Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Yoan) Ke Jakarta


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan segera Othor tamatkan. Doakan ya semoga othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–πŸ“–πŸ“–


...***...


Twinos sudah berusia 1 tahun. Mereka sudah mulai aktif berjalan dan berbicara dengan terbata - bata. Yoan menghabiskan waktunya secara penuh mengurus kedua anaknya itu.


"Yang, kamu gak mau nyelesaiin kuliah kamu ?" tanya Topan saat mereka sedang bersantai di selepas magrib.


"Gak deh Yang. Aku ngurus kamu dan anak - anak aja." jawab Yoan.


"Minggu depan aku mau ke Jakarta. Kamu mau ikut ?" tanya Topan.


"Anak - anak gimana ?" Yoan balik bertanya.


"Ya diajak aja. Kan udah setahun tuh umurnya. Aman kalo dibawa perjalanan jauh." jawab Topan.


"Aman sih kalo itu mah. Cuma kan ribet Yang bawa 2 anak." kata Yoan.


"Kita bawa Mbaknya juga. Aku ada urusan bisnis sama Papa. Sekalian kamu juga bisa refreshing Yang." kata Topan.


"Iya juga ya. Boleh deh." jawab Yoan sambil tersenyum.


Seminggu kemudian, Yoan sedang sibuk menyiapkan twinos untuk bepergian.


"Udah siap belum Yang ?" Topan masuk ke dalam kamar twinos.


"Bentar lagi Yang." jawab Yoan yang masih memakaikan diapers untuk Difan.


"Ini tas nya aku bawa ke mobil ya. Sekalian sama Dafa juga." kata Topan.


"Iya Yang." kata Yoan.


Topan menggendong Dafa dan membawa satu tas besar milik twinos. Saat diluar Topan bertemu Mbak Ida, pengasuh twinos.


"Biar Mas Dafa sama saya Pak." kata Ida.


"Boleh Mbak. Saya mau masukin barang dulu ke bagasi." Topan menyerahkan Dafa pada Ida.


Tak lama Yoan keluar dari rumah sambil menuntun Difan. Twinos duduk di bangku belakang bersama Ida. Sedangkan Yoan duduk di samping Topan yang menyetir.


Mobil pun melaju membelah jalanan menuju ke ibukota.


Setelah 6 jam perjalanan, Mereka berhenti di kota Solo. Mereka memilih untuk menginap dulu di kota itu sambil beristirahat. Topan menyewa 2 kamar untuk mereka. 1 kamar ditempati Yoan dan Topan, 1 kamar lagi ditempati twinos dan Ida.


"Mbak, ajak anak - anak tidur dulu ya. Nanti abis magrib baru kita makan keluar." kata Yoan.


"Iya Bu." Ida membawa twinos yang sudah lelah masuk ke kamar.


"Yang, Kamu juga istirahat dulu. Biar tenaganya pulih lagi." kata Yoan.


"Iya Yang. Tapi kasih doping dulu lah." Topan mulai menciumi leher Yoan.


"Yang.." Yoan mulai men****h.

__ADS_1


Topan pun tanpa ragu mulai melucuti pakaian Yoan satu persatu. Lalu beralih pada pakaiannya sendiri. Akhirnya keduanya berpelukan tanpa sehelai benang pun.


Topan membawa Yoan ke ranjang dan me*****nya. Topan mulai menjelajahi setiap inci tubuh istri yang telah memberikan bayi kembar itu.


"Aah.. Yang.." terdengar de***** dari mulut Yoan yang menikmati sentuhan Topan.


"Langsung aja ya Yang." bisik Topan di telinga Yoan. Yoan hanya bisa mengangguk. Akhirnya keduanya melakukan penyatuan. Topan menempelkan keningnya yang berpeluh pada kening Yoan.


"I love you Sayang." bisik Topan sambil mengecup bibir Yoan.


"I love you too Mas." balas Yoan sebelum akhirnya keduanya tertidur sambil berpelukan.


Yoan mengerjap dan menatap jam di ponselnya.


"Ya ampun. Sudah jam 6." gumam Yoan.


Dia menoleh dan melihat Topan masih tertidur lelap.


"Yang, bangun.. Udah jam 6." Yoan coba melepaskan diri dari pelukan Topan yang posesif.


