GADIS KESAYANGAN CEO

GADIS KESAYANGAN CEO
MENCARI KIA


__ADS_3

Galuh dan Ila tiba di kediaman Yurika sekitar sore hari. Mereka langsung bergegas masuk dan mengambil sisa kamera yang Ila sembunyikan di kamar Kia sebelum kamar itu menjadi kamar Ila.


Ila mengambil sebuah boneka beruang yang menjadi tempat kamera tersebut.


"Baterainya habis!" Kata Ila mengambil kamera itu.


"Charg dulu!" Kata Galuh memberikan charger untuk mengisi daya kamera itu.


Galuh dan Ila berbaring di ranjang karena kelelahan karena mereka bolak-balik dari villa ke kediaman Yurika. Galuh berbaring menghadap ke Ila yang sedang telentang menatap langit-langit kamar.


"Apa menurutmu Kia terlibat?" Tanya Galuh pada Ila.


"Entahlah! Kalaupun Kia terlibat itu bukan sepenuhnya kesalahan dia." Sahut Ila.


"Maksudmu?" Tanya Galuh.


"Aku tumbuh bersama dengan Kia di rumah ini. Aku tau seperti apa sifat Kia sebenarnya. Kia itu memang memiliki sikap yang kasar kepada semua orang yang ia rasa menghalangi apa yang ia inginkan dan Kia itu sangat mudah terpengaruh dengan orang-orang yang tidak baik ataupun orang yang memiliki niat jahat. Kia juga mudah di manfaatkan oleh orang-orang yang di dekatnya." Kata Ila menjelaskan sifat Kia sebenarnya.


"Bodoh sekali dia jika dia begitu mudahnya di manfaatkan orang lain!" Kata Galuh.


"Kia membiarkan orang-orang memanfaatkan dirinya, karena dia membutuhkan teman. Kia itu kesepian! Dia tak memiliki teman yang benar-benar tulus padanya.". Sahut Ila.


"Aku ingat sebelum kami bersekolah, aku dan Kia sering main bersama di rumah ini. Kami sempat dekat. Namun setelah kami mulai bersekolah, sikap Kia berubah padaku. Dia menjadi sombong dan tak mau lagi bermain denganku. Aku rasa dia menjadi seperti itu karena terpengaruh dengan teman-teman yang ada di sekolahnya." Kata Ila lagi mengingat masa lalunya bersama Kia.


"Apa kau menyayangi Kia?" Tanya Galuh pada Ila.


"Tentu saja! Hingga sekarang aku menyayangi Kia." Sahut Ila.


"Apalagi setelah aku tau kalau orang tua Kia sudah meninggal sejak Kia kecil, aku sangat kasihan padanya. Hanya aku dan mama yang ia miliki sekarang." Sambung Ila lagi.


"Kau tidak cemburu harus berbagi mama padanya?" Tanya Galuh.


"Tidak! Aku malah senang jika aku dan Kia mendapatkan kasih sayang yang sama dari mama." Jawab Ila.


Galuh mendekap Ila penuh kasih sayang. Ia sangat senang karena memiliki istri yang begitu baik dan mempunyai hati yang begitu tulus.


"Kau begitu baik, sayang! Aku mencintaimu." Ucap Galuh.


"Aku juga mencintaimu." Sahut Ila.


"Selagi menunggu daya baterai kamera itu penuh, bagaimana kalau kita mainkan permainan di villa yang tertunda tadi satu ronde?" Tanya Galuh menatap Ila mesum.


Ila mengangguk sambil tersenyum.


Akhirnya apa yang sempat tertunda di villa tadi, terjadi juga di ruang kamar itu.


Selesai mandi, Ila mengambil kamera yang daya baterainya sudah terisi penuh. Ila menyalakan kamera itu dan ingin melihat apa yang sudah terekam di kamera tersebut. Galuh yang juga penasaran berdiri di belakang Ila untuk melihat isi rekaman itu.


"Kenapa tidak melihatnya di laptop saja?" Kata Galuh memberikan ide.


"Oh, iya! Kalau di lihat dari laptop kan layarnya sedikit lebih lebar." Sahut Ila.


"Bagaimana caranya? Apa menggunakan kabel data?" Tanya Ila bingung.


"Keluarkan kartu memorinya, lalu kita masukkan ke slot memori di laptop." Jawab Galuh.


Ila berpikir keras sejenak.


"Kenapa tidak sedari tadi sih? Kalau tadi kita melihatnya dengan cara seperti ini kita kan tidak perlu repot-repot menunggu lama saat mengisi daya baterainya!" Teriak Ila kesal.


