Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Sissy) Cinta Lokasi


__ADS_3

Hari kedua di Yogyakarta, mereka berkunjung ke keraton Jogja untuk melihat dan menikmati keindahan keraton. Setelah dari sana mereka diberi waktu acara bebas selama 4 jam. Sebagian memilih berbelanja di Malioboro. Sebagian lainnya memilih menikmati suasana alun - alun Yogyakarta.


Sissy dan Ayu serta beberapa teman lainnya memilih naik delman menuju malioboro. Sissy ingin membelikan oleh - oleh buat keluarganya. Setelah berkeliling di pasar Beringharjo, Sissy membelikan daster batik untuk dirinya, Mama dan Teh Ochy. Selain itu dia juga membelikan Celana batik buat Aa dan Papanya. Tak lupa dia juga membelikan Aki (kakek) celana panjang batik. Dia juga membeli kaos titipan Edwin. Setelah puas berbelanja, Sissy dan teman lainnya kembali menuju alun - alun kidul Yogyakarta.


Mereka berkumpul dan kembali ke hotel lagi.


"Borong banyak nih Si?" Tiba - tiba Edwin muncul di sebelahnya ketika Sissy sedang duduk di taman hotel.


"Ngagetin tau Win. Nih titipan kamu." Sissy memberikan kantong punya Edwin.


"Bawain dulu lah Si. Ntar aku ambil di rumah kamu aja." Edwin mengembalikan kantong itu ke tangan Sissy.


"Males ah. Bawa aja sendiri." Sissy meninggalkan Edwin dengan kantongnya.


"Kenapa sih tuh anak kok tiba - tiba jutek." kata Edwin dalam hati.


"Kamu kenapa sih jutek gitu." Edwin mengejar Sissy dan menariknya ke tempat yang sepi.


Sissy hanya menatap tajam ke Edwin.


*flashback on*


Sampai di alun - alun, Sissy turun dari delman membawa semua belanjaannya. Dia celingukan mencari Edwin untuk memberikan kaos titipan lelaki itu.


"Edwin mana sih Yu?" tanya Sissy pada Ayu yang berdiri di sampingnya.


"Cie.. Nyariin Edwin nih. Mulai ada sesuatu nih." goda Ayu sambil ikut mencari sosok Edwin.


"Apaan sih? Ini aku mau ngasih kaos titipan dia." kata Sissy dengan muka memerah.


"Tuh.. Dia disana." Ayu menunjuk Edwin yang sedang duduk berdua dengan Inka, anak kelas IPA.


"Kenapa dia sama Inka?" tanya Sissy pada Ayu.


"Kayaknya mereka CLBK deh." jawab Ayu cuek.


"CLBK? Emang mereka pernah pacaran?" Sissy jadi penasaran.


"Kan dulu mereka pernah pacaran Si. Kamu gak tau?" Ayu bertanya dengan polosnya.


"Gak. Yaudah aku kesana dulu." kata Sissy sambil berjalan menuju Edwin.


Ketika Sissy berjalan mendekat ke arah mereka, sepertinya mereka terlihat bahagia. Sissy sangat cemburu melihatnya. Sissy pun berbalik dan memilih menuju Bis.


*flashback off*


"Kamu kenapa sih? Kok jadi jutek gitu?" Edwin benar - benar gak tau kenapa sikap Sissy berubah.


"Pantesan tadi nitip beli baju ke aku. Ternyata asik pacaran." kata Sissy jutek.


"Maksudnya apa? Siapa yang pacaran?" Edwin gak ngerti dengan ucapan Sissy.


"Asik aja ketawa - ketawa sama sang mantan. Ups, apa udah jadi pacar lagi ya?" sindir Sissy.


"Ooh.. Maksudnya Inka." Edwin akhirnya paham maksud Sissy. "Kamu cemburu ya?"


"Enggak. Ngapain juga harus cemburu. Kita kan gak pacaran." kata Sissy sambil pergi menjauh dari Edwin.


