
Tak terasa liburan naik tingkat sudah tiba. Sissy bersiap untuk pulang ke rumah orangtuanya di Malang. Sissy berangkat ke Malang naik kereta api.
"Si, gue anter ke stasiun ya." Deri menawarkan tumpangan. Deri adalah teman kuliah yang tinggal di kosan sebelah.
"Gak udah Der. Makasih. Gue berangkat sendiri aja." tolak Sissy halus. Bukan tanpa sebab Sissy menolak tawaran Deri. Tapi Sissy tahu betul kalo Deri suka sama dirinya. Karena Sissy memang tak ada perasaan apapun pada Deri jadi dia memilih untuk menghindar.
"Si, Kita jadi mau pindah kost ?" tanya Nia, teman kuliah sekaligus teman kost nya.
"Boleh lah. Kalian cari dulu kontrakannya. Jangan lupa tanya lagi anak cowok yang lain." jawab Sissy.
"Loe aja deh yang tanya." kata Nia.
"Ya ntar gue tanya. Gue balik cuma 2 minggu aja kok." kata Sissy.
"Oke bos. Gue tunggu. Jangan lupa oleh - olehnya." Nia sambil cengar- cengir.
"Beres lah." Sissy langsung berangkat menuju stasiun.
Beruntung gerbong yang ditempati Sissy tidak penuh jadi orang yang seharusnya duduk di sebelah Sissy pindah ke kursi lain yang kosong. Sissy pun bisa duduk dengan leluasa dan meluruskan kakinya di atas kursi.
16 jam perjalanan yang ditempuh cukup membuatnya capek dan lelah. Perbekalan yang dibawanya pun sudah habis. Hanya menyisakan air mineral saja. Sissy memilih menunggu penumpang lain keluar terlebih dahulu. Dia paling tidak suka berdesak - desakan keluar dari dalam kereta.
Sissy meregangkan tangannya begitu keluar dari stasiun. Dengan menenteng tas yang berisi oleh - oleh, Sissy langsung naik ke angkot yang sudah menunggunya di seberang stasiun. Hanya sekitar 15 menit perjalanan dari stasiun ke komplek perumahannya. Setelah turun di depan komplek rumanhnya, Sissy melanjutlan naik becak menuju rumahnya.
"Assalamualaikum." Sissy memberi salam dari depan rumah.
"Waalaikumsalam." jawab Mama Yeni sambil. membukakan pintu.
"Mama gak kerja ?" tanya Sissy sambil mencium tangan Mamanya.
"Gak. Mama ijin dulu." jawab Yeni sambil memeluk bahu anak bungsunya.
"Rumah sepi Ma ?" tanya Sissy.
"Iya. Aa lagi ngurus ijazah ke kampus. Ada lowongan kerja di Surabaya." kata Yeni.
"Alhamdulilah. Teteh belum datang ?" tanya Sissy lagi.
"Belum. Teteh baru pulang lusa." kata Yeni.
"Iya. Ini oleh - oleh buat Mama dan Papa." Sissy mengeluarkan bungkusan dari tas nya.
"Makasih sayang. Kamu mau makan dulu atau mandi dulu." tanya Yeni.
"Mandi dulu aja deh Ma. Abis itu mau rebahan dulu." jawab Sissy sambil masuk ke kamarnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sore harinya Sissy menelpon sahabatnya untuk janjian bertemu. Hari minggu disepakati untuk ketemuan sekaligus melihat Yoan tampil dengan Bandnya.
"Kamu gak kemana - mana De ?" tanya Arya.
"Gak. Masih jetlag. Hehehe." jawab Sissy.
"Jetlag. Gaya bener kamu." Arya mengacak rambut Sissy.
"Aa mau kemana ?" Sissy balik bertanya.
"Mau masukin lamaran dulu. Sekalian kencan." jawab Arya.
"Pacaran mulu. Cari kerja yang bener dong." ledek Sissy.
"Ya biarin. Biar Mama cepet punya mantu." kata Arya.
__ADS_1
"Mantu apa ? Siapa yang mau nikah ?" Yeni tiba - tiba datang dan sudah berdiri di belakang Arya.
"Aa tuh Ma. Udah pengen nikah." adu Sissy sambil cengar - cengir.
"Dasar bawel." protes Arya sambil melotot ke Sissy.
"Siapa yang ngijinin nikah ? Kerja dulu yang bener." omel Yeni.
"Enggak Ma. Itu mah kerjaan Ade aja." Arya memasang muka jutek pada adiknya.
