
Sissy sudah berada di Malang sejak beberapa hari yang lalu untuk menghadiri peenikahan Amira. Saat ini, Sissy memang sedang melanjutkan kuliahnya dan berhenti dari pekerjaannya. Kebetulan kuliah Sissy sedang libur.
Amira yang baru lulus beberapa bulan lalu, sudah bekerja di sebuah bank swasta.
Hari ini mereka janjian untuk nongkrong terakhir sebelum Amira melepas masa lajangnya.
"Si, udah lama nunggu ?" sapa Zizi dan Amira yang baru datang.
"Baru kok. Kalian cuma berdua ?" tanya Sissy.
"Iyalah. Yoan kan berangkat sendiri." jawab Amira.
"Wah.. Calon manten, bau kembang nih !" goda Sissy sambil memeluk sahabatnya itu.
"Bisa aja kamu." kata Amira malu - malu.
"Yoan kebiasaan deh. Selalu aja telat." gerutu Zizi.
"Kalo gak telat bukan Yoan namanya." kata Sissy sambil tertawa.
"Kita pesen dulu aja yuk." kata Amira pada kedua sahabatnya.
Mereka pun memesan minuman dan camilan sambil menunggu kedatangan Yoan.
"Gimana persiapan kamu Ra ? Udah rampung ?" tanya Sissy.
"Alhamdulilah Udah. Tinggal nunggu pelaksanaannya." jawab Amira.
"Kalian nantinya bakal tinggal dimana ?" tanya Zizi.
"Sementara sih di rumah Ibu. Tapi nanti bakal tinggal di rumah Kak Alif." jawab Amira.
"Di blok C ya ?" tanya Zizi lagi.
"Iya. Masih disini - sini juga." jawab Amira.
"Jodoh emang gak kemana ya ?" celetuk Sissy.
"Kan mereka emang udah naksir - naksiran dari jaman Remas (Remaja Masjid) dulu." sindir Zizi.
"Iya juga ya. Setelah 6 tahun akhirnya jadi juga." kata Sissy. Amira yang tengah jadi bahan obrolan pun hanya bisa tersenyum malu.
"Hai semuanya. Maafkan aku datangnya telat." kata Yoan sambil menciumi sahabatnya satu persatu.
"Udah biasa Yo." sindir Zizi.
"Aneh deh." celetuk Sissy.
"Aneh kenapa Si ?" tanya Amira bingung.
"Kita tuh tinggal satu komplek tapi susah banget ya mau ketemu." jawab Sissy.
"Bukan susah sih. Tapi emang pada sibuk masing - masing." kata Amira.
__ADS_1
"Terutama Ibu yang satu ini." Sindir Zizi.
"Pacar kamu gak diajak Zi ?" tanya Amira.
"Gaklah. Kan ini lagi ladies time." jawab Zizi.
"Yoan juga udah pacar loh. Tapi gak dikenalin ke kita." kata Zizi sambil melirik pada Yoan.
"Aku juga gak kenal sama pacar kamu Zi ?" Yoan gak mau kalah.
"Emang iya ? Amira udah kenal tuh." kata Zizi.
"Kalian ini. Ngomongin pacar di depan yang jomblo." gerutu Sissy.
"Eh.. Maaf. Kita lupa kalo kamu lagi jomblo. Hahaha." Yoan malah menertawakan Sissy.
Mereka pun melanjutkan obrolan yang semakin seru dan saling meledek satu sama lain.
"Ra, Aku datang pas akad ya." kata Sissy.
"Harus dong. Temenin aku biar gak nervous." kata Amira.
"Aku juga lah. Nanti aku usahain." kata Zizi dan Yoan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari ini hari pernikahan Amira dan Alif.
"Tenang ya Nak. Semuanya akan baik - baik aja." Ibu Rahayu menenangkan putrinya.
"Mungkin masih di jalan. Sebentar lagi juga datang." kata Rahayu.
"Assalamualaikum." Sissy memberi salam.
"Akhirnya kamu datang juga. Tuh udah ditungguin Amira." Rahayu menunjuk ke arah kamar.
"Aduh.. Pengantin kok tegang bener." kata Sissy sambil memasuki kamar Amira.
"Kok baru datang sih Si." keluh Amira.
"Ini baru jam setengah 6 Ra. Aku kan mandi dulu. Ini aja belum dandan. Aku numpang dandan disini ya." Sissy duduk dilantai dan mengeluarkan peralatan make up nya.
Satu jam kemudian, Amira sudah selesai dirias dan semuanya bersiap berangkat ke masjid untuk akad nikah.
Zizi dan Yoan yang sudah menunggu di pelataran masjid, langsung mengajak Amira ke bagian samping masjid. Mereka bertiga menemani Amira menunggu hingga ijab qabul selesai.
Tepat jam 8, Ijab qabul dilaksanakan.
Alif menggenggam erat tangan Bapak Sumantri sebagai wali nikah Amira.
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau, Ananda Alif Akbar bin Suroso dengan anak kandungku yang bernama Amira Kurniawati dengan mas kawinnya berupa seperangkat alat shalat dan emas seberat 15 gram, Tunai. " ucap Sumantri, Ayah Amira.
yang langsung dijawab oleh Alif...
__ADS_1
"Saya terima nikah dan kawinnya Amira Kurniawati binti Sumantri dengan mas kawin tersebut, Tunai." Alif mengucapkan qabul dengan lantang dan dalam satu tarikan nafas.
"Bagaimana saksi ?" tanya Penghulu.
"Sah.." jawab Saksi yang langsung diaminkan oelh semua orang yang hadir saat itu.
""Alhamdulilah. Baarakallahu likulii wahidimmingkumaa fii shaahibihi wa jama'a bainakumma fii khayrin" ucap penghulu.
(Artinya: mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan.)" Penghulu mendoakan kedua pengantin.
"Alhamdulilah." hanya itu kata yang terucap dalam hati Amira membuatnya bisa bernafas lega.
"Selamat ya Say. Kamu sekarang sudah sah menjadi istri Mas Alif." Sissy memeluk Amira erat.
"Makasih ya kalian udah nemenin aku." Amira memeluk sahabatnya satu persatu.
"Ayo kita keluar. Suami kamu udah nungguin tuh." Sissy menggandeng tangan Amira dan menuntunnya keluar.
Begitu keluar, Amira langsung diarahkan untuk duduk di sebelah Alif. Mereka menerima nasehat pernikahan dan menandatangi dokumen pernikahan. Setelah itu Alif memasang cincin dan memberikan mahar pada Amira.
(mahar pernikahan Amira & Alif ~ google)
Amira segera mencium tangan lelaki yang kini menjadi suaminya.
"Kamu cantik sekali sayang." bisik Alif saat mencium kening Amira yang sudah sah menjadi istrinya.
Amira hanya tersenyum sambil memandang lelaki yang dicintainya itu.
(Alif&Amira ~ google)
"Selamat ya Ra, Mas Alif." Sissy memeluk erat sahabatnya itu. Zizi dan Yoan pun melakukan hal yang sama.
"Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawardah warohmah." doa Zizi yang diaminkan lainnya.
Kemudian mereka foto bersama untuk mengabadikan peristiwa penting itu.
...***...
Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopi☕ 😁😁
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih 🙏🙏🙏