Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Zizi) Bertemu Kembali


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan segera Othor tamatkan. Doakan ya semoga othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–πŸ“–πŸ“–


...***...


Zizi mulai betah dengan pekerjaan dan rekan kerja barunya. Hubungan kerjanya dnegan Andri juga semakin akrab. Bahkan saking terlalu akrabnya, Karyawan lain mengira mereka terlibat hubungan asmara.


"Zi, Aku ijin dulu ya mau pergi sebentar." kata Andri.


"Mau ketemu klien ?" tanya Zizi.


"Mau ketemu klien hatiku." jawab Andri sambil tersenyum lebar.


"Astaga. Mau pacaran toh." sindir Zizi.


"Ssttt.. Aku mau ngurusin undangan sama gedung dulu. Jangan lapor ke Om Gunawan ya." Andri memohon.


"Bentar dulu Pak. Bukannya adik bapak baru aja nikah. Kok bisa nyusul secepat ini ?" tanya Zizi.


"Kepo banget sih kamu. Nanti aku ceritain ke kamu." Andri mengacak rambut Zizi.


Pada saat itu ada karyawan yang mengetuk pintu ruangan mereka.


"Permisi Pak, Bu. Ada klien yang ingin bertemu." kata Nina, staff nya.


"Suruh masuk ya." kata Andri. Nina mengangguk lalu menuju ke ruang tunggu.


"Emang Bapak gak jadi pergi ?" tanya Zizi.


"Jadilah." jawab Andri.


"Terus siapa yang handle kliennya ?" tanya Zizi lagi.


"Ya kamulah. Tolong ditangani ya. Kalo gak salah ini dari Universitas Brawijaya." jawab Andri.


"Kalo giliran gini aja aku yang nangani." gerutu Zizi dalam hati.


"Gaj usah manyun. Nanti aku belikan makanan dan minuman buat kamu." bisik Andri.


"Selamat Pagi Pak, Bu." sapa sang klien.


"Pagi Pak. Silahkan duduk. Saya Andri, ini rekan saya Zivana. "Andri memperkenalkan dirinya.


"Makasih. Saya Agus. Ada rekan saya masih ada urusan di luar." kata Agus.


"Maaf Pak sebelumnya. Saya masih ada janji dengan klien lain. Jadi silahkan Bapak diskusinya dengan Zivana. Permisi." kata Andri lalu meninggalkan ruangan.


"Kita mau langsung atau tunggu rekan Bapak ?" tanya Zizi.


"Kita tunggu dulu sebentar ya Bu." jawab Agus.


Zizi menghubungi OB untuk membuatkan minuman buat tamunya.


Tak lama seorang lelaki masuk ke ruangan.


"Maaf harus menunggu saya." kata Lelaki itu. Zizi yang sedang menunduk, mengangkat wajahnya karena merasa pernah mendengar suara itu.


"Kamu.."

__ADS_1


"Zizi.." keduanya mengucap bersamaan.


"Kalian sudah saling kenal ?" tanya Agus pada keduanya.


"Iya. Kami pernah bertemu beberapa bulan yang lalu." jawab Zizi.


"Dia temannya saudara saya Pak." kata lelaki yang ternyata Faisal.


"Silahkan duduk Pak." Zizi mempersilahkan dengan sopan.


"Wah.. Dunia ternyata sempit ya. Siapa yang nyangka ternyata Pak Faisal kenal dengan Bu Zivana." kata Agus.


"Hanya kebetulan kenal aja Pak. Itupun hanya bertemu sekali." kata Faisal.


"Ternyata pilihan saya mengajak Pak Faisal sudah benar. Kalo kalian sudah kenal kan jadi lebih enak diskusinya." Agus tersenyum melihat kecanggungan kedua orang itu.


"Ah.. Sama siapa pun sama aja Pak." elak Faisal.


"Kalau dilihat - lihat, kalian berdua itu cocok loh. Sama - sama muda, satu ganteng satu cantik, masih single. Semoga kalian berjodoh ya." ledek Agus.


"Bapak nih terlalu berlebihan ekspektasinya." kata Faisal merasa tak enak hati dengan Zizi yang hanya diam menunduk.


"Silahkan Pak. Langsung aja kita diskusikan masalah asuransi." Zizi coba mengalihkan topik pembicaraan.


Mereka pun berdiskusi mengenai asuransi untuk dosen di kampus mereka.


