Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Yoan) Jalan - jalan ke Batu


__ADS_3

Mereka mampir ke distro di kota Batu. Ternyata distro ini milik Theo. Distro itu didominasi oleh warna hitam. Mulai dari warna tembok, dekorasinya hingga baju yang dijual. Yoan mengikuti Theo ke lantai atas.


Sissy dan Amira melihat - lihat kaos yang tergantung disana. Zizi sudah asik ngobrol dengan Alex di meja kasir.


"Kalian mau beli kaos?" Riki yang tiba - tiba berdiri di belakang dan mengagetkan mereka.


"Cuma lihat - lihat aja kok." jawab Sissy.


"Lagian kita gak bawa uang." Amira tersenyum sekilas pada Riki.


"Ooh.. Sebelah sini nih yang lebih berwarna." Riki mengajak mereka ke sisi sebelah kanan.


"Oh iya ya. Ini lebih banyak warnanya." kata Amira sambil melihat kaos disana.


"Iya. Ini juga motifnya bagus loh. Cocok buat cewek." kata Riki lagi.


"Ini bagus Si. Kita beli yuk." kata Amira pada Sissy.


"Aku gak bawa uang Ra." Sissy berbisik pada Amira.


"Pake uangku dulu aja." Amira balik berbisik di telinga Sissy.


"Aku kasih diskon deh." kata Riki lagi.


"Wah bokeh banget tuh. Ayo kita pilih Si." Amira mulai melihat satu persatu kaos yang tergantung disana.


"Zi, ayo kita beli kaos kembaran." teriak Amira pada Zizi yang asik ngobrol demgan Alex.


"Mau. Bentar aku kesana." Zizi langsung berlari menuju Amira dan Sissy meninggalkan Alex.


"Yoan dipilihin gak?" tanya Sissy pada sahabatnya.


"Iya. Kemana sih tuh anak kok anteng banget." tanya Amira.


"Yoan..." Zizi berteriak menaiki tangga memanggil Yoan yang ada di lantai atas.


"Tunggu sini aja. Ngaoain naik segala." Alex menarik tangan Zizi turun lagi ke bawah. Zizi yang kebingungan pun akhirnya menuruti ucapan Alex.


Yang dipanggil ternyata sedang asik berciuman dengan Theo. Yoan pun segera melepaskan diri dari pelukan Theo, apalagi ketika didengarnya suara langkah kaki di tangga menuju lantai atas.


"Iya iya. Aku turun." teriak Yoan dari lantai atas. Yoan merapikan bajunya yang sedikit acak - acakan karena ulah tangan nakal Theo. Theo hanya tersenyum melihat Yoan panik seperti itu.


"Nyantei aja Yo. Mereka gak bakal naik." Theo tersenyum santai.


"Kok tau. Tuh anak kan kepo." tanya Yoan lagi.


"Kan ada Alex sama Riki yang jagain mereka." kata Theo sambil menghampiri Yoan yang hendak turun, memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Lepasin dong. Aku mau turun." Yoan melepaskan tangan Theo yang melingkar di perutnya. Dia pun segera turun menghampiri sahabatnya. Yoan tidak menyadari bahwa Theo sedang menyeringai di belakangnya.


"Ada apa Zi?" tanya Yoan yang sudah berdiri di samping mereka.


"Nih kita mau beli kaos kembaran. Kamu pilih mau warna apa?" kata Zizi.


"Kalian pilih aja. Gratis dari aku." kata Theo yang sedang turun dari atas.


"Beneran nih?" tanya Yoan tak percaya.


"Iya dong. Apa sih yang gak buat pacar aku dan sahabatnya." Theo memeluk Pinggang Yoan dari samping. Sissy dan Amira merasa risih melihatnya.


"Tapi Yo. Tadi udah aku kasih diskon kok." protes Riki.


"Gak papa lah. Kan mereka gak tiap hari kesini." Theo mengedipkan matanya ke Riki.


"Oke." Riki diam, mematuhi perkataan Theo, bosnya. Ya , Riki hanyalah pegawai di distro itu sedangkan Theo dan Alex adalah ownernya. Sebenarnya Riki tidak suka dengan kelakuan Theo dan Alex yang sering membawa cewek ke distro ini. Tapi Riki sangat butuh pekerjaan ini sehingga hanya bisa menutup mulutnya.