"Hahaha, aku sengaja melakukannya, agar kita bisa memainkan satu ronde! Kalau kata pepatah, sambil menyelam minum air." Sahut Galuh terkekeh jahat.

__ADS_1


"Hah, aku selalu saja dibodohi olehnya!" Gumam Ila menatap Galuh yang masih terkekeh.


Galuh pun meletakkan kartu memori itu ke slot memori yang ada di laptop. Ia membuka hasil rekaman kamera itu di sana.  Galuh dan Ila melihat semua kejadian yang sebenarnya, dimana Sari sedang menghasut Kia untuk berbuat jahat kepada Ila hanya untuk mengambil keuntungan dari Kia.


Galuh sangat kesal karena dugaannya selama ini benar mengenai Ia yang juga terlibat dalam insiden jatuhnya Ila dari tangga hingga Ila mengalami amnesia.


"Aku akan pergi ke kantor polisi untuk melaporkan perbuatan Kia!" Kata Galuh hendak pergi.


"Kak! Aku mohon jangan, kak." Kata Ila menahan Galuh.


"Kenapa Ila? Kia itu sudah melakukan kejahatan." Kata Galuh dengan wajah yang kesal.


"Kak, Kia tidak memiliki niat jahat itu kalau Sari tidak menghasutnya." Sahut Ila.


"Kak, aku mohon jangan laporkan Kia pada polisi." Pinta Ila memohon pada Galuh.


Rengekan Ila membuat Galuh mengurungkan niatnya itu. Dengan mengambil nafas dengan berat, Galuh pun memeluk Ila yang terlihat sedih saat itu.


"Aku yakin Kia pasti bisa merubah sikapnya itu! Aku akan meminta mama untuk menasehati Kia nanti." Kata Ila.


"Ya sudahlah!" Sahut Galuh mengalah demi Ila.


Galuh dan Ila menemui Yurika yang sedang duduk menikmati secangkir teh di ruang tengah. Mereka memperlihatkan video rekaman itu kepada Yurika. Yurika sangat terkejut melihat perbuatan Kia yang menginginkan Ila celaka.


"Ini tidak bisa dibiarkan! Kia harus di hukum untuk apa yang telah ia perbuat." Kata Yurika marah.


"Ma, jangan begitu pada Kia!" Kata Ila.


"Ila, bagaimana bisa kau tidak kesal setelah kau mengetahui perbuatan Kia padamu?" Tanya Yurika.


"Ma, Kia tidak memiliki niat yang jahat padaku! Kia hanya termakan hasutan Sari." Sahut Ila.


"Ma, aku mohon maafkan Kia ya ma! Aku yakin Kia pasti akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik." Kata Ila lagi.


"Baiklah! Semoga Kia benar-benar bisa berubah menjadi pribadi yang baik." Kata Yurika.


Yurika dan Ila menunggu kepulangan Kia dirumah. Mereka menunggu di teras depan dengan rasa penuh khawatir karena hingga malam hari Kian belum juga kembali ke rumah. Galuh menghampiri Yurika dan Ila di teras depan.


"Apa Kia belum juga kembali?" Tanya Galuh pada mereka berdua


"Belum!" Sahut Ila.


"Kia belum pernah seperti ini. Jika dia pulang terlambat dia pasti bilang padaku." Kata Yurika cemas.


"Ma, apa dia pergi bersama Sandi?" Tanya Ila.


"Entahlah! Sandi juga sudah tidak pernah datang kesini lagi." Sahut Yurika.


"Coba saja hubungi Sandi itu! Mungkin dia tau keberadaan Kia." Kata Galuh.


Yurika pun menghubungi Sandi untuk menanyakan keberadaan Kia yang hingga malam hari belum juga kembali ke rumah. Betapa kagetnya Yurika saat tau kalau tadi siang Sandi sempat melihat Kia pergi ke aktor polisi. Setelah menutup sambungan teleponnya, Yurika menatap Galuh dengan air mata yang berlinang.


"Ada apa, ma?" Tanya Galuh.


"Kia pergi ke kantor polisi tadi siang!" Jawab Yurika.


"Untuk apa dia kesana?" Tanya Galuh lagi.


"Entahlah!" Sahut Yurika dengan kondisi terduduk lemas.


"Ila, jaga mama disini! Aku akan pergi ke kantor polisi." Kata Galuh bergegas pergi.

__ADS_1


Ila membawa Yurika yang hampir pingsan ke kamarnya. Yurika membaringkan Yurika di atas ranjang agar Yurika bisa beristirahat sejenak. Ila berkali-kali mencoba untuk membuat Yurika tenang.


