
Hari ini Flava Band akan manggung rutin di minggu malam. Ryan sudah menjemput Yoan dengan mobilnya.
"Ryan, masuk dulu." kata Sundari dengan ramah.
"Iya tante. Disini aja. Makasih." Ryan memilih untuk duduk di teras.
"Mau minum apa Yan ?" tanya Sundari.
"Gak usah Tan. Ini kita udah mepet jamnya.
"Oh iya. Tante panggil Yoan dulu ya." Sundari masuk ke dalam rumah memanggil anak bungsunya itu.
Tak lama kemudian Yoan sudah keluar dengan membawa tas perlengkapannya.
"Kita langsung berangkat ?" tanya Yoan.
"Iya. Udah mepet nih. Takut macet." jawab Ryan.
Mereka pun berpamitan pada Sundari.
"Kamu belum dandan ?" Ryan melirik Yoan.
"Aku dandan sambil jalan aja. Jangan ngebut ya." kata Yoan.
"Oke." Ryan pun fokus melihat ke jalanan di depannya.
Yoan dandan dengan cepat. Sebenernya tinggal pakai eyeshadow, blush on dan lipstick.
Sampai di kafe Bunga, teman band yang lain sudah berkumpul.
"Yaelah.. Lama amat. Pasti pacaran dulu." sindir Tristan.
"Enak aja. Nih, nungguin tuan putri belum siap." kata Ryan sambil melirik Yoan.
"Maaf. Tadi sempet ketiduran bentar." Yoan memberikan alasan.
"Yawda cepet rapihin pakaian dan rambut kamu." Aldi menunjuk rol yang masih menempel di rambut Yoan.
"Eh iya Mas. Aku ke toilet dulu bentar." Yoan pamit menuju toilet.
Tiba waktunya Flava Band tampil. Lagu pertama yang up beat dinyanyikan oleh duet oleh Yoan dan Tristan.
Tepuk tangan terdengar riuh saat lagu berakhir. Kebetulan kafe sedang penuh dengan pengunjung. Lagu kedua dan ketiga juga sukses dinyanyikan oleh mereka.
"Hei, jaga tangan kamu ya. Jangan seenaknya pegang - pegang cewek gue." protes Ryan saat mereka sedang break.
"Profesional lah Yan. Kita kan lagi manggung." kata Tristan tanpa rasa takut.
"Ya tapi gak usah berlebihan gitu." Ryan berkata lebih keras.
"Udah sih. Kenapa kalian jadi berantem." Yoan berusaha melerai.
"Dia tuh terlalu pencemburu. Kita kan emang biasanya juga gitu. Kenapa baru proses sekarang ?" Tristan tak terima disalahkan.
"Kan loe tau kalo Yoan cewek gue. Kenapa loe sok mesra gitu sih." Ryan juga tak mau kalah.
"Lebay loe. Perasaan aku ngerasa biasa aja." Tristan masih membela dirinya.
"Udah. Jangan diteruskan masalah ini. Apa kalian mau aku skors." lerai Aldi, sang leader.
"Dia tuh yang harus kamu skors Mas. Cemburuan banget." kata Tristan.
"Wajarlah gue cemburu. Yoan kan cewek gue." kata Ryan.
"Dulu aja loe ajakin dia berantem sekarang loe ngaku sayang. Munafik loe." sindir Tristan.
"Diem loe. Jangan ampe gue makin marah nih." Ryan udah bangkit hendak meraih baju Tristan.
"Udah Yang. Kamu jangan berbuat kasar gitu. Kita cuma bersikap profesional kok." kata Yoan berusaha mencegah Ryan mendekati Tristan.
"Cukup. Kalo kalian masih berantem mending keluar aja dari Band ini." ancam Aldi sambil meninggalkan mereka.
"Syukurin. Aku seneng kalo kalian sampe berantem" gumam Tristan dalam hati. Sebenarnya Tristan menyimpan rasa suka pada Yoan. Meski dia lebih muda setahun dari Yoan tapi tak menyurutkan rasa sukanya pada rekan duetnya itu. Sayangnya dia kalah cepat dengan Ryan yang lebih dulu nembak Yoan.
