Geng Pelangi

Geng Pelangi
Liburan Bersama Sahabat


__ADS_3

"De, ini bekelnya jangan lupa." kata Yeni sambil menyerahkan kotak berisi roti sandwich.


"Iya Ma. Makasih." Sissy mengambil kotak itu dan memasukkannya ke dalam tas.



(Sumber : google)


"Kamu berangkat berempat ?" tanya Yeni.


"Iya Ma. Naik mobil Zizi." jawab Sissy.


"Mama titip bawain jambu ya." kata Yeni.


"Siap Ma. Aku berangkat dulu ya Ma. Assalamualaikum." pamit Sissy.


"Waalaikumsalam. pulang jam berapa ?" Yeni bertanya lagi sambil mengantar Sissy ke depan.


"Semoga gak sampai malam Ma." Sissy mencium pipi mamanya sekali lagi sebelum keluar rumah. Dia memilih berjalan kaki menuju rumah Zizi.


Di rumah Zizi, Amira sudah datang terlebih dahulu.


"Assalamualaikum." Sissy memberi salam.


"Waalaikumsalam. Bawa apa Si ?" tanya Amira.


"Ini aku dibikin sandwich sama Mama." Sissy meletakkan kotak makanan berisi sandwich di atas meja.


"Wah.. enak kayaknya. Kita berangkat atau nunggu Yoan ?" tanya Amira.


"Emang Yoan belum datang ?" Sissy mencari sosok si tomboy.


"Belum lah. Namanya juga Yoan. Kita jemout aja kerumahnya sekalian berangkat. Biar gak terlalu siang." kata Zizi.


Mereka pun pamit ke Mami Zizi. Dan segera masuk ke mobil.


Amira duduk di sebelah Zizi yang mengemudikan mobil. Diantara mereka berempat memang hanya Zizi yang punya mobil dan bisa menyetir.


Selama perjalanan Sissy banyak menceritakan pengalaman kuliahnya di Bandung. Begitupun ketiga sahabatnya ikut bercerita pengalaman kuliah mereka. Perjalanan 1 jam terasa singkat.


"Udah sampe nih gaes." kata Zizi sambil memarkirkan mobilnya di depan kantor pengelola tempat wisata itu.


"Alhamdulilah. Lumayan pegel juga ya di jalannya." Yoan menggeliat merentangkan kedua tangannya.


"Kita mampir dulu ke tempat Om Wisdan ya." kata Zizi.


"Siap bu bos." goda Sissy iseng.


"Biasanya kalo om Wisdan tahu aku kesini pasti dijamu makan. Lumayan lah." lanjut Zizi.


"Asik juga ya jadi anaknya Pak Eka." celetuk Amira.


"Ya namanya juga bos besar jasa tirta. Hehehe." Yoan mencubit pipi Zizi gemas.


"Yuk kita masuk. Panas nih di luar terus." ajak Zizi.


"Selamat pagi mbak Zivana." sapa Eka, Manager tempat wisata tersebut.


"Pagi Om. Maaf saya datang sama teman - teman saya." kata Zizi.


"Iya mbak. Silahkan menikmati suasana disini. Nanti kalo mau ke pulau jambu, mbak hubungi saya lagi." kata Eka.


"Makasih Om." kata Zizi lalu mengajak sahabat nya ke tepi waduk.



Mereka memasang tikar dan duduk di tepi waduk yang luas itu. Mereka menikmati bekal yang dibawa dari rumah smambil ngobrol dan bersenda gurau.


"Si, beneran kamu mau putus sama Edwin ?" tanya Yoan.


"Gak tau Yo. Abisnya dia gak pernah telpon aku lagi." gerutu Sissy.


"Trus gimana kamu mau putusin dia ?" tanya Amira.

__ADS_1


"Ya aku bakal datang ke rumahnya lah. Capek digantung gini. Udah ldr an, gak ada kabar lagi." curhat Sissy.


"Ntar aku anterin deh kalo mau ke rumah Edwin." Amira menawarkan.


"Kalo perlu kita semua bakal antar kamu." kata Zizi.


"Gak usah lah. Biar Amira aja yang nemenin aku. Kan Edwin juga akrab sama Amira." kata Sissy.


"Iya deh. Semoga lancar ya urusanmu. Kalo emang masih lanjut pacaran ya harus jelas komunikasinya. Kalo dia keberatan ya putus aja." Yoan menyampaikan sarannya.


"Iya." jawab Sissy singkat.


"Udah habis nih Sandwich nya. Kita ke pulau jambu yuk." ajak Yoan.


"Ayok. Aku bilang ke Om Eka dulu ya." kata Zizi.


Tak perlu menunggu lama, seorang guide menemani mereka ke pulau jambu. Mereka pun harus menaiki perahu untuk sampai ke pulau jambu yang berada di tengah waduk.


"Wah.. kebetulan banget jambunya lagi berbuah banyak." kata Amira.


"Iya mbak. Emang baru pada matang maksimal ini." kata Mas Andi, guide yang menemani mereka.


"Boleh ambil ya Mas." kata Yoan.


"Boleh. Silahkan dinikmati sepuasnya. Ini juga saya sediakan kantong buat ambil jambu untuk dibawa pulang.


