
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan segera Othor tamatkan. Doakan ya semoga othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca πππ
...***...
Setelah lulus S2, Zizi mulai melamar kerja di sebuah perusahaan asuransi. Dengan pengalaman kerjanya saat di perusahaan asuransi sebelumnya, kini dia menjabat sebagai Senior Unit Manager. Sudah sebulan ini Zizi menjalankan pekerjaan barunya.
"Pagi Bu Zivana." sapa Indah, staff di kantor tempat Zizi kerja.
"Pagi Indah." Zizi balas menyapa dengan ramah.
"Bu, ada Pak Gunawan di ruangan Ibu." kata Indah lagi.
"Makasih ya." Zizi bergegas menuju ke ruangannya untuk menemui atasannya itu.
"Pagi Pak. Maaf saya datang lebih siang." sapa Zizi pada pria paruh baya itu.
"Gak apa Zi. Saya aja yang datangnya kepagian. Andri juga belum datang." kata Gunawan.
"Iya Pak." kata Zizi.
Tak lama OB datang membawa minuman untuk Gunawan dan Zizi.
"Kita santai dulu sambil menunggu Andri." kata Gunawan.
"Iya Pak. Silahkan." Zizi duduk di sofa di depan Gunawan. Zizi dan Andri menempati ruangan tersendiri lengkap dengan sofa untuk menjamu tamu atau klien mereka.
"Gimana ? Kamu betah kerja disini ?" tanya Gunawan yang juga teman Sekolah Papi Zizi.
"Alhamdulilah Pak. Saya menikmati kerja disini." jawab Zizi sopan.
"Papi kamu gimana kabarnya ?" tanya Gunawan lagi.
"Alhamdulilah Papi sehat, masih sibuk seperti biasa." jawab Zizi sambil tertawa.
"Kebiasaan Edwin tuh." Gunawan ikut tertawa.
Jam delapan kurang 10 menit, Andri datang memasuki ruangannya.
"Wah.. Om Gunawan pagi - pagi sudah disini aja." sapa Andri.
"Kamu tuh yang telat Ndri." kata Gunawan santai.
"Belum telat Om. Kan masih kurang 10 menit." Andri duduk di samping Pak Gunawan yang merupakan adik dari Ayahnya.
"Gimana kabara Ayah dan Ibu kamu ?" tanya Gunawan basa - basi.
"Alhamdulilah baik Om. Kapan main ke rumah ? Indri mau nikah loh Om." jawab Andri.
"Oh ya ? Nanti deh Om lihat dulu waktunya. Sekalian ajak Tante dan Anak - anak." kata Gunawan.
Zizi hanya tersenyum memperhatikan interaksi kedua pria beda usia itu.
"Oh.. Maaf Zi. Kita malah ngobrol hal lain." Gunawan baru menyadari ada Zizi juga di ruangan itu.
__ADS_1
"Gak apa Pak. Silahkan dilanjut." kata Zizi sambil tersenyum.
"Nanti saja itu. Begini, tujuan saya kesini untuk membahas pekerjaan dengan kalian." kata Gunawan kembali serius.
Zizi dan Andri bersiap mendengarkan Atasan mereka dengan serius.
"Perusahaan kita akan mengadakan acara gathering dan training dari pusat. Saya ingin salah satu dari kalian pergi kesana untuk mewakili perusahaan." kata Gunawan.
"Kita pergi cuma sendiri Pak ?" tanya Zizi.
"Tidak. Nanti kalian ditemani 2 staf lainnya. Tapi saya hanya ingin salah satu yang berangkat. Sedangkan yang lain harus standby di kantor." jawab Gunawan.
"Nanti kami rundingan dulu Om." kata Andri.
"Kalian putuskan sekarang ya. Saya tunggu." kata Gunawan lagi.
"Pelatihannya dimana dan kapan ?" tanya Zizi.
"Acaranya 2 minggu lagi di Surabaya. Dekat kan ?" jawab Gunawan.
"Berapa lama Om ?" tanya Andri.
"5 hari." jawab Gunawan.
"Kamu aja ya Zi yang berangkat. Aku kan udah pernah ikut pelatihan kayak gitu." kata Andri.
