
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca ππ
...***...
Saat ini Yoan, Topan dan Sundari sedang menunggu giliran periksa di klinik dokter kandungan. Bambang sengaja menyuruh mereka periksa di klinik yang agak jauh dari rumah.
"Ibu Yoan Erdiana." panggil perawat.
Yoan pun masuk ke ruangan praktik dokter ditemani oleh Sundari dan Topan.
Setelah sedikit tanya jawab, dokter menyuruh Yoan untuk berbaring untuk melakukan pemeriksaan USG.
"Selamat ya Bu. Ibu hamil anak kembar, usianya sekitar 7 minggu." kata dokter Vani.
"Kembar dok ? Yang bener ?" Topan tak percaya mendengarnya.
"Benar Pak. Ini kelihatan kan ada 2 titik. Ini janinnya." dokter menjelaskan.
Topan hanya terdiam sambil menatap layar monitor dengan takjub.
"Jadi calon cucu saya kembar ? Ini baru pertama kalinya loh." Sundari terlihat bahagia.
"Cowok atau cewek dok ?" tanya Topan.
"Untuk jenis kelamin baru bisa terlihat saat usia janin diatas 14 minggu." jawab dokter.
"Ooh.. Iya dok. Terimakasih infonya." kata Topan.
"Sama - sama Pak. Nanti kontrol lagi bulan depan ya." kata dokter sambil berjalan menuju ke mejanya.
"Pelan - pelan sayang." Sundari membantu Yoan bangun dari ranjang pemeriksaan.
"Ini saya kasih vitamin untuk penguat kandungan, juga obat penghilang mual." dokter memberikan keetas resep.
"Tante, Yoan, biar saya yang tebus obat di apotek." kata Topan saat mereka sudah diluar ruangan dokter.
"Iya Kita tunggu di lobby ya." kata Sundari.
Sundari sedikit heran dengan sikap Yoan yang berubah diam sejak di ruangan dokter.
"Kamu kenapa Sayang ? Kok daritadi diam saja ?" tanya Sundari.
"Gak apa - apa Ma. Aku cuma masih kaget aja karena hamil anak kembar." jawab Yoan.
__ADS_1
"Alhamdulilah Sayang. Itu rejeki kamu." Sundari mengusap lembut rambut Yoan.
"Semoga anak - anak Yoan cowok ya Ma. Biar bisa kuat." kata Yoan.
"Apapun jenis kelaminnya, dia buah hati kalian, cucu Mama juga." kata Sundari.
Tak lama Topan kembali dengan membawa obat dan vitamin untuk Yoan.
"Ayo Ma, Yoan, Kita pulang." kata Topan.
"Sudah selesai Pan?" tanya Sundari.
"Sudah Tante." jawab Topan.
"Mulai sekarang kamu harus panggil Mama." kata Sundari saat mereka sudah di dalam mobil.
"Nanti aja Tante. Kalo saya sudah resmi menikah dengan Yoan." kata Topan.
"Terserah kamu aja deh." Sundari tersenyum pada calon menantunya itu.
"Oh iya Tante. Hari Minggu ini orangtua saya akan datang untuk melamar Yoan." kata Topan.
"Iya. Nanti kamu sampaikan juga ke Ayah ya." kata Sundari.
"Yo.. Kamu kenapa diam aja ?" tanya Topan sambil melihat Yoan dari spion tengah.
Melihat Yoan yang bersikap jutek, Topan pun memilih diam hingga mobil sudah tiba di rumah Yoan.
"Ayo masuk dulu Pan." kata Sundari.
"Makasih Tante." Topan duduk di ruang tamu.
Yoan langsung masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan Topan.
Sundari segera memanggil suaminya. Lalu dia menghampiri Yoan yang sudah maauk ke kamarnya.
"Yo, kamu gak boleh gitu sama Topan." kata Sundari menasehati.
"Gak tau Ma. Aku sebel banget sama dia." kata Yoan.
"Mungkin memang mood kamu sedang kacau. Tapi bagaimanapun dia Ayah dari bayi kamu." kata Sundari.
"Iya Ma. Yoan tahu. Tapi Yoan butuh waktu buat sendiri dulu." kata Yoan.
"Ya sudah itu terserah kamu. Toh kamu juga yang menjalani semuanya. Jangan sampai kamu menyesal kalau sikap Topan berubah." Sundari mengingatkan.
"Nanti Yoan temuin dia deh kalo udah selesai ngobrol sama Ayah." kata Yoan.
__ADS_1
"Oke. Mama keluar dulu ya mau nemuin Ayah sama Topan." kata Sundari.
Sekitar satu jam Topan berdiskusi dengan Ayah Bambang mengenai rencana pernikahan.
Setelah Bambang masuk ke kamarnya, Yoan keluarrl untuk menemui Topan.
"Yo, kamu masih marah sama aku sayang ?" tanya Topan. Yoan hanya diam saja tak mau menatap pada kekasihnya itu.
"Yo, aku minta maaf atas kejadian ini. Aku janji aku akan bertanggungjawab dan selalu mencintai kamu." Topan meraih tangan Yoan.
"Aku gak tau Mas. Jujur, Aku merasa kesal sama kamu." Yoan berterus terang.
"Ini pasti si kembar yang kesel sama Papanya ya ? Maafin Papa ya sayang." Topan mengelus perut Yoan yang masih datar.
"Mas, jadinya kapan kita nikah ?" tanya Yoan yang sudah merasa tenang.
"Hari Minggu ini orangtuaku akan datang melamarmu. Setelah itu kita tentukan waktu secepatnya." jawab Topan.
"Semoga gak terlalu lama ya Mas. Aku gak mau sampai perutku kelihatan buncit pas ijab nanyi." kata Yoan.
"Sepertinya masih di bulan ini Sayang. Kamu sabar ya." Topan menarik Yoan dalam pelukannya.
"Iya Mas." kata Yoan sambil meletakkan kepalanya di dada Topan.
"Aku pulang dulu sayang. Udah mau magrib. Kamu baik - baik ya sama si kembar." kata Topan.
"Iya Mas." jawab Yoan singkat.
Lalu memanggil Ayah dan Mamanya karena Topan akan pamit pulang.
Yoan melangkah ke kamarnya. Dia duduk di tepi ranjang sambil mengusap perutnya.
"Mama sayang sama kalian. Semoga kalian tumbuh dengan baik ya." gumam Yoan.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
__ADS_1