
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan segera Othor tamatkan. Doakan ya semoga othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca πππ
...***...
Sissy mulai mengangkut barangnya ke Mess hari ini dibantu oleh Ochy. Dia hanya membawa tas pakaian saja.
"Udah lengkap disana barangnya dek ?" tanya Ochy.
"Udah Teh. Udah ada kasur sama lemari." jawab Sissy.
Berapa kamar ?" tanya Ochy.
"Ada 2 kamar. 1 buat cowok, 1 buat cewek. Kayak rumah gitu sih sebenarnya." jawab Sissy.
"Ooh.. Kirain Mess yang banyak kamar gitu." kata Ochy.
"Gak Teh. Kan yang tinggal di Mess juga gak banyak. 4 cowok 3 cewek udah termasuk aku." kata Sissy.
"Ooh. Oke deh. Yuk kita cuzz." ajak Ochy.
Sissy membonceng Ochy menuju ke Mess.
Sampai disana, Sissy melihat pintu sedikit terbuka.
"Dek, aku gak masuk ya. Aku mau ke tempat temen dulu." kata Ochy.
"Loh kok gitu ? Tadi katanya mau nemenin." protes Sissy.
"Ini temen aku ngabarin barusan. Ngajakin hunting tempat buat acara kantor." jawab Ochy.
"Iya deh. Hati - hati ya Teh. Makasih udha dianterin." kata Sissy.
"Iya. Bye." Ochy langsung melajukan motornya meninggalkan Sissy yang masih berdiri di kuar Mess.
"Assalamualaikum." Sissy memberi salam.
"Waalaikumsalam. Lho Ris, ngapain ?" Teddy membukakan pintu.
"Mau pindahan." jawab Sissy singkat.
"Kamu tinggal disini ?" tanya Teddy.
"Iya. Aku udah bilang sama Teh Penny dan Eka kok." Sissy masuk ke dalam Mess.
"Kok gak bilang aku ?" Teddy mengikuti Sissy ke kamar cewek.
"Harus ya kasih tau kamu ?" kata Sissy.
"Ya gak juga sih. Aku seneng kamu pindah kesini. Kita jadi bisa makin dekat." rayu Teddy.
"Hhmm..." Sissy hanya menjawab singkat.
"Udah makan belum ? Kita beli makan yuk ?" ajak Teddy.
"Nanti aja. Aku mau beresin barang aku dulu." tolak Sissy.
"Oke deh. Aku ke kamar dulu." kata Teddy.
__ADS_1
Sissy menata bajunya ke dalam lemari. Dia mengisi baris paling bawah yang masih kosong. Lalu Sissy merebahkan tubuhnya di kasur.
"Kayaknya aku harus beli kasur lagi deh." gumam Sissy.
Sissy membuka sosial medianya dan melihat berita tentang teman - temannya di Bandung. Dia keasyikan sampai lupa kalo sudah siang. Perutnya meronta minta diisi. Sissy mengambil cardingan dan memakainya untuk menghundari cuaca terik.
"Ted, Beli makan yuk." Sissy mengetuk pintu kamar cowok.
"Bentar. Aku cuci muka dulu." teriak Teddy dari dalam kamar.
Tak lama Teddy keluar dan menghampiri Sissy yang menunggu di teras.
"Ris, Kita jalan kaki gak apa ya. Aku gak ada motor." kata Teddy.
"Iya gak apa." jawab Sissy.
"Mau makan disini atau dibungkus ?" tanya Teddy ketika mereka sampai di warung nasi.
"Di bungkus aja. Biar lebih santai makannya." jawab Sissy.
Mereka lalu memilih lauk makanan bergantian. Tak lupa Sissy membeli es teh manis juga.
"Biar aku yang traktir Ris." kata Teddy.
"Gak usah Ted. Aku bayar sendiri aja." tolak Sissy.
"Gak apa Ris. Anggap aja traktiran selamat datang di Mess." kata Teddy sambil tersenyum.
"Iya deh. Lain kali aku yang traktir ya." Sissy mengalah.
"Iya. Gampanglah itu sih." kata Teddy.
"Ted, mampir minimarket bentar ya. Aku mau beli makanan dan minuman ringan." kata Sissy.
Teddy menunggu di luar minimarket sambil menikmati sebatang rokok.
"Udah, Yuk pulang." Sissy keluar membawa sekantong besar makanan dan minuman ringan.
"Borong nih ?" sindir Teddy.
"Buat temen - temen di Mess juga." jawab Sissy.
