Geng Pelangi

Geng Pelangi
Happy Ending


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan segera Othor tamatkan. Doakan ya semoga othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–πŸ“–πŸ“–


...*****...


4 Tahun berlalu....


Hari ini hari yang bahagia untuk Sissy sekaligus Geng Pelangi. Akhirnya personil terakhir mereka akan melepas masa lajangnya di usia yang tak lagi muda.


"Akhirnya hari ini datang juga ya Si." kata Amira yang menemani Sissy di ruang tunggu KUA. Sissy dan Rio, calon suaminya, memang memilih melaksanakan ijab kabul di kantor KUA.


"Udah gak usah tegang gitu. Banyak istigfar dan sholawatan aja." Kata Amira yang sudah duduk disamping Sissy.


"Wajar lah dia tegang, namanya mau kawin." celetuk Yoan.


"Nikah Yo bukan kawin." ralat Zizi.


"Sama ajalah." kata Yoan sambil cengengesan.


Rombongan pengantin pria disambut oleh Mama dan Papa juga Pakde Yudi dan istrinya.


Mama menyambut Rio dengan mengalungkan kalung melati dan memberikan minum sebagai simbolis bahwa Rio sudah diterima di keluarganya sebagai menantu.


Rio yang didampingi oleh Pakde dan Bude Suroso memasuki ruangan akad dan segera menempati kursi di depan penghulu dan Papa Adhi sebagai wali nikah.


Akad nikah pun dilaksanakan tanpa calon pengantin wanita yang menunggu di ruangan lain.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak kandung saya dengan mas kawin perhiasan seberat 8 gram dibayar tunai." Papa mengucapkan ijab dengan suara tenang.


"Saya terima nikah dan kawinnya Rissya Kamalia binti Adhi Suryadi dengan mas kawin tersebut, Tunai!!" Jawab Rio dengan lantang dan tegas.


"Bagaimana Saksi.. Sah?" Tanya penghulu pada kedua saksi.


"Sah..." Seisi ruangan iku menjawab.


"Alhamdulilah. Barakallah." Semua yang hadir ikut lega dan mendoakan kedua mempelai.


Sissy yang berada di ruangan lain pun ikut lega mendengarnya dan tanpa disadari air matanya ikut menetes. Akhirnya dia sekarang menjadi seorang istri dari lelaki yang dicintainya.


Setelah itu, Sissy keluar didampingi oleh Teh Santi dan Teh Ochy dan menempati kursi disamping Rio. Sissy merasa gugup hingga tak berani untuk menatap Rio, yang sekarang sudah menjadi suaminya.


Penghulu pun memberi kotbah nikah dan menutupnya dengan doa.


"Assalamualaikum istriku." Bisik Rio yang membuat muka Sissy memerah.


"Waalaikumsalam." Jawab Sissy singkat.


"Selamat ya Anak-anakku. Kalian sudah jadi suami istri harus saling menyayangi." Kata Papa sambil memeluk keduanya bergantian.

__ADS_1


"Selamat ya. Mama titip Sissy sama kamu y Nak. Jangan kamu sakiti dia." Kata Mama sambil berbisik pada Rio.


"Insha Allah Ma." Rio menjawab sambil memeluk Mama.


"Selamat ya Dek, Yo. Semoga kalian langgeng selalu." Teh Ochy dan Teh Santi menyalami mereka.


"Makasih Teh." kata Rio mewakili Sissy.


"Selamat ya Ate, Om." Rara, Reva dan Icha menyalami dan mencium mereka.


"Maksih ya sayang-sayangku." Sissy menciumi satu persatu keponakannya.


"Selamat Sissy, Rio. Semoga SaMaWa ya." Yoan memberi selamat pada mereka.


"Cepetan kasih keponakan buat kita ya." Zizi ikut menimpali.


"Siap. Habis ini kita bikinin." Kata Rio yang langsung disikut oleh Sissy.


Mereka pun tertawa bahagia. Semua yang hadir ikut berbahagia bersama kedua pengantin itu.


Setelah itu mereka pun sungkem kepada orang tua Sissy dan juga Pakde, Bude Rio sebagai perwakilan Bunda yang tidak hadir.


Setelah itu mereka kembali ke rumah untuk beristirahat sejenak.


"Alhamdulilah Dek. Kita udah sah jadi suami istri." Rio memecahkan keheningan diantara mereka.


