Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Zizi) Putus Lagi


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir ujian. Zizi dan sahabatnya berkumpul di kantin.


"Akhirnya ujian udah selesai." Yoan mengambil nafas panjang dan duduk di samping Zizi.


"Iya. Sekarang tinggal deg - degan menunggu hasilnya." kata Sissy sambil menyeruput es jeruk nya.


"Kita liburan bareng yuk." usul Yoan.


"Aku gak tau bakal boleh apa gak nih." kata Amira.


"Ya bujuklah Ibu. Sekali - sekali kita liburan bareng." kata Yoan.


"Mumpung aku pindah ke Bandung Ra." Sissy ikut menambahkan.


Ya nanti aku ngomong dulu sama Ibu." ucap Amira sambil menyuapkan gado - gado ke mulutnya.


"Eh.. Kamu kok diam aja Zi." tanya Sissy.


"Eh.. Apa? Kamu bilang apa?" Zizi balik bertanya.


"Tuh kan kamu gak dengerin obrolan kita." kata Yoan.


"Iya nih aku lagi ada masalah." kata Zizi sambil menunduk menghindari tatapan sahabatnya.


"Kenapa? Cerita sama kita." kata Yoan sambil mengusap punggung Zizi.


"Aku diputusin sama Arif." Kata Zizi yang membuat sahabatnya kaget.


"Kok bisa? Kapan? Kamu salah apa?" tanya Yoan penasaran.


"Tanya nya satu - satu Yo." kata Sissy menenangkan mereka.


"Abis aku kesel sahabatku yang imut ini kok tiba - tiba diputusin." gerutu Yoan.


"Kamu jawab satu - satu deh." kata Amira.


"Dia putusin aku barusan. Alasannya karena dia mau kuliah di luar kota." jawab Zizi sambil menangis tersedu - sedu.


"Brengsek banget sih. Alasannya gak masuk akal." kata Sissy geram.


"Sabar Si. Nanti kita kasih pelajaran tuh orang." Yoan ikut geram.


"Kalian nih, bukannya hibur temannya malah ikutan emosi gitu." omel Amira.


"Iya juga ya. Kamu gak usah nangisin cowok kayak gitu. Gak pantas banget." kata Sissy sambil membelai punggung Zizi.


"Sabar ya Zi. Cowok masih banyak kok di luar sana." kata Amira ikut menenangkan sahabatnya.


"Iya. Mending jomblo ajalah. Hidup jomblo." kata Yoan berusaha mencairkan suasana.


"Jomblo kok bangga." kata Zizi sambil tertawa.


"Bangga lah. Kan masih ada kalian sahabat terbaikku." Yoan memeluk sahabatnya.


"Tapi aku belum jomblo nih." celetuk Sissy.


"Ya jangan ikutan jomblo lah. Eh.. Kamu dah bilang ke Edwin kalo mau kuliah di Bandung?" tanya Amira.


"Belum. Kan nunggu beres ujian dulu." kata Sissy.


"Eh Si. Tuh cowok kamu udah nungguin. Panjang umur ya ternyata." Yoan melirik ke arah Edwin yang menunggu di pintu masuk kantin.

__ADS_1


"Hehehe. Yawda aku duluan ya girls." Sissy pamit pada sahabatnya.


"Kok main pergi aja. Bayar dulu woy." teriak Yoan.


"Bayarin dulu lah." Teriak Sissy yang sudah berdiri dekat Edwin.


"Seru bener. Ngobrolin apa?" tanya Edwin.


"Biasalah cewek yang diobrolinnya pasti soal cowok." kata Sissy.


"Hhmm.." Edwin hanya menjawab singkat.


"Gak usah cemburu. Ntar aku ceritain. Kita nongkrong dulu ya." ajak Sissy.


"Iya. Kebetulan aku juga ada yabg mau diobrolin." kata Edwin sambil memberikan helm pada Sissy.


Mereka pun menuju ke warung mie pangsit favorit mereka. Tadi dia sengaja hanya minum saja di kantin karena sudah janjian dengan Edwin akan mampir kesini. Sissy memesan menu seperti biasanya.


"Kenapa tadi? Kamu belum cerita." kata Edwin mengawali percakapan mereka.


"Arif mutusin Zizi. Kasian banget." kata Sissy sambil menikmati es campurnya.


"Kok tiba - tiba?" tanya Edwin.


"Gak tau. Alasannya karena Arif mau kuliah di luar kota." jawab Sissy.


"Alasan klise. Pasti dia punya cewek lain tuh." kata Edwin sedikit geram.


"Masa sih?" Sissy gak yakin dengan tebakan Edwin.


