Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Yoan) Positif


__ADS_3

"Yang, maaf ya aku telat datengnya." kata Topan saat ijab qabul akan dimulai.


"Gak apa Mas. Ini baru mau mulai kok ijab qabulnya." kata Yoan.


Topan duduk di sebelah Yoan dan mengikuti acara demi acara pernikahan itu.


"Alhamdulilah. Akhirnya Yogie dan Intan sah menjadi suami istri." kata Pemandu Acara yang terdengar hingga ke luar tempat akad.


"Alhmadulilah ya. Anis ini kita bisa nikah." kata Topan di telinga Yoan.


"Iya. Nunggu aku lulus dulu ya." kata Yoan.


"Oke. Kita ambil makan yuk." ajak Topan.


"Kamu aja Mas. Aku gak ***** makan." tolak Yoan.


"Kok gitu ? Nanti sakit loh." Topan mengingatkan.


"Iya deh." Yoan akhirnya ikut mengambil makanan bersama kekasihnya.


Yoan hanya mengambil cream soup dan buah segar aja.


"Wah.. Selamat ya atas kehamilannya." Yoan mendengar suara orang mengobrol di belakangnya. Mereka sedang membicarakan kehamilan slaah satu dari mereka. Yoan pun menoleh tetapi tak mengenal kedua perempuan itu. Sepertinya itu keluarga pengantin wanita. Tiba - tiba Yoan teringat akan dirinya yang bulan ini belum mendapat Haid. Bahkan sudah telat beberapa minggu.


"Kamu kenapa ngelamun Yang ?" Topan menyenggol lengan Yoan.


"Eh gak. Cuma gak enak badan aja." jawab Yoan.


"Palingan juga kangen sama aku ya." goda Topan sambil berbisik di telinga Yoan. Yoan hanya tersenyum sambil mencubit lengan Topan.


"Jangan - jangan Aku juga hamil." gumam Yoan dalam hati.


Yoan pamit pulang lebih dulu dengan diantar Topan. Yoan minta mampir ke apotek dengan alasan membeli obat.


"Biar aku yang beli obatnya." kata Topan.


"Gak usah Mas. Aku aja, cuma bentar kok." Yoan bergegas masuk ke apotek.


Sebenarnya Yoan ingin membeli testpack untuk memastikan dirinya hamil atau tidak.


Sampai di rumah, Yoan bergegas masuk ke kamar mandi. Dibacanya petunjuk pemakaian dan langsung dicobanya saat itu juga.


"Semoga aku gak hamil." Yoan menunggu dengan cemas.


Setelah beberapa saat dilihatnya ada dua garis merah tercetak jelas disana.


"Ya Ampun. Aku positif." gumam Yoan sambil terduduk di lantai kamar mandi.


Yoan hanya bisa tertegun di kamar mandi. Mau nangis pun rasanya airmata susah keluar.

__ADS_1


Akhirnya Yoan keluar kamar mandi sambil membawa barang bukti kehamilannya.


"Tak ada yang boleh tahu dulu. Aku gak mau merusak kebahagiaan Mas Yogie dan semuanya." gumam Yoan dalam hati.


Dia bergegas menyimpan teskpack ke dalam tas dompetnya. Yoan juga langsung membakar bungkus tespack untuk menghilangkan jejak.


Yoan langsung meringkuk di atas ranjangnya. Dia menarik selimut hingga menutupi tubuhnya yang sedang menangis. Tak terasa Yoan menangis hingga dirinya terlelap.


"Dek, bangun.. Kamu gak sesek apa tidur ditutupi selimut kayak gitu ?" Yessy yang baru datang berusaha membangunkan adiknya.


"Eh.. Udah pulang Mbak ?" tanya Yoan smabil mengintip dari balik selimut.


"Baru aja pulang. Tuh banyak makanan, kamu makan dulu gih." jawab Yessy.


"Iya nanti aku makan." kata Yoan malas.


Yessy ternyata numpang berganti pakaian di kamar Yoan.


"Aku keluar duluan ya. Kamu buruan makan, nanti sakit lagi kalo gak makan." kata Yessy.


"Iya." Yoan menjawab singkat.


Yoan akhirnya bangun dan merapikan sisa - sisa airmata di wajahnya. Dia pun segera keluar kamar untuk menemui keluarganya.


"Kamu udah enakan Yo ?" tanya Sundari.


"Kamu makan dulu biar seger." kata Sundari.


Yoan yang memang sudah merasa lapar akhirnya menikmati makanan sisa dari resepsi.


"Kamu laper apa doyan dek ?" sindir Yessy.


"Dua - duanya. Tadi cuma makan dikit disana." jawab Yoan dengan mulut penuh makanan.


"Pantes.. Rakus banget." ledek Ayah Bambang.


Yoan hanya tertawa memamerkan giginya menanggapi ledekan sang ayah.


"Ma, aku pamit pulang ya." kata Yessy.


"Kamu gak mau bawa makanan ?" tanya Sundari.


"Aku bawa sop merah sama es krim aja Ma." Yessy sibuk membungkus makanan yang diinginkannya.


"Suami kamu gak makan lagi ?" tanya Bambang.


"Udah buncit tuh perutnya. Ngeri abis ini meledak." kata Yessy sambil mengusap perut buncit suaminya. Sang suami hanya tertawa melihat ucapan istrinya.


"Lagi hamil lagi kali Mbak ?" Yoan ikut bercanda.

__ADS_1


"Perasaan bayinya udah keluar kok gantian dia yang hamil." canda Yessy.


Akhirnya Yessy dan Irfan, suaminya pamit pulang ke rumah mereka di kota sebelah.


Yoan duudk di samping sang Ayah yang sednag menonton berita di TV.


"Yo, kamu anterin makanan buat Topan gih. Ini masih banyak." kata Sundari.


"Males ah Ma. Besok aja." tolak Yoan.


"Kalo gak suruh Topan kesini aja." usul Bambang.


"Yoan lagi males ketemu sama dia." kata Yoan sambil berjalan menuju ke kamarnya meninggalkan kedua orangtuanya.


"Mereka lagi berantem ya Ma ?" Bisik Bambang pada istrinya.


"Gak tau Yah. Mama lihat tadi Yoan pulang diantar sama Topan." jawab Sundari.


"Ya sudahlah biarin aja. Namanya juga anak muda." kata Bambang.


Yoan kembali melamun di kamarnya. Dia masih kaget dan belum siap untuk bercerita soal kehamilannya pada Topan, kekasihnya. Bahkan dari tadi panggilan telpon dari Topan tak dihiraukannya. Bahkan diam - diam Yoan mencabut kabel telepon rumahnya.


"Kamu kemana sih Yo ? Kok gak bisa dihubungi ?" kata Topan sambil memandang ponselnya.


"Apa aku ke rumahnya aja." kata Topan lagi.


Ketika Topan bersiap hendak ke rumah Yoan, Datang Kemal dan Dani, teman Topan sewaktu jadi wartawan.


"Hai bro.. Mau keluar ?" tanya Kemal.


"Iya. Gue mau ke rumah cewek gue." jawab Topan.


"Padahal Gue bawa ini loh. Kita pesta dulu lah." Kemal mengangkat kantong berisi minuman keras.


Akhirnya Topan pun mengurungkan niatnya untuk ke rumah Yoan dan memilih berpesta minuman keras bersama Kemal dan Dani.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopi☕ 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2