
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah Othor akan segera menyelesaikan cerita ini. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
...***...
Pagi itu Yoan berniat menghubungi sahabatnya untuk mengabarkan hari pernikahannya.
*kring.. kring.. *
"Halo.."
"Halo Si.."
"Yoan, pa kabar ? Tumben nelepon ?"
"Iya Si. Aku mau ngabarin. Tanggal 25 ini aku mau nikah."
"Tanggal 25 ? 10 hari lagi ? Kok mendadak sih Yo ?"
"Maaf ya Si. Emang acaranya mendadak. Aku juga baru sempet kasih tahu kamu."
"Sama siapa ?"
"Sama Topan lah. Siapa lagi."
"Maaf ya aku gak bisa datang. Habis mendadak sih."
"Gak apa Si. Cuma mau ngabarin aja."
"Selamat ya. Semoga samawa."
"Aamiin.. Aamiin. Makasih ya Si."
"Sama - sama. Salam buat keluarga dan laki kamu."
"Oke. Siap."
Panggilan pun disudahi.
"Alhamdulilah. Beres satu orang." gumam Yoan.
Keesokan harinya, Yoan mengajak Zizi dan Amira bertemu untuk mengabarkan hal ini.
"Hai.. hai.." sapa Yoan pada kedua sahabatnya.
"Hai.. Calon manten." goda Zizi.
"Kalian udah pesen ?" tanya Yoan.
__ADS_1
"Udah nih." Amira menunjukkan gelas minuman di hadapannya.
"Sekalian pesen makanan aja." kata Yoan.
"Kamu ajalah yang pesenin." kata Amira.
Yoan pun memesan minuman dan makanan untuk semuanya.
"Gaes.. Aku mau ngabarin. Kalo tanggal 25 aku mau nikah." kata Yoan.
"Oh ya ? Selamat ya Yo. Akhirnya kamu nyusul juga." kata Amira.
"Selamat ya Yo." Zizi ikut memeluk Yoan.
"Makasih ya gaes." balas Yoan.
"Kok mendadak sih Yo ? Kita belum beli seragam kan ?" tanya Amira.
"Acaranya cuma akad nikah aja kok. Kalian gak usah beli seragam. Pakai yang ada aja." jawab Yoan.
"Kenapa gak dipestain ?" tanya Amira lagi. Ziiz hanya diam saja saat Yoan meliriknya.
"Soalnya kan belum lama udah pesta buat Mas Ogie. Jadi nikahanku sederhana aja." jawab Yoan.
"Ooh.. Iya deh. Gak apa yang penting sah." kata Amira. Sebenarnya Amira sedikit curiga dengan pernikahan Yoan yang mendadak dan sederhana. Tapi dia mencoba menghargai privasi Yoan yang tak mau bercerita jujur.
Hari itu Yoan sudah berdandan sejak pagi. Cukup dengan riasan sederhana, karena Yoan juga gak suka dirias.
"Kamu cantik sayang." Sundari masuk ke kamar Yoan.
"Makasih Ma. Perut aku gak kelihatan kan ?" tanya Yoan.
"Gak kok sayang. Bajunya kan sengaja dibikin longgar." jawab Sundari.
"Maaf ya Nak. Kalian harus pengap." kata Yoan sambil mengusap perutnya yang mulai terlihat.
Acara Ijab qabul pun berlangsung. Bambang menikahkan langsung anaknya dengan Topan.
Kedatangan Topan dan keluarganya disambut hangat oleh Bambang dan Sundari. Topan dipersilahkan menempati kursi di hadapan Bambang. Tak lama Yoan keluar dari kamar didampingi oleh Yulia dan Yenny, kakaknya.
Zizi duduk di belakang kedua mempelai saat ijab qabul berlangsung. Amira berhalangan hadir karena sedang sakit. Tapi Alif datang mewakili sang istri.
Ijab qabul berjalan dengan sakral dan lancar. Akhirnya Topan dan Yoan resmi menjadi suami istri. Kedua mempelai pun menerima ucapan selamat dari para tamu undangan. Lalu smeua tamu menikmati hidangan sederhana yang sudah disiapkan.
Setelah acara, Topan langsung memboyong Yoan ke rumah kontrakannya sesuai dengansyarat yang diajukan Bambang.
"Kamu baik - baik disana ya Nak." Sundari memeluk Yoan erat.
"Iya Ma. Yoan pasti akan kangen sama Mama." Yoan terisak di pelukan sang Mama.
__ADS_1
"Jaga Yoan baik - baik ya." pesan Bambang saat memeluk Topan.
"Iya Yah. Saya janji akan selalu menjaga Yoan." balas Topan.
Yoan berangkat menaiki mobil keluarga Topan.
Sepanjang perjalanan Yoan menangis dalam pelukan suaminya. Meski terlihat kuat diluar tapi Yoan memiliki sisi rapuh dalam dirinya.
"Sabar ya Sayang. Kamu harus kuat. Aku janji akan selalu menjaga kamu dan anak - anak kita." bisik Topan di telinga Yoan. Yoan hanya mengangguk.
Tak lama mereka sampai di rumah kontrakan Topan yang baru. Topan sengaja pindah ke kontrakan baru yang sedikit jauh dari rumah orangtua Yoan.
"Akhirnya kita sampai Sayang. Ini rumah kita." kata Topan sambil tetap merangkul Yoan.
"Rumahnya asri Mas." kata Yoan.
"Iya meski masih ngontrak tapi aku janji akan bikin kamu nyaman disini." kata Topan sambil mengecup kening wanita yang jadi istrinya.
Mereka masuk ke rumah bersama kedua orangtua dan saudara Topan.
"Topan, Yoan, Meski kalian memulai rumah tangga ini dengan cara yang kurang baik tapi Mama dan Papa mengucapkan selamat ya. Semoga kalian bisa terus mempertahankan pernikahan kalian." kata Andi, Papanya Topan.
"Kamu harus bahagiain Yoan ya Nak." Siska, Mama Topan ikut menasehati.
"Makasih Pa, Ma." balas Topan sambil memeluk Mama dan Papanya bergantian. Yoan pun ikut memeluk mertuanya bergantian.
"Mama dan Papa harus pulang ke Jakarta hari ini." kata Siska.
"Iya Ma, Pa. Hati - hati di jalan ya." kata Yoan sambil mencium tangan mertuanya.
"Kamu istirahat dulu sayang. Aku mau antar Mama dan Papa ke Bandara dulu." kata Topan.
"Iya Mas." Yoan masuk ke kamar untuk beristirahat. Dia segera mengganti kebayanya dengan baju longgar.
"Semoga kalian sehat ya." Yoan mengusap perutnya yang mulai membuncit.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
__ADS_1