
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan segera Othor tamatkan. Doakan ya semoga othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca πππ
...***...
Warning.. Mengandung adegan 17++
...***...
Selepas resmi menikah Faisal dan Zizi memang belum mengambil cuti. Kesibukan pekerjaan dan jadwal mengajar di kampus yang membuat mereka belum bisa mengambil cuti.
Hari ini tepat delapan hari setelah resmi menjadi suami istri barulah mereka akan berbulan madu ke Bali.
"Hon, udah siap semua pakaiannya ?" tanya Faisal yang baru keluar dari kamar mandi.
"Udah Bee. Ini kopernya tinggal dibawa ke mobil." jawab Zizi.
"Oke. Kamu mandi dulu, biar gak telat ke Bandaranya." kata Faisal.
"Siap bos. Baju kamu udah aku siapin di atas kasur." kata Zizi sebelum menghilang di balik pintu kamar mandi.
Zizi melakukan ritual rutinnya saat mandi yaitu luluran. Tak lupa kali ini dia juga memakai masker di wajahnya.
"Hon, ini ada telpon dari Sissy." panggil Faisal dari luar pintu kamar mandi.
"Kamu aja aja Bee. Bilang aku masih mandi." kata Zizi.
Faisla tak membalas ucapan istrinya malah langsung mengangkat telpon dari sahabat sang istri.
π±π²π²
"Halo Si. Ini Faisal." jawab Faisal.
"...... "
"Zizi masih mandi. Nanti biar di telpon balik ya."
"....... "
"Oh gitu. Oke deh nanti aku sampaikan."
"...... "
"Iya. Sampai ketemu nanti sore ya. Thank you sebelumnya."
Faisal menutup panggilan itu dan menyimpan ponsel Zizi di meja.
Tak lama Zizi keluar dengan kepala terbungkus handuk. Dia masih mengenakan kimono handuknya.
"Kamu udah bilang ke Sissy kalo nanti aku telpin balik Bee ?" tanya Zizi.
__ADS_1
"Udah. Tapi dia nitip pesan. Soalnya dia udah harus kerja pagi." jawab Faisal sambil bersandar santai di kepala ranjang.
"Apa kata Sissy ?" tanya Zizi lagi.
"Nanti dia gak bisa jemput, kita dijemput sama sopir sekaligus yang akan jadi tour guide selama di Bali. Namanya Bli Nyoman." kata Faisal.
"Ooh.. Emang Sissy gak bakal nemenin kita ?"Zizi kembali bertanya dengan sedikit kesal.
"Mana aku tau. Lagian pusing banget sih nyebut nama kalian. Zizi dan Sissy. Pengucapannya tuh hampir sama Hon." gerutu Faisal.
"Tapi wujudnya beda kan ?" ledek Zizi sambil melirik pada sang suami.
Faisal berjalan mendekati istrinya yang sedang mengeringkan rambut.
"Beda lah. Meski belum dicicip." bisik Faisal di telinga Zizi.
"Emang makanan di cicip segala ?" sindir Zizi.
Malam setelah resepsi mereka memang langsung tertidur karena kecapekan. Keesokan harinya 'tamu bulanan' Zizi malah datang. Jadi sampai hari ini belum 'belah duren'.
"Iya dong. Nanti malam siap - siap ya. Aku mau makan kamu." bisik Faisal sambil mengecup leher Zizi. Zizi langsung bergetar merasakan sentuhan sang suami.
"Pak dosen nakal ih." Zizi memukul lengan Faisal.
"Biarin. Kan sama istri sendiri." Faisal malah mencium pipi Zizi lalu bergegas keluar kamar sebelum sang istri protes.
Mereka berangkat ke Bandara diantar oleh Papi Edwin, Mami Liana, Mama Fanny, Kak Fina dan suaminya. Mami Liana memeluk erat putri sulungnya saat mereka bersiap untuk boarding.
Zizi dan Faisal memeluk semua yang mengantar satu persatu lalu masuk ke ruang tunggu bandara.
"Pagi Bli. Saya Faisal. Ini istri saya Zizi." Faisal menyapa lelaki itu.
"Siang Mas. Saya Nyoman yang akan mengantar dan jadi guide anda berdua. Silahkan ikut saya ke mobil." Nyoman berjalan di depan keduanya. Setelah memasukkan koper ke bagasi, Bli Nyoman langsung mengantarkan Faisal dan Zizi ke hotel.
