
Hari ini Amira tidak masuk sekolah karena sedang sakit. Terpaksa Sissy berangkat sekolah diantar A Arya. Di kelas Sissy merasa kesepian karena harus duduk sendirian. Tiba - tiba Yanto menghampiri Sissy dan duduk dibangku disampingnya.
"Si, Rara kemana sih?" tanya Yanto sambil menatap Sissy.
"Sakit To." jawab Sissy singkat.
"Sakit apa?" tanya Yanto lagi.
"Gejala typus." Sissy mengalihkan pandangannya keluar kelas.
"Ntar nengok yuk." ajak Yanto.
"Gak usah bilang juga aku pasti kesana." Sissy gak begitu suka dengan Yanto yang terang-terangan naksir Amira.
"Aku ikut Si. Bareng ya?" Yanto memegang tangan Sissy memohon untuk ikut.
"Gak mau. Aku kesana sama Zizi dan Yoan." kata Sissy melepaskan pegangan tangan Yanto.
"Gak asik kamu. Nanti aku kesana ngajak Bagus aja." kata Yanto sambil meninggalkan Sissy.
Jam istirahat, seperti biasa mereka kumpul di kantin.
"Nanti kita langsung ke rumah Amira atau pulang dulu ?" Tanya Yoan sambil menikmati soto ayam, menu makan siangnya hari ini.
"Pulang dulu ajalah. Aku mau nganter Mama ke doker dulu." kata Zizi.
"Aku juga mau beli buku di blok M dulu." kata Yoan.
"Oke deh. Nanti abis ashar aja ke rumah Amira nya." kata Sissy sambil menghabiskan minumannya.
"Yawda ntar aku jemput kalian. Sissy dulu baru Zizi." kata Yoan.
"Oke." Jawab Zizi dan Sissy kompak.
Sepulang sekolah Sissy tidak melihat kedua sahabatnya. Sepertinya mereka langsung pulang. Sissy pun langsung naik angkot menuju rumahnya. Tanpa diketahui Sissy, tak jauh dari tempatnya menunggu angkot, ada Zizi yang sudah berboncengan dengan Ferry. Mereka menuju ke kedai mie ayam di dekat salah satu SMA swasta terkenal di Malang. Mereka menikmati mie ayam dan es degan yang terkenal itu. Tentu aja yang bayar kali ini adalah Zizi. Seperti biasa, Ferry selalu beralasan uangnya ketinggalan. Entah Zizi yang polos atau terlalu cinta (istilah jaman sekarang 'bucin') jadi dia gak masalah untuk mengeluarkan uang.
"Kak, abis makan kita langsung pulang ya." kata Zizi.
"Gak mau jalan-jalan dulu?" tanya Ferry. Sebenarnya ada yang ingin dia beli, tentu aja pakai uang Zizi.
"Aku harus nganter Mami ke dokter gigi. Pasti sekarang Mami udah nungguin." Jawab Zizi.
"Iya deh. Padahal tadinya mau beli sepatu." kata Ferry kecewa.
"Jangan marah dong Kak. Lain kali aku temenin deh." Zizi mengusap lembut tangan Ferry.
"Temenin doang?" kata Ferry ketus.
"Yawda deh. Nanti aku beliin sepatunya. Kakak bilang aja mau sepatu yang mana?" Kata Zizi masih coba merayu Ferry agar tidak marah.
"Bener ya. Makasih pacarku yang cantik." Ferry mencubit pipi Zizi gemas.
Zizi pun mengangguk lega karena Ferry sudah tidak marah padanya.
__ADS_1
Setelah makan Zizi langsung diantar pulang oleh Ferry. Sampai di rumah, benar aja Mami sudah menunggu di teras.
"Kamu kemana aja Zi? Kan Mami udah bilang minta temenin ke dokter gigi." Semprot Mami ketika Zizi masuk ke halaman rumah.
"Maaf Mi. Tadi motor temen aku mogok. Terpaksa nemenin ke bengkel dulu." jawab Zizi sambil menuju kamarnya berganti pakaian.
"Yawda cepetan ganti bajunya. Nanti keburu macet." teriak Mami tak sabaran.
"Ayo Mi. Berangkat." Zizi mengambil kunci mobil dan memanaskannya.
Zizi dan Maminya menuju ke dokter gigi yang ada di pusat kota. Zizi memilih menunggu Mami di mobil sambil membaca majalah remaja yang dibelinya kemarin. Satu setengah jam kemudian Mami sudah keluar dari klinik.
"Lama amat Mi?" tanya Zizi ketika Mami sudah masuk ke mobil.
"Tadi kan antri Zi. Kamu sih pulangnya lama." Mamai malah balik ngomel ke Zizi. Emang kalo lawan Mami gak akan pernah menang.
