Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Sissy) Double Date


__ADS_3

"Pengumuman.. Pengumuman.." kata Didan saat jam kosong di kelas.


"Apaan sih Dan." teriak teman yang lain.


"Ada yang baru jadian nih. Enaknya kita apain?" kata Didan sambil menunjuk Sissy dan Edwin yang sedang duduk bareng mengerjakan tugas Antropologi.


"Cie.. selamat ya." teriak Puput menggema di kelas.


"Apaan sih?" kata Sissy salah tingkah.


"Ngaku aja. Gak usah pura - pura lagi." kata Didan sambil berjalan menghampiri mereka.


"Tuh kihat gelangnya aja sama. Ini bukti yang pertama. Bukti yang kedua, photobox ini." Didan mengeluarkan sebuah foto dari saku bajunya.


"Sialan kamu ambil dari tas ku ya?" Edwin hendak merebut foto itu.


"Gak sengaja tadi nemu pas aku mau pinjam kalkulator kamu. Hehehe. Ketauan kan?" Didan tersenyum jahil pada mereka.


"Selamat ya Si. Bisa - bisanya kalian ngumpetin dari teman sekelas." Ayu memeluk Sissy.


"Makasih." Sissy hanya tertunduk malu.


"Traktir dong.." teriak teman yang lain.


"Nanti aku traktir cilok ya." kata Edwin.


"Asik.." teriak beberapa teman.


Sejak saat itu teman - teman sekelas sering menggoda mereka. Sissy jadi merasa risih ketika tak sengaja mengerjakan sesuatu berdua.


"Maafin aku ya Si." Edwin berkata pada Sissy sepulang sekolah smabil menunggu angkot.


"Iya gak papa Win. Pasti lama kelamaan juga akan ketahuan." Sissy tersenyum menatap Edwin.


"Kamu gak malu kan pacaran sama aku?" tanya Edwin.


"Kenapa harus malu?" Sissy balik bertanya.


"Aku kan orang miskin Si. Gak kayak kamu." kata Edwin sambil menunduk.


"Ya gak lah. Lagian kita kan baru pacaran, belum mau nikah." Sissy tersenyum sambil. menggenggam tangan Edwin.


"Hari minggu besok aku mau ngajak kamu


ke Gramedia. Bisa kan?" tanya Edwin.


"Insha Allah. Nanti kamu jemput ya." jawab Sissy.


"Oke." jawab Edwin singkat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari minggu itu Sissy dijemput Edwin di rumahnya.


"Assalamualaikum Tante. Sissy nya ada ?" sapa Edwin sambil mencium tangan Mama.


"Waalaikumsalam. Duduk dulu Nak. Tante panggilkan Sissy." Mama masuk kedalam rumah.


*tok.. tok.. *


"De, itu temen kamu udah datang." kata Mama dari balik pintu.


"Iya Ma. Sissy bentar lagi keluar." teriak Sissy dari dalam kamar.


Mama menghampiri Edwin yang duduk di kursi teras.


"Tunggu sebentar ya Nak. Sissy masih siap - siap dulu." kata Mama.

__ADS_1


"Iya Tante." jawab Edwin singkat.


"Cie.. yang mau pacaran." ledek Arya yang berdiri di depan kamar Sissy.


"Berisik. Kayak gak pernah muda aja." jawab Sissy.


"Mulai berani jawab ya sekarang." Arya masih meledek Sissy.


"Iyalah. Kan punya mulut. Lagian Aa ngapain sih di rumah aja. Biasanya juga main." Balas Sissy.


"Mau ngawasin kamu biar gak pacaran terus." kata Arya.


"Ma.. Aa nih gangguin aja dari tadi." Sissy teriak pada Mamanya.


"Aa, jangan gangguin adiknya." teriak Mama.


"Dasar tukang ngadu." Arya langsung meninggalkan Sissy menuju ke kamarnya.


"Hehehe. Biarin." Sissy pun langsung mengambil tasnya dan turun menemui Edwin.


"Maaf ya nunggu lama." Sissy sudah berdiri di depan Edwin.


"Gak kok. Gak lama." Edwin menatap Sissy tanpa berkedip.


Edwin kagum melihat Sissy yang terlihat begitu cantik dengan rambutnya yang digerai.


"Eh malah diam aja. Ayo berangkat." Sissy membuyarkan lamunan Edwin.


"Eh.. Ayo." ajak Edwin langsung bangun dari duduknya. Mereka pun berpamitan dengan Mama dan Arya yang ikut keluar.


"Awas ya adik aku jangan sampe lecet." ancam Arya dengan muka datar.


"Iya Mas." jawab Edwin gugup.


