
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan segera Othor tamatkan. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca ππ
...***...
Malam itu seperti biasa Tata menelpon Sissy..
Awalnya obrolan mereka biasa saja hingga akhirnya Sissy menanyakan hal yang selama ini Tata tutupi dengan rapat.
"Kamu sebenarnya sudah punya istri kan pak? Terus kenapa kamu mendekati saya kayak gini. Maksudnya apa sih pak? " cerocos Sissy di seberang telpon.
"Kata siapa saya sudah nikah?" suara Tata terdengar sedikit gugup.
"Sialan bagaimana dia bisa tahu secepat ini." batin Tata.
"Banyak kok yang bilang. Ingat ya Pak, Saya gak pernah mau mendekati suami orang." Sissy memperingati dengan tegas.
"Nanti kamu juga bakal tahu yang sebenarnya kok. Kamu itu spesial buat saya Si. Saya serius sama kamu." ujar Tata jujur. Ya dia memang berencana berpisah dengan istrinya.
"Sudahlah Pak.. Saya mau istirahat dulu." Sissy langsung menutup telponnya tanpa mau mendengar perkataan Tata lagi.
Hari pelantikan pun tiba. Sebenarnya Tata pagi itu akan menjemput Sissy untuk pergi bersama ke lokasi pelantikan tetapi ternyata Sissy sudah berangkat duluan.
'Ah salahku juga sih kenapa gak telpon dulu tadi malam ' Batin Tata.
Sebenarnya tanpa Tata sadari Sissy sengaja menjauh dari Tata. Wanita itu sudah tau bahwa Tata sudah menikah. Sepanjang acara Sissy terlihat menghindar darinya. Setiap Tata mendekat pasti Sissy langsung pindah ke tempat lain.
"Pak Tata.. " Panggil Pak Heri saat Tata berusaha mengejar Sissy. Tata pun berhenti dan menoleh ke arah Pak Heri.
"Pak, saya mohon gak usah ganggu bu Sissy lagi. Dia gak pantas kamu permainkan gitu." Kata Pak Heri.
"Apa maksudnya ? Bapak jangan ikut campur masalah kami ya." Balas Tata sambil meninggalkan Pak Heri.
'Apa ini ada hubungannya dengan pertanyaan Sissy tadi malam?' Tata berpikir dengan keras.
Sejak kejadian hari itu, Sissy semakin menjauhi Tata. Bahkan Sissy lebih menikmati kedekatannya dengan Heri, meski sebatas rekan kerja. Sebenarnya Pak Heri yang seorang duda selalu berusaha mendekatinya. Tapi Sissy hanya menganggapnya senior guru, apalagi usia Heri yang cukup jauh dengannya. Tidak mungkin membuat Sissy jatuh cinta padanya.
"Pak, bisa antar saya ke Cafe Relax ?" pinta Sissy pada rekannya itu. Selain mengajar, Sissy juga menjadi manager di sebuah kafe di pinggiran Bandung.
"Ibu udah selesai ngajarnya ?" tanya Heri.
"Udah Pak." jawab Sissy singkat.
Heri mengantarkan Sissy ke kafe tempatnya bekerja. Kebetulan sekali mereka melewati Tata dan guru lain yang sedang berada di kantin sekolah. Bahkan Sissy sempat melihat kalau Tata memperhatikan mereka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
"Bu, besok jadwal evaluasi siswa ke Bogor." kata Pak Asep, Wakasek kesiswaan.
"Siapa aja yang berangkat Pak ?" tanya Sissy.
"Kebetulan ada 2 kunjungan. Bu Sissy dan Pak Irdan ke Bogor, lalu Pak Tata dan Pak Ali ke Anyer." jawab Asep.
"Syukurlah. Aku gak bareng sama suami oramg itu." gumam Sissy dalam hati.
"Gak bisa sekali jalan aja Pak. Biar gak perlu banyak orang. Saya dan Bu Sissy aja kan bisa." protes Tata. Dia masih sangat ingin memperbaiki hubungannya dengan Sissy.