"Hhmm.. Bentar lagi Yang." Topan malah semakin menarik Yoan ke dalam pelukannya.


"Gak bisa Yang. Kita harus cari makan. Kasihan anak - anak juga." kata Yoan.


Akhirnya Topan mengendurkan pelukannya. Yoan langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Kamu mandi Yang. Abis itu kita cari makan." kata Yoan yang baru keluar dari kamar mandi.


"Iya." Topan berjalan menuju kamar mandi.


Yoan langsung menuju ke kamar twinos. Setelah memencet bel, Ida membukakan pintu.


"Udah Bu. Saya yang belum mandi." jawab Ida malu - malu.


"Ya sudah kamu mandi dulu. Anak - anak biar saya bawa ke kamar ya. Abis ini kita cari makan." kata Yoan.


Yoan lalu mengajak twinos ke kamarnya. Dilihatnya Topan sedang berganti pakaian.


"Kita tunggu Ida dulu, dia masih mandi tadi." jawab Yoan.


Topan pun duduk di sofa bersama twinos yang sedang anteng menonton kartun.


Tak lama Ida mengetuk kamar mereka, dan akhirnya mereka semua pergi mencari makan.


Malam harinya Ida langsung mengajak twinos masuk ke kamar. Bahkan Dafa sudah tertidur di pangkuan Yoan.


"Mbak, nanti kalo anak - anak rewel, kamu telpon saya aja ya. Di kamar sebelah." kata Yoan.


"Iya Bu." jawab Ida.


Keesokan paginya mereka melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Topan langsung mengarahkan mobilnya menuju rumah kedua orangtuanya. Mereka sudah disambut oleh Andi, Siska dan Alya, adik Topan.


"Akhirnya kalian datang juga." kata Siska yang langsung memeluk Yoan. Lalu beralih pada twinos yang tampak menggemaskan.


"Cucu Oma yang ganteng." Siska memeluk dan menciumi pipi Dafa dan Difan.


"Mama, Papa giamna kabarnya ?" tanya Yoan.

__ADS_1


"Kami baik Yoan." jawab Siska.


"Ayo masuk Nak." ajak Andi.


"Bang Topan, gimana kabarnya ? Aku kangen." Alya memeluk Topan.


"Baik dek. Abang juga kangen. Gimana kerjaan kamu ?" tanya Topan.


"Lancar dong Bang. Hari ini aku sengaja masuk siang biar bisa ketemu sama Abang dulu." jawab Alya tanpa memperdulikan Yoan.


"Maafin adikmu ya. Biasa dia suka manja sama Abangnya." Siska menenangkan Yoan.


"Iya Ma. Gak apa." jawab Yoan sambil tersenyum.


"Kamu ambilin minum buat Abang dan Mbak kamu Al." kata Andi.


"Ambil sendiri kan bisa ? Emang aku pembantu disini." kata Alya smabil melirik sinis pada Yoan.


"Alya.. Kok gitu sih. Mama gak pernah ngajarin kamu gak sopan kayak gitu." tegur Siska.


"Biar aku ambil minum sendiri aja Ma." kata Yoan menengahi pertengkaran Ibu dan anak itu.


"Dapurnya disana ya Nak. Kamu ambil minuman dalam kulkas aja." Siska menunjuk ke arah dapur di belakangnya.


"Saya bantuin Bu." kata Ida.


Yoan membuatkan kopi untuk suami dan mertuanya. Lalu mengambil minuman kemasan dari dalam kulkas untuk dirinya dan Ida.


"Biar saya yang bawakan ke depan Bu." kata Ida.


Yoan membiarkan Ida membawa kopi untuk Topan dan Andi. Dia sendiri bergabung dengan Ibu mertuanya.


"Nih Ma. Teh hangat buat Mama." Yoan menyimpan secangkir teh manis untuk Siska.


"Makasih ya Nak." kata Siska.


"Ma, Pa, Bang, Aku berangkat kerja dulu." pamit Alya tanpa memperdulikan Yoan.


"Bye Onty Alya." Siska memainkan tangan mungil Difan untuk mendadahi Alya.


"Bye.." Alya mencubit gemas pipi kedua keponakannya.


Alya hanya melewati Yoan tanpa menyapanya. Seolah Yoan tak ada disana.


"Yang sabar ya Nak." Siska menepuk paha Yoan.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2