
Minggu ini Geng Pelangi sedang bersiap menghadapi ujian kelulusan. Sejak 3 minggu lalu mereka sudah sibuk dengan EBTA dan ujian praktek. Otomatis waktu mereka berkumpul pun semakin berkurang. Mereka sepakat hanya berkumpul saat weekend di rumah salah satu dari mereka.
Hari ini giliran mereka kumpul di rumah Sissy.
"Rek, aku punya berita buruk nih." kata Yoan.
"Ada apa Yo?" tanya Zizi penasaran.
"Aku juga punya kabar kurang baik." Sissy ikut menambahkan.
"Kalian ini kok bisa kompakan gitu sih?" tanya Amira.
"Ya entahlah. Kamu cerita duluan Yo." kata Sissy.
"Aku putus sama Theo." Yoan berkata dengan santai.
"Kok bisa?" tanya Amira.
"Dia selingkuh di belakang aku. Kemaren aku lihat sendiri dia lagi ciuman sama cewek lain." Yoan menjelaskan dengan ekspresi datar.
"Kamu sedih dong?" Zizi ingin memeluk Yoan.
"Gak. Biasa aja. Sebenarnya kejadiannya udah sekitar 3 minggu yang lalu sebelum kita ujian praktek." kata Yoan.
"Kok kamu gak sedih sih lihat pacar kamu selingkuh." Zizi sudah memeluk Yoan.
"Aku emang udah gak nyaman sama dia. Tiap ketemu oengennya ciuman mulu. Risih sebenarnya. Tapi gak bisa lepas juga." kata Yoan lagi.
"Tapi kamu belum diapa - apain kan?" Kali ini Sissy yang bertanya.
"Ya cuma sebatas ciuman aja. Pernah grepe - grepe tapi cuma sekali aja. Aku gak mau kebablasan." Yoan menunduk malu menceritakan gaya pacarannya.
"Syukurlah kamu belum diapa - apain. Keputusan yang bagus kamu putus sama dia." kata Sissy.
"Ujian kamu gimana?" Amira coba mengalihkan pembicaraan mereka.
"Alhamdulilah aku bisa konsen menghadapi ujian. Semuanya udah ilang aja sedih aku. Emang udah gak ada rasa lagi." Yoan tersenyum menatap sahabatnya satu persatu.
"Good job girl. Ini baru Yoan sahabat kita." Zizi memukul pelan lengan Yoan.
"Trus kamu punya kabar apa Si?" tanya Amira.
"Aku mau kuliah di Bandung. Biar deket sama Kakek aku." kata Sissy.
"Yah.. Kita bakal pisah dong?" ucap Zizi.
"Ta mau gimana lagi. Mama Papa maunya gitu." kata Sissy lagi.
"Kamu mau kuliah apa emangnya?" tanya Yoan.
"Ikut UMPTN dulu ambil sastra jerman di UNPAD dan UNIBRAW. Kalau gak lulus ya kuliah perhotelan atau pariwisata." kaat Sissy.
"Trus Edwin gimana?" pertanyaan Zizi bikin Sissy kaget.
"Gak tau. Aku belum cerita sama dia. Kalian jangan bilang soal hal ini ke siapapun ya." kata Sissy.
"Kalian harus bicarain ini baik - baik." saran Yoan.
"Ya nantilah nunggu waktu yang tepat. Mungkin setelah EBTANAS." kata Sissy.
"Sayang banget kalo kalian sampai putus. Aku lihat Edwin baik banget dan gak ganjen sama cewek." kata Amira.
"Iya betul. Dia juga sholatnya rajin." tambah Zizi.
" Kok malah kalian promo soal Edwin sih?" kata Sissy sambil tertawa pelan.
__ADS_1
"Ya jangan sampai kalian saling menyakiti lah." kata Amira lagi.
"At least Kalaupun harus putus ya putus baik - baik aja." kata Yoan diikuti anggukan oleh Zizi dan Amira.
"Hhmm.. Andai aku boleh kuliah diluar kota pasti aku ikut kamu." Amira menatap Sissy.
"Iya ikut aku aja kuliah di Bandung. Hehehe." Ajak Sissy.
"Pasti gak boleh lah. Apalagi Zizi." Ujar Amira.
"Ya gak papa Girls. Kan tiap libur aku pasti pulang." janji Sissy pada sahabatnya.
"Janji ya." Amira coba memastikan.
"Insha Allah." jawab Sissy sambil memeluk sahabatnya bergantian.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi itu mulai dilaksanakan EBTANAS. Mama sudah heboh menyiapkan sarapan dan susu buat Sissy.
"Si, ayo sarapan dulu." teriak Mama dari bawah.
"Iya Ma. Bentar lagi. Masih nyisir rambut dulu." Sissy ikut bereriak dari kamarnya.
"Apaan sih pagi - pagi udah teriak." gerutu arya keluar dari kamarnya.
"Aa, itu susu buat Ade. Kok diminum sih?" omel Mama melihat Arya langsung meneguk habis susu di meja.
