Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Yoan) Punya Pacar


__ADS_3

(sebelumnya diingatkan lagi ya kalo setting cerita ini di tahun 2000)


Yoan dan ketiga sahabatnya sedang mengikuti rapat panitia kelulusan kelas 3. Hanya sekitar 20 orang saja yang menjadi panitia. Siswa / siswi kelas 3 sudah selesai mengikuti EBTA & EBTANAS. Kini mereka tinggal menunggu hasilnya.


"Rek, aku punya kabar nih." kata Yoan sambil meletakkan minuman di depan mereka.


"Ada apa nih? kok mencurigakan sih?" Zizi berlagak menyelidiki.


"Biasa aja Cil. Kalian mau makan apa? Aku traktir." tanya Yoan.


"Bakso aja deh. Pake bihun." jawab Sissy.


"Aku mau batagor aja Yo." kata Amira.


"Aku bakso juga." kata Zizi.


Yoan pergi memesan bakso dan batagor.


"Ada apa ya? Tumben Yoan traktir kita." kata Zizi ketika Yoan sedang memesan makanan.


"Abis dapat rejeki kali dia." jawab Sissy asal.


"Atau mungkin dia baru jadian?" tebak Amira.


"Ntar kita tanya aja langsung ke orangnya." Sissy menyeruput es jeruknya.


"Tuh dia datang." Zizi menyikut lengan Amira.


"Hayo kalian ngomongin aku ya?" Yoan tersenyum jahil.


"Emang iya. Kita penasaran kok tumbe kamu nraktir gini." kata Amira jujur.


"Baru jadian ya?" tebak Zizi.


"Kok tahu sih? Emang aku baru jadian nih?" jawab Yoan masih tersenyum lebar.


"Sama siapa Yo?" Zizi mulai kepo.


"Adalah. Anak kuliahan." Yoan menjawab singkat.


"Kenalin lah sama kita." kata Zizi.


"Ya nantilah. Kapan - kapan aku kenalin." Yoan mengaduk bakso yang baru datang.


"Woke. Kita tunggu loh." Sissy pun menikmati baksonya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari ini adalah hari terakhir ujian akhir semester. Mereka keluar ruang ujian dengan muka lega. Entah apapun hasilnya yang penting ujian ini sudah berakhir.


"Fiuh.. akhirnya selesai juga." Yoan menjatuhkan tubuhnya di sebelah Zizi.


"Amira sama Sissy lama banget sih. Aku udah lapar." keluh Sissy.


"Kesambet apa kamu cil. Kok tumbenan lapar." Yoan heran dengan Zizi.


"Tadi pagi gak sempet sarapan Yo. Terlalu gugup buat ujian Kimia. Sibuk ngehapalin rumus." kata Zizi.


"Yaelah. Berarti kamu mau masuk IPS?" tanya Yoan.

__ADS_1


"Ya enggak. Aku tetep masuk IPA." jawab Zizi santai.


"Yuk, kita cabut." Sissy dan Amira sudah berdiri di samping mereka.


"Lama amat sih kalian?" protes Zizi.


"Iya Maaf. Tadi abis rapat kelas dulu." jawab Amira.


Mereka pun berangkat menuju warung pangsit favorit mereka.


"Kalian mau masuk jurusan apa?" tanya Sissy sambil menikmati mie pangsit mereka.


"Aku sih masuk IPA. Fix." Yoan pede dengan pilihannya.


"Aku juga mau masuk IPA tapi gak tau deh nilainya cukup atau gak." Zizi memegangi kepalanya yang pusinh akibat soal Kimia tadi.


"Kenapa gak yakin gitu sih?" tanya Amira.


"Tadi soal Kimia nya susaah banget." Kata Zizi.


"Sama dong. Aku juga gak bisa ngerjain Kimia tadi." Sissy berkata dengan santai.


"Kamu emang mau masuk jurusan apa Si?" tanya Zizi.


"Bahasa dong. Sepertinya gak bikin stres. Hehehe." Sissy terus menyuap makanannya.


"Kok gak milih IPS aja ?" tanya Yoan.


"Aku paling gak bisa hapalan. Kan IPS isinya hapalan semua. Bisa ****** aku." jawab Sissy.


"Kamu gimana Ra?" tanya Yoan pada Amira yang hanya terdiam dari tadi.


"Sepertinya aku masuk IPS aja deh." jawab Amira.


"Sahabat sampe tua." Yoan mengulurkan tangannya ke depan.


"Sampai beranak, bercucu." lanjut Zizi.


"Sahabat selamanya." Amira menambahkan.


"Sampai akhir hayat. Meski kita akanterpisah jauh nantinya." Sissy meletakkan tangannya diatas tangan sahabatnya itu. Mereka teryawa tanpa beban. Mereka baru sadar bahwa mereka sedang ada di warung pangsit mie ketika pengunjung lain melihat ke arah mereka.


