Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Zizi) Backstreet


__ADS_3

Akhir - akhir ini sikap Zizi sedikit berubah. Dia sudah jatang ngumpul pas istirahat dan sering bolos pas ekskul teater. Hal ini mulai disadari oleh Yoan, sosok yang paling dekat dengan Zizi.


"Rek, kalian sadar gak kalo Zizi gak pernah gabung di kantin." kata Yoan ketika mereka berkumpul di kantin.


"Iya juga ya. Alasannya sellau ngerjain tugas." Kata Sissy.


"Iya, masa seminggu ini ngerjain tugas terus. Pulang sekolah juga ngerjain tugas." Amira menambahkan.


"Kenapa ya tuh anak. Kok berubah." Sissy berpikir dengan keras.


"Apa dia bosan berteman dengan kita?" Celetuk Amira.


"Gak mungkin lah. Masa berubah tanoa alasan. Kita juga gak berantem kan?" Yoan menyangkal ucapan Amira.


"Mungkin dia lagi jenuh aja. Biarin dulu. Kasih dia waktu untuk menyendiri." kata Sissy bijak.


Di tempat lain, Zizi sedang duduk berdua dengan Ferry di perpustakaan. Perpustakaan adalah tempat paling aman untuknya berduaan dengan Ferry. Zizi benar-benar menikmati harinya bersama Ferry.


"Zi, minggu besok kita ke pantai yuk?" Ajak Ferry sambil menggenggam tangan Zizi.


"Aku harus bikin alasan dulu ke Mama." Kata Zizi.


"Bilang aja ada acara sama teman kelas." usul Ferry.


"Naik apa Kak ke pantainya?" tanay Zizi lagi.


"Naik motor ajalah." kata Ferry.


"Gising dong." proes Zizi.


"Pake jaket lah. Aku kan gak punya mobil Zi." kata Ferry.


"Aku bawa mobil aja ya? Ntar kakak aku jemput. Kakak bisa nyetir kan?" kata Zizi membuat Ferry tersenyum licik.


"Bisa dong. Boleh deh. Ntar kamu jemput di depan swalayan dekat rumah aku." kata Ferry lagi.


"Oke Kak. Jam 8 ya." kata Zizi.


"Siap." jawab Ferry.


"Zi, dari mana?" kata Yoan ketika melihat Zizi lewat di depan kelasnya diikuti oleh Ferry.


"Eh, Yoan. Dari perpus Yo." Zizi gugup ketika tiba-tiba ditegur Yoan. Ferry langsung berjalan melewati mereka tanpa menyapa.


"Sendirian? atau sama Kak Ferry?" Selidik Yoan.


"Sendiri lah. Emang ada Kak Ferry?" suara Zizi masih terlihat gugup.


"Itu tadi dia di belakang kamu. Masa gak tau sih?" tanya Yoan lagi.


"Ooh. Biarin aja deh." jawab Zizi sambil berlalu menuju kelasnya.


"Ada yang aneh dengan Zizi. Kok dia gak histeris denger nama Ferry?" Yoan berpikir dalam hatinya.


Siang itu mereka pulang bareng. Yoan pun akhirnya menghapus kecurigaannya pada Zizi dan batal membahas pada sahabat yang lain.

__ADS_1


"Si, Besok renang yuk?" ajak Yoan.


"Boleh. Pagi aja ya? Kalian mau ikut gak?" tanya Sissy pada Amira dan Zizi.


"Aku mau anter Ibu ke rumah nenek." Kata Amira.


"Ooh. Kamu Zi, mau ikut?" tanya Sissy lagi.


"Gak bisa. Besok aku mau nemenin Mami belanja bulanan." Zizi berbohong pada sahabatnya. Sebenarnya besok dia akan pergi ke pantai dengan Ferry.


"Yawda kita berdua aja." kata Sissy disambut anggukan oleh Yoan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari minggu itu Zizi sedang sedikit dandan di kamarnya ketika Mami mengetuk pintu kamarnya.


"Zi, kamu mau ikut Mami ke supermarket?" tanya Mami ketika Zizi membuka pintu kamarnya.


"Gak Mi. Mami sama siapa?" kata Zizi sambil melirik Fajar yang sembunyi di balik Maminya.


"Sama Fajar. Kirain kamu ikut, udah rapi gini?" kata Mami smabil mengusap lengan Zizi.


"Kan Zizi mau ke rumah temen Mi. Dia ulang tahun." Zizi mengalihkan pandangan karena takut ketahuan bohong oleh Maminya.


"Oke Zi. Mami berangkat dulu ya?" kata Mami sambil mencium pipi anak gadisnya itu.


"Kan masih pagi Mi. Emang udah buka supermarketnya?" tanya Zizi mengikuti Mami ke garasi.


