Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Yoan) Bertanggung jawab


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


...***...


Beberapa hari ini Yoan menjadi pendiam. Yoan yang biasanya cerewet lebih banyak diam saat bertemu keluarga atau temannya.


"Nak, Kamu kenapa ? Kok seperti sedang ada masalah ?" tanya Sundari saat mereka sedang sarapan bersama.


"Kalo ada masalah cerita sama Ayah dan Mama." kata Bambang.


"Enggak kok Yah. Yoan cuma kecapekan aja." Kilah Yoan.


"Kamu makannya kenapa sedikit sayang ? Masakan Mama gak enak ya ?" tanya Sundari.


"Enak kok Ma. Aku lagi gak enak badan." jawab Yoan.


"Kita ke dokter aja y ?" usul Sundari.


"Gak usah Ma. Banyak istirahat juga pulih lagi." tolak Yoan.


"Iya deh. Kalo ada apa - apa bilang ya." kata Sundari. Yoan hanya menganggukkan kepalanya. Mereka bertiga melanjutkan makan tanpa memgobrol lagi.


"Ayah kok sudah lama gak lihat Topan ya." tanya Bambang memecah keheningan.


"Mama juga gak tau Yah." jawab Sundari.


Yoan hanya diam dan memilih tak menanggapi pertanyaan Ayahnya.


"Rumah sepi ya sekarang. Cuma tinggal kita bertiga." Yoan coba mengalihkan topik pembicaraan.


"Iya. Biasanya ramai sekali. Setiap pagi selalu aja ada yang bertengkar." Sundari sambil terkekeh mengingat kelakuan anak - anaknya dulu.


"Kalo Yoan nikah, Kita akan berdua aja nih Ma." kata Bambang yang membuat Yoan menundukkan kepalanya.


"Gimana reaksi Ayah dan Mama kalo tau aku hamil ya ?" tanya Yoan dalam hati.


Yoan sungguh bingung antara meneruskan kehamilannya atau menggugurkannya. Dia akan merasa bersalah jika harus membunuh darah dagingnya sendiri. Tapi dia juga tak mau membuat Ayah dan Mama kecewa karena hamil diluar nikah. Itulah yang membuat Yoan menghindari dan belum memberitahukan kehamilannya pada Topan.


Setelah makan, Yoan mencuci piring dan kemudian membantu mamanya menyiapkan bahan masakan untuk siang nanti.


"Yo, kamu ada masalah apa sebenarnya ?" tanya Sundari perlahan.


"Aku memang ada masalah tapi belum berani untuk cerita sama Mama." jawab Yoan lirih.


"Apapun masalahnya, seberat apapun masalahmu, Mama janji akan support kamu. Jangan ragu ya untuk cerita ke Mama." kata Sundari sambil menatap lembut pada anak bungsunya.

__ADS_1


"Iya Ma. Kalo aku udah siap, aku akan cerita ke Mama." kata Yoan sambil memeluk Mamanya.


"Mama ingin menjadi orang pertama tempat kamu cerita semua masalah atau senangmu." kata Sundari lagi.


"Iya Ma. Aku janji akan cerita ke Mama." kata Yoan.


Yoan mulai merasa mual dan lemas mencium bumbu masakan di dapur. Diapun ijin untuk beristirahat ke kamarnya.


Yoan tertidur, dalam tidurnya dia bermimpi bertemu 2 orang anak kecil yang tampan dan memanggilnya Mama.


"Hai Mama. Ayo kita bermain bersama." kedua anak lelaki itu menarik kedua tangan Yoan.


Yoan merasa bahagia bersama kedua anak laki - laki itu. Yoan bermain dan bernyanyi bersama mereka. Hingga akhirnya kedua anak lelaki itu masuk ke sebuah pintu. Yoan terus mengikuti dan membuka pintu itu. Tapi yang dilihatnya hanya sebuah ruangan gelap yang kosong.


"Nak.. Kalian dimana ?" teriak Yoan. Tak ada jawaban sama sekali. Yoan terus menyusuri setiap sudut ruangan itu tapi tak menemukan kedua anak lelaki itu.


