
Tak terasa sudah sebulan Sissy magang di hotel. Selama ini pekerjaannya di Banquet berjalan dengan baik. Bahkan Sissy mulai dekat dengan beberapa seniornya. Bekerja di hoyel mungkin terasa berat bagi perempuan. Karena mayoritas pekerja di hotel adalah laki - laki. Menghadapi berbagai macam karakter tamu, mulai dari yang ramah, baik, sampai dengan yang menyebalkan membuat kita mengalami stress.
Seperti pagi ini. Sissy harus bertugas di sebuah ruangan yang sedang digunakan meeting sembari menyediakan kopi, teh dan aneka kudapan, biasanya disebut Coffee break.
"Hai Neng." sapa salah satu peserta meeting.
"Iya Pak. Ada yang bisa dibantu." ucap Sissy ramah.
"Neng, jangan panggil Bapak. Panggil Mas aja." kata lelaki itu.
"Iya Mas." jawab Sissy kikuk.
"Tinggal di Bandung kan ?" tanya lelaki itu.
Sissy hanya mengangguk.
"Boleh dong nanti malam temanin saya jalan - jalan di Bandung." Lelaki itu mulai memegang lengan Sissy. Sissy sadar ternyata lelaki itu sedang menggodanya.
"Sialan. Kenapa harus ketemu orang kayak gini sih ?" gumam Sissy dalam hati.
"Maaf saya gak bisa Mas." Sissy menolak sehalus mungkin.
"Kenapa gak bisa. Saya gak tau nih tempat yang bagus di Bandung." lelaki itu masih berusaha merayunya agar ditemani.
"Saya masih ada pekerjaan yang lain." Sissy memberikan alasan.
"Kamu pulang jam berapa ? Saya tungguin deh." lelaki itu mengikuti Sissy yang sedang membereskan cangkir bekas kopi peserta yang lain.
"Maaf ya Mas. Saya gak bisa. Permisi." Sissy kangsung membawa cangkir kotor itu ke dalam Pantry.
"Kamu kenapa Si ?" tanya Pak Ujang, kepala Pantry.
"Biasa Pak. Ada tamu yang cunihin (genit ; bahasa sunda)." adu Sissy pada sosok Pak Ujang yang seperti Bapak bagi semua anak magang.
"Minta tolong atuh ke yang lain." kata Pak Ujang.
"Iya Pak. Sissy takut mau keluar lagi." kata Sissy.
"Gak usah keluar atuh. Biar sama yang lain aja." kata Pak Ujang.
"Tapi di depan gak ada siapa - siapa." akhirnya Sissy menguatkan diri untuk melanjutkan pekerjaannya.
Sissy melanjutkan pekerjaannya membereskan cangkir dan piring kecil yang kotor bekas para peserta meeting.
Lelaki yang tadi menggodanya terlihat hendak menghampirinya. Sissy berusaha untuk tak menghiraukannya dan menyibukkan diri dengan membersihkan area coffee break.
Beruntung Sissy memiliki senior yang baik dan mau membantunya selama magang ini.
"Si, kamu beresin di dalam dulu. Saya gantiin disini." kata Evan, seniornya.
"Iya A." Sissy langsung masuk ke back office.
__ADS_1
"Alhamdulilah." gumam Sissy lirih sambil bersandar di tembok.
"Kamu kenapa ?" tanya Hedi, Soundman di Banquet yang terkenal dingin.
"Gak kenapa - kenapa A." jawab Sissy sambil menuju ke ruangan penyimpanan peralatan makan.
Sissy memilih membersihkan piring dan sendok yang akan digunakan untuk acara wedding nanti malam.
"Kamu utang sama saya ya." Evan mengagetkan Sissy yang sedang memoles sambil melamun itu.
"Utang apa A ?" tanya Sissy gak ngerti dengan maksud Evan.
"Kan tadi aku udah selamatin kamu dari pria hidung belang itu. Hehehe." jawab Evan.
"Ooh. A Evan kok bisa tau aku digodain." Sissy balik bertanya.
"Pak Ujang yang bilang tadi. Trus sama Pak Wawan suruh tuker posisi." jawab Evan.
"Berarti aku harus terimakasihnya sama Pak Wawan dan Pak Ujang dong." kata Sissy sambil tertawa kecil.
"Si, ada yang nanyain kamu." Alif masuk ke ruangan tempat Sissy dan Evan kerja.
"Siapa ?" Sissy mulai panik.
"Orang yang meeting di ruang Topaz." kata Alif.
"Waduh.. Mampus gue. A, tolongin." Sissy menggucang lengan Evan.
"Tenang aja. Loe diem aja disini. Biar gue sama Alif yang incharge disana." Evan langsung berdiri dan keluar dari ruang penyimpanan.
Setelah selesai briefing, Sissy pun menuju ke loker untuk berganti pakaian.
"Si, nanti pulangnya lewat pintu belakang aja sama aku ya." Evan menawarkan diri.
"Emang kenapa A ?" tanya Sissy.
"Orang tadi mau nungguin kamu pas pulang." jawab Evan.
"Hah ? Aku jadi takut A." kata Sissy yang reflek langsung merapatkan tubuhnya pada Evan.
"Makanya kita lewat belakang aja, nanti aku temenin." Evan menepuk tangan Sissy yang melingkar di lengannya.
"Iya deh." jawab Sissy pasrah.
Setelah berganti pakaian Sissy langsung keluar dari loker dan menunggu Evan di ruang tunggu.
Tiba - tiba Sissy langsung berlari masuk ke dalam loker wanita.
Beruntung Sissy tadi sempat melihat sebuah mobil berhenti dan tampak ada lelaki genit tadi tersenyum dari dalam mobil.
"Si, kamu belum selesai ?" teriak Evan dari luar pintu loker.
__ADS_1
"A, orangnya nunggu disana." Sissy menunjuk ke arah mobil yang berhenti di depan pintu masuk karyawan.
"Trus gimana dong ? Kamu mau nunggu sampe malam ?" tanya Evan.
"Gak mau. Kalo udah gelap aku malah takut." jawab Sissy.
"Gimana kalo aku anterin." tiba - tiba Hedi mengusulkan.
"Naik apa ?" tanya Sissy polos.
"Aku bawa sepeda motor. Kita bisa naik langsung dari parkiran bawah." kata Hedi.
"Iya deh. Kamu sama Kang Hedi aja." kata Evan.
"Gak ngerepotin nih A ?" tanya Sissy.
"Iya gak apa - apa." jawab Hedi.
"Iya deh." Sissy pun keluar dan mengikuti Hedi ke parkiran bawah.
"Rumah kamu dimana Si ?" tanya Hedi sambil memberikan helm pada Sissy.
"Di Setiabudhi A." jawab Sissy.
"Oh iya deh. Lumayan jauh juga ya." kata Hedi.
"Iya deket kampus." kata Sissy singkat.
Hedi pun mengantarkan Sissy sampai di depan kosannya.
"Mampir dulu A." tanya Sissy basa - basi.
"Gak deh. Lain kali aja. Makasih." jawab Hedi.
"Aku yang makasih A. Hati - hati ya." kata Sissy.
Sissy terdiam menatap punggung Hedi yang sudah menjauh.
"Ternyata A Hedi baik dan perhatian juga. Gak sedingin biasanya." gumam Sissy dalam hati.
"Kenapa ada perasaan lain di hati ini."
"Kenapa juga Hedi begitu perhatian sama aku." berjuta pertanyaan melintas di pikiran Sissy.
Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopi☕ 😁😁
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kishah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
__ADS_1
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih 🙏🙏🙏