Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Yoan) Band Baru


__ADS_3

Pagi ini Yoan sedang bersiap untuk pergi manggung bersama teman bandnya.


Sejak mulai masuk kuliah Yoan diajak bergabung dalam sebuah band. Yoan sebagai salah satu vokalisnya sekaligus satu - satunya personel cewek.


"Kamu mau kemana ?" tanya Yenny, kakaknya.


"Mau manggung Mbak." Yoan masih sibuk memasukkan perlengkapan tempurnya.


"Emang gak ada kuliah ?" Yenny duduk di ranjang mengamati adiknya.


"Gak ada. Makanya aku mau manggung deh." jawab Yoan.


"Acara apaan ?" tanya Yenny lagi.


"Bazar amal di alun alun batu. Mau nanya apa lagi ?" Yoan memandang pada kakaknya.


"Gak. Kepo aja. Udah bilang Mama ?" Yenny kembali bertanya.


"Ya udah lah. Mana berani aku pergi kalo Mama sama Ayah gak ijinin." Yoan mulai kesal dengan kakaknya yang menginterograsinya seperti penjahat.


"Syukur deh kalo gitu. Nanti aku kesana deh sama pacar aku." kata Yenny sebelum keluar dari kamar.


"Eh.. kok malah pacaran ?" teriak Yoan.


"Ma, Yoan berangkat dulu." Pamit Yoan oada Mamanya.


Yoan menghampiri Ryan yang sudah menunggunya di depan gang. Yoan langsung menyimpan tas perlengkapannya di bagasi dan membuka pintu mobil.


"Hai Yan." sapa Yoan.


"Duduk depan dong. Emangnya gue sopir lu." gerutu Ryan si anak rantau jakarta.


"Maaf bos. Kirain kamu sama Indah." Yoan langsung pindah duduk di samping Ryan.


"Gue lagi berantem sama Indah." kata Ryan sambil menjalankan mobilnya.


"Kenapa lagi dia ? Ngajak kawin ?" tanya Yoan.


"Ngaco lu. Dia cemburu sama fans gue." jawab Ryan.


"Asik. Udah punya fans ya kamu sekarang ?" ledek Yoan.


"Pasti dong. Gue kan yang paling ganteng." Ryan membanggakan dirinya.


"Ryan sang drummer ganteng. Maskot band kita." Yoan meledek Ryan.


"Maskot.. Lu pikir gue badut kayak maskot tean basket gitu." Ryan mulai kesal dengan ucapan Yoan.


"Hahaha. Kalo gak ada kamu penonton kita sepi. Serius." rayu Yoan.


"Hehehe. Bisa aja lu bikin gue seneng." Ryan mulai memerah mukanya.


"Iyain ajalah biar cepet." kata Yoan dalam hati.


Sebelum manggung mereka melakukan gladi resik dulu. Yoan dan Tristan, sesama vokalis menyanyikan lagu yang sedang hits saat itu.


Sahabat sejatiku


Hilangkah dari ingatanmu

__ADS_1


Di hari kita saling berbagi


Dengan kotak sejuta mimpi


Aku datang menghampirimu


Kuperlihatkan semua hartaku


Kita slalu berpendapat


Kita ini yang terhebat


Kesombongan di masa muda yang indah


Aku raja kaupun raja


Aku hitam kaupun hitam


Arti teman lebih dari sekedar materi


Pegang pundakku jangan pernah lepaskan


Bila kau mulai lelah


Lelah dan tak bersinar


Remas sayapku jangan pernah lepaskan


Bila ku ingin terbang


Terbang meninggalkanmu hu ho ho ho


"Kamu kenapa Yo ? Kok kayak mau nangis gitu." tanya Aldi, sang gitaris sekaligus leader band.


"Eh.. Gak. Cuma inget sama sahabat - sahabatku aja." jawab Yoan sambil menghapus airmatanya.


"Jangan sampe kesedihan lu mempengaruhi suara lu juga. Bisa kacau nanti nyanyinya." protes Ryan.


"Iya maaf. Terbawa suasana aja." kata Yoan.


"Capek gue kalo harus ulang lagi. Ini kan drumnya rapet." gerutu Ryan.


"Sabar dong. Kan Yoan gak sengaja." bela Tristan.


"Udah.. Udah. Kita ulang sekali lagi di lagu ini ya." Aldi berusaha mencairkan suasana yang mulai tegang.


