Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Amira) Melahirkan


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan segera Othor tamatkan. Doakan ya semoga othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–πŸ“–πŸ“–


...***...


Usia kandungan Amira sudah 9 bulan lebih, tinggal menunggu harinya saja.


Amira juga mulai menginap di rumah Ibunya agar ada yang menemani setiap waktu.


"Ra, baju kamu udah siap semua kan ?" tanya Rahayu.


"Udah Bu. Udah aku siapin di tas. Bajuku dan baju bayi." jawab Amira.


"Syukurlah kalo begitu. Jadi sudah siap saat kamu akan melahirkan nanti." kata Rahayu.


"Iya Bu. Semoga aja pas ada Mas Alif." kata Amira.


"Iya. Ibu tinggal jahit dulu ya." kata Rahayu yang memang berprofesi sebagai penjahit.


"Iya Bu." kata Amira.


Amira memilih menghabiskan waktu sambil membaca novel. Hingga akhirnya dia tertidur di sofa ruang TV.


"Assalamualaikum." sebuah salam terdengar.


"Waalaikumsalam." jawab Rahayu.


"Tante.. Apa kabar ?" Sissy mencium tangan Ibu sahabatnya itu.


"Alhamdulilah baik Si. Baru datang dari Bali ?" tanya Rahayu.


"Iya Te. Kok tau ?" Sissy balik bertanya.


"Iya. Amira yang cerita kalo kamu sekarang kerja di Bali." jawab Rahayu yang mengajak Sissy masuk.


"Amira mana Te ?" tanya Sissy.


"Ada di dalam. Tadi lagi baca buku." jawab Rahayu.


Sissy mengikuti langkah Rahayu masuk ke ruang tengah.


"Ealah.. Anaknya tidur ternyata." kata Rahayu yang melihat Amira tertidur dengan buku yang masih terbuka.


"Biarin aja Tante. Biar Sissy tungguin disini sampai Amira bangun." kata Sissy.


"Oh gitu. Ya udah tante tinggal dulu ya." kata Rahayu.


"Tante, maaf. Ini ada oleh - oleh." Sissy memberikan sekanting oleh - oleh.


"Simpan aja di meja. Nanti kasihkan Amira dulu. Makasih ya." Rahayu menepuk bahu Sissy dan meninggalkannya.


Sissy duduk di kursi sebelah Amira dan memainkan ponselnya.


Setengah jam kemudian Amira mulai terbangun. Dia sempat terdiam karena melihat Sissy, sahabatnya disana.


Amira lalu memejamkan mata lagi. Menganggap semuanya hanya mimpi.


"Si.. Kamu beneran Sissy.." Amira memanggil sahabatnya ketika membuka kembali matanya dan melihat Sissy masih ada disana.


"Hai Ra. Asik bener tidurnya, sampe gak tega mau bangunin." kata Sissy sambil tersenyum.


"Kamu kapan datang Si ?" Amira bangun perlahan.


"Baru aja sampai tadi pagi. Langsung kesini deh. Kangen sama bumil." Sissy memeluk Amira.

__ADS_1


"Kirain aku lagi mimpi." Amira balas memeluk Sissy.


"Nih.. Aku bawain oleh - oleh buat kamu." kata Sissy.


"Bentar. Aku mau pipis dulu." Amira bangkit perlahan menuju kamar mandi.


"Aku antar." Sissy hendak bangkit.


"Gak usah. Deket kok. Tunggu ya." kata Amira.


Sissy menunggu Amira sambil membuka kembali ponselnya.


Amira kembali dengan membawa minuman teh kemasan dingin untuk Sissy.


"Nih.. Minum dulu Si." Amira menyimpan botol minuman di meja depan Sissy.


"Makasih bumil sayang." kata Sissy.


"Cerita dulu kamu kok bisa disini ?" tanya Amira.


"Aku ambil cuti say." jawab Sissy.


"Kok bisa ? Kan baru kerja beberapa bulan ?" tanya Amira lagi.


"Bisalah. Lagian cuma 3 hari disini." kata Sissy.


"Kamu lagi ada masalah ya ?" selidik Amira.


"Iih.. Say. Kamu kok bisa tau sih ?" kata Sissy sambil tertawa kecil.


"Tau lah. Ketebak kamu tuh. Kalo ada masalah pasti kabur." kata Amira.


"Iya juga ya. Kok aku gitu ya. Kayaknya lebih baik menghindar daripada semakin sakit." kata Sissy.


