
Hari itu Yoan bangun lebih siang. Dia melirik jam dinding ternyata sudah pukul 9. Yoan segera turun dan langsung keluar menuju kamar mandi.
"Kamu baru bangun ?" tanya Mama Sundari.
"Iya. Hehehe." Yoan langsung masuk ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.
"Anak perawan kok bangunnya siang." sindir Sundari.
"Kan lagi gak ada kuliah Ma." Yoan sudah duduk dan mengambil roti bakar di atas meja makan.
"Makanya jangan pacaran mulu. Udah pulangnya malam, abis itu sms an sampe pagi." ledek Yenny.
"Iih.. Mbak apaan sih. Biasa aja kalee." Yoan mencibir pada kakaknya.
"Yo, kamu harus lebih pintar bagi waktu ya. Ingat, kuliahmu harus selesai." kata Sundari sambil mengelus rambut anak bungsunya itu.
"Iya Ma. Tenang aja." jawab Yoan dengan mulutnya yang penuh.
"Oh iya Ma. Kita jadi nyari kain ke pasar besar ?" tanya Yenny.
"Iya jadi. Kamu ikut ya Yo ?" Sundari menatap Yoan.
"Males ah Ma. Panas." Yoan memberikan alasan.
"Daripada diem di rumah aja Yo." kata Yenny.
"Males ah kalo harus bawa motor siang - siang. Panas Mbak." tolak Yoan.
"Nanti Mas Diki mau jemput kok. Lagian sekalian sama Mbak Yuli." kata Yenny.
"Kalo naik mobil mah hayuk aja deh." jawab Yoan.
"Ya udah mandi dulu sana. Bau tau." ledek Yenny.
"Baru mandi pagi sekali aja belagu. Ntar dulu kan baru selesai makan. Nanti aku mandi kok." kata Yoan.
Siangnya mereka berlima menuju ke pasar besar untuk membeli kain untuk seragam nikahan Yulia, kakak sulung Yoan.
"Kamu udah bawa catatannya kan Mbak ?" tanya Sundari.
"Udah Ma. Sudah lengkap disini." Yulia mengeluarkan kertas berisi catatan nama - nama keluarga inti Yulia dan Diki, calon suaminya.
"Kamu jadinya mau warna apa Mbak ? Merah atau maroon ?" mereka sudah berada di bagian kain brokat.
"Jadinya warna maroon aja Ma." jawab Yulia.
Sundari pun memilih motif yang paling bagus dari puluhan warna maroon yang ada.
"Buat kita warna apa Ma ?" tanya Yenny.
"Coklat aja Mbak. Bagus." usul Yoan.
"Buat Mama sama besan merah coklat tua. Buat kalian pink aja." jawab Sundari.
__ADS_1
"Gak mau pink Ma. Coklat aja sih." Yoan menolak.
"Iya Ma. Coklat muda aja lebih bagus. Biar Mas Ogi juga bagus makenya." kata Yenny.
"Iya deh. Brarti brokat coklat mudanya berapa meter ?" tanya Sundari pada Yenny.
"2x4 jadi 8 meter Ma." jawab Yenny.
"Koh, yang maroon 2 meter. Yang warna coklat tua ini 4 meter, dijadikan 2 terus yang coklat 4x2 meter." kata Sundari pada pemilik toko.
"Siap. Ada lagi Bu Bambang ?" tanya Koh Awi, sang pemilik toko.
"Buat akad belum Ma." kata Yulia.
"Oh iya Mama lupa. Minta brokat putih motif yang sama 2 meter." kata Sundari.
"Bentar saya suruh cari dulu. Gak sekalian buat orangtua nya ?" tanya Koh Awi lagi.
"Oh iya. Sekalian deh koh. 4 meter." jawab Sundari.
Akhirnya semua pesanan sudah lengkap.
"Sekarang kemana lagi Ma ?" tanya Diki.
'Kita cari Batik dulu buat Ogie dan kakak ipar kamu." jawab Sundari.
"Buat Ayah pake apa Ma ?" tanya Yoan.
"Ayah biar pake jas sama kayak Diki dan Ayahnya." jawab Sundari.
