
Hari itu akhirnya Amira sudah kembali bersekolah setelah ijin sakit 8 hari. Amira dan Sissy berangkat naik angkot karena belum diperbolehkan bawa sepeda motor oleh Ibunya.
Melihat Amira sudah sembuh, Yanto pun menghampiri bangku mereka.
"Hai Ra. Alkhirnya kamu sudah masuk sekolah lagi. Aku udah kangen." Yanto sudah duduk di bangku di depan Amira.
"Gombal aja kamu tuh." protes Sissy yang melihat Amira hanya diam saja.
"Diam kamu. Aku ngomong sama Amira bukan kamu." Yanto menatap Sissy dengan pandangan tak suka.
"Yee. Amira nya juga diam aja." kata Sissy lagi.
"Bisa diem gak kamu Si!" Yanti mulai kesal dengan Sissy yang ikut campur.
"Gak mau. Kan ini bangku aku. Suka - suka aku mau ikutan atau gak." balas Sissy tak mau kalah.
"Terserah kamu lah." Yanto meninggalkan mereka, keluar dari kelas.
Sissy hanya tertawa karena dia memang sengaja membuat Yanto kesal. Sissy tau Amira gak suka didekati Yanto seperti itu.
"Makasih ya Si." kata Amira pelan.
"Sama - sama." jawab Sissy.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pulang sekolah Sissy, Amira, Yoan dan Zizi mampir ke Gram**** untuk membeli buku. Sissy yang sangat gemar membaca pun menuju bagian komik dan mencari serial cantik yang terbaru. Sissy selalu menyisihkan uang jajannya untuk membeli beberapa komik tiap bulan. Bahkan koleksi komiknya sudah memenuhi sudut kamarnya.
Sissy sudha menemukan komik yang akan dibelinya. Diapun menuju kasir. Zizi juga sedang di kasir untuk membayar majalah remaja yang dibelinya.
"Makan ke M** yuk." ajak Yoan.
"Hayuk. Eh, Amira udah boleh makan M** kan?" tanya Zizi.
"Boleh ajalah. Asal jangan bilang Ibu. Hehehe." jawab Amira.
"Mulai nakal nih." ledek Sissy.
Sissy dan Yoan memilih menunggu di kursi sedangkan Amira dan Zizi mengantri di resto fastfood yang terkenal itu. Saat mengantri, tiba - tiba ada orang yang menegur mereka.
"Amira, Zizi?" sapa seorang cowok.
"Loh, Mas Alif? Ngapain disini Mas?" tanya Zizi.
"Ya mau makanlah Zi. Aneh kamu tuh!" jawab Alif sambil tertawa.
"Ya kan tumben ketemunya disini." tanya Zizi lagi.
"Iya mampir aja, abis ada urusan deket sini. Oh iya Ra, kok gak oernah keliatan ikut kajian lagi?" tanya Alif pada Amira.
"Aku abis sakit Mas. Maaf belum bisa ikut kajian dulu." jawab Amira.
"Sakit apa?" tanya Alif lagi.
"Typus Mas. Udah sembuh kok." jawab Amira sambil tersenyum.
"Berdua aja?" tanya Alif lagi.
"Tuh sama Sissy dan Yoan." Zizi menunjuk ke tempat Sissy dan Yoan duduk.
"Mas sendirian?" tanya Amira yang melihat Alif sendirian.
"Iya. Ini mau bungkus aja. Titipan Orang rumah." Alif menatap Amira tanpa memperdulikan Zizi yang ada disana. Tiba giliran mereka, Zizi dan Amira pun memesan makanan untuk berempat.
"Mas, kita duluan ya." pamit Amira membawa nampan berisi makanan ke meja.
__ADS_1
"Siapa Ra? Kayak pernah liat?" tanya Yoan.
"Ooh. Itu Mas Alif, anak Remas ( Remaja Masjid )." jawab Amira.
"Pantesan kayak pernah liat." celetuk Sissy.
"Kamu gak pernah ikut kajian sih. Makanya gak tau." kata Zizi.
"Iya. Banyak yang ganteng loh anak ReMas." tambah Yoan.
"Emang kamu pernah ikut kajian?" tanya Sissy menatap tak percaya.
"Ya pernah sekali doang. Hehehe." jawab Yoan.
"Kapan - kapan ikut aja Si. Siapa tau nemu jodoh disana." kata Zizi.
"Ya Allah Zi. Niatnya ikut kajian buat nambah ilmu, bukan cari pacar." Amira geleng - geleng melihat kelakuan sahabatnya itu.
"Amira, Zizi, semuanya, Saya langsung pulang ya." Tiba-tiba Alif sudah ada didekat mereka.
"Iya Mas." jawab mereka kompak.
"Duh, dia tadi dengar obrolan kita gak ya?" Amira terlihat cemas.
"Emang kenapa kalo dengar. Biarin aja." kata Zizi.
"Kan gak enak. Ntar disangkanya kita ikut kajian cuma buat nyari cowok." Amira menjelaskan kecemasannya.