Sesekali Faisal mencuri pandang pada Zizi.


"Permisi Bu Zivana. Saya mau ke kamar mandi dulu." kata Agus.


"Silahkan Pak. Kamar mandi nya di ujung sebelah kanan." kata Zizi sambil mengantarkan Agus sampai ke pintu.


"Baik. Akhirnya kamu ngajar di Unibraw ya ?" Zizi balik bertanya.


"Iya. Alhamdulilah. Baru lulus langsung bisa ngajar." jawab Faisal.


"Selamat ya. Hebat kamu." kata Zizi.


"Semua karena motivasi dari kamu." kata Faisal.


"Apa hubungannya ? Kapan aku motivasi kamu ?" tanya Zizi.


"Waktu kira bertemu di Surabaya. Secara gak langsung kamu motivasi aku biar celat lulus. Sebukan setelah itu aku langsung sidang tesis loh." jawab Faisal.


"Bisa gitu ya." kata Zizi lirih.


"Rumah kamu masih di komplek Pelangi kan ?" tanya Faisal.


"Masih dong." jawab Zizi.


"Boleh aku main ke rumah kamu ?" tanya Fahmi.


"Boleh aja. Tapi kerjaan aku lagi oadat banget. Sering pulang malam, bahkan tugas ke luar kota." Zizi terpaksa berbohong karena belum mau Faisal main ke rumahnya.


"Aku minta nomor ponsel kamu ya." kata Faisal.


Belum sempat Zizi memjawab, Agus sudah kembali ke ruangan.


"Mari kita lanjutkan." kata Agus.


Mereka pun kembali membahas asuransi secara detail. Hingga tak terasa sudah waktunya makan siang.

__ADS_1


"Pak, Ini kan sudah selesai. Kami akan proses dulu, lalu kita jadwal lagi untuk pengesahannya. " kata Zizi.


"Iya Bu. Nanti kita atur lagi." jawab Faisal.


"Sudha jam makan siang. Bu Zivana mau makan siang bareng kami ?" ajak Agus.


"Makasih Pak. Tapi maaf saya masih ada janji dengan yang lain. Mungkin lain kali." tolak Zizi.


"Baiklah kalo begitu. Kami pamit dulu." Agus menyodorkan tangannya pada Zizi. Zizi pun balas menjabat tangan Agus dan Fahmi bergantian.


Faisal terus menatap Zizi saat bersalaman dengannya. Zizi pun ganya balas menatap lelaki itu. Sebenarnya bukan Zizi tak tertarik pada Faisal, tapi dia belum siap untuk membuka hatinya lagi.


"Ehem..." Agus memutuskan tatapan keduanya.


"Makasih ya Bu. Kami pamit dulu." kata Agus ketika melihat Zizi dan Faisal sama - sama salah tingkah.


Faisal keluar dari ruangan diikuti Agus.


"Jangan dilepas Bro. Kejar terus." bisik Agus.


"Dia menghindar terus Pak." keluh Faisal.


"Usaha terus. Mungkin dia belum yakin aja." Agus memberi semangat.


"Dekati dia pelan - pelan. Slow but sure." Agus memberikan nasehat pada Faisal yang hanya diam mencerna ucapan Agus.


"Cie.. Abis ketemu siapa tadi ? Kok melamun ?" tiba - tiba Andri datang mengagetkan Zizi.


"Gak ngelamunin siapa - siapa." jawab Zizi.


"Pasti abis ketemu cowok cakep ya. Pepet terus Zi. Masa mau jomblo terus." ledek Andri.


"Apaan sih Pak. Sok tahu deh." protes Zizi.


"Emamg gue tahu. Kelihatan dari muka kamu." Andri kembali meledek Zizi.


"Emang muka aku gimana ?" tanya Zizi.


"Muka kamu bersemu merah. Hahaha." goda Andri.


"Gak taulah Pak. Gak usah bahas itu." kata Zizi kesal.


"Terus mau bahas apa dong ?" tanya Andri.


"Kita bahas aja soal pernikahan Bapak. Bapak janji kan mau cerita sama saya. Terus makanan dan minuman buat saya mana ?" tagih Zizi.


"Oh iya saya lupa. Bentar, saya suruh OB beli makanan dan minuman buat kamu dulu." Andri bergegas keluar dari ruangan.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2