"Sstt.. Jangan berisik. Hehehe." bisik Zizi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di SMA Pratama sedang diadakan ehnical meeting. Semua siswa sibuk mendukung teman sekelasnya yang bertanding basket hari ini. Amira dan ketiga sahabatnya sedang sibuk menjadi panitia Wisuda kelas 3. Amira dan Yoan bertugas dibagian penerima tamu. Sedangkan Sissy dan Zizi di dalam membantu membawakan baki berisi medali. Wisuda kelulusan itu berlangsung sederhana tapi meriah. Acara dilangsungkan di gedung serba guna di belakang sekolah. Sissy tampak menyikut Zizi yang berdiri di sebelahnya ketika tiba giliran kelas Kak Ferry.


"Apa Si? Diam aja sih!" Zizi berbisik pada Sissy.


"Tuh mantan kamu." Sissy menggoda Zizi yang terlihat memerah mukanya.


"Sstt.. Ntar ada yang denger." bisik Zizi lagi.


"Tuh orangnya di depan kamu." bizik Sissy lagi. Zizi reflek sembunyi di belakang Sissy.


Dia malas harus bertemu dengan lelaki playboy itu.


"Jangan gitu dong Si. Aku kan malu." kata Zizi.

__ADS_1


"Ya nyantai aja Zi. Kan kalian udah gak ada hubungan." Sissy memeluk Zizi.


Acara pembagian medali dan piagam tanda kelulusan pun sudah selesai. apara wisudawan dan orangtuanya mulai bubar meninggalkan gedung itu.


"Hai Zi." tegur seseorang ketika Zizi sedamg asik mengobrol dengan sabahatnya.


"Kak Ferry.." Zizi kaget melihat sosok yang oaling tak ingin ditemuinya itu berdiri di hadapannya.


"Maafin aku ya Zi. Udah mempermainkan kamu selama ini. Maafin aku Zi." Kata Ferry berusaha memegang tangan Zizi.


"Iya Kak. Gak usah diingat lagi. Saya sudah lupain semuanya." jawab Zizi datar sambil menyembunyikan kedua tangannya.


"Iya Zi. Makasih ya. Aku pamit." Ferry pergi dari hadapan mereka.


"Plis. Gak usah bahas soal tadi ya." baru aja Yoan mau bertanya tapi Zizi sudah berkata seperti itu.


"Enggak. Udah kita makan dulu aja." Yoan membagikan nasi kotak pada mereka.


Selesai makan, Yoan pun bercerita.


"Abis ini Theo mau jemput aku." kata Yoan.


"Yang bener? Kenalin ke kita ya?" Amira terlihat antusias.


"Pasti dong. Kalian tunggu aja." Yoan mengeluarkan pager dari tasnya.


(pager adalah salah satu alat komunikasi untuk berkirim pesan yang populer di tahun 90an, sebelum hp mulai banyak digunakan)


"Pager siapa tuh? gaya bener?" tanya Zizi.


"Punya Mama. Aku pinjam buat komunikasi sama Theo." Yoan memamerkan pagernya pada sahabatnya.


*Bip bip* Pager Yoan bunyi.


"Theo udah di depan nih. Yuk kita keluar." Yoan mengambil tasnya dan berjalan keluar gedung yang mulai kosong.


Sissy, Amira dan Zizi mengikuti Yoan menuju parkiran gedung. Yoan menghampiri mobil Daihatsu Espass warna hitam.


"Hai Theo. Kenalin ini sahabat aku." Yoan menyapa salah satu cowok di mobil tersebut.


"Halo. Kenalin aku Theo, pacarnya Yoan." Theo mendadahi mereka.


"Oh iya. Itu ada Riki dan Alex, temen aku." Theo menunjuk ke arah cowok yang lainnya.


"Kalian ikut kami ke Batu ya?" ajak Theo pada Yoan.


"Kenapa pacar Yoan kayak anak punk gini?" Batin Sissy. Sissy memandang Amira yang terlihat shock juga dengan penampilan pacar Yoan. Hanya Zizi yang terlihat antusias diajak jalan - jalan.


"Boleh. Tapi jangan lama - lama ya." kata Yoan sambil membuka pintu depan mobil. Alex dan Riki duduk di kursi paling belakang sedangkan Sissy, Amira dan Zizi duduk di bangku tengah.


Sissy hanya bertukar pandangan dengan Amira seakan mereka sedang berbicara dengan menggunakan telepati.


"Kenal dimana Yoan dengan cowok itu. Kok bisa pacaran sama anak punk sih?" gerutu Sissy dalam hati.


"Hei, kenapa kamu ngelamun aja dari tadi." lamunan Sissy buyar ketika bahunya docolek oleh salah satu cowok di belakangnya.


"Eh iya. Maaf." Sissy hanya menoleh sekilas pada Alex yang mencoleknya tadi.


"Santai aja. Kita gak gigit kok" Alex seperti tau isi pikiran Sissy dan Amira.

__ADS_1


Jangan lupa Like 👍, Komen dan Vote.


Makasih 🙏🙏🙏


__ADS_2