"Kita langsung pulang ya Mi." Kata Zizi pada Maminya.
"Mampir ke toko kue dulu Zi. Mami mau beli roti sama kue buat sarapan besok." Mami menunjuk ke arah toko kue di dekat perempatan depan.
"Jangan lama-lama ya Mi. Zizi mau besuk Amira." Kata Zizi saat Mami turun dari mobil.
Mami memang hanya sebentar di toko kue tersebut.
"Nih. Mami beliin buat kamu bawa nanti pas besuk Amira." Mami menyerahkan bungkusan kue ke pangjuan Zizi.
"Makasih Mi." Zizi memeluk dan mencium Mami.
"Tuh kan Mami inget sama kamu. Makanya jangan galak-galak sama Mami." protes Mami akan kelakuan Zizi.
"Zi, enak kayaknya kalo punya toko kue sendiri." celetuk Mami.
"Mami bikin dong. Nanti Zizi bantuin jualan." kata Zizi.
"Kamu aja yang bikin toko kue. Mami capek ngurus rumah." kata Mami sambil menepuk lembut bahu Zizi.
"Doain aja Mi." Zizi tersenyum pada Maminya.
"Aamiin." kata Mami dan Zizi berbarengan.
Sepertinya ini salah satu doa yang terkabulkan hampir 20 tahun kemudian.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jam 3 Yoan datang menjemput Sissy dan Zizi. Akhirnya mereka bertiga berboncengan dengan sepeda motornya.
"Assalamualaikum Ra." Sissy memberi salam.
"Waalaikumsalam. Loh Sissy, Yoan Sama Zizi. Masuk Nak." Kata Ibunya Amira.
"Tante, pa kabar ?" Sissy mencium tangan Ibu Amira diikuti kedua sahabatnya.
"Baik. Tuh Amira di kamar. Kalian langsung masuk aja." Kata Ibu sambil mempersilahkan mereka masuk.
__ADS_1
"Tante lagi sibuk ya?" tanya Zizi berbasa - basi.
"Iya. Lagi banyak jahitan nih. Tante tinggal dulu ya." Ibu bergegas menuju ruangan jahitnya.
"Hai Ra. kamu gimana? masih lemes?" Tanya Sissy ketika masuk ke kamar Amira.
"Eh iya. Masih lemes nih. Makasih ya kalian udah datang nengokin aku." kata Amira lagi sambil duduk bersandar di ranjang.
"Biasa aja Ra. Kan kita sahabat, pastilah nengokin." Yoan masuk sambil. membawa minuman dari dapur rumah Amira.
"Nih, minum dulu. Tadi disuruh Tante ambil sendiri di kulkas." Yoan memberi minuman ke Sissy dan Zizi.
"Ra, ada yang titip salam." kata Sissy sambil duduk di tepi ranjang Amira.
"Siapa?" tanya Amira. Yang lain pun penasaran menunggu jawaban dari Sissy.
"Yanto. Tadi pagi nanyain kamu terus." kata Sissy yang langsung bikin Amira cemberut.
"Tuh anak ya masih aja usaha buat deketin aku." gerutu Amira.
"Emang udah pernah ya? Perasaan baru tau." tanya Yoan.
"Kan dulu pernah nyatain tapi aku tolak." jawab Amira sebal.
"Kapan? Kok aku baru tau?" Zizi juga penasaran.
"Waktu kelas 1. Dulu kan sekelas juga." kata Amira.
"Jangan mau. Dia kan genit banget." Zizi langsung melarang Amira dekat dengan Yanto.
"Sok playboy tapi gagal. Hahaha." Yoan menambahkan.
"Siapa juga yang mau. Kalo mau ya dari dulu lah." Protes Amira.
"Iya juga sih. Hati - hati ajalah sama dia." Zizi memperingatkan sahabatnya.
"Tadi juga aku jutekin kok. Dia ngajakin nengokin kamu." Sissy bercerita kejadian tadi pagi.
"Untung aja kamu gak mau bareng dia." Amira berkata masih dengan kesal.
"Meski dia gak ngajakin, kita juga pasti kesini kan. Ngapain juga bareng dia." kata Yoan.
"Hati - hati. Dia bilang mau ngajakin yang lain kesini nengok kamu." Sissy memperingatkan Amira.
"Nanti aku bilang Ibu aja, jangan terima tamu lain lagi." kata Amira.
"Kalo pacar kamu yang kesini gimana Ra?" Goda Yoan disambut tawa yang lain.
"Gak punya pacar kali." jawab Amira.
Menjelang magrib Sissy, Yoan dan Zizi pu pamit pulang meninggalkan Amira yang harus beristirahat.
Jangan lupa dukung Like 👍, komen dan Vote..
__ADS_1
Makasih 🙏🙏🙏