu ini
Dirga hanya memicingkan matanya dan mendekatkan wajahnya pada nabila sampai hanya ada beberapa cm saja jarak yang ada di antara mereka
__ADS_1
Ya ampun ngapain lagi nih si om om rese?aaaaa mana deket banget lagi!?
Nabila sudah berkeringat dingin karena ulah dirga dan karena dirga semakin memajukan wajahnya maka serentak nabila menutup matanya
"Apa kau berharap aku mencium mu?"ucap dirga dan kembali ke posisi semula senyumnya mulai mengembang
"Tii tidak!siapa juga yang berharap kau cium!!"ucap nabila dan dia memilih membuang muka karena malu
"Lalu mengapa kau menutup mata mu?"tanya dirga yang kembali mendekatkan wajahnya pada nabila
"Ka..karena wajah paman terlalu dekat dengan wajah ku"ucap nabila gugup karena dirga lagi lagi mendekatkan wajahnya
Dirga yang melihat tingkah nabila tertawa terbahak bahak karena menurut dia nabila sangat imut jika dia sedang malu.
Nabila dan pak supir di depan hanya keheranan melihat tingkah dirga
Ini om om rese kenapa lagi dah?dasar aneh
"Apakah kau mengumpatiku?"tanya dirga pada nabila karena dari bibirnya tidak berhenti bergumam namun tak kedengaran
"Tiii tidak paman!aa aku tidak mengumpatimu"ucap nabila gugup
"Apa kau bilang?aku kan sudah bilang jangan memanggil ku paman!!"ucap dirga yang agak kesal karena magis di sampingnya itu selalu memanggilnya dengan sebutan paman
"Itu sama saja!panggil nama ku saja"ucap dirga yang emosinya mulai memuncak
"I...iya Kk"ucap nabila yang masih gugup
"Haisss terserah kau saja mau panggil aku apa asal jangan panggil paman"ucap dirga dan kembali ke posisi semula.
Sesampainya di rumah nabila langsung naik ke kamarnya dan membawa semua barang yang dia beli tadi tanpa menghiraukan dirga.
Namun entah mengapa hati dirga selalu ingin melihat gadis itu dia saja heran dengan sikapnya.
Alhamdulillah akhirnya bisa jauh jauh dari om om rese itu,dan sekarang merapikan peralatan sekolah ku.
"Kau sedang apa?"tanya dirga yang tiba tiba muncul yang entah datang dari mana mengagetkan nabila
"Pa ehh kk datang dari mana?mengapa kau masuk tidak bersuara"ucap nabila yang kebingungan
"Aku masuk lewat pintu kamar mu kau saja yang tuli tak mendengar ku"jawab dirga santai dan duduk di kasur nabila
__ADS_1
"Apa?aku yang tuli?bukankah kau yang masuk tak bersuara?"ucap nabila yang emosi dan berdiri di depan dirga
"Kau sudah mulai berani sekarang ya?"ucap dirga mengejek nabila dan menaikan alisnya 1
"Aaa ituuu anu,pa...eh kk aku ingin mandi kau keluar dulu aku sangat capek"ucap nabila yang mengusir dirga dari kamarnya
"Ohh jadi kau mengusir ku?"tanya dirga yang agak memajukan wajahnya pada nabila
"Bukan begitu kk tapi itu..."belum selesai nabila mengucapkan semua kalimatnya dirga langsung memotongnya
"Jadi aku bisa tinggal?ya sudah kau mandi saja aku tetap di sini atauuu?"ucap dirga yang menggoda nabila
"Tidak tidak tidak"ucap nabila menolak seakan tau apa yang di pikirkan dirga
Ya allah ini om om rese,udah rese mesum pula
"Tidak apa?aku bilang atau aku keluar dari kamar mu tapi karena kau bilang tidak ya aku tidak keberatan tinggal"kata dirga menahan tawanya
Astaga!!!dia mengerjai ku aaaa ibu bagaimana ini?
"Kk aku mohon kau keluar aku ingin mandi dan istirahat"kata nabila sedikit memelas
Namun dirga tak gentar,bahkan ide gila mulai muncul di otaknya
"Aku akan pergi asal kau mencium ku"kata dirga menunjuk nunjuk bibirnya
"Apa?!ti tidak mungkin aku tidak mau,kalau kau tidak mau keluar ya sudah aku saja yang pergi"kata nabila kesal dan beranjak keluar dari kamarnya namun saat dia berjalan keluar dirga dengan cepat memegang tangan nabila mencegah gadis itu keluar nabila terkejut karena posisi mereka yang sekarang
"Paman lepaskan aku"ucap nabila berontak namun hasilnya nihil karena kekuatan dirga jauh lebih besar darinya
Dirga sangat kesal mendengar kata paman dari mulut nabila dan langsung mencium paksa nabila namun nabila berusaha menolak dan berontak,tapi dirga memperkuat pelukannya dan menggigit bibir nabila dan mengabsen satu persatu gigi gadis yang ada di pelukannya itu.
Mungkin 5 menit dirga mencium paksa nabila karena nafas nya sudah mulai ngosngosan dirga melepaskan ciumannya.
"Jangan pernah memanggil ku paman lagi"ucap dirga menatap lekat wajah nabila yang sedang menahan malu
Nabila tak menjawab dan dia hanya memalingkan wajahnya karena sangat malu
Apa apaan dia?!hanya karena aku memanggilnya paman tapi dia mencuri ciuman pertama ku
"Apakah kau masih mau mengulanginya?"ucap dirga dan terkekeh
__ADS_1
"Ti..tidak mau,pa..kk lepaskan aku"ucap nabila sedikit memelas dan dirga hanya tersenyum seraya mengecup dahi nabila dan melepaskan pelukannya dengan cepat nabila lari ke kamar mandi
"Jangan berlarian nanti kau terjatuh!!"ucap dirga sedikit berteriak