"Gak usah dengerin dia Win." Sissy menarik tangan Edwin menuju sepeda motornya.


"Kakak kamu galak juga. Takut aku." kata Edwin.


Mereka masuk ke gramedia dan menuju ke rak yang berisi buku tentang antropologi. Mereka membeli buku untuk tugas antropologi.


"Win, aku kesana dulu ya." Sissy pamit pada Edwin untuk mencari komik serial cantik.


Sissy sibuk memilih dan membaca sinopsis dari serial cantik itu.


Sissy asik dengan buku - buku di hadapannya hingga tak mendengar namanya dipanggil.


"Sissy.. Kamu dipanggilin dari tadi gak nengok." seseorang menepuk bahunya.


Sissy pun menoleh pada sosok itu.


"Zizi. Ngapain disini?" tanya Sissy kaget melihat sahabatnya itu.


"Lagi berkebun. Ya lagi cari buku lah." kata Zizi setengah bercanda.


"Sama siapa Zi?" tanya Sissy lagi.


"Tuh sama Arif." tunjuk Zizi pada Arif yang sedang mengobrol sama Edwin.


"Hhmm.. Kok bisa - bisanya ketemu disini." kata Sissy sambil tersipu malu.


"Lagi sama pacar masing - masing lagi ya?" kata Zizi.


"Gak janjian padahal ya." ujar Sissy.


"Kayak jodoh aja ya." gurau Zizi.


"Hahaha. Bisa aja kamu." Sissy mencubit lengan Zizi.

__ADS_1


"Kita nyari makan yuk." ajak Zizi.


"Aku bayar ini dulu deh." Sissy membawa komik yang akan dibelinya menuju kasir.


"Win, mana buku yang tadi. Aku mau bayar dulu." tanya Sissy pada Edwin. Sissy dan Zizi pun menuju kasir sedangkan para cowok memilih menunggu di luar.


"Kita berasa lagi double date ya?" ucap Zizi sambil berbisik pada Sissy.


"Bisa aja kamu. Jangan cerita sama Yoan dan Amira. Ntar mereka ngambek lagi gak diajak." kata Sissy.


"Beres lah." Zizi mengacungkan jempolnya.


"Udah nih. Kita cari makan yuk." Zizi langsung menggandeng lengan Arif.


"Mau makan dimana?" tanya Arif sambil melihat ke Sissy dan Edwin.


"Terserah aja. Kamu mau makan dimana Si?" tanya Edwin.


"Makan pizza yuk." usul Zizi.


"Gak kenyang kalo cuma makan pizza." kata Arif.


"Iya gak kenyang." Edwin setuju dengan Arif.


"Yawda makan di McD aja." kata Zizi yang langsung disambut anggukan oleh yang lainnya.


Zizi dan Arif mengantre di kasir sedangkan Sissy dan Edwin menunggu di meja mereka.


"Si, Aku gak bawa uang banyak nih." bisik Edwin sedikit malu.


"Gak papa. Pake uangku dulu aja." kata Sissy.


"Nanti aku ganti ya." kata Edwin.


"Iya. Gampang deh." ucap Sissy.


Tak lama mereka pun menikmati makanan mereka. Makanan yang bagi Edwin sangatlah mewah dan jarang sekali dimakannya. Untunglah Edwin punya pekerjaan sampingan dari mengajar taekwondo.


Mereka seseklai terlibat obrolan seru.


"Abis dari sini kalian mau kemana?" tanya Zizi.


"Ya langsung pulang." jawab Sissy sambil melihat ke arah Edwin.


"Kita nonton dulu yuk. Ayo yang." ajak Zizi.


"Tapi.. Aku masih ada tugas yang mesti dikerjakan." Edwin mencoba beralasan.


"Ayolah. Mumpung kita ketemu disini." bujuk Zizi.


"Ayo bro. Kita nonton dulu." Arif ikut membujuk Edwin.


"Iya deh. Tapi jangan yang terlalu sore." kata Edwin.


"Gak kok. Seperti jamnya pas nih." kata Zizi.


"Yuk kita pesen tiketnya." Arif langsung mengajak mereka menuju bioskop yang kebetulan berada di gedung yang sama.


"Si.. Gimana ini?" bisik Edwin.


"Ntar aku yang bayar." bisik Sissy.


"Maafin aku ya." Edwin menatap Sissy dengan wajah sedihnya.


"Apaan sih. Gantian lah biasanya kamu juga yang bayarin aku." Sissy tersenyum sambil mencubit hidung Edwin.


"Makasih ya." Edwin akhirnya tersenyum menatap kekasihnya itu.

__ADS_1


Mohon LikeπŸ‘, komen dan Vote ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2