
Hari ini Zizi meliburkan diri dari kuliahnya. Terpaksa Zizi berbohong pada orangtuanya. Dia dan Bagus berencana pergi ke taman hiburan yang baru buka di kotanya.
Zizi janjian dengan Bagus di depan kafe milik sahabat Bagus. Bagus pun menitipkan motor sportnya disana dan pergi ke taman hiburan naik mobil Zizi.
Setelah menempuh perjalanan 30 menit, mereka pun sampai di taman hiburan.
(source : google)
Bagus langsung membeli 2 tiket untuk mereka.
"Mau kemana dulu Zi ?" tanya Bagus sambil memeluk bahu Zizi.
"Kita naik itu aja." Zizi menunjuk ke bianglala.
"Masih panas Zi. Gimana kalo naik itu aja." Bagus menunjuk ke istana boneka.
"Boleh deh. Nyantei dulu ya." kata Zizi mengikuti langkah Bagus ke tempat yang dimaksud.
Mereka sangat menikmati semua wahana yang ada di taman bermain.
"Gus, aku lapar. Makan dulu yuk." ajak Zizi.
"Yuk. Kita makan di foodcourt aja ya." kata Bagus.
"Boleh. Kakiku udah pegel banget dari tadi keliling disini." keluh Zizi.
"Aku pesenin kamu makan ya. Mau makan apa ?" tanya Bagus.
"Terserah aja. Pokoknya minumannya es coklat." jawab Zizi.
Bagus pun memesankan makanan dan minuman untuk mereka berdua.
"Abis ini kita mau main lagi atau langsung pulang ?" tanya Bagus setelah selesau makan.
"Udah sore ya. Tapi aku masih penasaran pengen naik bianglala." jawab Zizi sambil melihat jam di tangannya.
"Masih ada waktu. Kita naik itu sekali terus pulang." kata Bagus yang langsung menarik tangan Zizi untuk bangun dari duduknya.
__ADS_1
Mereka berdua pun bergandengan tangan menuju ke tempat bianglala.
(source : google)
"Gus, aku mau beli popcorn sama minuman dulu." kata Zizi saat melihat stand popcorn.
"Aku yang beliin." kata Bagus.
"Gak usah. Aku beli sendiri aja. Kamu tunggu sini ya." kata Zizi.
Zizi pun membeli sekitak popcorn dan segelas minuman cola.
"Kok beli cuma 1 sih ? Aku gak dibeliin ?" tanya Bagus.
"Ini aja barengan. Biar romantis." kata Zizi sambil tersenyum.
"Biar romantis atau ngirit ?" ledek Bagus.
"Ngapain ngirit. Dari tadi aku kan gak keluar uang. Semuanya kamu yang bayarin." Zizi cobe membela diri.
"Makasih ya Gus." Zizi memeluk tangan Bagus.
Bagus mengantar Zizi sampai ke rumahnya.
"Malam Tante. Maaf pulang agak malam, tadi saya habis ngajak Zizi jalan - jalan sebentar." kata Bagus pada Mami Liana.
"Gak apa - apa nak Bagus. Makasih ya udah nganterin Zizi." kata Liana.
"Saya permisi langsung pulang Tante." pamit Bagus.
"Kamu naik apa Gus ?" tanya Zizi.
"Tadi udah telpon temen aku Gilang, Nanti dia jemput di depan komplek." jawab Bagus.
"Iya. Hati - hati ya Nak." kata Liana.
"Iya Tante. Permisi. Aku pulang ya Zi." kata Bagus.
__ADS_1
"Iya." jawab Zizi.
Zizi langsung masuk ke rumah setelah Bagus pulang.
"Kak, lain kali kalo pulang lewat magrib, kabarin Mami dong." tegur Liana.
"Iya Mi. Maaf ya." kata Zizi sambil duduk di sebelah Mami dan adiknya.
"Mami gak larang kamu main sama siapapun. Tapi harus kabar." Liana mengingatkan Zizi sekali lagi.
"Iya Mi. Tadi hp Zizi lowbat." kata Zizi.
"Kamu pacaran sama Bagus ?" tanya Liana.
"Iya Mi. Gak apa - apa kan Mi ?" Zizi balik bertanya.
"Mami tahu kalo Bagus itu anak yang baik. Tapi kamu juga pacarannya jangan sampai kebablas ya. Dan jangan sampai mengganggu kuliah kamu." Liana mengingatkan.
"Iya Mi." jawab Zizi singkat.
"Untung Papi belum pulang. Kalo papi tahu pasti marah." kata Liana.
"Jangan bilang ke Papi ya Mi." kata Zizi lalu beranjak menuju kamarnya.
Dia sudah tak sabar merebahkan tubuhnya yang sangat lelah.
...***...
Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopi☕ 😁😁
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih 🙏🙏🙏
__ADS_1