*****


Di kantor polisi, Galuh menemui Kia yang yang sudah menyerahkan diri karena merasa bersalah atas perbuatannya kepada Ila. Kia tertunduk malu di hadapan Galuh. Galuh menyuruh Kia untuk duduk di dekatnya.


"Kami semua sudah tau bahwa kau terlibat atas apa yang terjadi pada Ila." Kata Galuh.


"Maafkan aku kak! Aku pasti akan bertanggung jawab atas segala yang kuperbuat pada Ila." Sahut Kia menangis.


"Kalian pasti membenciku!" Sambung Kia lagi.


"Kia, bersyukurlah karena kau memiliki keluarga yang sangat baik padamu! Mereka tidak membencimu saat sekali. Bahkan Ila memohon padaku agar tidak menjebloskanmu ke penjara." Kata Galuh membuat Kia terkejut.


Kia semakin merasa bersalah karena Ila terlalu baik padanya walaupun ia sering berbuat jahat pada Ila. Galuh menjadi kasihan pada Kia yang menangis karena rasa penyesalannya itu.


"Aku sudah menjaminmu agar keluar dari sel tahanan! Bersiaplah, ikut aku kembali kerumah." Kata Galuh pada Kia.


"Aku tidak mau, kak! Biarkan aku menjalani hukumanku disini." Kata Kia.


"Kia, dengarkan aku baik-baik! Kami percaya kau akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik, jadi kami harap kau bisa melakukannya. Pikirkan mama Yurika! Dia menyayangimu dan dia begitu sedih ketika dia tau kau berada disini." Kata Galuh mencoba untuk membuat Kia mengerti.


"Selama ini mama Yurika memberikanmu kasih sayang dan segala keperluan yang kau butuhkan! Apa kau tidak mau membalas kebaikannya itu?" Tanya Galuh pada Kia.


Kia mengangguk sambil terisak-isak menangis.


"Kalau begitu ayo kembali ke rumah dan perbaiki semua kesalahanmu itu." Kata Galuh lagi.


"Kak Galuh tidak membenciku?" Tanya Kia.


"Hah, aku ingin sekali mencekikmu sampai mati! Namun jika itu terjadi apa bedanya aku denganmu?" Sahut Galuh membuat Kia ketakutan.


"Sudahlah! Aku hanya bercanda. Ayo kita segera pulang. Mama Yurika dan Ila sedang menunggu dengan khawatir." Sambung Galuh lagi.


Akhirnya Kia pun mau ikut kembali pulang bersama Galuh. Setibanya dirumah Ila dan Yurika menyambut kedatangannya rasa penuh syukur. Mereka begitu khawatir pada Kia yang menyerahkan dirinya sendiri ke kantor polisi.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Ila pada Kia.


Kia menggelengkan kepalanya.


"Maafkan aku Ila!" Ucap Kia menangis.


"Sudahlah, aku tau kau tidak jahat padaku! Kau hanya termakan hasutan orang-orang yang memiliki niat yang tidak baik." Kata Ila dengan tulus.


"Kenapa kau tidak membenciku, Ila?" Tanya Kia.


"Kita ini bersaudara!" Sahut Ila dengan senyuman tulusnya.


Lalu Kia menatap Yurika yang berada di hadapannya.


"Mama, maaf!" Ucap Kia.


"Sudahlah, sekarang pergilah istirahat! Semuanya sudah berlalu." Sahut Yurika berbesar hati untuk memaafkan Kia.


Semuanya ketegangan dirumah itu sudah berakhir karena Ila mau memaafkan Kia yang berusaha untuk mencelakainya. Kia kembali menjadi pribadi yang baik setelah ia menyadari semua kesalahannya. Semua pelayan juga ikut bahagia karena ketentraman dirumah itu tanpa ada lagi orang yang berniat jahat disana.


Galuh dan Ila sedang beristirahat di dalam kamar. Setelah semuanya berlalu Ila berniat untuk mengajak Galuh untuk kembali tinggal di apartemen seperti dulu.


"Kak, ayo kita kembali ke apartemen! Aku ingin tinggal berdua saja denganmu." Ajak Ila pada Galuh.


"Baiklah, kalau begitu! Besok kita akan kembali ke apartemen, dimana hanya ada aku dan kau saja." Sahut Galuh senang.

__ADS_1


Malam itu sebelum mereka tidur, Ila dan Galuh membereskan pakaian mereka untuk segera kembali ke apartemen besok pagi. Mereka hanya ingin tinggal bersama seperti dulu, hanya ada mereka berdua saja disana. Mereka ingin menikmati kehidupan rumah tangganya.


__ADS_2