"Ya gak bisa gitu Pak. Kan biar waktunya gak kelamaan. Belum lagi nengokin anak - anak yang di dalam kota." Sissy berusaha agar Wakasek tidak mengubah jadwal.
"Iya betul yang dibilang Bu Sissy. Biar selesai bersamaan. Nanti yang di dalam kota juga dibagi - bagi." kata Asep.
"Sissy sempat melirik sekilas pada Tata yang terlihat kecewa.
"Baiklah." akhirnya Tata menerima keputusan dari wakil kepala sekolah.
"Si, ayo kita ngobrol dulu." Tata mencegat Sissy yang akan keluar ruang guru.
"Maaf ya Pak. Saya masih mau ke kelas X. Ada jam pelajaran." tolak Sissy halus.
"Saya tunggu selesai jam ngajar." kata Tata tanpa dihiraukan oleh Sissy.
Selama di kelas, Sissy memberikan tugas pada murid - muridnya untuk mencatat materi pelajaran. Sissy masih sibuk memikirkan cara agar bisa menghindari Tata. Akhirnya sebuah ide muncul di otaknya.
"Anak - anak, kalian catat sampe Bab 5 ya. Ibu ada urusan mendadak, jadi Ibu tinggal ya. Jangan berisik." kata Sissy.
Di ruang guru, Tata masih menunggu Sissy selesai mengajar. Hingga bel istirahat berbunyi, Sissy belum juga kembali ke ruang guru. Tata pun menghampiri kelas yang barusan diajar oleh Sissy.
"Bu Sissy kemana ?" tanya Tata pada salah satu siswa yang sedang duduk di depan kelas.
"Udah pulang Pak. Ada urusan mendadak." jawab siswa tersebut.
"S***. Gagal deh ngobrolnya. Masih bisa kabur dia." gumam Tata dalam hati.
Tata pun kembali ke ruang guru dengan langkah gontai.
Sementara itu, Sissy sudah sapi di rumah kakeknya.
"Neng, tumben udah pulang ?" tanya Bi Inah, pembantu kakeknya.
"Iya Bi. Udah selesai ngajarnya. Sissy ke kamar dulu ya." kata Sissy.
Baru aja Sissy mengganti pakaiannya, pintu sudah diketuk.
*tok.. tok.. *
"Neng, ada den Didi." kata Bi Inah.
__ADS_1
"Iya Bi. Nanti saya keluar." jawab Sissy dari balik pintu.
Sissy segera keluar menemui sepupunya itu.
"Ada apa Di ?" tanya Sissy.
"Teh, ikut yuk main ke Cibiru." kata Didi.
"Ngapain ?" tanya Sissy lagi.
"Temen aku baru buka warung bandrek disana. Kita nongkrong." jawab Didi.
"Tapi jangan lama - lama ya." kata Sissy.
"Emang ngapain sih di rumah aja. Gak bosen apa ?" tanya Didi.
"Besok aku harus ke Bogor, nengokin siswa yang prakerin." jawab Sissy.
"Ooh gitu. Oke lah kalo begitu." kata Didi.
Sissy segera mengambil jaket dan tas kecilnya.
"Lagian kenapa gak ngajak cewek kamu ?" tanya Sissy saat mereka sudah di perjalanan.
"Jomblo Sis. Nanti kamu pura - pura jadi cewek aku ya." jawab Didi sambil cengar cengir.
"Idih.. Enak aja. Wani piro ?" tantang Sissy.
"Ayolah. Bantuin lah saudaramu yang jomblo ini." pinta Didi memelas.
"Iya.. Iya.. Tapi panggilnya Riris aja ya." Sissy gak tega lihat sepupunya yang jomblo akut itu.
Sama seperti dia juga sih.
"Makasih ya. Sesama jomblo emang harus saling membantu." secara gak langsung Didi mengejek dirinya yang juga jomblo.
"Sialan kamu." Sissy mentoyor kepala sepupunya itu.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