"Eh, dia anak kuliahan kan?" tanya Yoan mengalihkan pembahasan.
"Iya. Kuliah di ******" Amira menyebutkan nama universitas negeri di Malang.
"Sekampus sama Mbak Yenny dong." ujar Yoan.
"Iya. Sepertinya juga seangkatan." kata Zizi.
Mereka pun diam dan segera menghabiskan makanan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari minggu itu Amira mengajak ketoga sahabatnya untuk mengikuti kajian di masjid komplek. Motivasi mereka berbeda -beda. Amira ingin menimba ilmu agama, Sissy merasa bosan di rumah, Zizi ingin menghindari Ferry sang pacar rahasianya, sedangkan Yoan ingin mencari Ikhwan ganteng calon jodohnya.
Mereka berangkat bersama naik mobil Zizi.
Saat datang ternyata baru sedikit yang datang jadi mereka bisa leluasa memilih tempat di depan. Sambil menunggu penveramah datang, Amira pamit ke kamar mandi dulu.
"Mana nih yang ganteng." celeyuk Yoan mengamati setiap ikhwan yang datang.
"Kamu tuh kesini bukannya nyari ilmu malah nyari cowok." ledek Sissy.
"Emang kamu kesini mau belajar agama? Paling juga lagi bosan di rumah." balas Yoan.
"Hehehe. Kok tau sih?" Sissy tersipu malu.
"Ya tiap weekend juga kayak gitu. Bosan liat ortu brantem tiap hari." Yoan meleletkan lidahnya ke Sissy.
"Zi, kamu dari tadi ngelamun aja." Sissy menyenggol lengan Zizi.
"Eh. Gak kok. Lagi ngamatin aja." elak Zizi.
"Mikirin pacarnya kali." Yoan ganti meledek Zizi.
"Pacar dari mana?" Zizi terlihat gugup.
Mereka akhirnya diam setelah dipelotoyin oleh Kak Nina, senior akhwat disana.
__ADS_1
Sementara itu ditempat lain.
"Ra, kamu datang lagi." tegur Alif di depan pintu keluar menuju kamar mandi.
"Eh, Mas Alif. Iya Mas." jawab Amira singkat.
"Sendirian?" tanya Alif lagi.
"Sama temen - temen aku." Amira ingin segera pergi dari situ.
"Yang kemarin ya?" Alif masih bertanya dengan santai.
"Iya Mas. Maaf ya aku ke kamar mandi dulu." Amira sudah tak tahan dan langsung lari ke kamar mandi. Akhirnya Amira merasa lega setelah mengeluarkan semua hajatnya. Setelah wudhu, dia pun melangkah menuju area masjid lagi.
"Ra, ada yang mau aku tanyain." Amira kaget ternyata Alif masih menunggunya.
"Ada apa Mas?" Amira menghentikan langkahnya.
"Kamu mau ikut jadi panitia maulid nabi gak?" tanya Alif.
"Kapan tuh Mas?" Amira balik bertanya.
"Bulan depan." jawab Alif.
"Mau. Aku ajak temen - temen aku boleh ya Mas?" tanya Amira lagi.
"Boleh banget. Nanti kamu hubungi Nina aja ya kalo memang mau." kata Alif lagi.
Obrolan mereka pun terputus karena penceramah sudah datang. Amira pun bergegas masuk dan duduk di samping sahabatnya. Merekapun mengikuti kajian itu dengan tertib.
"Kamu kok lama tadi?" tanya Sissy ketika mereka sudah keluar dari masjid.
"Iya, tadi Mas Alif ngajak ngobrol aku." jawab Amira.
"Cie, pedekate nih!" ledek Yoan.
"Hus. Gak." Amira membantah.
"Trus ngapain?" Zizi ikut penasaran.
"Dia ngajakin kita gabung jadi panitia Maulid Nabi." kata Amira.
"Kita? Trus kamu mau?" tanya Sissy.
"Ya kan aku harus tanya kalian. Mau gak?" Amira menatap sahabatnya satu persatu.
"Boleh. Bulan depan kan. Siapa tau ktemu cowok ganteng." celetuk Yoan.
"Ya ampun nih anak. Dari tadi yang dipikirin cowok mulu." gerutu Sissy.
"Hehehe. Namanya juga usaha." jawab Yoan santai.
"Yawda kita jadi panitia aja. Lumayan dapat ilmu dan pahala." jawab Zizi mewakili yang lain.
"Oke. Besok aku lapor ke Kak Nina." ujar Amira.
"Kak Nina yang galak itu?" kata Sissy, Zizi dan Yoan kompak.
"Iya. Kalian kenapa sih kompak gitu jawabnya." Amira hetan liat sahabatnya yang kebingungan.
Ketiganya hanya saling bertatapan mengingat kejadian tadi pagi di Masjid.
Dukung author ya.
Like👍, Komen dan Vote
__ADS_1
Makasih🙏🙏🙏