"Apa Mas dan Mbak mau makan dulu ?" tanya Nyoman dengan sopan.
"Boleh Bli. Tapi kami bungkus aja buat nanti makan di hotel. drive thru M** aja Bli biar cepat." Faisla melirik pada jam tangannya yang menunjukkan pukul 10 WITA.
"Siap Mas. Nanti Mbak Riris akan ngajak makan sore katanya." kata Bli Nyoman.
"Riris.. ?" Faisal bertanya kebingungan.
"Iya Mbak Riris, temennya Mbak Zizi. Ini saya gak salah jemput kan ?" Bli Nyoman ikut kebingungan.
"Gak kok Bli. Iya kami benar teman Riris." Zizi yang menjawab sambil menyikut suaminya.
"Sakit Hon.." protes Faisal.
"Riris itu ya Sissy. Disini dia pake nama itu." bisik Zizi yamg dibalas dengan anggukan oleh Faisal.
Sampau di hotel, Bli Nyoman membantu melakukan reservasi.
"Udah biar saya bawa sendiri aja. Makasih ya Bli." kata Faisal setelah Nyiman menurunkan koper mereka.
__ADS_1
"Sama - sama Mas. Nanti sore saya kemari bersama Mbak Riris." pamit Nyoman sebelum keluar dari lobby hotel. Faisal merangkul Zizi menuju kamarnya.
Faisal menyimpan koper ke atas meja kecil di sebelah lemari pakaian. Sedangkan Zizi langsung masuk ke kamar mandi.
"Bee, biar aku masukin bajunya ke lemari." kata Zizi yang baru keluar dari kamar mandi.
"Nanti aja. Aku mau unboxing kamu dulu." Faisal sudah menarik tangan Zizi menuju ke ranjang.
"Bee, ini masih siang." protes Zizi.
"Gak apa. Kan udah seminggu nih dicuekin." Faisal menarik Zizi untuk duduk di pangkuannya.
"Tapi Bee... Aku... Hfft.." Ucapan Zizi terpotong saat Faisal langsung ******* biburnya dengan rakus. Tak ketinggalan tangannya juga ikut menyelinap ke dalam kemeja Zizi.
Zizi yang sudah terbuai dengan sentuhan suaminya, melingkarkan tangan ke tengkuk sang suami, memberikan akses lebih dalam untuk sang suami menyentuhnya.
Mereka berdua saling me***** dan menyentuh hingga tak terasa keduanya kini sudah tak berpakaian. Hanya menyisakan sehelai kain menutup bagian bawah mereka.
"Bee, aku malu." kata Zizi lirih sambil reflek menutup bukit kembarnya dengan kedua tangan.
"Kenapa mesti malu. Kita kan sudah halal Honey. Semuanya ini milikku." Faisal menarik tangan Zizi dari pa**** ra nya dan mulai menyesap kedua pucuknya. Zizi hanya bisa pasrah menerima dan menikmati perlakuan suaminya. Hingga mulai terdengar de****n keluar dari bibirnya.
"Boleh ya Hon..?" tanya Faisal sambil menarik kain terakhir yang menutupi bagian inti Zizi.
Zizi hanya mengangguk. Dia segera memalingkan wajahnya begitu melihat 'adik' Faisal yang sudah berdiri tegak.
"Pelan - pelan Bee..." kata Zizi saat merasakan milik Faisal memasukinya.
"Iya Hon.. Ini sudah pelan kok." Faisal susah payah berusaha untuk menembus gua milik sang istri yang masih sangat sempit.
"Aaghh.. Sakit Bee..." teriak Zizi saat Faisal berhadil menembusnya. Air mengalir dari sudut mata Zizi.
"Maafin ya Hon. Sebentar lagi gak akan sakit kok. Malah akan nikmat." kata Faisal sambil menciumi sudut mata Zizi.
Tak lama Faisal kembali memacu miliknya saat dirasa Zizi sudah mulai merasakan nyaman. Keduanya saling me***** dan men**** hingga sampai pada pelepasan. Faisal terengah - tengah dan mulai ambruk diatas Zizi. Ditahannya sedikit tubuhnya agar tidak membebani sang istri.
Kemudian dia berguling ke samping dan menarik sang istri ke dalam pelukannya.
"Makasih ya Hon. Kamu sudah menyempurnakan aku. I Love You." bisik Faisal tepat di telinga Zizi.
"Love You Too Bee.." Zizi membenamkan wajahnya di dada sang suami. Tak lama keduanya pun tertidur kelelahan.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