"Tunggu dulu Si. Ada yang mau aku omongin." Edwin menarik tangan Sissy, menahannya untuk tetap tinggal. Edwin berniat menyatakan cintanya pada Sissy.


"Apa lagi?" Sissy masih kesal dengan Edwin.


"Cie.. Lagi mojok nih?" belum sempat Edwin menyatakan cintanya, tiba - tiba Didan dan Agis muncul di belakang mereka.


"Ngagetin aja kalian nih." omel Edwin sambil memukul lengan mereka. Sissy pun akhirnya pergi dari tempat itu.


"Tuh kan jadi pergi. Kalian sih ganggu aja." Protes Edwin.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Hari ini mereka melanjutkan perjalanan ke Bandung. Sissy memilih tidur sepanjang perjalanan. Sissy kalo udah tidur memang gak gampang terganggu dengan suasana sekitar apalagi dia mendengarkan lagu menggunakan mp3. Bahkan saat teman sebangku nya berganti pun Sissy tak menyadarinya. Hingga akhirnya Sissy merasakan mobil mengerem mendadak, membuatnya terbangun.


Sissy pun membuka mata dan menatap sosok disampingnya yang masih memejamkan matanya.


"Kamu ngapain disini Win?" Sissy kaget melihat Edwin yang duduk disampingnya.


"Ya duduk lah. Udah dari tadi kali Si." Jawab Edwin cuek.


"Ayu kemana?" Sissy celingukan mencari Ayu.


"Duduk di belakang sama Puput dan Lia." Edwin menatap Sissy.


"Kok gak ngajak aku sih?" Sissy masih bertanya pada Edwin.


"Si, aku mau ngomong sama kamu soal kemarin." Edwin menatap Sissy dengan setengah berbisik agar tak didengar yang lain.


"Gak ada yang perlu dijelasin Win." Sissy membuang muka menatap keluar jendela.


"Aku gak balikan sama Inka. Tadi Inka ngasih undangan ulang tahunnya sekalian mau ngenalin pacar barunya." Edwin menjelaskan pada Sissy yang masih memunggunginya.


"Sedih dong situ?" ledek Sissy.


"Ngapain sedih. Aku kan udah gak ada perasaan sama Inka." Edwin sedikit kesal dengan ledekan Sissy.


"Yakin? Gak nyesel?" Sissy terus meledek Edwin.


"Yakin banget. Lagian aku udah punya calon pacar." Edwin menjawab dengan pede.


"Cepet banget move on nya." Sissy mulai takut dengan jawaban Edwin.


"Ternyata Edwin sudah punya gebetan baru. Sepertinya hubunganku demgan dia hanya sebatas teman saja." batin Sissy.


"Udah ah, jangan berisik Si. Aku ngantuk nih, mau tidur." Edwin menutup muka dengan jaketnya.


Sissy pun kembali duduk di bangkunya dengan tenang.


"Sebentar lagi kita akan singgah di tempat makan siang ya anak - anak. Kalian bersiap untuk turun." Bu Dinar mengumumkan ke seluruh penumpang Bus.


Sissy pun turun dan menikmati makan siangnya bersama dengan Ayu, Puput dan Lia.


"Kok kamu gak sama Edwin?" goda Ayu.


"Kamu sih tega pindah duduk gak ngajak - ngajak." Sissy pura - pura marah pada sahabatnya itu.


"Soalnya kan ada yang lagi pedekate." goda Puput.


"Udah jadian belum?" Lia mulai kepo.


"Siapa?" tanya Sissy polos.


"Ya kamulah sama Edwin." Ayu gergetan ngelihat Sissy yang terlalu cuek.


"Biasa aja. Yang ada malah dicurhatin soal gebetan barunya." jawab Sissy.


"Kamu gak peka deh Si." kata Ayu pelan tapi membekas di ingatan Sissy.


"Sebenarnya siapa gebetan Edwin? Apa benar dirinya seperti yang dibicarakan oleh mereka?" tanya Sissy dalam hati.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Acara di Bandung cukup padat. Hingga hari kedua mereka belum diberikan jam bebas.