Selesai memilih kaosnya, mereka pun minta diantar pulang.


"Kita makan dulu yuk di Payung. Makan bakso dulu." ajak Alex.


"Boleh. Aku juga udah laper lagi." kata Zizi sambil mengusap perutnya.


"Ayo kita berangkat. Rik, kamu tutup dulu aja distronya." kata Theo sambil menggandeng tangan Yoan.


"Rumah kalian deketan ya?" tanya Alex.


" Iya. Kita satu komplek." jawab Yoan.


"Udah sahabatan dari lama dong?" tanya Theo.


"Gak juga. Kalo Zizi sama Amira udah kenal dari SD. Kalo aku dan Sissy baru pindah pas SMA." Cerita Yoan.


"Ooh. Lucu juga kalian sahabatan kayak gitu. Geng cewek-cewek centil kayak AADC." ledek Alex.


"Kita bukan geng centil ya. Kita cuma sahabatan aja." Zizi protes dengan ucapan Alex.


"Hahaha. Kamu lucu kalo lagi protes gitu Zi." Alex mencubit pipi Zizi.


Yang lain pun tertawa melihat tingkah Zizi.


Sebenarnya Theo masih ingin mengajak mereka ke Air terjun Coban Rondo. Tapi karena hari sudah mulai sore, Yoan pun menolak.


"Ya udah lain kali aja kita main ke coban rondo ya." kata Theo.


"Iya boleh." jawab Yoan.

__ADS_1


Mereka semua memilih turun di rumah Yoan.


"Sampai ketemu lain kali ya." Zizi pamit pada mereka. Alex pun menyalami mereka satu persatu. Riki pun ikut menyalami mereka. Saat bersalaman dengan Riki, Sissy merasa ada jertas yang diselipkan ditangannya. Sissy menatap Riki yang memberi isyarat untuk menyimpan kertas itu.


"Sampai ketemu lain kali ya." kata Riki datar.


"Kalian kabari kami ya kapan bisa main lag. Kita kan belum ke coban rondo." kata Theo kemudian membawa mobilnya menjauh. Mereka sengaja turun di depan gang rumah Yoan agar tidak ketahuan sama Mama Yoan.


"Assalamualaikum." mereka menyalami Mama Yoan yang sudah menunggu di teras bergantian.


"Waalaikumsalam. Kalian kok pulangnya sore banget. Udah hampir magrib." kata Mama Yoan.


"Iya Ma. Kan tadi makan - makan dulu sama panitia." jawab Yoan berbohong.


"Yaudah. Kalian masuk sana. Jangan lupa minta jemput sama orang rumah." kata mama Yoan meninggalkan mereka.


"Yo, kamu kenal Theo dimana?" Sissy bertanya to the point.


"Mereka temennya kuliahnya Mas Yogie dulu. Ketemu lagi pas konser /Rif." cerita Yoan.


"Kok Mas kamu punya temen kayak gitu sih?" Amira heran dengan pacar Yoan.


"Theo baik kok. Anak orang kaya juga." kata Yoan.


"Asli mana dia?" tanya Sissy.


"Asli Jakarta. Tapi kuliahnya di Malang." jawab Yoan lagi.


"Alex juga lucu orangnya." Zizi sepertinya sudah terpesona oleh sosok teman Theo itu.


"Kamu sih emang gampang banget suka sama cowok." ledek Sissy sambil menyentil hidung Zizi.


"Emang baik kok." kata Zizi meleletkan lidahnya.


"Ya terserah kalian lah." Sissy menyerah dengan sahabatnya itu.


"Hari minggu besok kita ke coban rondo yuk." kata Zizi tiba - tiba.


"Jangan minggu besok lah. Ntar aja kalo udah kenaikan kelas. Pas libur." usul Sissy.


"Iya betul. Kalo hari minggu besok aku pasti gak boleh sama Ibu. Apalagi hari ini pulangnya udah malam." Amira setuju dengan usul Sissy. Dia juga gak yakin dengan Theo yang menurut Yoan sangat baik.


"Oke deh. Nanti aku bilang ke Theo." kata Yoan. Tak lama mereka pun pamit pulang ke rumah masing - masing karena sudah dijemput oleh orang rumahnya.


Jangan lupa Like 👍, Komen dan Vote.


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2