"Hehehe. Maaf Ma. Aku gak tau." Arya hanya cengengesan menanggapi omelan Mama.
"Aku gak usah minum susu Ma." kaat Sissy sambil menyendok nasi dan telur dadarnya.
"Harus De. Kan kamu mau ujian. Biar otaknya lebih encer." kata Mama sambil memberikan segelas susu yang baru.
"Kamu anter Ade ya." kata Mama pada Arya.
"Iya Ma nanti aku anter. Sekalian aku mau ke rumah temen." kata Arya.
"Kalo nungguin Aa mandi jadi lama dong. Nanti aku telat Ma." kata Sissy melirik Arya yang memang belum mandi.
"Aa gak usah mandi lah De. Kan anter kamu doang." kata Arya.
"Oke." Sissy sudah menghabiskaan sarapannya dan bersiap menghabiskan susunya.
*ting tong*
"Assalamualaikun Tante. Saya mau jemout Sissy." sapa Edwin dengan sopan.
"Waalaikunsalam. Sebentar tante panggilkan Sissy." kata Mama meninggalkan Edwin di teras.
"De, ada temen kamu jemput tuh." kata Mama.
"Siapa? Aku gak janjian sama siapa - siapa." Sissy bingung.
"Yang biasanya jemput kamu De. Sana temuin dulu." kata Mama lagi.
"Paling juga pacarnya." celetuk Arya.
Sissy oun melangkah ke teras. Benar saja dilihatnya Edwin sedang duduk menunggu di kursi teras.
"Pagi Si. Kita berangkat bareng ya." kata Edwin.
"Kok kamu gak bilang dulu mau jemput? " tanya Sissy malu - malu.
"Iya. Kemarin hari sabtu lupa gak bilang. Karena lagi ujian Bapak ngijinin aku pake motor ke sekolah. Kupikir ya lebih baik sekalian jemput kamu aja." kata Edwin panjang lebar.
__ADS_1
"Ya sudah. Aku ambil tas dan pamit ke Mama dulu." Sissy meninggalkan Edwin masuk ke dalam rumah.
"Ma, aku berangkat dulu ya sama Edwin." pamit Sissy sambil mencium tangan Mama.
"Iya. Hati - hati ya. Jawab pertanyaannya dengan tenang dan benar ya." kata Mama sambil memgusap kepala Sissy.
"Iya Ma. Assalamualaikum." Sissy langsung menuju ke temlat Edwin menunggu.
"Waalaikumsalam." Mama mengikuti Sissy.
"Ayo Win. Kita berangkat." ajak Sissy.
"Saya pamit dulu tante. Assalamualaikum." Edwin mencium tangan Mama.
"Waalaikumsalam." jawab Mama sambil menunggu mereka sampai hilang dari pandangan.
"Si, selama ujian ini aku akan antar jemput kamu ya." kata Edwin.
"Emang gak ngerepotin?" kata Sissy.
"Ya gak lah. Kan emang sejalan juga. Lagian kamu kan pacar aku. Gak repot sama sekali." kata Edwin sambil tersenyum memandang Sissy dari kaca spion.
"Iya deh." kebetulan banget jadi mereka bisa menghabiskan waktu yang tersisa sebelum Sissy pindah ke Bandung.
"Sisa waktu kita buat barengan juga tinggal sebentar Si." kata Edwin tiba - tiba yang sukses membuat Sissy kaget.
"Apa Edwin tahu kalo Sissy mau kuliah di Bandung?" batin Sissy.
"Maksudnya?" tanya Sissy.
"Ya kali udah lulus kan gak tau bakal ngelanjutin kemana." kata Edwin membuat Sissy lebih tenang.
"Iya juga ya." kata Sissy pelan.
Mereka pun terdiam sampai tiba di sekolah.
Mereka langsung menuju kelas tempat ujian.
"Cie.. Pasangan ini pagi - pagi udah berduaan aja." ledek Didan.
Edwin dan Sissy memilih untuk tak menghiraukan ledekan Didan dan mencari nama mereka di daftar depan kelas.
"Kita gak satu kelas Si. Kamu di kelas satunya." kata Edwin setelah melihat nama yang tertera di depan pintu.
"Yawda aku cari kelas satunya ya." Sissy hendak pergi dari kelasnya.
"Aku temenin. Kelas satunya dimana Dan?" tanya Edwin pada Didan.
"Di lab biologi depan tuh." kata Didan.
"Yuk Si. Aku temenin." kata Edwin menarik tangan Sissy.
"Win, kan cuma di seberang doang." Sissy hendak protes tapi Edwin sudah menariknya.
"Ya gak papa." jawab Edwin.
"Yawda aku masuk ke dalam ya." kata Sissy ketika sampai di depan lab biologi.
"Iya. Semangat ya ngerjainnya. Semoga bisa ngisinya." kata Edwin sebelum meninggalkan Sissy di kelasnya.
Sissy pun menuju ke bangkunya dan membuka bukunya sebelum ujian dimulai.
Mohon Likeπ, komen dan Vote ya..
Makasih πππ
__ADS_1