Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Yoan) Karena sering bertemu


__ADS_3

Selama Liburan di Malang, hampir setiap hari Sissy menghabiskan waktunya jalan - jalan bersama sahabatnya. Seperti Pagi ini mereka mau jalan - jalan ke sebuah Mall yang baru buka di Malang.


"Kayaknya udah oke nih tampilanku." Sissy sedang mematut dirinya di depan cermin.


Dia pun keluar dari kamarnya dan menemui Mamanya.


Liburan kali ini sedikit berbeda seperti sebelumnya. Ochy tidak pulang karena sudah mulai magang dan bersiap untuk wisuda. Sedangkan Arya sudah mulai bekerja di Surabaya. Papa Adhi juga hanya pulang di akhir pekan karena memang bekerja di Surabaya.


"De, kamu mau pergi lagi ?" tanya Yani saat melihat pagi ini Sissy udah rapi.


"Iya Ma. Di rumah bosen. Cuma berdua sama Mama." kata Sissy.


"Gitu Mama nya ditinggal sendirian." Yani sedikit merajuk pada anak bungsunya itu.


"Kan Mama juga kerja. Lagian aku sore udah di rumah kok." Sissy mencium lembut pipi Yani.


"Iya deh. Tapi besok kamu gak boleh keluar. Temenin Mama belanja bulanan ya." kata Yani.


"Siap Mama ku sayang." Sissy meletakkan tangannya di kening seperti sedang hormat pada bendera.


*Tin.. tin.. * terdengar suara klakson mobil.


"Ma, anak - anak sudah datang. Aku pergi dulu ya. Assalamualaikum." Sissy pamit dan mencium takzim tangan mamanya.


"Waalaikumsalam. Hati - hati ya De." Yani ikut mengantar Sissy sampai di depan pagar.


"Tante, kami pamit pergi dulu ya. Assalamualaikum." Zizi dan Amira turun dari mobil dan mencium tangan Yani.


"Waalaikumsalam." jawab Yani.


"Loh.. Yoan belum dijemput ?" tanya Sissy saat sudah duduk di kursi belakang mobil.


"Dia mah terakhir aja dijemputnya. Daripada kita yang nungguin." kata Zizi.


"Iya juga ya. Suka lama." Sissy menimpali.


Tak lama mereka sampai di rumah Yoan. Yoan dan Mamanya langsung keluar. Mereka bertiga pun pamit pada Mama Sundari.


"Pantesan aku nungguin kok lama. Ternyata aku dijemput terakhir." protes Yoan.


"Soalnya kalo dijemput pertama malahan lama. Mending kamu yang nungguin kan ya." kata Ziziz sambil melirik Yoan dari spion tengah.


"Iya deh iya Bu Bos." Yoan malas mendebat sahabatnya itu. Karena emang ucapan Zizi benar. Dia selalu paling telat datang atau lama bersiap - siap.


Samapi di Mall, mereka langsung menuju ke salah satu toko baju Ma****ri yang berada di lantai dasar Mall tersebut.

__ADS_1


"Kamu cari sepatu kayak gimana Zi ?" tanya Yoan.


"Kayaknya high heels deh. Mau aku pake ke nikahan sepupu aku." jawab Zizi yang sedang melihat - lihat sepatu.


"Perasaan sepatu atau sandal kamu tinggi semua. Gak pegel apa ?" tanya Sissy.


"Pegel sih. Tapikan demi penampilan. Biar agak tinggian gitu." kata Zizi sambil tertawa.


"Iya juga sih. Kamu emang paling mungil diantara kita." kata Amira sambil memeluk sahabatnya itu.


Selesai memilih sepatu untuk Zizi, mereka menuju ke lantai atas untuk nonton di bioskop.


"Kita nonton film apa nih ?" tanya Yoan begitu masuk ke lobby bioskop.


"Ini aja nih film yang lagi hits." Sissy menunjuk poster sebuah film horor yang sedang diminati saat itu.


"Gak mau horor ah. Ntar aku gak bisa tidur." protes Amira.


"Hhmm.. Kita nintin film ini aja yang romantis. Lagi rame juga kok." Zizi memberi saran.


"Boleh deh. Siapa yang mau antri tiket ?" tanay Yoan.


"Aku sama Amira antri tiket deh. Kalian beli popcorn sama minuman ya ?" kata Sissy.


"Boleh. Popcorn nya sharing aja ya." kata Zizi.


"Semoga masih dapat tiketnya." kata Amira.


"Kayaknya banyak yang mau nontin film horor itu deh." bisik Sissy pada Amira sambil menunjuk ke sepasang kekasih yang baru keluar dari barisan.


"Iya juga ya. Kayaknya rame deh filmnya. Tapi aku takut." kata Amira.


"Ya nanti kamu nontonnya sama Kak Alif aja." goda Sissy.


"Kenapa gitu ?" Amira gak paham maksud Sissy.


"Ya biar kalo ketakutan bisa peluk Kak Alif." Sissy terus menggoda si gadis polos itu.


"Iih.. Kamu. Kirain apaan. Malu lah." Amira tersipu malu.


Akhirnya tiba giliran mereka, Sissy langsung memesan 4 tiket di kursi tengah. 2 jam lebih film diputar dan mereka pun sangat menikmatinya. Keluar dari ruang bioskop, mereka langsung menuju restoran cepat saji karena sudah kelaparan.


"Yo, pacar kamu siapa sih ?" tanya Sissy.


"Masa kamu gak tau Si ? Pacar Yoan kan Si drummer di Band nya." Amira menjawab mewakili sahabatnya.

__ADS_1


"Ryan ?" tanya Sissy tak percaya.


"Iya Ryan sang drummer ganteng." jawab Yoan santai.


"Kok bisa sih Yo ?" tanya Sissy.


"Ya bisalah. Kan kita berbeda jenis. Sah - sah aja jatuh cinta." kata Yoan.


"Gak gitu. Aku gak habis pikir kok bisa kamu pacaran sama dia. Katanya dia playboy." Sissy mengungkapkan keheranannya.


"Mungkin karena sering bertemu akhirnya tumbuhlah benih - benih cinta." Yoan sok berfilosofi.


"Witing trisno jalaran soko kulino." Amira ikut menambahkan.


"Kamu gak takut pacaran sama dia ?" tanya Sissy lagi.


"Biar ajalah. Lagian kan kita cuma pacaran, dinikmati aja." Yoan menjawab dengan santai.


"Kalo dia kambuh gimana ?" kali ini Zizi yang bertanya.


"Ya aku putusin lah. Pacaran itu buat happy, gak usah mikir terlalu jauh say." Yoan tertawa lepas.


"Iya juga ya. Kita kan masih muda. Jalan masih panjang." Sahut Zizi.


"Betul. Masa muda harus dinikmati. Kalo jodoh gak akan kemana kok." kata Yoan sekali lagi.


"Keren. Gue suka gaya loe." Sissy menirukan jargon yang sedang hits saat itu.


"Makanya kalian berdua buruan cari pacar biar kita sama - sama menikmati indahnya pacaran." kata Yoan.


"Harus diagendakan itu." Zizi bergaya seolah sedang berpikir.


"Kamu juga Si. Cepetan cari pacar, masa udah setahun belum move on juga." ledek Yoan.


"Siaplah." kata Sissy.


"Kalo udah dapat pacar, ajak kesini biar bisa ngedate bareng." kata Amira.


"Gampang. Bisa diatur." Sissy tersenyum pada sahabatnya.


...***...


Jangan lupa Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih 🙏🙏🙏


__ADS_2