Arya langsung keluar dengan motornya sedangkan Sissy memilih kembali ke kamarnya untuk tidur. Mengumpulkan tenaga untuk acara jalan - jalan besok bersama sahabatnya.
Sissy sudah bersiap dan menunghu Zizi menjemput. Tak lama mobil Zizi pun sudah tampak di depan rumah.
"Assalamualaikum Tante." sapa Zizi dan Amira.
"Waalaikumsalam. Kalian lama gak kesini." kata Yeni.
"Iya Tante. Masih sibuk dengan kuliah." Amira memberikan alasan.
"Kalo gak ada Sissy aja gak pernah main kesini." gerutu Yeni setengah becanda. Hanya dibalas senyuman oleh Zizi dan Amira.
"Ma, aku pergi dulu ya." Sissy langsung mencium tangan Mamanya.
"Jangan malam - malam ya pulangnya." pesan Yeni.
"Insha Allah Ma." Sissy melambaikan tangan pada mamanya.
Mereka tiba di kafe Bunga. Sissy dan kedua sahabatnya memilih duduk di meja paling depan.
"Kalian pesan apa ? Aku traktir." kata Zizi.
"Tumben. Ada acara apa nih ?" tanya Amira.
"Gak ada. Cuma sekali - kali aja." jawab Zizi sambil tersenyum malu - malu.
"Hehehe. Tau aja kamu." kata Zizi tersipu malu.
"Tuh kan. Kenalin dong." kata Amira.
"Nanti. Sekarang baru pdkt." kata Zizi.
"Okelah siap. Kita tunggu." ujar Sissy yang disambut anggukan tanda setuju oleh Amira. Seelah itu mereka bertiga sibuk bergosip mengenai calon pacar batu Zizi.
Mereka pun terdiam saat Flava Band mulai memainkan lagu pertamanya.
Jabat tanganku mungkin untuk yang terakhir kali
Kita berbincang tentang memori di masa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air mataku
Kita terharu seakan tidak bertemu lagi
Bersenang-senanglah
Karna hari ini yang kan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Karna waktu ini yang kan kita banggakan di hari tua
__ADS_1
Sampai jumpa kawanku
Smoga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku
Smoga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
(Sebuah Kisah Klasik - Sheila on 7)
Zizi, Sissy dan Amira sangat menikmati lagu itu. Hinggatak terasa Flava Band sudah selesai manggung. Yoan pun menghampiri ketiga sahabatnya.
"Hai, makasih ya kalian udah datang." Yoan duduk di sebelah Sissy.
"Keren Yo." puji Sissy.
"Kangen kalian." Yoan memeluk Sissy erat. Yang lain dipeluknya dari jauh.
"Kita juga kangen ngumpul gini." kata Amira.
"Kalian nih padahal satu kota juga kok jarang ketemu sih ?" protes Sissy.
"Hehehe. Kita sibuk sama urusan masing - masing nih." ucap Yoan.
"Satu kampus aja jarang ketemu ya Yo ?" sindir Amira. Sebenarnya Yoan yang selalu sibuk dengan urusannya sendiri.
"Tapi aku tau loh kalo Amira jadian sama Kak Alif." ceplos Yoan yang dihadiahi pelototan oleh Amira.
"Yang bener ? Kok gak cerita ?" protes Zizi.
"Gak. Bukan pacaran." kata Amira.
"Kok Yoan bisa tau ?" tanya Zizi kesal.
"Aku pernah ketemu Kak Alif lagi jemput Amira dong." jawab Yoan usil.
"Lagi mau beli keperluan untuk masjid kok. Kita juga gak pacaran." Amira membela diri.
"Pacaran juga gak apa - apa Ra. Kita ikut seneng kok." kata Sissy.
"Iya dong. Biar semua cepet laku." celetuk Yoan.
"Laku.. emang dagangan ?" protes Amira.
"Kamu gimana Si ?" tanya Zizi tiba - tiba.
"Kayaknya aku putus deh sama Edwin." ucap Sissy sedih.
"Loh kenapa ?" tanya Amira.
"Dia gak pernah hubungin aku. Gak ada kabar." kata Sissy.
"Sabar ya. Pasti kamu dapat pacar yang lebih baik." hibur Yoan.
"Betul. Tapi kalo bisa selesaikan dulu hubungan kalian. Cari kepastian sebelum memulai hubungan yang baru." nasihat Amira.
"Makasih ya kalian." Sissy tersenyum pada sahabatnya.
Jangan lupa Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
__ADS_1
ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..
Makasih 🙏🙏🙏