
#Hai reader kesayangan othor.. Othor rencananya mau menamatkan cerita ini secepatnya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
...***...
Zizi sedang bersiap unyuk berangkat kuliah saat Yoan meneleponnya.
*kring.. kring.. *
"Hai Cil."
"Hai Yo.. Tumben telpon aku."
"Deuh.. Kamu mah giliran di telpon ngomongnya kayak gitu."
"Hehehe.. Ya sori Yo. Aku lagi mau berangkat kuliah nih."
"Ooh.. Maaf ya ganggu. Pulang kuliah ada waktu gak ?"
"Bisa. Tapi aku selesai jam 12."
"Gak apa - apa. Kita ketemuan yuk."
"Ada apaan nih tumben nagajak ketemuan."
"Ada yang mau aku ceritain. Penting."
"Oke. Nanti ketemuan di kafe biasanya aja ya." "Oke Cil. Sampai ketemu nanti siang ya. Jam 12 ?"
"Jangan jam 12 pas dong. Kan aku baru keluar jam segitu. Jam 1 aja."
"Oke. Sampai nanti."
Zizi menutup ponselnya dan bergegas mengambil kunci mobil.
"Kak, kamu gak makan dulu ?" tanya Mami Liana.
"Gak deh Mi. Aku udah telat." jawab Zizi sambil meminum susu coklatnya.
"Iya. Hati - hati di jalan ya." Liana mengingatkan anaknya.
"Siap Mi. Dadah." Zizi mencium tangan Maminya dan bergegas menuju mobil yang masih terparkir di garasi.
Selesai kuliah, Zizi langsung menuju mobilnya. Tapi Bagus, sang kekasih menghentikannya.
"Zi, Mau kemana kok buru - buru ?" tanya Bagus.
__ADS_1
"Aku ada janjian sama temen aku Yang." jawab Zizi.
"Baru aja mau aku ajak jalan ke Batu." kata Bagus kecewa.
"Lain kali deh. Aku udah terlanjur janjian sama Yoan." Zizi menepuk bahu Bagus berusaha untuk menghiburnya.
"Ya udah besok kamu temenin aku ke Batu." kata Bagus.
"Mau ngapain sih ? Jauh - jauh ke Batu." tanya Zizi.
"Adalah. Aku mau beliin Mama bunga sekalian refreshing." jawab Bagus.
"Besok kuliahku sampai sore. Lusa aja ya ?" Zizi menatap pada kekasihnya itu.
"Oke deh. Janji ya Lusa." kata Bagus.
"Iya." jawab Zizi singkat.
Dia bergegas melajukan mobilnya karena sudah jam setengah 1. Dia gak mau Yoan menunggu lama.
Tapi ternyata Zizi datang lebih dulu daripada Yoan. Padahal sudah lebih 10 menit dari waktu janjian mereka. Masalah telat emang Yoan tidak ada tandingannya. Setiap janjian pasti selalu datang terlambat. Sampai ketiga sahabatnya sudah hafal soal itu.
"Hai Cil." sapa Yoan dengan muka tak bersalah.
"Kebiasaan ngaret. Padahal aku udah telat tadi datangnya." omel Zizi.
"Kamu kenapa Yo ? Kok pucat ?" tanya Zizi.
"Aku mau cerita. Tapi tolong rahasiakan hal ini ya." kata Yoan.
"Apaan ?" tanya Zizi tak sabar.
"Aku hamil Zi. Dan sebenarnya aku udah nikah siri sebelum Mas Ogie nikah." Yoan terpaksa berbihing pada sahabatnya itu. Dia tak mau sampai aib nya terungkap tapi dia juga tak sanggup harus memendam hal ini sendirian.
"Selamat Yo. Kok kamu gak bilang sih udah nikah siri ?" Zizi memeluk Yoan.
"Kan sebenarnya belum boleh nikah sebelum Mas Ogie. Tapi ya gimana ya. Mas Topan udah minta nikah." Lagi - lagi Yoan berbohong.
"Trus kapan kamu nikah resmi nya ?" tanya Zizi.
"Segera Cil. Dalam bulan ini lah. Habis udha terlanjur hamil sih." jawab Yoan.
"Iya deh. Aku akan bantu sebisaku." kata Zizi.
"Acaranya sederhana aja kok. Cuma ijab qabul aja." kata Yoan.
"Iya. Pokoknya kalo butuh bantuan, aku siap." kata Zizi.
__ADS_1
"Makasih Cil. Aku cuma cerita ke kamu aja loh. Rahasia kita ya." kata Yoan.
"Kenapa kamu gak cerita ke Amira dan Sissy juga ?" tanya Zizi.
"Kamu kan tau Sissy ada di Bandung. Trus aku juga gak begitu dekat sama Amira, dia juga udah sibuk sama suaminya kan." jawab Yoan.
"Iya juga ya." jawaban Yoan memang masuk akal.
"Tapi aku akan ngundang mereka kok." kata Yoan.
"Harus dong. Semoga aja Sissy bisa pulang." kata Zizi.
"Ntar kamu ajak cowok kamu ya." kata Yoan.
"Gampanglah itu." kata Zizi.
"Siang Mi." Zizi menyapa Liana yang sedang menonton TV.
"Siang. Kamu udah makan Kak ?" tanya Liana.
"Udah Mi. Tadi abis ketemuan sama temen." jawab Zizi.
"Kok kamu lesu gitu ?" tanya Liana lagi.
"Berat Mi. Ada Rahasia yang harus aku jaga." Zizi mengambil jus jambu dari dalam kulkas.
"Rahasia siapa ?" Liana penasaran dengan ucapan Zizi.
"Iih.. Mami gimana sih. Kan namanya rahasia, jadi gak boleh tahu." kata Zizi.
"Hehehe. Ya siapa tau kamu mau cerita ke Mami. Lagian Mami kan gak tau siapa temen kamu." Liana coba memancing jawaban dari anaknya.
"Gak boleh, Ini rahasia. Udah ah, Zizi mau ke kamar dulu." Zizi bergegas meninggalkan Maminya sebelum dirinya keceplosan.
Liana hanya tertawa melihat tingkah anak sulungnya itu.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