Hari itu Sissy mendapat kunjungan dari kakek dan pamannya di Hotel tempat mereka menginap.


"Neng, gimana kabarnya? Papa sama Mama sehat?" tanya Om Andri pada Sissy.


"Alhamdulilah Om. Aki sehat kan?" Sissy mencium tangan keriput kakeknya.


"Aki mah kayak gini aja Neng." Aki duduk di samping Sissy.

__ADS_1


"Aa kamu sehat?" tanya Aki lagi.


"Sehat Ki. Cuma Aa gak lulus - lulus. Kerjaannya main terus." Lapor Sissy.


"Ini Aki titip buat Aa kamu ya." Aki memberikan 2 amplop pada Sissy.


"Yang satunya buat siapa Ki ?" tanya Sissy pura - pura gak tahu.


"Ya buat kamu Neng." Aki mengusap lembut kepala Sissy.


"Makasih ya Ki." Sissy memeluk kakeknya.


"Nih, Om dibawain makanan sama tante buat kita. Makan dulu yuk." Om Andri membuka rantang berisi nasi tutug oncom dan empal.


"Hhmm.. Enak nih." Sissy sudha tak sabar mencicipi makanan itu.


Setelah makan bersama Aki dan Om Andri, mereka pun pamit pulang.


Sissy hendak kembali ke kamarnya ketika seseorang memanggilnya.


"Si.. Tunggu dulu aku mau bicara." kata Edwin menghalangi jalan Sissy.


"Ada apa Win? Aku udah ngantuk nih." Sissy berusaha menghindari Edwin.


"Ikut aku sebentar. Ada yang harus aku ceritakan." Edwin menarik tangan Sissy menuju taman.


"Mau curhat lagi? Kan bisa besok di Bis." Sissy mengikuti Edwin dengan berat hati.


"Harus sekarang." Edwin mengatur nafasnya yang tak beraturan.


"Apaan sih? Jangan lama - lama." kata Sissy sambil duduk disamping Edwin.


"Si, Kamu tau cewek yang aku suka?" Edwin memegang tangan Sissy.


"Gak tau. Kamu kan gak cerita." Sissy berusaha melepaskan tangan Edwin tapi terlalu kuat.


"Kamu Si." kata Edwin singkat sambil menatap Sissy.


"Kamu apa maksudnya?" Sissy bingung dengan ucapan Edwin. Entah kenapa tiba - tiba jantungnya berdebar lebih kencang.


"Ya cewek itu kamu. Kamu mau jadi pacar aku ?" tiba - tiba Edwin menembaknya.


"Hah? Kamu serius?" tanya Sissy tak percaya.


"Serius banget. Nih, aku beliin gelang buat kamu. Ini sama dengan punyaku." Edwin mengeluarkan sebuah gelang dari saku jaketnya.


"Iya aku mau." Sissy mengulurkan tangannya agar dipakaikan gelang oleh Edwin.


"Cantik di tangan kamu Si." kata Edwin.


"Tapi kita rahasiakan dari yang lain ya. Kita bersikap kayak biasa aja." kata Sissy.


"Tapi aku gak mau kita backstreet." Edwin protes dengan ucapan Sissy.


"Gak. Kita gak backstreet. Tapi kita gak usah ngumumin juga. Biar mereka sadar dengan sendirinya." Sissy menjelaskan maksudnya.


"Oke kalo begitu. Makasih ya." Edwin hendak memeluk tapi ditahan oleh Sissy.


"Belum boleh peluk. Sabar dulu ya." kata Sissy sambil menyilangkan tangan di dadanya.


"Iya deh. Aku antar ke kamar ya?" Edwin menggandeng tangan Sissy.


"Gak. Biar aku ke kamar sendiri. Sampe pertigaan sini aja." Sissy melepaskan pegangan tangannya dan berbelok menuju kamarnya.


"Sweet dream ya." Edwin setengah berteriak membuat Sissy malu dan tak berani menolehkan wajahnya.


Mohon LikeπŸ‘, komen dan Vote ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2