"Kamu inget gak waktu kita double date beberapa bulan lalu?" tanya Edwin lagi.


"Ya justru itu. Mereka baik - baik aja." kata Edwin.


"Trus apa anehnya." Sissy memotong ucapan Edwin.


"Bentar jangan dipotong dulu ucapanku." Edwin kesal dengan Sissy.


"Maaf." kata Sissy singkat.


"Arif sempat gak sengaja cerita ke aku. Kalo dia ikut les dibayarin sama Zizi. Dia juga keceplosan bilang kalo dia iseng aja pacaran sama Zizi. Kayaknya Arif cuma manfaatin Zizi aja." cerita Edwin.


"Hah? Yang bener kamu?" tanya Sissy tak percaya.


"Ngapain aku ngarang cerita sama kamu." kata Edwin.


"Iya juga ya. Kamu gak usah cerita sama Zizi dan yang lainnya ya. Nanti biar aku cerita sendiri sama mereka kalo waktunya sudah pas." kata Sissy.


"Iya. lagian aku juga jarang ngobrol sama mereka kan." kata Edwin.


"Oke." Jawab Sissy.


Setelah makanan habis. Sissy pun bersiap untik membahas soal rencananya kuliah ke Bandung.


"Si.. "


"Win.. " Mereka mengucapkannya berbarengan.


"Kamu dulu deh." kata Edwin.


"Hhmm.. Aku ada rencana mau kuliah di Bandung Win." kata Sissy dengan hati - hati.

__ADS_1


"Oh gitu ya. Sejak kapan?" tanya Edwin sambil meraih tangan Sissy.


"Mama dan Papa yang nyuruh aku. Biar bisa lebih deket sama Kakek." kata Sissy.


"Tapi kamu juga mau?" tanya Edwin lagi.


"Ya mau gak mau harus mau. Aku gak bisa bantah perintah orang tua aku Win." Sissy terlihat serba salah.


"Ya gak papa Si. Memang kita harus berjauhan. Kebetulan aku juga mau ngomong yang sama ke kamu." kata Edwin sambil tetap menggenggam tangan Sissy.


"Maksudnya?" tanya Sissy.


"Kamu ingat kan aku beberapa kali ijin gak masuk pas awal semester." kata Edwin.


"Iya. Emang apa hubungannya?" Sissy belum paham dengan maksud Edwin.


"Aku ikut tes masuk kepolisian. Dan aku lolos Si?" kata Edwin.


"Maksudnya?" kata Sissy masih belum paham.


"Lulus SMA ini aku juga bakal masuk pelatihan di kepolisian. Di Semarang." kata Edwin.


"Jadi meskipun aku gak ke Bandung kita bakal LDR ?" tanya Sissy lagi.


"Iya Maaf ya Si. Aku baru cerita sekarang. Baru dapet infonya 2 minggu sebelum ujian." Edwin menjelaskan alasannya.


"Iya aku paham. Berarti kita sama - sama menyembunyikan hal ini." kata Sissy.


Edwin hanya menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Sissy.


"Terus hubungan kita gimana Win?" tanya Sissy.


"Kita tetap jalanin aja Si. Cuma mungkin kita kan jarang ketemu dan susah untuk komunikasi. Aku kan di asrama, lebih ketat pastinya." usul Edwin.


"Memang kita bisa ya Win?" Sissy mulai ragu dnegan usulan Edwin.


"Semuanya terserah kamu Si. Kalo aku sih ya jalanin aja sesuai alurnya." kata Edwin.


"Ya aku setuju sama usul kamu." Sissy tersentum pada Edwin.


"Kita manfaatin sisa waktu kita sebelum berpisah ya?" Edwin mencubit pipi Sissy.


"Iya. Kamu kapan mau berangkat ke asrama?" tanya Sissy sambil bersiap untuk pulang.


"Setelah pengumuman kelulusan. Masih ada waktu 2 bulan lagi." kata Edwin sambil menggandeng tangan Sissy.


"Iya. Aku juga ikut UMPTN di Bandung." kata Sissy.


"Nanti kita pacaran tiap hari ya." kata Edwin sambil memasangkan helm pada Sissy.


"Yang bener aja. Ntar malah bosen Win." protes Sissy.


"Nanti kalo udah LDR malah gak bisa ketemuan. Paling 6 bulan sekali." Kata Edwin.


"Iya juga sih. Ya kalo gak ada kesibukan kita ketemuan. Lagian kan masih ketemu di sekolah Win." kata Sissy.


"Iya. Gampang lah ntar diatur." Edwin kembali fokus menjalankan motornya.


Mohon LikeπŸ‘, komen dan Vote ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2