"Mami mau mampir ke rumah Eyang dulu." Mami sudah membukakan pintu untuk Fajar.


"Nanti pintunya kamu kunci ya Zi. Papi sedang diluar kota, meeting dengan kliennya." kata Mami sebelum pergi.


"Iya Mi. Jangan nakal di rumah Eyang ya Dek." Zizi mengacak rambut Fajar, adiknya.


Zizi pun menunggu sampe mobil Maminya menghilang dari pandangannya. Dia pun masuk ke rumah dan menyiapkan tasnya.


"Hhmm. Sebaiknya berangkat sekarang. Jangan sampe Kak Ferry nunggu lama." Kata Zizi dalam hati. Zizi pun berangkat dengan mobil sedannya setelah mematikan semua pintu terkunci.


Zizi menatap Kak Ferry yang terlihat keren sebelum dia turun dari mobilnya.


"Beruntung banget aku bisa punya pacar yang super ganteng." batin Zizi.


"Kak." sapa Zizi menghampiri pacarnya itu.


"Loh ini mobil kamu Zi. Kirain tadi siapa." Kak Ferry terlihat semakin keren dengan t-shirt dan kemeja hitam seperti ini.


"Zi.." Ferry melambaikan tangannya di depan muka Zizi ketika dilihatnya gadis itu bengong menatapnya.


"Eh.. Maaf Kak." Zizi makin slaah tingkah karena ketauan bengong liat Ferry.


"Aku tau aku ganteng. Tapi kan aku sekarang pacar kamu. Hehehe." Ferry menggida Zizi.


"Ayo Kak. Kita berangkat." ajak Zizi sambil memberikan kunci ke Ferry.


"Let's go." kata Ferry semangat.

__ADS_1


Ferry mengajak Zizi duduk di saung di tepi pantai. Mereka menikmati desir angin dan gemuruh ombak. Terlihat banyak pengunjung sedang bermain di pantai.


"Seru ya Zi. Kamu mau nyebur?" tanya Ferry sambil menatap Zizi lembut.


"Gak Kak. Gak bawa baju ganti." kata Zizi.


"Aku juga gak bawa. Kamu mau kelapa muda?" Tanya Ferry lagi.


"Boleh Kak." jawab Zizi.


"Bentar aku beliin." Ferry melangkah menuju tukang kelapa muda yang tak jauh dari tempat mereka duduk.


"Nih Zi." Ferry menyimpan kelapa muda di depan Zizi dan kembali duduk disampingnya.


"Ini kencan peryama kita ya Zi." ucapan Ferry kembali membuat Zizi tersedak.


"Uhuk.. uhuk.." Zizi menepuk dadanya.


"Hahaha. Kamu tuh selalu aja tersedak." goda Ferry.


"Abis Kakak ngomongnya tiba - tiba." kata Zizi malu. Malu karena ininkali kedua dia teesedak di depan Ferry.


"Nyantei aja kalo sama aku." kata Ferry sambil menggenggam tangan Zizi.


"Iya Kak." Zizi balas menggenggam tangan Ferry.


"Laper ya Zi. Ternyata pegangan tangan gak bikin kenyang." canda Ferry.


"Kakak bisa aja. Makan bakso aja Kak. Tuh di sebelah tukang kelapa muda." tunjuk Zizi.


"Yawda aku beliin ya. Makannya disini aja." kata Ferry. Tak lama Ferry kembali tanoa membawa apapun.


"Mana baksonya Kak?" tanya Zizi.


"Nanti dianterin kesini." kata Ferry sambil duduk dekat banget sama Zizi. Zizi hendak bergeaer tapi dia lupa kalo dia duduk bersandar di ujung saung.


Ferry merangkul Zizi dan mengusap - usap lengannya.


"Zi, kita bikin perjanjian ya." kata Ferry.


"Perjanjian apa Kak?" tanya Zizi bingung.


"Perjanjian. Seminggu sekali kita akan nonton. Tapi bayarnya gantian ya. Kan aku juga belum kerja." Kata Ferry lagi.


"Kirain apa Kak. Boleh Kak. Tapi mulai besok aku gak bisa tiap hari ketemuan sama Kakak pas istirahat." Zizi membalikkan badannya menghadap Ferry.


"Emang kenapa?" tanya Ferry.


"Sahabat aku udah mulai curiga. Karena seminggu ini aku gak pernah gabung sama mereka di kantin." kata Zizi.


"Ooh. Iya Zi. Aku paham kok. Asal kamu jangan genit aja sama cowok lain." Kata Ferry sambil mencubit hidung Zizi.


"Aaww. Kakak tuh yang suka genit sama cewek." Zizi menepis tangan Ferry. Apalagi ketika tukang bakso datang mengantar pesanan mereka sambil senyam senyum.


Mereka pu menikmati bakso pesanan mereka.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2