Sampai di Mess, Sissy dan Teddy menikmati makan siangnya sambil ngobrol ringan. Teddy mulai melancarkan jurusnya untuk mendekati Sissy. Dan entah kenapa kali ini Sissy mulai luluh dengan rayuan gombal Teddy. Hingga keduanya menjadi sangat dekat.
Sudah seminggu Sissy tinggal di Mess. Sissy yang memang sudah akrab dengan Penny menjadi semakin akrab. Hampir setiap hari mereka saling curhat soal cowok. Sissy selalu menceritakan kedekatannya dengan Teddy. Begitupun Penny yang sedang dekat dengan Putra. Bahkan Penny sempat menghabiskan malam bersama dengan Putra yang ternyata sudah punya tunangan. Sissy hanya mendengarkan curhatan temannya itu tanpa mempermasalahkan gaya pergaulan Penny. Dia juga tau bahwa Penny adalah seorang single parent dengan 2 anak. Meski bertentangan dengan prinsipnya, tapi Sissy menyadari hal itu bukan hal yang aneh di Bali. Gaya hidup anak mudanya sangatlah bebas.
"Teh, hati - hati jangan terlalu percaya sama orang lain apalagi cowok." tiba - tiba Eka mengingatkan Sissy.
"Maksud kamu apa Ka ?" tanya Sissy.
"Nanti Teteh akan tau sendiri." jawab Eka tanpa mau menjelaskan.
Sissy tak mau memikirkan ucapan Eka. Hingga suatu hari tersebar gosip mengenai kedekatan Teddy dan Penny.
"Kenapa yang digosipin kamu dan Teh Penny sih ? Kan kita yang sedang deket." tanya Sissy dengan polosnya pada Teddy saat mereka sedang berdua di kantor.
"Gak tau tuh. Ada aja orang iseng." elak Teddy.
"Padahal Teh Penny kan lagi deket sama Putra." kata Sissy lagi.
"Udahlah. Gak usah dibahas. Ngapain ngurusin orang lain." kata Teddy seperti tak nyaman.
__ADS_1
Sissy memandang lekat pada Teddy. Dia merasa sikap Teddy menjadi salah tingkah ketika membicarakan hal itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari minggu itu Sissy masuk shift pagi. Penny yang sekarang memimpin kitchen sedang libur. Begitupun Teddy. Akhir - akhir ini terdengar gosip mengenai kedekatan Teddy dan Penny. Bahkan Bayu, sang manajer pun kerap menggoda mereka. Suatu hari Sissy pernah menanyakan hal itu pada Teddy dan Yeddy membantah soal gosip itu. Bahkan Teddy semakin sering menggodanya, terutama saat mereka tak sengaja berduaan di kantor.
"Ra, kenapa ada gosip soal Teddy dan Teh Penny sih ?" keluh Sissy saat sedang istirahat.
"Gak tau aku Teh. Tapi hati - hati ya sama mereka. Jangan percaya begitu aja." kata Hera membuat Sissy makin bertanya - tanya.
Sore harinya saat pulang kerja, Sissy masuk ke ruamh yang tampak sepi.
"Assalamualaikum." sapa Sissy.
"Waalaikumsalam." jawab Penny dari dalam kamar mandi.
"Kok sepi Teh ?" tanya Sissy.
"Gak tau. Pada pergi kayaknya." teriak Penny yang masih di kamar mandi.
Sissy kalu masuk ke kamar dan mengganti pakaiannya.
Tak lama Penny juga masuk ke kamar.
"Abis ngapain Teh ?" tanya Sissy.
"Abis nyuci Ris." jawab Penny sedikit gugup.
"Ooh.. Aku mau ke kamar mandi dulu ya." kata Sissy tanpa menunggu jawaban Penny.
Begitu sampai di depan kamar mandi, Sissy melihat Teddy keluar dari sana.
"Loh.. Kamu dari tadi ada di Mess ?" tanya Sissy.
"Gak. Aku baru datang." jawab Teddy.
Sissy melihat Teddy dari atas sampai bawah.
"Masa baru datang, pakaiannya santai dan kusut kayak gitu. Udah gitu kelihatan gugup." gumam Sissy dalam hati.
"Abis darimana ?" tanya Sissy lagi.
"Abis beli makan di warung." jawab Teddy lalu bergegas masuk ke kamar.
Sissy tak melihat Teddy membawa bungkusan nasi. Apalagi dia juga tak melihat Teddy saat melintas di depan warung nasi.
"Hhmm.. Mencurigakan sekali sikap mereka." gumam Sissy dalam hati.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
__ADS_1