"Iya." jawab Yoan singkat.


Gladi resik pun berjalan lancar. Bahkan Yoan menyanyikan 2 lagu lainnya dengan mulus.


Yoan bergegas berganti pakaian setelah makan siang. Tak lupa diapun sedikit membubuhkan make up pada mukanya.


"Yang sabar Yo. Aku yakin kamu bisa." kata Tristan sambil menepuk bahu Yoan.


"Makasih Tan, tadi udah belain aku." Yoan menghentikan kegiatannya dan tersenyum menatap teman duetnya itu.


"Anytime girl." jawab Tristan yang memang berwajah indo.


Mereka menunggu giliran manggung di backstage. Nama Band mereka adalah Flava Band. Terdiri dari 6 personel, Aldi (gitaris), Bagas (gitaris),Ryan (drummer), Dicky (bassis), Tristan dan Yoan (vokalis).Yoan tampak gelisah karena ini kali pertamanya manggung dengan penonton yang banyak. Sebelumnya dia hanya pernah sekali nyanyi di sebuah kafe.

__ADS_1


Tiba giliran mereka. Yoan dan Tristan bernyanyi duet memperdengarkan suara merdu mereka. Band mereka cukup diterima dengan baik. Beberapa tawaran manggung di pensi pun berdatangan. Aldi semakin sibuk mengatur jadwal mereka. Mereka sudah berkomitmen untuk mengutamakan pendidikan. Semua personel Flava Band adalah anak kuliah dan sekolah. Aldi sudah tingkat 4 dan sedang menyusun skripsi. Ryan dan Bagas sudah tingkat 2. Yoan dan Dicky masih tingkat 1 Sedangkan Tristan masih duduk di bangku kelas 2 SMA.


"Gaes, Kita dapat tawaran nyanyi tetap di kafe Bunga." kata Aldi setelah tadi berbicara dengan seorang pria berpenampilan rapi.


"Wah, asik tuh Mas. Trus gimana ?" Ryan tampak antusias.


"Makanya sekarang kita obrolin. Tapi kita ngobrolnya jangan disini." kata Aldi.


"Kita sekalian makan aja Mas." usul Yoan.


"Boleh. Aku juga udah lapar." kata Aldi.


"Kita ke basecamp aja ya. Rumah gue." ajak Ryan. Ryan tinggal bersama neneknya.


"Iya deh. Kita bawa nasi kotaknya trus makan disana." Aldi membawa gitarnya sekaligus tas milik Yoan. Mau tak mau Yoan membawa kantong berisi nasi kotak jatah dari panitia acara.


Setelah menempuh perjalanan 30 menit, mereka pun langsung menuju lantai 2 yang dijadikan studio sekaligus basecamp Flava Band.


"Jadi enaknya gimana nih ?" Aldi membuka diskusi.


"Jadwalnya hari apa ? Asal weekend sih gak apa - apa." kata Tristan.


"Yang penting gak ganggu jadwal kuliah dan sekolah kita." kata Bagas.


"Lah itu dia. Mereka ngasih jadwal hari Jumat dan Minggu. Kalian maunya hari apa ?" tanya Aldi.


"Jam berapa ?" tanya Ryan.


"Sore. Jam 4 an. Honornya lumayan nih." Aldi coba meyakinkan personel band nya.


"Aku harus minta ijin dulu sama Ayah dan Mama ku." kata Yoan.


"Iya Mas. Aku juga harus ijin dulu." kata Tristan.


"Ya sudah. Kalian semua minta ijin dulu sama orangtua. Kalo aku sih oke. Kan aku anak kost disini." Aldi memang berasal dari Palembang.


"Gue juga oke." Ryan ikut menanggapi.


"Aku juga oke." kata Dicky.


"Yang anak kost mah enak ya. Lah kita harus ijin dulu sama orangtua." gerutu Bagas.


"Gue kan bukan anak kost." protes Ryan.


"Tapi orangtua mu kan gak disini. Lagian siapa juga yang berani ngelarang seorang Ryan." kata Yoan.


"Iyalah. Berarti kita tinggal tunggu keputusan dari Yoan, Tristan dan Bagas." kata Ryan.


"Jangan kelamaan. Besok udah kasih keputusan ya." kata Aldi.


"Siap bos." jawab Tristan.


Ada yang tahu gak judul dari lirik diatas ? Anak 90an pasti tahu lah.. 😊😊


Jangan lupa Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2