
Hari kedua di Bandung. Sissy dan sahabatnya berencana akan berwisata ke gunung tangkuban perahu diantar oleh Wawan dan Didi, sepupu Sissy yang sedang libur kuliah.
Pagi harinya sesuai janji kemarin, Sissy membeli kupat tahu untuk sarapan mereka.
"Enak juga ya Si. Mirip gado - gado." kata Amira.
"Iya mirip emang tapi isinya cuma tahu, ketupat sama tauge." kata Sissy.
"Iya bedanya isinya aja. Bumbunya sama aja." Zizi ikut berkomentar.
Wawan dan Didi datang bersamaan dengan mereka selesai sarapan.
"Assalaamualaikum. Hai Teh." sapa Wawan.
"Waalaikumsalam." jawab Sissy.
"Mau berangkat sekarang Teh?" tanya Wawan sambil mencomot pisang goreng di atas meja.
"Bentar. Baru aja selesai sarapan." kata Sissy.
"Iya. Kalem aja Teh. Didi juga masih ngisi bensin dulu." Wawan mengambil minum dari dispenser.
"Kenalin dulu temen - temen aku." Sissy mengenalkan sahabatnya pada sepupunya.
Mereka pun bergantian bersalaman dan berkenalan.
"Ki, kami pamit dulu mau main ke tangkuban perahu." Sissy ijin pada kakeknya.
"Pulangnya sore?" tanya Aki lagi.
"Iya Ki. Sekalian jalan - jalan di Lembang." kata Sissy sambil mengedipkan mata pada Wawan.
"Nih buat jajan kalian." Aki memberikan beberapa lembar uang pada Sissy.
"Makasih Aki." Sissy memeluk dan mencium pipi kakeknya.
"Iya. Kalian hati - hati di jalan ya. Di, bawa mobilnya pelan - pelan aja." pesan Aki sambil mengantar mereka ke depan.
Mereka berenam berangkat menuju ke gunung tangkuban perahu di daerah Lembang.
Selama perjalanan Sissy asik ngobrol dengan kedua sepupunya. Sesekali Amira dan Yoan ikut menimpali. Sedangkan Zizi memilih untuk mendengarkan music dari mp3 nya.
"Teteh mau kuliah di UNPAD?" tanya Wawan.
"Iya Wan. Ikut UMPTN ngambil sastra jerman UNPAD tapi aku juga mau daftar ke NHI." jawab Sissy.
"Mau ambil perhotelan Teh?" Didi ikut bertanya.
"Iya. Pengen nyoba ambil perhotelan." jawab Sissy lagi.
Kalo teteh - teteh yang lain juga mau kuliah di Bandung?" tanya Wawan melirik pada tiga sahabat Sissy.
"Gak. Kita cuma liburan aja sebelum UMPTN. Oh iya, panggil nama aja, jangan teteh." kata Yoan.
__ADS_1
"Iya. Abis kalian kan temennya Teh Sissy, jadi ya otomatis panggil teteh." kata Wawan sambil tersenyum.
"Gak enak lah. Kalian juga lebih tua dari kami kan?" lanjut Yoan.
"Iya juga sih." kata Didi sambil tetap fokus mengemudi.
Tak lama mereka sampai di gunung tangkuban perahu. Karena bukan akhir pekan, suasana di gunung tangkuban perahu tidak terlalu ramai. Zizi dan Yoan langsung menuju ke kawah gunung tangkuban perahu. Tak lupa mereka berfoto dan menikmati keindahan gunung tangkuban perahu.
Sissy mengantar Amira ke toilet dulu. Wawan dan Didinikut bergabung dengan Zizi dan Yoan.
"Kakak kuliah dimana?" tanya Yoan pada Didi dan Wawan.
"Aku kuliah di UNISBA, ambil tehnik sipil. Kalo Wawan kuliah di UNPAD, jurusan hukum." jawab Didi.
"Kalian mau kukiah jurusan apa?" Wawan balik bertanya.
"Aku mau ambil ilmu komunikasi." jawab Yoan.
"Kalo aku mau ambil psikologi." jawab Zizi.
"Kuliah di Malang ?" tanya Didi lagi.
"Iya Kak. Gak boleh kuliah jauh sama orangtua. Kalo gak lulus UMPTN ya masuk ke universitas swasta." Yoan menjelaskan panjang lebar.
"Udah lama temenan sama teh Sissy?" tanya Wawan.
"Udah. Mulai dari masuk SMA. Kita semua tinggal di komplek yang sama." Kali ini Zizi yang menjelaskan.
"Kita sih belum pernah ke Malang, jadi gak tau deh." kata Wawan.