"Jangan tinggalkan Mama...." teriak Yoan.


"Jangan tinggalkan Mama... " Yoan kembali berteriak hingga suaranya terdengar oleh Sundari.


"Nak.. Bangun. Kamu mimpi apa ?" Sundari mengguncang bahu Yoan.


"Mama..." Yoan membuka mata dan langsung memeluk Mamanya.


Sundari mengelus punggung sang anak yang menangis di pelukannya.


"Kamu kenapa sayang ?" tanya Sundari.


"Aku sudha berdosa Ma." jawab Yoan.


"Apa yang sudah kamu lakukan ?" Sundari bertanya dengan sabar.


"Aku mau cerita tapi Mama jangan bilang Ayah dulu." kata Yoan.


"Mama janji gak akan bilang ke Ayah." Sundari membujuk anaknya. Padahal dirinya tau, sang suami berdiri didekat pintu yang terbuka.


Melalui matanya Sundri memberikan isyarat pada Bambang agar berdiam dan mendengarkan cerita Yoan.


"Ma, aku sudah melakukan hubungan terlarang dengan Topan." kata Yoan sambil menatap Mamanya.


Sundari hanya diam menatap sambil menunggu Yoan melanjutkan ceritanya.


"Aku hamil Ma." kata Yoan sambil menangis dalam pelukan Sundari. Ingin rasanya Sundari marah pada sang anak tapi dia tak mau membuat Yoan semakin terpuruk.


"Kamu sudah bilang pada Topan ? Apa dia gak mau tanggung jawab ?" tanya Sundari.


"Topan belum tahu apa - apa. Aku bahkan menghindari dia." jawab Yoan.

__ADS_1


"Kenapa Nak ? Dia harus tau juga mengenai ini." kata Sundari.


"Aku sempat berpikir untuk menggugurkan kandungan tapi barusan aku bermimpi tentang 2 anak lelaki yang memanggilku Mama. Kami baru bertemu tapi aku sayang dengan mereka." cerita Yoan.


"Jangan pernah kamu berpikir untuk menggugurkan kandungan Nak. Cukup kamu berdosa saat melakukan hal itu tapi jangan sampai kamu berdosa lagi karena membunuh mereka." Sundari mengingatkan.


Sundari sempat melirik ke arah pintu dan melihat Bambang pergi sambil memegang dadanya. Sepertinya Bambang terpukul mengetahui anaknya yang hamil diluar nikah.


"Kamu istirahat dulu ya sekarang. Mama bikinkan minuman hangat dulu." Sundari bergegas keluar kamar untuk melihat kondisi suaminya.


"Yah.. Kamu gak apa - apa ?" Sundari menghampiri Bambang yang duduk termenung di ruang tamu.


"Tentu aja aku kaget Dar. Kita sudah gagal mendidik anak." Bambang mengusap wajahnya dengan kasar.


"Kita harus gimana Yah ?" tanya Sundari.


"Meski aku kecewa sama Yoan dan Topan tapi kita tak boleh menjauhi dia. Kita bicarakan baik - baik." kata Bambang.


"Iya Yah. Tunggu kondisi kamu membaik, kita panggil Yoan. Kalau perlu Topan juga kita suruh datang." usul Sundari.


"Lebih baik kita ngobrol sama Yoan dulu. Biarkan dia yang memberitahu pada Topan. Lalu kita lihat reaksinya." kata Bambang.


"Iya Yah." kata Sundari.


"Jangan beritahu kakak - kakaknya dulu. Biar hanya kita bertiga yang tahu masalah ini." kata Bambang.


"Iya. Ayah istirahat dulu. Ndari bikinkan minuman hangat dulu." kata Sundari.


Sundari menuju dapur untuk membuat wedang jahe buat suami dan anaknya sambil terus memikirkan masalah besar ini.


...***...


#Maaf ya update sedikit lambat, Otjor masih sibuk mengurusi orangtua yang sedang sakit.


Mau tanya dong... Kira - kira mau dilanjur cerita soal Yoan atau berseling dengan yang lain ?#


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2