__ADS_1
Setelah break, Yoan menyanyikan lagu Sempurna milik Band Andra and the backbone.
Kau begitu sempurna, dimata ku kau begitu indah
Kau membuat diri ku, akan s'lalu memuja mu
Disetiap langkah ku, ku 'kan s'lalu memikirkan, diri mu
Tak bisa ku bayangkan hidup ku tanpa cinta mu
Tak 'kan mampu menghadapi semua
Hanya bersama mu ku akan bisa
Kau adalah darah ku
Kau adalah jantung ku
Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku
Oh sayangku kau begitu
Sempurna, sempurna
Kau genggam tangan ku, saat diri ku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata, dan hapus semua sesal ku
Tak 'kan mampu menghadapi semua
Hanya bersama mu ku akan bisa
Kau adalah darah ku
Kau adalah jantung ku
Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku
Oh sayangku kau begitu
Sempurna, sempurna
Tak 'kan mampu menghadapi semua
Hanya bersama mu ku akan bisa
Kau adalah darah ku
Kau adalah jantung ku
Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku
Oh sayangku kau begitu
Sempurna, sempurna
Yoan mengakhiri lagu itu menatap pada Ryan, kekasihnya sambil tersenyum. Ryan pun membalas senyuman kekasihnya itu. Tristan yang memperhatikan hal itupun hanya bisa terdiam menahan kesal.
Lagu berikutnya giliran Tristan yang bernyanyi solo. Dia memilih menyanyikan lagu Band Dewa 19 yang berjudul Pupus.
Aku tak mengerti apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu
Aku persembahkan hidupku untukmu
Telah kurelakan hatiku padamu
Namun kau masih bisu diam seribu bahasa
__ADS_1
Dan hati kecilku bicara
Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku
Semoga waktu akan mengilhami
Sisi hatimu yang beku
Semoga akan datang keajaiban
Hingga akhirnya kau pun mau
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu
Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku
Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku
Baru kusadari (uuh baru ku sadari)
Cintaku bertepuk sebelah tangan (bertepuk sebelah tangan)
Kau buat remuk seluruh hatiku
Seluruh hatiku
Yoan yang mendengar lagu itu hanya terdiam dan tak berani berpikir terlalu jauh. Yoan bahkan mengalihkan pandangannya saat Tristan menatapnya. Ryan hanya bisa mengumpat dalam hati sambil memperhatikan arah pandangan Tristan.
"Kayaknya lagu tadi buat kamu deh Yang." kata Ryan saat mereka sudah dalam perjalanan pulang.
"Lagu yang mana Yang ?" Yoan pura - pura gak tau.
"Lagu yang dinyanyiin si bocil." Ryan enggan menyebut nama rekan duet kekasihnya itu.
"Gak lah Yang. Masa buat aku ?" balas Yoan
"Masa kamu gak nyadar kalo tuh bocil suka sama kamu ?" kata Ryan.
"Biasa aja ah. Emang dia suka sama aku ?" Yoan pura - pura gak tau. Padahal sebenarnya Yoan juga menyadari kalo Tristan suka sama dia. Bahkan sebelum Ryan mendekatinya.
"Gue tau banget Yang. Dia juga sempat natap ke kamu." kata Ryan.
"Kamu cemburu ya Yang ?" Yoan malah menggoda kekasihnya.
"Iyalah. Kan gue sayang sama kamu." Ryan gak gengsi mengakui hal itu.
"Aku juga sayang sama kamu Yang." Yoan mencubit pipi Ryan.
"Pokoknya gue minta kamu jangan kasih harapan sedikitpun sama dia." Ryan melirik pada Yoan.
"Iya sayang. Aku bakal bersikap profesional. Lucuna pacar aku kalo lagi cemburu." goda Yoan sambil mencium pipi Ryan.
"Eh.. Berani cium duluan ya. Awas nanti gue balas." Ryan menggenggam tangan Yoan.
"Yang, nyetir yang bener dong. Nanti nabrak loh." Yoan berusaha melepaskan genggaman Ryan. Ryanpun hanya tertawa smabil mengacak rambut Yoan.
Jangan lupa Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih 🙏🙏🙏