"Eh Si. Kalian sih lama banget di toiletnya." gerutu Zizi sambil menatap Sissy dan Amira.
"Toilet nya antri. Nih, kita beliin cilok sama gorengan hangat." Amira menyodorkan bungkusan berisi cilok dan gorengan.
"Tau aja kalo kita udah lapar." celetuk Yoan sambil menyomot gorengan.
"Perasaan tadi mau berangkat makan dulu deh, kenapa sekarang udah lapar lagi?" sindir Didi.
"Udara nya dingin sih jadi kupat tahu nya udah menguap. Hehehe." jawab Yoan sambil memakan cilok nya dengan lahap.
Mereka pun berkeliling mengitari kawasan gunung tangkuban perahu. Tak lupa mereka berfoto dengan kamera milik Sissy. Wawan dan Didi bergantian memfoto mereka berempat.
Setelah puas berkeliling, mereka pun memutuskan untuk pulang. Tak lupa mampir makan siang di resto sunda masih di daerah Lembang.
"Ini sih namanya bukan makan siang lagi tapi makan sore." gerutu Didi yang tak sabar menunggu pesanan mereka datang.
"Iya ya. Udah jam setengah 3 nih." Yoan melirik jam di tangannya.
"Pantesan laper pake banget." Amira memegangi perutnya yang sudah keroncongan dari tadi.
"Sabar ya. Saking asik foto - foto sampai lupa waktu." kata Sissy.
Semuanya merasa lapar hingga tak ada yang berbicara saat menikmati makanan mereka. Tak butuh waktu lama, semua makanan yang dipesan pun habis tak tersisa.
__ADS_1
"Alhamdulilah kenyang." kata Didi sambil mengelus perutnya.
"Enak banget ya makanannya." kata Zizi.
"Baru sekarang aku makan makanan sunda asli. Hehehe." Yoan tak sanggup bergerak karena kekenyangan.
"Enak kan makanannya. Apa aku bilang." kata Wawan yang merekomendasikan resto ini.
"Iya Wan. Enak banget. Aku bayar dulu ya." Sissy bangkit menuju kasir.
Yang lain memilih untuk menunggu di dekat mobil mereka.
"Kurang gak uangnya?" bisik Amira pada Sissy.
"Gak kok. Cukup." kata Sissy sambil tersenyum.
Karena hari sudah sore mereka memilih pulang untuk mandi dulu.
"Nanti kita jemput lagi jam 7 ya." kata Didi sebelum pergi menuju ke rumahnya sendiri.
Keempatnya bergantian mandi. Mereka shalat mahrib berjamaah bersama Aki, Om Odie, Tante Eti, Lala dan Fea, anak mereka.
"Kalian gak makan dulu?" tanya Odie, adik Papa Arya.
"Gak Om. Kita masih kenyang. Abis ini juga mau ke dago." kata Sissy.
"Pa, aku ikut teteh ke dago ya?" rayu Lala pada papanya.
"Kamu besok kan harus sekolah La." kata Odie.
"Kan udah selesai ulangan Pa." kata Lala.
"Terserah Mama kamu deh." kata Odie.
"Boleh ya Ma?" kali ini Lala merayu mama nya.
"Iya boleh. Tapi pulangnya jangan terlalu malam." kata Eti yang langsung dihujani pelukan oleh Lala.
"Siap tante. Kita gak pulang terlalu malam kok." kata Sissy.
Malam itupun mereka menikmati suasana di dago. Malam hari di daerah dago atas memang penuh dengan warung tenda yang menjual roti bakar, jagung bakar hingga nasi goreng. Mereka memilih duduk di salah satu warung tenda dan memesan jagung bakar, roti bakar dan bandrek. Banyak sekali pengamen yang mengais rejeki disana. Untung saja Wawan sudah mengantisipasinya dengan membawa banyak uang receh.
Sissy tak sengaja melihat Yoan mulai dekat dengan Didi. Diapun langsung menoleh pada Amira yang ternyata sedang melihat ke arah mereka juga.
"Sepertinya ada yang mulai deket nih." bisik Sissy pada Amira.
"Iya. Biarin ajalah. Biar dia senang." Amira balas berbisik pada Sissy.
"Kalian ngapain sih bisik - bisik." kata Zizi mengagetkan mereka semua. Termasuk Yoan dan Didi yang langsung menoleh pada Zizi.
Kira - kira ada hubungan apa ya antara Yoan dan Didi? Apa mereka terlibat cinta lokasi?
Mohon Likeπ, komen dan Vote ya..
__ADS_1
Makasih πππ