"Makasih ya Mas." Sissy menerima kantong dari tangan Mas Andi.


"Mas, bantu ambilin dong." pinta Zizi pada Andi.


"Boleh Mbak." Andi langsung memanjat pohon dan memetik jambunya.



...(Source : google)...


"Udah Mas. Jangan banyak - banyak." kata Sissy.


"Nanti habis semua jambunya sama kita Mas." canda Yoan.


"Ya gaklah Mbak. Kan masih luas kebun nya." kata Andi sambil tertawa.


"Ya udah kita ambil yang di sebelah sana juga." kata Amira.


Mereka pun berjalan mengelilingi pulau jambu sambil memetik jambu yang tampak ranum itu.


"Udah oenuh nih kresek aku. Udahan yuk." kata Zizi.


"Iya. Udah laper juga." Amira mengusap - usap perutnya.


"Mas, kita balik ke waduk ya." kata Zizi.


"Siap Mbak." jawab Andi.


"Sebentar Mas. Ini jambunya gak ditimbang dulu ?" tanya Sissy. Biasanya jambu yang sudah dipetik harus ditimbang dan dibayar dulu.


"Gak usah Mbak. Kara Pak Eka langsung kembali ke kantor aja." jawab Andi.


"Tapi..." Sissy hendak kembali bertanya ketika Zizi mencegahnya.


"Udah. Ikutin aja." bisik Zizi.


"Iya Si. Dikaaih gratis kok protes." omel Yoan sambil beebisik ahar tak terdengar oleh Andi.


"Iya.. Iya." Sissy pundiam saja tak banyak protes.


"Gimana jalan - jalannya ? Senang ?" tanya Eka yang sudah menyambut mereka di restoran yang ada di waduk tersebut.


"Capek Om. Hehehe." jawab Zizi samvil menghempaskan tubuhnya di kursi yang ada di restoran.


"Kebetulan. Om sudah siapkan minuman yang segar buat kalian. Sekalian kita makan siang ya." kata Eka lagi.


"Wah.. Kok jadi merepotkan gini sih Om." kata Yoan basa - basi, padahal sebenernya perutnya sudah keroncongan.

__ADS_1


"Silahkan dimakan ya. Ini menu khas dari sini. Gak afdol kalo kesini gak makan ikan ini." Eka mengajak mereka ke meja yang sudah tersedia hidangan makan siang yang lengkap. Ikan wader beserta lalapnnya.



"Wah, enak banget ini sih." kata Amira.


"Makasih sekali lagi ya Om." kata Zizi.


"Sama - sama Mbak." Eka tersenyum menatap keempat gadis muda di hadapannya.


Tanpa menunggu lama lagi, mereka pun mengisi perut mereka yang sudah keroncongan dengan hidangan sederhana tapi nikmat itu.


Suasana sedikit hening karena semuanya sibuk menikmati hidangan itu.


"Alhamdulilah, Nikmat sekali makan siang ini." ucap Amira yang diaminkan oleh yang lainnya.


"Eits, kalian jangan kenyang dulu. Om masih punya hidangan penutup." kata Eka.


"Apaan tuh Om. Kita idah kenyang banget ini." kata Zizi.


"Nih, ada duren. Kalian suka duren kan ?" Eka tersenyum menatap keempat gadis itu.


"Suka dong Om. Alhamdulilah. Makasih ya Om." Yian menjawab mewakili sahabatnya yang lain.


"Ya udah. Silahkan dinikmati." Eka mempersilahkan.



"Gila nih. Perut ku udah gak muat Zi." kata Yoan.


"Iya sama Aku juga." Zizi mengusap - usap perutnya yang sedikit membuncit.


Gimana gak kenyang, mereka sudah memghabiskan 5 buah duren. Masih ada sisa 3 lagi yang belum habis.


"Sisanya boleh dibawa pulang gak sih ?" celetuk Yoan.


"Janganlah. Nanti bau mobilku." tolak Zizi.


"Eh, tadi kan ada tuware bekas sandwich." kata Sissy.


"Iya bener. Masukin situ aja Si." kata Amira.


"Boleh. Kalo udah masuk di tuware kan gak bau lagi." kata Zizi.


"Makasih ya Zi udah ngajakin kita kesini. Dapat jambu, duren, makan siang gratis. Best pokoknya." Amira mengacungkan dua jempol didepan muka Zizi.


"Sama - sama. Thanks to my dad." kata Zizi.


"Kayaknya kita harus sering - sering kesini deh." Kata Yoan.


"Yee.. Ngelunjak kamu." jitak Zizi.


"Becanda Zi." Yoan mengusap kepalanya yang habis dijitak Zizi.


"Udahan yuk, kita pamit." kata Amira.


"Iya Udah sore juga." Zizi pun bangkit dan pamit pada Eka.


"Mkasih banyak ya Om. Makasih buat semua jamuannya." kata Zizi.


"Sama - sama. Lain kali main lagi kesini ya" kata Eka.


"Insha Allah." Zizi dan ketiga sahabatnya pun pamit.


Sungguh liburan singkat yang menyenangkan.


Maaf ya chapter ini banyak upload makanan. Sengaja aja biar kalian juga ngiler.. 😄😄😄


Jangan lupa Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2