
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah Othor akan segera menamatkan cerita ini. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca ππ
...***...
Warning : Adegan ++, Bocil harap skip,
...***...
"Mas, aku kesel deh." curhat Amira pada suaminya.
"Kenapa sih ? Pulang - pulang kok ngomel ?" tanya Alif.
"Aku rasa Yoan udah hamil deh Mas." jawab Amira.
"Kamu tahu darimana ? Kan mereka baru nikah sebulan." tanya Alif lagi.
"Perutnya kelihatan Mas. Meski pakai baju longgar tapi kelihatan agak buncit." kata Amira kesal.
"Ya udah Yang. Biarin aja. Itu bukan urusan kita." Alif coba menenangkan istrinya.
"Harusnya aku dulu yang hamil Mas." protes Amira.
"Hei.. Gak boleh gitu. Itu rejeki mereka. Kita gak boleh iri dengan rejeki orang lain." Alif menasehati istrinya.
"Kenapa kita yang nikah bener susah mau punya anak, sedangkan mereka hamil duluan sebelum nikah." Amira masih saja menggerutu.
"Sayang, kamu gak boleh seperti itu. Itu urusan mereka. Insha Allah kita juga akan segera memiliki momongan." Alif memeluk Amira erat.
"Sayang, gimana kalo kita honeymoon lagi ?" ajak Alif, berusaha untuk menghibur istrinya.
"Yang bener Mas ? Kemana ?" tanya Amira.
"Gimana kalo ke Bali ?" Alif balik bertanya.
"Mau Mas." jawab Amira antusias.
"Oke. Minggu depan kita berangkat ya." kata Alif. Amira menyambutnya dengan ciuman.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari keberangkatan tiba. Mereka tidak jadi liburan berdua karena keluarga besar Alif ingin ikut berlibur juga.
"Maaf ya sayang, Kita honeymoonnya rame - rame." Alif berbisik pada Amira.
__ADS_1
"Gak apa Mas. Ramai - ramai lebih seru." balas Amira.
Amira, Alif dan keluarganya berangkat ke Bandara Juanda naik mobil travel yang sudah dicarter.
Sekitar Sejam kemudian mereka sampai di Bandara dan segera check in.
Setelah satu jam menunggu, terdengar panggilan untuk segera naik ke pesawat.
Satu setengah jam kemudian, mereka sudah mendarat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali.
Mobil dari Hotel sudah menjemput untuk membawa mereka ke hotel bintang 3 yang terletak di daerah seminyak.
Alif segera mengambil kunci dan menuju ke kamarnya yang terletak di lantai 3.
"Aakh.. Akhirnya sampai juga. Capek juga ya di jalannya." Amira menjatuhkan tubuhnya di ranjang empuk.
"Jangan capek dulu sayang." kata Alif yang sudah mengungkung tubuh Amira.
"Apaan sih Mas ?" Amira malu - malu.
"Biar sekalian capek sayang." bisik Alif dengan suara beratnya.
"Mas..." Amira Men***** saat Alif mulai ******* bibirnya.
Alif terus menciumi bibir Amira dan mulai turun ke leher. Hingga akhirnya sampai di bukit kembar favoritnya.
Tanpa disadari baju sudah terlepas dari tubuh mereka hingga menyisakan pakaian dalam saja. Alif terus menciumi bibir Amira hingga miliknya mulai memasuki milik sang istri. Alif terus meng****** Amira hingga akhirnya keduanya mencapai pelepasannya.
"Makasoh ya sayang. I Love You." bisik Alif sambil menahan tubuhnya agar tidak menindih Amira.
"I Love You too Mas." balas Amira dengan nafas terengah - engah.
Keduanya pun tertidur kelelahan akibat olahraga nikmat yang baru saja dilakukan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sore harinya mereka berkumpul untuk menikmati makan malam di Jimbaran.
"Deuh.. Pengantin barunya mesra banget." ledek Alya, Kakak kedua Alif yang melihat Amira dan Alif bergandengan tangan.
"Gak boleh sirik Ma. Nih sama Papa digandeng juga." kata Ikbal, suami Alya.
"Paling juga satpamnya bentar lagi protes." Alif balas meledek kakaknya.
"Papa... Gak boleh pegang - pegang tangan Mama." teriak Arik, anak mereka yang baru berumur 4 tahun.
"Gak kok sayang. Papa pegangin Mama biar gak jatuh." Ikbal melepas tangan Alya.
__ADS_1
"Tuh kan aku bilang juga apa ?" Alif menertawakan kakak iparnya.
"Nasib.. Nasib.. Mau romantis gak boleh sama anak." gerutu Ikbal.
"Sabar ya Pa. Nanti malam aja romantisnya." kata Alya sambil tertawa melihat suaminya.
Akhirnya mereka berjalan bergandengan dengan Arik di tengah - tengah.
Mama dan Papa Alif juga masih terlihat mesra bergandengan tangan, saling menguatkan.
Sedangkan Aluna, kakak sulung Alif berjalan dengan Intan, anak gadisnya.
Di belakangnya Tomi, Sang suami bersama Bintang, anak bungsu mereka.
Mereka semua menikmati makanan laut dengan suasana pantai di malam hari.
"Banyak makan kerang Lif, Biar cepet jadi anak." kata Tomi.
"Emang iya Bang ?" tanya Alif.
"Iya dong. Kerang tuh bagus buat kesuburan." jawab Tomi.
"Boleh juga tuh. Semoga aja istriku cepat hamil ya Bang." kata Alif.
"Aamiin. Semoga Lif." doa Tomi.
Mereka menikmati Kerang dan makanan laut lainnya. Sesekali anak - anak juga berebut makanan. Amira sangat menikmati suasana keluarga besar yang hangat seperti ini. Apalagi dirinya sudah sangat merindukan punya momongan. Amira yang sangat menyukai anak kecil pun membantu menyuapi Arik, yang sedang menempel padanya.
"Wah.. Udah cocok jadi Ibu Ra." kata Alya.
"Iya Ra. Arik aja seneng banget sama kamu." Aluna ikut menambahkan.
"Iya Mbak. Doain aja biar cepet punya momongan." kata Amira.
"Semoga segera hamil ya Ra." doa Alya yang langsung diaminkan oleh Amira dan Aluna yang juga mendengarnya.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