"Sabar Bu. Cowok emang suka gitu. Nyakitin. Tapi kita kan butuh cowok." Amira mengusap bahu Sissy lembut.


"Hussh.. Gak boleh ngomong gitu. Kita sebagai perempuan pasti butuh lelaki lah." Amira menyadarkan Sissy.


"Gak tau Ra. Aku lagi trauma sama cowok. Kenapa semuanya brengsek." gerutu Sissy.


"Kamu tenang ya. Kamu cuma lagi marah dan kecewa aja. Tapi gak boleh trauma." nasehat Amira.


Sissy hanya diam tak menanggapi lagi ucapan Amira.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan harinya, Amira merasakan kontraksi di perutnya.


"Bu... " teriak Amira smabil menahan sakit.


Saat itu hanya mereka berdua di rumah. Alif sedang bekerja, begitu juga Ayahnya.


"Kenapa kamu Kak ?" Rahayu berlari menghampiri anak sulungnya.


"Perutku sakit Bu." kata Amira.


"Udah berapa lama ?" tanya Rahayu.


"Udah beberapa kali. Sakit terus ilang. Gak lama sakit lagi." jawab Amira sambil menyeka keringatnya.


"Kita ke rumah sakit ya. Sepertinya kamu mau melahirkan." kata Rahayu.


"Telpon Mas Alif aja Bu. Biar dia yang jemput." kata Amira.


Rahayu mengangguk dan langsung menguubungi menantunya.


15 menit, Alif sudah sampai di rumah dan langsung menggendong Amira ke mobil.

__ADS_1


"Mas.. Sakit..." keluh Amira.


"Sabar ya Sayang. Kita ke rumah sakit." kata Alif dengan tenang.


Alif membawa Amira ke rumah bersalin tempat mereka kontrol selama ini. Untung saja jaraknya tak terlalu jauh dari rumah mereka.


Amira langsung dibawa dengan kursi roda menuju ruang bersalin.


"Sudah pembukaan 7 Bu. Untung segera dibawa kemari. Kita tunggu sampai pembukaan lengkap ya." kata bidan yang akan membantu persalinan.


Alif masih menemani Amira. Hingga pembukaan lengkap dan Amira siap melahirkan.


Alif mendampingi Amira melahirkan. Sedangkan Rahayu menunggu di luar bersama Sissy yang menyusul ke rumah bersalin.


"Tahan ya Bu. Jangan mengejan dulu. Tunggu aba - aba dari saya." kata Bidan.


"Mas, Sakit.." Amira mencengkeram lengan Alif dengan kuat.


"Iya Sayang. Aku ada disini dampingi kamu. Kamu pasti kuat." bisik Alif lalu mengecup kening Amira.


"Ayo Bu. Mulai mengejan ya." Bidan memberikan aba - aba.


Amura mulai mengejan. Tapi belum berhasil. Amira kembali mengejan lagi dan lagi. Hingga tenaganya hampir habis.


"Aku gak kuat Mas." kata Amira.


"Ayo sayang Kamu bisa." Alif memberikan semangat.


"Ayo Bu. Ini kepalanya sudah terlihat. Kita coba mengejan sekali lagi." kata Bidan.


"Aaggh..." Amira mengejan sekuat tenaga.


"Oek.. oek..." terdengar suara tangisan bayi.


"Alhamdulilah. Bayinya sudah lahir." kata Bidan.


"Kamu dengar sayang. Anak kita sudah lahir." Alif mencium kening Amira.


"Selamat ya Pak, Bu. Anaknya cantik dan sehat." kata Bidan sambil mendekatkan sang bayi pada mereka.


Amira tersenyum melihat bayi mungil mereka.


Bidan meletakkan bayi di dada Amira untuk memulai IMD.


"Mas.. Anak kita." kata Amira lirih. Tenaganya benar - benar habis. Alif memandangi sang bayi yang sedang belajar menyusu lalu mengadzaninya.


Lalu si bayi dibawa untuk dibersihkan dan diukur.


"Selamat ya Nak. Anak kamu cantik." Rahayu masuk ke ruangan.


"Selamat Ra. Alhamdulilah lancar. Bayinya juga cantik kayak Mamanya." kata Sissy. Amira hanya tersenyum pada Ibu dan sahabatnya. Amira terlihat kelelahan, kehabisan tenaga.


"Makasih ya Si udah datang temani Ibu." kata Alif.


"Sama - sama Mas. Kebetulan pas aku pulang juga." kata Sissy.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2