"Pake yang ada aja lah. Punya Ayah masih ada warna item. Ayah kamu juga pake warna item ya Dik." kata Sundari pada calon mantunya.
"Iya Ma." jawab Diki singkat.
Tujuan akhir hari itu adalah ke toko batik. Setelah itu Yulia dan Diki mengantar Sundari dan kedua adik Yulia pulang ke rumah. Mereka berdua langsung pergi karena harus kembali ke kantor.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Malam minggu itu Yoan sedang jalan - jalan sama Ryan, kekasihnya.
Mereka nonton dan makan di salah satu Mall.
Saat sedang makan, tiba - tiba..
"Hei, ternyata loe ya pelakornya." teriak seorang perempuan.
"Kamu siapa ?" Yoan tak kenal dengan perempuan itu. Dilihatnya Ryan menundukkan kepala sambil menyembunyikan wajahnya.
"Gue mantannya baj****n ini." teriak perempuan itu.
"Kan udah mantan. Ngapain teriak - teriak disini ?" Yoan bertanya dengan tenang.
"Kita putus gara - gara loe, dasar pelakor." perempuan itu menunjuk Yoan tepat di wajahnya.
__ADS_1
"Yakin kamu ? Bukannya kamu udah punya yang lain?" Yoan balik menantang perempuan itu.
"Indah, Kita tuh putus jauh sebelum gue pacaran sama Yoan." Ryan berdiri membela Yoan.
"Enak aja. Loe tuh selingkuh sama dia. Alasan aja ngeband ternyata jalan berdua." kata Indah.
"Loe tuh yang duluan selingkuh dari gue." elak Ryan.
"Maling kok teriak maling." Sindir Yoan yang sudah geram.
"Awas ya kalo ngomong. Ku**** ***r." Indah sudah mengangkat tangannya hendak menampar Yoan.
"Aku apa kamu yang kurang ajar ?" tanya Yoan.
"Udah. Kalian gak malu apa berantem disini ?" Ryan berusaha untuk melerai.
"Cewek loe tuh lo***. Udah diapain aja loe sama dia." maki Indah.
"Sorry ya. Aku gak kayak kamu. Yang all in pacarannya." ledek Yoan.
"Ku**** ***r loe. Dasar lo***." umpat Indah.
"Cukup. Loe jangan keterlaluan ya sama cewek gue. Hubungan kita udah selesai sejak lama. balik sana sama pacar baru loe." Ryan balik memarahi Indah.
"Gue gak terima Yan. Loe pacaran sama dia. Bagusan gue kemana - mana." kata Indah.
"Dia yang mau sama aku. Kalo emang dia mau, ya ambil lagi aja." Yoan memilih untuk meninggalkan mereka berdua.
"Nama loe emang Indah tapi kelakuan loe gak sesuai sama nama loe. Jangan pernah ganggu gue dan cewek gue lagi." ancam Ryan sebelum pergi menyusul Yoan.
Yoan sudah berjalan menuju pintu keluar Mall.
"Sayang, Jangan tinggalin aku." Ryan menarik tangan Yoan, mencegahnya untuk pergi.
"Kamu selesaiin dulu urusan sama mantan kamu tadi." Yoan berusaha untung tenang.
"Semua urusan dengan dia udah selesai Yang. Maafin ya." Ryan menarik Yoan ke dalam pelukannya.
"Lepasin. Malu dilihatin sama orang - orang." Yoan melepaskan pelukan Ryan.
"Tapi kamu maafin aku kan ?" Ryan masih memegang tangan Yoan erat.
"Iya. Sudah aku maafin. Sekarang kita pulang yuk." ajak Yoan. Dia malu karena banyak orang yang melihat mereka.
"Kita cari makan lagi yuk." Ryan menawarkan pada Yoan.
"Gak mau. Aku udah gak mood." tolak Yoan.
Mereka pun meneruskan perjalanan dlaam hening. Yoan benar - benar tak menyangka harus mengalami hal ini. Dilabrak karena pacaran dengan Ryan yang seorang playboy. Semoga ini pertama dan terakhir kalinya.
Jangan lupa Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih 🙏🙏🙏