
Pagi itu Zizi menemani Mami dan Papinya ke pernikahan kakak sepupu nya. Zizi paling senang kalo sudah berkumpul dengan para sepupu nya. Yang pasti keadaan akan sanagt heboh dan meriah saat cewek - cewek itu berkumpul. Untungnya sang Oma sangat sabar dan tak pernah mempermasalahkan suasana yang ramai dan berisik.
"Assalamualaikum Oma." Zizi mencium tangan dan kedua pipi Oma nya.
"Waalaikumsalam. Kalian sudah datang." Mami, Papi dan Fajar bergantian mencium tangan Oma.
"Mbak Mela dimana Oma ?" tanya Zizi menanyakan Kakak sepupunya yang akan menikah itu.
"Tuh di kamar. Kamu masuk ada. Udah pada ngumpul tuh." Oma menunjuk ke arah kamar tamu.
Akad nikah Mela memang sengaja diadakan di rumah Oma nya. Karena ini cucu pertama yangmenikah, Oma ingin rumahnya menjadi tempat berkumpul seluruh keluarga besar.
"Hai Calon pengantin.." sapa Zizi saat memeasuki kamar tamu.
"Hai Zi. Kok baru datang sih ?" tanya Intan, sepupu nya.
"Ini kan masih jam 6 ntan." kata Zizi.
"Ya kita mah kan disini dari semalam." kata Intan lagi.
"Ya kamu tau sendiri. Mana boleh aku nginep sama Mami." Zizi duduk di samping Mela yang masih tiduran menunggu perias nya datang.
Akad nikah akan diadakan jam 12 jadi Mela baru mulai dirias.
"Deg - degan gak sih Mbak ?" tanya Zizi pada Mela.
"Sekarang sih belum. Gak tau deh kalo nanti." kata Mela.
"Iya begitu udah jam 11, langsung dag dig dug." kata Nuke.
"Cie.. Yang mau jadi pengantin. Cantik amat sih ?" Lyna masuk ke kamar tamu.
"Bentar lagi udah gak perawan nih ?" Intan ikut menggoda Mela.
"Hushh.. Omonganmu ya." Nuke mengingatkan.
"Jangan kenceng - kenceng ngomongnya ntar kedengaran sama Oma." kata Lyna.
"Udah persiapan apa Mbak buat malam pertama ?" tanya Intan.
"Emang harus persiapan apa ? Nonton bokep atau gladi resik dulu ?" Mela balik menggoda sepupu nya.
__ADS_1
"Wah parah nih calon pengantin. Pikirannya udah kesono aja." ledek Intan.
"Hehehe. Kalo di inget - inget jadi deg - degan deh." kata Mela.
"Kamu udah perawatan Mbak ?" tanya Zizi.
"Udah. Kemarin dipaksa Mama buat ratus sama luluran. Ini wangi banget itu ku." Mela menujuk ke bagian intimnya.
"Hahaha. Asik deh. Nanti Suamimu bakal klepek - klepek." goda Nuke.
Tak terasa sudah jam 9. Mela merasa lapar dan memilih untuk makan roti. Tak lama kemudian perias datang dan Mela pun bersiap untuk dirias. Zizi dan sepupu yang lain masih asik tiduran sambil ngobrol di kamar tamu itu.
"Zi, kamu gak mau dandan duluan?" tanya Lyna yang sudah selesai dirias oleh perias yang lain.
"Nanti aja. Nuke dulu aja. Aku terakhir aja. Kan masih lama." kata Zizi.
"Ya udah abis ini Intan terus kamu." kata Lyna.
"Oke siap." kata Zizi.
Acara Akad nikah pun berlangsung dengan khidmat.
"Lapar nih, makan dulu yuk." ajak Zizi.
"Gak salaman dulu sama pengantinnya nih ?" tanya Lyna.
"Antri nya panjang Lyn. Makan dulu aja yu" Zizi hendak menarik tangan Lyna ke tempat makanan.
"Salaman dulu lah. Gak enak sama Bude Sari." Lyna balik menarik tangan Zizi agar ijut antri di belakang Nuke dan Intan.
"Selamat ya Mbak. Semoga samawa." kata Zizi sambil mencium pipi kiri dan kanan Mela.
"Makasih Zi. Kamu cepetan lulus kuliah trus nyusul deh." kata Mela.
"Baru juga masuk kuliah Mbak. Masih lama." gimam Zizi.
Setelah itu mereka pun langsing turun dan menikmati makanan yang ada disana. Tak lupa Zizi mengambil makanan favoritnya yaitu kambing guling.
"Enak banget kayaknya." Papi duduk di sebelah Zizi.
"Enak banget Pi. Papi gak nyobain ?" tanya Zizi.
__ADS_1
"Gak ah. Papi takut kolesterol Papi naik." jawab Papi.
Papi adalah orang yang paling disiplin menjaga kesehatannya. Dengan penyakit Asma dan kolesterol yang diidapnya, Papi sangat menjaga pola hidupnya. Mulai dari makanan hingga olahraga.
"Nih Pi, makan ini aja." Mami menyodorkan zupa soup pada suaminya.
"Makasih Mi." Papi menerima nya.
Zizi tersenyum bahagia melihat kemesraan orang tuanya. Meskipun Papi nya orang yang rewel dan selalu bergantung pada Mami tetapi Maminya selalu melayani Papi dengan ikhlas.
Saat tiba pelemparan buket bunga pengantin, Nuke langsung menarik Zizi untuk ikut berdiri di belakang pengantin untuk memperebutkan buket bunga itu.
"Ngapain aku ikut Mbak ?" protes Zizi.
"Ya gak apa - apa. Biar rame aja." kata Nuke.
"Kalau aku yang dapat gimana ? Aku gak mau nikah cepet - cepet." kata Zizi lagi.
"Kalau kamu yang dapat, kasih aja ke aku. Oke ?" kata Nuke.
"Oke deh." jawab Zizi singkat.
Untungnya buket bunga gak jatuh di tangan Zizi, Buket bunga itu jatuh ke tangan sepupu dari mempelai pria.
"Yah.. Gagal dapat bunga deh." keluh Nuke.
"Segitu pengennya dapet buket bunga." sindir Zizi.
"Ya kan mitosnya kalau dapat bunga berikutnya kita yang nikah." kata Nuke.
"Ngebet banget pengen nikah. Emang udah ada calonnya ?" tanya Zizi.
"Hehehe. Belum ada sih. Makanya pengen dapat bunga itu biar cepet nikah." kata Nuke sambil cengar cengir.
"Huh.. dasar. Cari pacar dulu baru nikah." Zizi tertawa bersama sepupunya itu.
Jangan lupa Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..
Makasih 🙏🙏🙏
__ADS_1