"Iya Mas. Aku bahagia." Jawab Sissy sambil memeluk lengan Rio dari samping.


Waktu berlalu begitu cepat. Rio dan Sissy sudah dikaruniai sepasang anak kembar yang saat ini berusia 3 tahun. Amira dan Alif hanya memiliki satu anak yaitu Hana yang berusia 11 tahun. Yoan dan Topan akhirnya dikaruniai anak perempuan yang kini berusia 2 tahun, yang menjadi kesayangan twinos yang sudah berusia 12 tahun. Sedangkan Zizi juga dikaruniai sepasang anak perempuan dan laki - laki, Kinan si sulung berusia 9 tahun dan si bungsu Kian yang berusia 4 tahun.


"Kepikiran gak kalo suami kita juga punya usaha bareng." tiba - tiba Zizi memberikan ide nya.


"Hhmm. Bisa apa gak ya? Ntar malah memaksakan diri lagi." komentar Amira ragu dengan ide Zizi.


"Kebetulan nih suami ku mau ambil alih usaha temannya. Tempat pencucian mobil gitu. Siapa tahu suami kalian ada yang mau gabung." kata Zizi.


"Boleh juga tuh Zi." Yoan nampak tertarik dengan ide Zizi.


"Ntar aku sampein ke suami aku deh." kata Sissy.


"Iya aku juga ntar ngomong sama Mas Alif." Amira ikut menambahkan.


"Si, Aca sama Ical gak disekolahin?" Zizi mengganti topik pembicaraan.


"Belum Zi. Sekalian masuk TK aja Zi." jawab Sissy.


"Iya sih. Emang bagusnya belajar sama ibunya aja." Amira ikut berkomentar.


"Tapi kalo ibunya kerja kan susah ngajarinnya juga." Zizi protes dengan pendapat Amira.


"Iya juga. Semua benar kok." ucap Sissy mencegah perdebatan lebih lanjut.

__ADS_1


"Si, Aca cantik banget loh. Kita besanan yuk." celetuk Yoan mengalihkan pembicaraan.


"Eh.. Sama Kian aja. Kan lebih muda tuh." Zizi gak mau kalah.


"Kembar sama kembar kan seru tuh Si." kata Yoan.


"Ya aku sih terserah anaknya aja. Kalo emang suka dengan slaah satu dari anak kalian ya gak papa." Sissy hanya tersenyum sambil memandang Aca yang sedang bermain bersama anak - anak lainnya.


"Siap lah. Kita lihat aja mereka nanti. Siapa tau malah anakku jodohnya sama anak Amira atau Zizi." Yoan tersenyum lebar.


"Seru juga kalo kita semua bisa besanan ya." mulai lagi muncul ide gila Zizi.


"Jangan maksain lah. Kalo emang jodoh ya Alhamdulilah. Kalo gak jodoh juga gak papa." Sissy tersenyum pada sahabatnya.


"Setuju." jawab Amira singkat.


"Kamu mah bisanya setuju aja." goda Yoan pada Amira.


"Sayang kita gak bisa besananya Ra?" kata Sissy merangkul Amira.


"Bisa aja. Kalo Hana suka ama berondong." Yoan tersenyum jahil.


"Ya kali. Bedanya 8 tahun kan? Jangan lah." ucap Amira.


"Jodoh gak ada yang tau Ra." celetuk Sissy.


"Semoga diantara anak - anak kita ada yang berjodoh ya." Kata Zizi yang langsung diaminkan oleh ketiga sahabatnya.


Dan akhirnya rencana mereka terwujud beberapa tahun kemudian. Para suami membuka usaha bersama yaitu bengkel dan tempat pencucian mobil dan motor.


Keempat sahabat pun tersenyum bahagia mengingat segala perjalanan kehidupan, asmara yang tak merubah persahabatan mereka. Justru malah membuat mereka semakin solid layaknya keluarga. Bahkan di kemudian hari impian mereka untuk berbesan pun terwujud. (cerita lengkap bisa baca di Kisah Cinta Sang Perawan Tua).


...***...


...T.A.M.A.T...


...***...


Terima kasih buat teman - teman yang udah setia membaca dan menunggu kelanjutan cerita ini. Akhirnya Othor berhasil menyelesaikan ceritanya. Maaf kalo ada kisah yang kurang berkenan. Love U all 😘


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2