"Iya Pak. Saya siap berangkat." Zizi terpaksa menyanggupi permintaan Andri yang merupakan seniornya di kantor ini.
"Oke. Berarti Zivana yang berangkat. Kamu juga setor nama staf yang akan ikut ya. 2 lagi. Kalo bisa cowok cewek." kata Gunawan sebelum meninggalkan ruangan.
"Iya Pak." jawab Zizi mengangguk.
"Pak, bantuin pilih staf yang ikut sama saya." kata Zizi.
"Oke. Biar saya yang pilihin." kata Andri.
"Acaranya gimana sih Pak ? Berat gak ?" tanya Zizi khawatir.
"Gak kok. Acaranya fun banget." jawab Andri.
"Trus kenapa Bapak gak mau ikutan lagi ?" tanya Zizi.
"Saya lagi ada acara sama pacar saya. Lagianbiar kamu ada pengalaman juga kan ?" Andri berjalan santai keluar dari ruangan.
"Ya ampun. Aku takut mau ikut acara kayak gitu. Kira - kita aku sanggup gak ya ?" gumam Zizi dalam hati.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tiba hari keberangkatan. Zizi diantar Liana ke kantornya pagi - pagi.
"Kamu hati - hati disana ya Kak." Liana memeluk anak sulungnya.
"Iya Mi. Mami juga jaga kesehatan. Aku kan cuma seminggu disana." balas Zizi.
Zizi masuk ke lobby, bergabung dengan rekan lainnya. Ada Ana dan Catur.
"Loh.. Pak Andri kesini juga ?" tanya Zizi pada seniornya.
__ADS_1
"Iya. Kan mau mengantar keberangkatan kalian." jawab Andri santai.
"Makasih ya Pak. Jangan lupa jaga kantor." Zizi menepuk bahu senior seruangannya itu sambil tersenyum.
"Sialan. Dipikir aku satpam apa ?" omel Andri.
Mobil yang membawa Zizi dan kedua rekannya pun berangkat.
Zizi memilih tidur selama perjalanan. Begitupun Ana. Sedangkan Catur yang duduk di sebelah sopir terdengar asyik mengobrol.
Perjalanan 2,5 jam sudah ditempuh.
"Bu Ziva, Ana, Bangun. Udah hampir sampai tempat pelatihan." Catur membangunkan kedua rekannya.
"Ooh.. Udah di Surabaya ini ? Perasaan baru juga merem." gumam Zizi.
"Udah 2 jam lebih Bu." kata Catur.
"Iya Tur. Makasih ya udah bangunin." Zizi mengeluarkan tas kosmetiknya dan memperbaiki penampilannya.
Zizi, Ana dan Catur turun dari mobil dan langsung menuju ke resepsionis untuk check in.
"Selamat datang Ibu Zivana. Ibu Ana. Silahkan beristirahat ke kamar dulu. Nanti jam 11 kumpul di Aula untuk pembukaan sekaligus makan siang." kata wakil panitia yang ikut berjaga di tempat resepsionis.
"Makasih. Tir, Kami duluan ya." Zizi mengajak Ana ke kamar mereka.
Sedangkan Catur masih menunggu kunci kamarnya.
"Silahkan Pak Catur di kamar 412. Bergabung dengan rekan dari cabang Jember." Panitia menyerahkan kunci kamar pada Catur.
Zizi membuka kamar dan langsung menyimpan kopernya di meja kecil samping lemari. Zizi memilih ranjang yang dekat dengan toilet. Sedangkan Ana di sisi satunya yang dengan dengan jendela.
"Na, Kamu gak lapar ?" tanya Zizi.
"Lapar sih Bu. Tadi lupa ya gak beli makanan." jawab Ana.
"Kita beli keluar aja yuk Na." ajak Zizi.
"Ibu tau yang jual makanan dekat sini ?" tanya Ana.
"Gak sih. Kita lihat aja ke depan." jawab Zizi.
"Ayo Bu. Saya ajak Catur juga ya Bu ?" Ana secara tak langsung meminta ijin pada Zizi.
"Ajak aja." kata Zizi.
Ternyata Catur tidak mau diajak mencari makanan karena dia sudah membawa bekal roti dan makanan lainnya yang disiapkan Ibunya. Akhirnya Zizi turun berdua bersama Ana.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
__ADS_1
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